I Remember You

I Remember You
Rubah Berbulu Domba


__ADS_3

Di dalam suite room sana, dimana Ruby berada. Tepatnya ia sedang di dalam kamar mandi tengah memeluk erat tubuh seseorang yang sudah sejak tadi memompa tubuhnya di bawah guyuran air shower yang mengalir deras, bukannya merasa dingin justru membuat keduanya semakin bergair4h melanjutkan aktifitas yang sulit untuk di sudahi oleh mereka.


" Faster baby, keburu Armand datang!!" lirih Ruby masih terus mengimbangi permainan panas yang di berikan oleh pria yang sudah sedari tadi menghujami tubuhnya.


" Ya, sebentar lagi aku akan sampai! sayang, milikmu selalu membuatku candu. Walaupun aku tetap tidak rela berbagi tubuh indahmu ini dengan bajing4n itu malam ini."


Ya tentu saja pria itu adalah Roy, kekasih gelapnya Ruby. Mereka berdua bahkan sudah tidak punya rasa malu lagi, atau bahkan sekedar merasa bersalah sedikitpun telah menghianati seorang pria seperti Armand yang sudah berlaku baik kepada keduanya.


Mungkin cinta yang membuat keduanya buta, sama halnya dengan Armand yang sudah di butakan oleh cintanya kepada Ruby, gadis yang sudah sedari kecil selalu ia sayang dan cintai. Hingga tidak sadar bahwa ia sudah di manfaatkan oleh rubah kecil yang bersikap begitu manja padanya selama ini.


"Aaahhh." hingga keduanya melenguh panjang saat sudah sampai pada puncak kenikmatan yang sedari tadi mereka cari.


" Cepat pergi dari sini, kau sudah mendapatkan apa yang kau cari, aku tidak mau sampai dia curiga padaku." dengan cepat Ruby melepaskan diri dari tubuh Roy lalu melanjutkan ritual yang tadi sempat tertunda akibat kedatangan pria itu secara tiba-tiba.


Tak lama Ruby yang masih membersihkan dirinya di bawah shower mendengar pintu kamar mandi yang di ketuk dari luar, sadar pintu itu tidak terkunci ia pun segera memutar kran agar airnya berhenti.


Sembari meraih handuk yang langsung di lilitkan di tubuhnya, ia menarik nafas dalam-dalam untuk mencoba tenang, tidak membuat pria itu curiga padanya.


Ceklek!!


" Sayang, kau sudah selesai rupanya." Armand sudah lebih dulu membuka pintu tersebut, saat istrinya tidak juga membukanya.


" Oh, ya. Kau juga ingin mandi?" bersikap biasa saja setenang mungkin, Ruby pun tersenyum menatap ke arah sang suami.


" Heemm, kau wangi sekali sayang, kau tidak ingin menemaniku mandi?" alih-alih berjalan masuk dan juga membersihkan dirinya terlebih dahulu. Armand justru memeluk tubuh istrinya, membuatnya langsung bergair4h.


" Sebaiknya kau bersihkan dulu tubuhmu, apa kau tidak merasa gerah dan lengket?" Ruby berusaha menghindar dari serangan yang akan suaminya lakukan.


" Ya kau benar sayang, aku tidak akan lama, tunggu aku sepuluh menit, okay!" pada akhirnya Armand pun menyetujui usulan dari sang istri, memilih membersihkan dirinya agar kelihatan lebih segar dan juga pasti wangi seperti istrinya.

__ADS_1


Seperti yang ia katakan tadi, Armand pun menyudahi acara mandi bebeknya dan itu bahkan kurang dari sepuluh menit ia sudah keluar dari sana, ya karena ia sudah tidak sabar lagi melebihi tongkatnya yang ternyata sudah berdiri sewaktu ia di dalam tadi. ( Haduh, sabar babang Armand, wkwk )


Armand dengan gagah beraninya berjalan menghampiri istrinya yang sudah lebih dulu berbaring di atas ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut putih tebal, ia pikir istrinya itu mungkin malu sehingga menutupi tubuhnya yang mungkin saja sudah tidak memakai apapun di balik selimut, membuat pikiran Armard berkelana kemana-mana, di tambah si djordy miliknya tiba-tiba saja mengeliat ingin segera di keluarkan dari sangkarnya.


" Sabar sedikit lagi Djor? kau akan bertemu dengan sarang emasmu." bisiknya sembari mengelus pusaka yang terus saja memberontak di sebalik bathrobe yang ia pakai.


