I Remember You

I Remember You
Sidang Jang shi


__ADS_3

Dirumah Yun bin


Pak Choi memapah Yun bin kedalam sampai dirumah, pak Choi membaringkan Yun bin.


"arghhh!"pekik Yun bin saat tangannya diberi infus oleh pak Choi.


"aku akan menjadi ayahmu selama kau sakit!"ucap pak Choi.


Yun bin hanya masih menahan sakit ditangannya, dilukanya.


Pak Choi membuat bubur didapur dan kembali menghampiri Yun bin membawa nampan.


Yun bin bersandar di headboard tempat tidurnya.


"mianhae..!"ucap Yun bin.


Pak Choi hanya tersenyum "kenapa minta maaf?"


"harus nya bukan kau yg mengurusku,tapi aku malah makin merepotimu!"ucapnya, dengan mata berkaca kaca.


"jika hyungmu tdk ada untukmu maka diriku ada disini!"ucap pak Choi,hatinya lemah melihat Yun bin mengatakan hal yg tdk pernah dia katakan sebelumnya.


"kau berusaha menyembunyikan identitas Hyung mu dan dirimu,tapi aku tau siapa hyungmu..untuk apa kau berusaha menutupi nya dariku,kau juga punya jayong dan hanjun,mereka menganggap kau dongsaengnya"ucap pak Choi.


Air mata Yun bin berhasil terjun dari matanya.


Pak Choi menyuapi Yun bin yg dia buat


Dan sesekali dia memakan kimchi dan nasi yg dia siapkan untuk dirinya.


"mianhae..aku hanya ada itu dirumah!"ucap Yun bin yg begitu merasa bersalah.


"Dasar..berapa kali kau harus minta maaf padaku?"ucap pak Choi sambil tertawa.


yg hanya dibalas senyum oleh Yun bin.


Ada sesuatu yg masih ada dibenak Yun bin yg akan dia laksanakan besok pagi.


Yun bin tertidur pulas diranjang nya yg masih tertancap infus.


Pak Choi terdiam di ujung pintu menatap seorang pengacara yg dulunya yg begitu cerewet berubah drastis karna sesuatu terjadi pada dirinya namun keluarga nya sendiri tdk ada yg khawatir.


Bahkan untuk tetap bertahan hari ini dia harus keluar rumah sakit beberapa jam setelah operasi.


Sham bin terduduk didepan rumahnya


dia bengong melipat tangannya di dada,kenangan 13 tahun yg lalu teringat.


...Flashback On...


13 tahun yg lalu saat umur Yun bin yg baru menginjak 13 tahun juga jadi umurnya sekarang 26 tahun internasional 27 tahun umur Korea.


Eommanya sudah tiada karna sakit membuat sang ayah merenung sedih dirumah,padahal putranya masih menginjak remaja.sham bin hanya bisa diam melihat ayahnya terduduk merenung.


"Appa berhentilah menangis begini!!"bentak Yun bin yg sudah muak melihat ayahnya bersedih selama 5 hari terakhir sejak kematian istrinya


"Yun bin..!"tegas paman.


Appa ke kamar nya tanpa bicara apa pun,paman juga menghilang seketika.


Sham bin memasak untuk makan malam.


Yun bin berinisiatif untuk mencari ayahnya untuk makan malam sekarang.Tapi..saat masuk dia melihat ayahnya sudah bersimbah darah dengan pisau disebelahnya.


"Appa..appa..hiks..appa.."panik Yun bin.


Dengan bodohnya Yun bin memegang pisau itu tepat dimana dia jongkok didepan ayahnya.


"Yun bin!!!!!!!"marah Sham datang.


"Kau membunuh appa?appa..appa..hiks..appa.."triak histeris Sham bin.


"Hyung..bukan aku yg melakukannya Hyung..aku tdk melakukan apa apa...!"panik Yun bin karna merasa tertuduh.


"Dasar pembunuh!!"triak Sham bin.


...Flashback off...


Sham bin tdk sadar jika air matanya jatuh tanpa ijin darinya.


"appa..eomma..aku merindukan kalian..!"batin Sham.

__ADS_1


"Sham..ayo makan malam!"triak jayong.


"hmm iya iya..!"jawabnya.


Tengah malam


Yun bin kebangun karna sakit disisi perutnya,dia pun bersandar di headboard tempat tidurnya dan menangis dalam diam.


Pak Choi tidur disamping Yun bin namun membelakangi.


Yun bin merasa seperti tdk ada gunanya jika hyungnya sendiri tdk percaya padanya.


Air matanya jatuh tanpa ijin komandan darinya.


"hiks..."tangis dalam diam Yun bin.


Pak Choi bangun namun hanya membuka matanya dan melihat Yun bin menangis dari kaca didepannya.


Yun bin tampak memegangi perutnya yg belum sepenuhnya sembuh.


Pak Choi akhirnya berbalik melihat Yun bin,Yun bin seketika mengusap air matanya.


"Mianhae aku mengganggu tidurmu pak Choi!'ucap Yun bin.


Pak Choi pun bangun dan mengambil sesuatu dilaci.


"aku membelinya tadi saat kau tertidur!"ucap pak Choi.


"Berbaringlah!"ucap pak Choi.


