
Hari berganti bulan, namun Zoey masih juga belum di temukan bahkan orang suruhan Gustav yang sudah terbiasa menangani hal semacam ini pun juga tidak berhasil menemukannya.
Zoey benar-benar bak hilang di telan bumi, jika pun ia mengalami hal yang tidak terduga, misalnya, kecelakaan, di bunuh seseorang atau bahkan bunuh diri sekalipun pasti akan ada berita yang memuatnya.
Orang yang membantunya di pulau itu juga tidak menemukan kejanggalan apapun, Rich sudah seperti kehilangan arah dan tujuan hidup.
Membuat Kedua orangtuanya bahkan adiknya Val pun turut ikut prihatin dan iba melihat keadaan Rich yang seperti itu, mereka benar-benar tidak tega. apalagi setelah kepulangan Rich dari rumah sakit terakhir kali, sakitnya sedikit kambuh namun tidak begitu parah. sebab langsung di tangani oleh Dokter pribadi keluarga mereka.
Hilangnya Zoey membuat Rich kembali ke masa lalu saat itu juga ia merasa kehilangan waktu mereka masih kecil, kebahagiaannya pun ikut hilang bersama hilangnya sang istri.
Apa ia tidak mencarinya lagi? tentu saja Rich masih mencarinya hingga sekarang, hampir semua tempat yang memungkinkan di negara ini, tempat tinggal Pamannya kembali ia datangi, bahkan semua rumah sewa, semua Apartement, hotel juga tak luput dari pencariannya. terlihat konyol memang, tetapi ia tidak peduli, yang terpenting adalah istrinya ditemukan.
Semua teman-temannya Zoey juga sudah ia datangi, tetapi tidak ada dari mereka yang tahu. wanita itu benar-benar merencanakan kepergiannya dengan sangat rapi.
Hingga sekarang pun ponselnya juga masih belum bisa di hubungi, membuat Rich dan yang lain sulit untuk melacak keberadaannya yang hilang tanpa jejak, dia sungguh-sungguh wanita dengan banyak perhitungan.
Tetapi ada yang mengganjal di pikiran Rich hingga sekarang, bagaimana Zoey bisa pergi tanpa membawa benda penting apapun, setidaknya kartu tanda pengenal juga tidak ia bawa. hanya ponsel miliknya saja dan entah apa lagi, yang jelas itu tidak mungkin.
Bukan maksud ingin merendahkan istrinya juga harga dirinya, akan tetapi ini sungguh tidak mungkin, mengingat Zoey adalah orang biasa saja, bagaimana ia hidup di luar sana.
Rich mungkin melupakan sesuatu, bahwa Zoey bisa hidup sendiri di luar sana. buktinya ia bisa bekerja tanpa meminta kepada Pamannya. kepintarannya membuatnya tidak sulit untuk mendapatkan sebuah pekerjaan, yang pastinya bisa mencukupi sehari-hari untuk kehidupannya.
...----------------...
Empat tahun kemudian...
Monaco, sebuah negara kecil yang hanya memiliki luas sekitar 70 hektar. terletak di sudut Eropa di pinggiran Laut Tengah dan berbatasan langsung dengan Perancis.
Negara yang menjadi incaran dan favorit para artis hollywood dan juga para kalangan atas. Kehidupan di Monaco seolah tak pernah sepi karena negara ini rutin mengadakan event-event berkelas dunia.
Pagi hari di sebuah rumah yang tidak begitu besar terlihat seorang wanita tengah sibuk berkutat di dapur untuk membuat sarapan paginya, setelah selesai membuat nasi goreng seefood, ia pun bergegas masuk kembali ke dalam kamarnya karena hari sudah semakin siang.
" Mike ayo bangun, sudah pagi sayang." serunya membangunkan seseorang yang masih asik bergelung di dalam selimut tebalnya, ia hanya mengeliat malas tanpa ingin beranjak bangun.
" MIKE, bangun atau kau kutinggal sendirian di rumah!" serunya kembali dengan sedikit mengancam.
Seseorang yang berada di balik selimut pun akhirnya bangun dengan malasnya, " Kau selalu saja mengancam setiap membangunkanku." gerutunya dengan kedua mata masih terpejam, dan itu sangat menggemaskan di mata wanita itu.
__ADS_1
" Sayang lihatlah hari sudah hampir siang. nanti kau terlambat, cepat bangun!." serunya kembali.
" Baiklah Beccaku sayang, jangan marah-marah nanti kau cepat tua." dengan malas ia beranjak turun dari atas ranjang.
