
Beberapa minggu kemudian...
Hari ini seluruh keluarga Taro akan berkunjung ke negara Indo tempat asalnya Mama Wilona, sebab besok adalah acara yang pertunangan dari seorang pria bernama Fernando, saudara sepupu Richard yang memang tinggal di negara sana.
Mereka berangkat pagi-pagi sekali saat hari masih gelap, sebab mereka harus melewati negara lain yang saat ini sedang musim hujan dan juga angin kencang, takutnya cuaca di siang atau sore hari akan berdampak buruk sehingga mereka harus benar-benar memprediksinya terlebih dahulu.
Seluruh anggota keluarga menyambut dengan rasa suka cita berita pertunangan ini, semua mendoakan yang terbaik untuk kebahagian yang akan di songsong Nando kedepannya dengan calon pendampingnya kelak.
Namun tidak dengan seorang wanita yang baru saja di tinggal menikah oleh mantannya yang mendengar berita bahagia tersebut, wanita tersebut kembali mengalami patah hati tentu saja dia adalah Val, siapa lagi yang masih menyimpan rasa terhadap pria yang sebentar lagi akan melangsungkan pertunangannya dengan seorang wanita yang menjadi sahabatnya hingga sekarang, hingga mereka memutuskan untuk menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius lagi.
Val tidak pernah menyangka, ternyata pria yang selama ini ada di hatinya dengan mudahnya memutuskan untuk menikah dengan wanita lain, walau pria itu tahu benar dengan perasaan yang pernah ia ungkapkan padanya.
Jujur saja Val berhubungan dengan Joss juga karena untuk pelampiasan semata, sebab pria itu selalu bersikap dingin dan datar kepadanya, membuatnya bimbang dan memilih jalan tersebut untuk mengetes bagaimana perasaan yang Nando rasakan untuknya di saat tahu ia sudah menjalin kasih dengan pria lain, ternyata sikapnya biasa saja, justru semakin menyebalkan.
" Aku hanya ingin melihatmu bahagia jika memang bahagiamu bukanlah untukku." gumamnya pelan yang duduk bersama keponakannya Mike, pria kecil itu saat ini tengah memainkan rubiknya dengan berulang-ulang ia mainkan.
" Kenapa? Kau bosan?" tanya Val pada Mike saat pria kecil itu mendesah berat layaknya seorang pria dewasa.
" Hmmm, ya Aunty, berapa lama lagi kita akan sampai? Kenapa perjalanan kali ini begitu lama sekali di tidak seperti kemarin?" celetuk Mike menatap ke jendela kecil di sampingnya.
" Mungkin cuaca di luar kurang bersahabat Son, tidurlah siapa tahu saat kau bangun nanti kita sudah berada di dalam mobil." sahut Val mencoba menghibur keponakan tampannya itu.
Di luar sana cuacanya memang sedikit tidak mendukung, padahal mereka saat ini membawa armada besi milik keluarganya sendiri, tetapi tetap saja mereka harus mematuhi prosedur penerbangan yang berlaku, jika tidak ingin ijin penerbangan jet pribadi mereka di cabut oleh pemerintah setempat.
Di saat sore hari pesawat mereka delay, mereka terpaksa mendarat di negara tetangga sebab angin masih saja kencang mengguncang di atas sana. Takutnya jika di teruskan akan membahayakan nyawa mereka semua yang berada di dalam pesawat.
" Kita harus menunggu beberapa jam lagi disini Mr. sampai cuaca dalam keadaan membaik." ujar sang Pilot pada Gustav yang saat ini sedang berada di ruangan khusus mereka.
__ADS_1
" Ya, baiklah. Lakukan yang menurut kalian yang terbaik, usahakan malam hari kita sudah mendarat di kota yang menjadi tujuan kita." sahut Gustav sebelum pergi meninggalkan mereka semua.
" Siap Mr." sahut mereka secara kompak dan sedikit menundukkan kepala untuk memberi hormat pada sang pemilik jet tersebut.