Yun bin berbaring


"Saat kau selesai dioperasi dokter bilang jika ususmu sedikit robek terkena pisau jadi pemulihannya agk lama..dan kau malah kabur dari rumah sakit belum juga sehari operasimu!"ucap pak Choi menyiapkan obatnya.


"Aku tdk punya uang banyak untuk membiayai rumah sakit jadi aku memilih untuk pergi"ucap lirih dari Yun bin.


"jika aku mati karna ini besok atau lusa karna lukaku infeksi aku juga tdk tau aku harus bilang apa!"lirih Yun bin.


Pak Choi seketika tangannya terhenti mendengar perkataan malah air matanya jatuh diperut Yun bin.


"Apa yg kau katakan?"tegas pak Choi.


Yun bin hanya berkaca kaca dan tersenyum,Yun bin khawatir jika dia bakal mati karna luka ini tdk mendapatkan obatnya sedangkan sakitnya terus menyerangnya.


Luka jahitnya cukup lebar jadi tdk bisa dipakaikan perban.


Paginya


Yun bin sempoyongan saat bangun namun dia harus kepersidangan hari ini.


Dia sudah berjas rapi,namun...wajahnya cukup pucat dan kurang sehat.


"min kau bangun?"ucap pak Choi datang dari luar.


"hmm!"ucapnya dengan lesu.


Pak Choi tdk bisa melarangnya memang hari ini ada sidang yg harus dia tepati.


Yun bin hanya meminum air dan segera berangkat dengan pak Choi.


Setelah sampai ditujuan


"Rumah abu!"gumam pak Choi.


Pak Choi mengikuti jalan Yun bin dari belakang.


Pak Choi memberi privasi untuk Yun bin menemui ayah dan ibunya.


"Itu ayahnya..mantan mafia negara!"batin pak Choi.


Yun bin menjatuhkan air matanya melihat foto Sham dengan kedua orang tuanya.


Tdk ada foto Yun bin dengan kedua orang tuanya.


...***FLASHBACK ON...


Crekk..crekkk...crek..crek.."suara camera***


Foto ayah dibawa oleh Sham dan diikuti iringan jenasah ayahnya yg sudah dipetikan.


Yun bin masih dijaga polisi tanpa Yun bin tau apa salahnya,yg dia tau dia dituduh membunuh ayahnya, paman nya menghilang dari kemarin.

__ADS_1


Setelah peti dimasukkan ke mobil Sham bin tdk bicara sama sekali pada Yun bin dia tdk peduli Yun bin menangis sesenggukan karna tuduhannya.


...FLASHBACK OFF...


Yun menaruh setangkai bunga aster putih disamping foto ayah dan ibunya.


"eomma..appa..hari ini aku sidang yg..cukup susah menurut ku.. kasusnya sama seperti ku tapi ada bedanya,aku karna appa seorang mafia, dia karna kekurangan.."ucap Yun bin dengan senyum terbaiknya.


"Min..ayo ke pengadilan..!"ajk pak Choi.


Sham juga ke rumah abu membawa bunga aster.


Hari ini hari kematian ayahnya tepat hari ini juga Yun bin dituduh akan hal itu.


Sham masih belum masuk karna ada telpon.


Pak Choi menghampiri Yun bin dan menepuk pundaknya.


"ayo kita pergi!"ucap pak Choi.


"Hmm baiklah!"ucap Yun bin.


"kau baik baik saja?wajahmu sangat pucat!"ucap pak Choi.


Yun bin hanya menggeleng dan tersenyum


Didepan dia tdk sengaja bertemu dengan sham,Sham diam sejenak begitu juga Yun Bin.


Sham melihat wajah Yun bin sampai kekaki.


"kau masih ingat!!"gumam Sham


Yun bin tdk tersenyum sama sekali,dia hanya melihat wajah hyungnya yg telah lama dia rindukan.


"min ayo kita pergi!"ajak pak Choi


Dipengadilan


Jang shi menghampiri dan berdiri dibelakang Yun bin.


"Yun bin shi..!"ucap Jang


Yun bin pun menoleh ke belakang dengan ramah.


"Kau sudah datang..panggil aku oppa mu okey!"ucap Yun bin


"hmm baiklah!"ucap Jang shi.


"oppa..apa aku boleh pergi sebentar?"tanya Jang shi.


"Kemana?"tanya Yun bin.


"Oppa mau ikut?"tawar Jang shi.


Yun bin berpikir sejenak


"hmmm baiklah ayo!"ucap Yun bin


Di toko es cream


Yun bin mengambil es krim 2 dan membayarnya.


"ini..aku traktir hari ini!"ucap Yun bin.


Mereka makan es krim sambil berjalan digedung pengadilan.


"oppa..apa tdk malu?"tanya Jang shi.


"Malu apa?"tanya Yun bin.


"Keliling gedung sambil memakan es krim?"tanya Jang shi.


Yun bin tersenyum "kasihan es krim disalahkan! memang terlihat seperti anak kecil ?"tanya balik Yun bin.


"hmm tdk juga,ahh seperti nya aku kurang jago debat!"ucap Jang shi.


Yun bin hanya tersenyum tipis,"apa orang tuamu datang?"


Jang shi menggeleng "aku...aku.."


"aku apa?"tanya Yun bin.

__ADS_1


"Orang tuaku tdk bisa datang mereka sibuk kerja !"ucap Jang shi.


Yun bin tersenyum"tdk masalah ayo kita ke meja"ajk Yun bin.


__ADS_2