Tangannya terulur ingin menyibak selimut yang membungkus tubuh sang istri tetapi gerakannya terhenti begitu melihat pemandangan yang menyejukkan hatinya.


" Kau cantik sekali malam ini, " tangannya merapikan surai hitam yang menutupi wajah cantik Ruby kesebalik telinga, lalu ia mengelus pipi putih yang halus itu. " Say_


Ucapannya terhenti begitu melihat istrinya ternyata sudah tertidur pulas, sebab ia mendengar nafas yang teratur pertanda bahwa sang istri sudah berada di alam mimpi.


Armand pun mendesah berat, " Mungkin ia sangat kelelahan," lirihnya berpikir positif, kemudian ia membenarkan lagi selimut agar sang istri nyaman. setelahnya ia berjalan ke arah sisi lainnya yang kosong lalu naik ke atas ranjang untuk menyusul istrinya.


" Baiklah, kita tunggu besok pagi, kita biarkan dia istirahat dulu, sorry djordi, kau harus bersabar lagi." serunya berucap kepada pusakanya yang masih saja berdiri namun perlahan-lahan ia pun mulai melemah dan lemas seakan tahu kondisi miris yang tengah di alami sang pemilik tubuh.


Dan sialnya sekarang hari sudah hampir siang, saat ia melihat cayaha matahari sudah meninggi, pertanda bahwa ia sudah sangat kesiangan, Armand pun menoleh ke samping, kosong?!


" Kemana dia?" gumamnya bertanya-tanya pada dirinya sendiri, dengan cepat pria itu turun dan bergegas untuk mencari istri yang kemarin baru saja ia nikahi, langkahnya semakin cepat saat ia mendengar suara wanita yang ia cari.


" Ya baiklah, aku mengerti." langkahnya terhenti begitu mendengar suara istrinya sedang berbicara entah dengan siapa?, " Hmm, dia saja masih tidur, baiklah aku tutup dulu, bye, muaach." kini Armand mengerti jika istrinya itu baru saja berbicara dengan seseorang di sambungan telepon.


" Siapa yang menelepon?" serunya tiba-tiba yang tentu saja mengejutkan Ruby, yang sedari tadi senyum-senyum sendiri tidak jelas, dan itu semua tidak luput dari sang suami.


" Kenapa senyummu begitu? apa ada yang kau sembunyikan dariku?" tuduhnya kali ini, bukan Armand namanya jika tidak peka terhadap seauatu yang sedang berusaha orang lain sembunyikan, bahkan jika itu sang istri.


" Hah, kau bicara apa?" berusaha tenang Ruby, berjalan menghampiri suaminya, tetapi Armand justru memperlihatkan raut wajah yang mencurigakan.


" Oh,, ini tadi Ibu pantiku yang menelepon, dia memberi selamat untuk pernikahan kita dan juga meminta maaf sebab beliau tidak bisa datang kemarin, kau ingin makan apa? kau pasti lelah sekali semalam, bahkan sedari tadi aku membangunkanmu, tetapi kau tidak juga bangun, ya sudah akhirnya aku tunggu kau bangun sendiri." ucap Ruby yang tentu saja berdusta.

__ADS_1


Bahkan ia justru bersyukur, bahwa pria yang sudah menikahinya kemarin tidak mengganggunya semalam dan juga pagi ini untuk meminta haknya, atau lebih tepatnya malam pertama mereka. ia belum siap untuk memberikan tubuhnya pada pria lain selain kekasihnya, walaupun notabene nya Armand adalah suami sahnya.


" Kau yakin?" tanyanya dengan tatapan yang masih saja mencurigai sang istri. seolah ada yang mengganjal di pikirannya saat ini, entah apa itu.


" Jadi kau tidak percaya padaku, pada istrimu ini." dengan raut wajah yang di buat-buat sedemikan sedih, dan akhirnya membuat pria yang sangat pintar dalam mengelabungi musuhnya itu tampak amat bodoh jika di depan wanita satu ini, benar-benar rubah berbulu domba


" Baiklah aku percaya padamu, ayo kita mandi bersama." ajaknya sambil mengecup mesra pipi mulus sang istri, merangkulnya untuk melangkah memasuki kamar mandi, tanpa ia sadari Ruby tengah tersenyum menyeringai.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.

__ADS_1


__ADS_2