Dia adalah Michael Zoeniar, bocah kecil yang berusia tiga tahun lebih itu adalah putra wanita yang tidak lain adalah Zoey. wanita yang beberapa tahun lalu di cari oleh sang suami yang tiba-tiba saja menghilang tidak tahu dimana. ternyata dirinya masih berada di benua yang sama dengan sang suami.
" Mike, aku adalah Ibumu, bukan kekasihmu." tegur Zoey menatap putranya tidak suka.
" Baiklah Mom, sorry." sahut Mike sambil terkekeh pelan berjalan menuju kamar mandi.
Zoey menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang putra yang selalu saja menggodanya. dan itu selalu mengingatkannya pada masa lalu yang kelam.
Mike adalah seorang anak laki-laki yang sangat mandiri di usianya yang terbilang masih sangat kecil, tak berbeda jauh dirinya dulu. tetapi wajahnya sangat mirip dengan seseorang yang ia tinggalkan beberapa tahun lalu.
" Maafkan aku Rich, aku takut kau marah padaku. hingga aku tidak berani kembali padamu waktu itu." gumamnya sambil menyeka air mata yang entah sejak kapan sudah mengalir di kedua pipi lembutnya.
...----------------...
" Bye Mom, aku mencintaimu." Mike mencium sebelah pipi Zoey setelahnya ia langsung berjalan masuk bersama salah satu miss yang mengajar di sekolahnya.
Zoey kemudian berbalik dan masuk ke dalam mobil kecil miliknya, setelahnya mobil pun melaju menuju ke sebuah gedung sekolah yang tak jauh dari tempat sekolah Mike.
Sulit memang, tetapi ia harus bisa mengurus putranya sendiri, dan bekerja keras demi sang putra. walau awalnya berat dan juga lelah, tetapi saat melihat wajah menggemaskan Mike saat bayi semuanya langsung sirna, membuatnya kembali bersemangat.
" Morning Miss." sapa salah satu murid teladannya, yang di balas Zoey dengan senyuman manis.
" Miss Becca, kau di tunggu kepala sekolah di ruangannya." ucap salah satu miss yang juga mengajar di sekolah tersebut.
" Baiklah terima kasih." sahutnya sambil memberi senyuman.
" Masuk." terdengar sahutan dari dakam ruangan kepala sekolah. Zoey pun segera masuk dan berdiri di hadapan seorang pria yang menjadi kepala sekolah tempatnya mengajar.
" Mr. panggil saya." seru Zoey menatapnya tanpa ada rasa takut sama sekali.
Membuat sang pria menyunggingkan bibirnya ke samping, dan ikut menatap wanita yang masih berdiri di hadapannya tersebut.
" Duduklah." titahnya datar.
__ADS_1
Zoey pun akhirnya duduk, berhadapan dengan pria yang terkenal dingin dan juga begitu tegas di mata semua guru yang bekerja di sekolah tersebut sedang menatapnya intens.
Membuat Zoey tidak nyaman di tatap seperti itu, " Apa aku membuatmu takut?" pertanyaan yang begitu konyol menurut Zoey, wanita itu hanya menghela napas pelannya.
" Tidak! sebenarnya ada apa Mr. memanggilku, sebab sebentar lagi saya akan mengajar." seru Zoey to the poin.
" Apa malam ini kau free?" tanya pria yang bernama Ben, menatap serius ke arah Zoey.
Zoey mengerutkan keningnya, sudah bisa di tebak pasti pria itu ada maksud tertentu, atau bisa jadi mengajaknya untuk makan malam." Jadi maksud Mr. memanggilku kesini hanya untuk bertanya seperti itu." tebakny, Zoey sebenarnya risih dengan kepsek yang masih muda tersebut.
" Ini ambilah, sebenarnya itu salah satunya. " Ben menyodorkan sebuah amplop coklat, entah berisi apa. " Jangan buka disini! nanti saja." yang membuat Ben berani bertanya seperti itu adalah sebab ia sudah tahu bahwa Zoey adalah sigle parent dengan satu putra, dan masalah satusnya bersuami atau tidak Ben belum mengetahuinya.
Zoey menerima amplop tersebut, dan langsung beranjak bangun." Maaf Mr. saya sudah terlambat untuk mengajar." Zoey segera keluar dari ruangan yang membuatnya sesak itu.
Ben tersenyum sambil menatap punggung Zoey, yang kemudian menghilang di balik pintu ruangannya.
" Wanita yang sungguh menggemaskan." gumamnya masih terus saja tersenyum.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.