Beberapa jam kemudian akhirnya mereka mendarat dengan sempurna di bandara internasional Sultan Hasanuddin, tempat dimana di adakannya acara pertunangan tersebut.
Dua mobil yang mengantar mereka akhirnya tiba di tempat di gelarnya acara pertunangan Nando, Gustav berjalan menggandeng Wilona sang istri saat memasuki ballroom yang sudah di hias dengan sedemikian rupa. Di samping Wilona ada putri mereka Valerie.
" Selamat Hanna, maaf kalau kami baru datang, tadi ada sedikit masalah, apakah sudah selesai acara tukar cincinnya?!" ujar Wilona pada Hanna Mamanya Nando yang terlihat rempong biasa ibu-ibu.
"Hai Wil iya tidak apa-apa kok acaranya baru saja selesai, sudah ayoo mari di nikmati saja hidangannya,!" jawab Hanna sambil menggandeng Wilona tangan kawannya itu yang sudah menjadi saudara.
"Oh, ini Valerie ya, duh tambah cantik lho, kamu masih kuliah di london?" tambah Mama Hanna saat pandangannya jatuh pada sosok wanita cantik di sebelah kawannya. Val memang sengaja berjalan bersama kedua orangtuanya dan menggandeng sang Mama, untuk bisa mengendalikan perasaannya saat ini.
Mereka sudah lama tidak bertemu sejak terakhir pernikahan Richard waktu itu karena kesibukan mereka masing-masing, di tambah waktu hilangnya Zoey, dan baru hari ini bisa berkumpul kembali.
"Oh yaa dimana Nando dan calon istrinya?" tanya Wilona pada Hanna sembari mengedarkan pandangannya ke sekitar.
"Iya kemana ya tadi, sepertinya menemui beberapa sahabat mereka," kemudian pandangannya teralihkan pada mereka yang berjalan semakin mendekat. "Ini Richard sama istri dan putranya?" seru Hanna, bersyukur keponakannya itu sudah bahagia sekarang.
"Malam Tante, maaf kami baru saja datang, tadi pesawat kami sempet delay beberapa jam." seru Richard memberi salam pada Mamanya Nando.
Tiba-tiba dari arah belakang ada suara gaduh yang ternyata ada seorang wanita yang jatuh tidak sadarkan diri. Membuat acara menjadi kisruh dan heboh seketika.
Dan ternyata orang yang tidak sadarkan diri itu adalah Ibu dari sang mempelai wanita. " Ibu." teriak seorang wanita seketika melihat Ibunya yang tiba-tiba pingsan di ikuti oleh seorang nenek-nenek.
Rich melihat sahabatnya Bryan ada disana juga ternyata, namun bibirnya terasa kelu hanya ingin bertanya, sahabatnya itu segera mengangkat Ibu-ibu yang pingsan tadi membawanya masuk ke dalam.
__ADS_1
Hanna Mamanya Nando segera masuk untuk melihat sang calon besannya di ikuti suaminya, Wilona, Gustav dan juga Val. Sementara Rich masih berdiri mematung bersama dengan istri dan juga putranya.
" Ini ada apa sayang?" tanya Zoey yang sedikit penasaran.
" Entahlah, aku pun tidak tahu. Ayo kita ikut masuk ke dalam menyusul mereka." ajaknya menggiring mereka masuk.
Wilona sudah ada di dalam ingin melihat juga, tapi wajahnya seketika menegang menjadi pucat pasi, panik luar biasa saat melihat siapa yang terbaring di atas sofa. Ia berdiri sambil membekap mulutnya sendiri, ia semakin terkejut lagi saat mendengar suara teriakan yang terlontar untuknya.
"Kamu, wanita ular ngapain di sini." teriak menggelegar dari seorang nenek yang duduk di samping Ibu yang tadi pingsan, membuat semua orang yang berada di ruangan itu pun mengikuti pandangan nenek tersebut yang mengarah ke arah Wilona.
Degh!!
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.
__ADS_1