I Remember You

I Remember You
Tunawisma


__ADS_3

Hari sudah berganti, Rich baru saja kembali setelah mencari istrinya yang masih saja belum tahu keberadaannya, ponsel istrinya bahkan dari kemarin tidak bisa di hubungi, seandainya kemarin ia langsung bergegas menyusul taksi yang di tumpangi oleh Zoey yang mungkin saja belum terlalu jauh, mungkin istrinya tidak akan sampai hilang dari genggamannya.


Seandainya juga ia yang mulai berbicara lebih dulu dari kemarin, pasti istrinya itu masih berada disini bersamanya. seandainya ia bisa sedikit bersabar lagi, seandainya ia tidak cemburu buta. seandainya? seandainya? itulah yang ada di pikirannya saat ini.


Namun nasi telah menjadi bubur, kejadian itu sudah terjadi dan tidak akan mungkin kembali seperti semula. Rich terus merutuki dirinya sendiri yang begitu bodoh dan idiot tidak bisa menjaga istrinya sendiri.


" Damh ****," umpatnya kesal yang tidak tahu ia tujukan pada siapa.


Akhirnya Rich memutuskan untuk kembali ke negaranya setelah hampir sepekan ia berada di pulau tersebut, walau ia sudah mencarinya dipelosok pulau yang indah itu, tetapi sekalipun istrinya tidak di temukan keberadaannya, bahkan ia sudah meminta bantuan pihak berwajib dan juga beberapa orang kenalan sahabatnya Lucas yang memang asli penduduk pulau ini yang siap membantunya tetapi hasilnya tetap nihil.


.


Rich juga sudah mengecek kesemua jadwal keberangkatan penumpang pesawat domestik juga internasional hingga hari terakhir ia disana, tetapi tidak ada penumpang atas nama istrinya dimana-mana.


Bahkan jadwal penumpang transportasi darat bahkan laut sekalipun tak luput dari pantauannya, bak seorang Armand sang detektif saja dia. tetapi usahanya sia-sia saja, tetap istrinya tidak bisa ia temukan. Bahkan beberapa CCTV tidak berhasil melacak keberadaan Zoey.


Namun tidak ada kata menyerah dalam kamusnya, dulu saja bertahun-tahun ia bisa sabar menunggu, kenapa sekarang yang baru hitungan hari harus menyerah begitu saja, walaupun ia harus mencarinya di ujung dunia sekalipun, ia tidak akan menyerah.


Setelah sampai di negaranya bukannya pulang ke Mansion orangntuanya, Rich justru memilih pulang ke Apartement miliknya, ia tidak ingin semua anggota keluarganya mengetahui perihal hilangnya Zoey, terlebih keluarga Zoey. walau ia tahu tidak sampai sepekan pasti Papanya itu akan tahu.


" Bagaimana?" tanyanya pada seseorang di seberang sana.


" Maaf tuan, kami telah mencoba yang terbaik untuk mencarinya di seluruh negeri ini, tetapi wanita yang Anda maksud tetap tidak ada." jawab seseorang itu.


Rich segera menutup panggilan tersebut secara sepihak, lalu melempar ponsel itu ke atas ranjang empuknya. bersamaan dengan umpatan kasar yang keluar dari mulutnya.


Sungguh kepala Rich rasanya seperti mau pecah saja, yang membuatnya bingung adalah bagaimana wanita itu bisa pergi juah sedangkan barang-barang pribadinya seperti passport dan juga kartu identitasnya ada di tangannya sekarang, ia juga tidak membawa koper miliknya.


Jadi tidak mungkin wanita itu bisa pergi meninggalkan negara itu, bahkan pulau itu sekalian jadi kemana perginya? sudah hampir sepekan semua orang yang membantu Rich terus mencarinya, bahkan Rich ikut serta tetapi tidak ada tanda-tanda keberadaan sang istri masih ada disana, membuat Rich semakin gil4 memikirkannya.


" KEMANA KAU PERGI SAYANG!!!" teriaknya frustasi, ia sudah seperti orang tidak waras berteriak, mengumpat tidak jelas, bahkan ia tidak ingat sekarang sudah tanggal berapa.

__ADS_1


Hingga tiga hari kemudian seperti dugaannya, kedua orangtuanya datang ke Apartemen dengan wajah antara marah dan juga tidak percaya, mengetahui bahwa menantu cantiknya hilang di negeri orang.


