I Remember You

I Remember You
Siapa yg berdiri disana?


__ADS_3

Yun bin tertawa kecil melihat tingkah laku hyungnya itu.


"lebih baik jika begitu!"ucap Yun.


Tak butuh waktu lama yukgaejang buatan Yun.


"Bagaimana rasanya?"tanya Yun.


"Kau pintar membuat nya!"ucap Sham.


Yun bin hanya tersenyum tipis mendengar nya.


"Ijinkan aku tinggal denganmu"Ucap Sham.


"Pulanglah,aku tdk bisa tidur jika ada yg menjagaku!"ucap satria.


"Aku akan tidur diruang tamu jika begitu!"ucap Sham.


"Terserah padamu!"ucap yun bin.


"Aku pernah melihat mu bekerja di toko ramyeon dekat kantor pusat"ucap Sham.


"hmm"jawab Yun


"aku sudah berhenti bekerja!"


"Baguslah jika begitu,itu harapanku!"ucap Sham.


"Harapan tdk ada artinya!"Ledek Yun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selesai mandi Yun bin tampak termenung diranjangnya mengelus pinggangnya.


"wae?apa sakit?"tanya Sham.


Yun menggeleng


"Yun katakan dengan jujur, kembalikan panggillan hyungku,itu membuatku sakit hati saat kau tdk memanggilku Hyung lagi,namun.."


"Baiklah aku mengerti,jangan mengatakannya lagi!"ucap Yun bin.


"Biarkan aku merawatmu..aku tdk punya siapa siapa lagi selain dirimu!"ucap Sham.

__ADS_1


"kau bisa hidup tanpaku kenapa ada masalah jika aku mati?"tanya Yun.


"berhentilah mengatakan kematian "tegas Sham,memeluk Yun bin.


"hmm baiklah!"ucap Yun bin.


"Aku harus ke kantor polisi kasus geum min dibuka lagi!"ucap Sham.


Yun bin hanya tersenyum tipis, saat Sham keluar Yun tersenyum lebar.


"Aku senang jika kau mau ada disisiku!"batin Yun bin.


Sham balik lagi kekamar Yun bin dan membuang tubuhnya keranjang.


"Wae? kenapa ..tdk kekantor polisi?"tanya Yun Bin.


"Aku lupa aku ambil cuti sekarang!"Sham terkekeh melihat Yun bin yg sedang bersandar dibantal.


"Tidurlah!"ucap Sham,menarik tangan Yun bin supaya tidur.


"Apa kau tdk mengantuk?"tanya Sham berhadapan dengan wajah Yun bin.


"Tdk!"ucap Yun Bin.


"Kau suka tidur!"gumam Yun bin.


Malah Yun bin juga terbuai dengan suara merdu hujan dan hujan badai diluar sana.


...****************...


...****************...


Clekk"suara pintu terbuka.


"Ahhh hujan deras sekali mumpung Yun bin belum Mengganti sandinya"gumamnya.


"Apa rumah sedang sepi?"gumam pak Choi.


Pak Choi pun masuk ke mengintip kamar Yun bin tampak Sham yg ketiduran disampingnya Yun bin.


"Dia datang juga!"batin pak Choi menutup kembali pintu kamar Yun bin.


Pak Choi pun mengganti pakaiannya yg lumayan basah.

__ADS_1


"Aishhh kapan reda ini hujan!"ucap pak Choi melihat hujan turun deras.


Pak Choi membasuh tangannya diwastafel dan melihat seseorang jubah hitam sedang berdiri didepan rumah Yun bin.


Pak Choi seketika jongkok saat orang itu melihat ke jendela.


"Siapa itu?"batin pak Choi.


Pak Choi pun masuk kekamar Yun bin dan membangunkan Sham.


"Pak Choi..kenapa kesini?"tanya Sham, kaget


"diamlah aku melihat ada orang berdiri diluar sana,sama seperti jubah yg digunakan orang yg membunuh geum min!"bisik pak Choi.


Sham pun mengendap kekamar mandi dia melihat hal yg sama yaitu seseorang berdiri didepan rumah Yun bin.


Sham dan pak Choi tdk ingin gegabah jadi mereka hanya mengandalkan cctv yg ada mengarah ke depan rumah Yun bin.


Saat Sham melihat lagi orang itu sudah hilang


Sham segera ke ruang tamu terlihat Yun bin yg sedang meminum air.


"Kenapa pak Choi ada disini juga?kenapa kalian datang dari kamar mandi?"tanya Yun bin,sambil meminum air.


"Tdk ada papa!"ucap Sham dan pak Choi kompak.


Yun bin hanya mengangguk pelan dan kebalkon.


"ehhh jangan kesana!"larang Sham,menahan tangannya.


"Wae?"tanya Yun.


"karna...karna..!"


"cuaca hujan nanti basah tunggu saja dari dalam"ucap pak Choi,duduk dimeja makan.


"Nunggu apa?"tanya Yun bin,duduk didepan pak Choi.


"Tunggu hujan reda lah, Nanti sore ayo kita jalan jalan!"ucap Sham.


"Kenapa pak Choi kemari tadi?"tanya Yun bin.


"Apa aku tdk boleh kemari?aku kehujanan tapi saat pulang dari kantor polisi!"ucap pak Choi.

__ADS_1


__ADS_2