Begitu mereka masuk keduanya langsung terkejut lantaran melihat seluruh ruangan Apartemen putranya bagaikan kapal pecah, atau bisa juga disebut tempat pembuangan sampah sebab sampah ada dimana-dimana, apalagi aromanya yang sangat menyengat membuat siapa saja tidak akan tahan masuk ke dalam.


" Astaga lihat apa yang putramu itu lakukan, sepertinya dia ingin menjadikan tempat tinggalnya sarang penyakit." gerutu Wilona sembari menutup hidungnya dengan sapu tangan miliknya.


Gustav nampak bergeming, ia tidak ingin menanggapinya, ia bahkan terus saja berjalan melewati sampah yang berceceran di lantai, meja, karpet juga di atas meja makan. dan semuanya sampah itu adalah sisa bungkus makanan junkfood, bahkan ada yang masih tersisa.


" Sebaiknya kita segera ke kamarnya." ajak Gustav yang sudah lebih dulu melangkah menuju kamar utama, dan di ikuti Wilona di belakangnya.


Ceklek.!!


Klik..


Mereka masuk dan langsung menyalakan lampu ruangan sebab kamar Rich begitu sangat gelap, walau di luar sana matahari tengah bersinar terang. sebab jendela kamarnya tertutup oleh gorden yang sangat tebal.


" Astaga Rich tidak diluar, bahkan di dalam pun sama saja! kau ingin menjadikan tempat tinggalmu ini pembuangan sampah? kau bahkan sudah seperti orang tunawisma sayang, lihat penampilanmu itu wajah penuh dengan rambut!!." pekik Wilona kesal sambil menyingkap selimut tebal yang menutupi tubuh Rich. walau sebenarnya ada rasa iba kepada putranya tersebut.


Tetapi ini justru pulang membawa kabar yang tentu saja tak hanya mengejutkan juga menggemparkan seluruh keluarganya bahkan keluarganya yang di indo pun sama terkejutnya, sebab keduanya belum sempat mampir ke rumahnya, itulah yang membuat mereka tidak menyangka.


Keluarga Zoey juga baru mengetahui hal ini, mereka juga tak kalah terkejutnya setelah mendengar kabar menghilangnya Zoey, yang bermula saat Rich datang tujuannya untuk mencari Zoey di rumah mereka, mungkin hanya Rossa yang merasa bahagia sebab apa yang ia inginkan sedari dulu akhirnya terpenuhi.


" Pergilah Ma, Pa tinggalkan aku sendiri aku masih bisa mencari istriku sendiri, Papa tidak perlu khawatir, aku hanya ingin mengistirahatkan otakku sejenak." sahut Rich sedikit lemah dan akan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut itu kembali.


Namun Gustav sudah lebih dulu mencekal pergelangan Rich, membuatnya terhenti. " Kau masih punya Papa dan Mama, tidak seharusnya kau berkata seperti itu nak. dan seharusnya kau berusaha untuk mencari istrimu, bukannya tiduran di atas ranjang seperti ini!" hardik Gustav begitu tajam, ia sedikit kesal pada Rich. yang justru menikmati tidurnya.


" Baiklah, Rich minta maaf, tetapi biarkan Rich istirahat sejenak, Rich tidak kuat berdiri." lirih Rich sambil meneleh ke belakang sedikit dan melirik sayu kepada keduanya.


*Ti*dak kuat berdiri?


" Tunggu sayang, kau baik-baik saja bukan?" Wilona nampak curiga, sebab sedari tadi putranya itu memang posisi tidurnya menelungkup, hingga saat ia menoleh ke belakang barusan barulah ia tahu, jika wajah putranya begitu pucat sekali.

__ADS_1


" Astaga tubuhmu panas sekali nak?" panik Wilona yang baru saja menempelkan punggung tangannya ke dahi Rich, bahkan seluruh tubuhnya sangat panas.


" Benarkah Ma? baiklah biar Papa hubungi ambulan sekarang!" seru Gustav tak kalah panik.


Setelah selesai menghubungi, Gustav kembali berjalan mendekati ranjang, " Papa akan berusaha untuk membantu mencari istrimu, lebih baik sekarang tenangkan dirimu dan istirahatlah dulu, semoga istrimu segera di temukan." tambah Gustav pada sang putra yang masih meringkuk di atas ranjang.


Gustav yakin pasti putranya itu sangat kelelahan saat mencari istrinya di berbagai tempat, entah dimana menantunya itu berada saat ini. semoga segera di temukan dan kembali ke sisi putranya itu harapan dan doanya.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.

__ADS_1


__ADS_2