
Tak hanya Rich yang terkejut dengan penuturan yang Ronald katakan tadi, Zoey juga tidak kalah terkejut, namun bukan tentang Leo, melainkan fakta bahwa Rich memang benar-benar adalah Leonya, pria yang ia cari selama ini.
Raut wajah Zoey langsung berubah panik, setelah berpamitan pada sang Paman mereka langsung kembali masuk ke dalam kamar yang mereka tempati. Tepatnya Rich yang menariknya untuk segera pergi, mungkin ia sudah tidak sabar untuk segera mengintrogasi istrinya.
" Jadi jelaskan semuanya padaku sekarang?" nada yang Rich lontarkan sudah tidak sehangat tadi saat mereka baru saja bertemu.
Zoey masih nampak bergeming, ia bingung harus menjelaskan darimana, ia akui dulu ia sangat begitu bodoh sekali bisa-bisanya di perdaya dan di bodohi oleh pria bernama Leonardo itu, tetapi saat itu ia sedang dalam keadaan yang emosinya naik turun tidak berkesudahan, dan semua itu di sebabkan oleh pria yang kini ada di hadapannya.
Coba dulu Rich tidak memperlakukan dirinya dengan begitu seenaknya, dan jika bisa bersikap lebih hangat pasti dirinya juga tidak akan kabur dengan pria lain yang tidak lain adalah Leonardo.
" Cepat jawab Becca! jangan membuatku marah, atau aku akan pergi sekarang juga dengan membawa serta Mike bersamaku." ancamnya yang tidak pernah main-main.
" J-jangan! baiklah, aku minta maaf padamu sudah pergi tanpa seijinmu, tetapi itu semua juga bukan murni kesalahanku, jika saja kau bersikap sedikit hangat saja padaku, pasti kejadian itu tidak akan terjadi." sahutnya berusaha membela dirinya sendiri, memang siapa yang bersedia membantunya saat itu!
" Emm,, jadi apa benar kau adalah Leoku? m-maksudku Leo teman kecilku?" tambah Zoey lagi.
" Kau sudah mengetahui jawabannya sayang, jadi jangan mengalihkan pembicaraan, cepat jelaskan saja padaku siapa Leo yang kalian maksud itu?" kini tatapannya sedikit tajam ke arah Zoey, membuat wanita itu sedikit bergedik.
" Baiklah aku akan menceritakan segalanya dari awal hingga akhir." jawabnya sambil menghela nafas panjang sebelum berbicara.
" Jadi pria yang bernama Leo ini mengaku sebagai Leo-ku. Dan aku terperangkap ke dalam jebakannya." Zoey menatap sedikit takut ke arah Rich yang terus menatapnya lekat, seolah ingin menerkamnya hidup-hidup.
" Leo-ku?" beo Rich, yang berusaha menahan senyumannya.
1
Zoey pun menceritakan asal mula bertemu dengan Leo, dari pertama mendapat sebuah pesan masuk, hingga menemui pria itu, dan tinggal bersama di Villa dengan pria itu, hingga berakhir kembali di negara ini.
" Tinggu! jadi kau sempat kembali ke negara ini? lalu kenapa kau tidak menghubungiku?" tanya Rich dengan raut wajah yang nampak kembali begitu serius.
__ADS_1
Zoey mengangguk pelan, menatap Rich dengan takut-takut, lalu meneruskan ceritanya yang tinggal di Mansion megah milik pria itu, dan kembali kuliah ke universitas yang sama dengan yang dulu, walau dengan cara sembunyi-sembunyi agar tidak ada bisa mengenali dirinya.
" Aahh, jadi kau pun masuk kuliah juga. di tempat yang sama denganku, tetapi kenapa aku tidak pernah melihatmu disana?" tanya Rich sudah nampak begitu kesal juga marah.
Bagaimana bisa bertemu, jika Zoey saja sudah merombak penampilannya menjadi agar tidak di ketahui oleh semua orang, dengan gaya yang bukan Zoey banget. dan Zoey pun menceritakan segakanya tidak ada yang ditutup-tutupi darinya.
" Siapa namanya?" tanya Rich ulang.
" Leonardo? sepertinya nama itu tidak asing di telinga. Baiklah nanti akan aku cari sendiri siapa dia. lalu bagaimana kau bisa berakhir di negara kecil itu? dan juga Ben! bagaimana kalian saling mengenal satu sama lain?" Rich berjalan dan duduk di sofa, sedangkan tadi ia masih berdiri di deoan Zoey.
Sedangkan Zoey duduk di tepi ranjang, ia pun akhirnya menceritakan asal mula ia bisa di negara itu dan juga bertemu dengan Ben, Kepsek dimana tempatnya mengajar. ngomong-nomong masalah mengajar, Zoey sudah dari kemarin malam ia meminta ijin cuti langsung kepada Ben selaku Kepsek disana untuk menjenguk keluarganya yang sedang sakit keras.
Tentu saja pria itu langsung memberikan ijin, walau awalnya Ben menawarkan diri untuk mengantar dirinya dan juga Mike, tetapi Zoey menolaknya secara halus lantaran tidak ingin merepotkan. Tepatnya tidak ingin berinteraksi lama-lama dengan pria semacam itu.
" Apa kau tidak menyadari jika pria itu menyukaimu?" Rich menatap lekat ke dalam dua bola mata Zoey seakan sedang mencari kebenaran yang mungkin saja sengaja di tutupi oleh Zoey.
" Kau menolaknya, karena kau tidak mencintainya. Aku tahu kau sangat mencintaiku, benar bukan?" sela Rich tiba-tiba dengan penuh percaya diri.
Hah! lihatlah sikap narsisnya sudah kembali lagi.
Zoey masih diam, hingga tiba-tiba entah sejak kapan Rich sudah berdiri di hadapannya. " Seharusnya aku yang marah disini, kau pergi menghilang dengan pria lain, bahkan dua pria sekaligus. Dan bukankah seharusnya aku memberikan hukuman untukmu? dan kau masih sah menjadi istriku." desis Rich tanpa melepas tatapannya.
Zoey hanya bisa terdiam, " Dan aku yakin selama itu kalian bersama apalagi tinggal satu rumah yang sama selagi kau menganggap pria b******n itu adalah aku, pasti dia juga sudah menyentuhmu bukan?" kini tatapan mereka bahkan sudah saling mengunci.
" Dimana di menyentuhmu? apa disini?" Rich menyentuh kedua bahu Zoey, hingga wanita itu ikut menatap ke arah yang sama. Tanpa meminta ijin Rich menurunkan pakaian atas Zoey hingga menampakkan bahu mulusnya, dan langsung mengecup bahu putih tersebut.
Sementara Zoey tubuhnya langsung menegang, " Lalu dimana lagi dia menyentuh disini?" kali ini Rich menunjuk dahi dan mengusap puncak kepala Zoey, dan langsung menghujani kecupan-kecupan di atas sana.
Zoey lidahnya terasa kelu, ia tidak bisa menjawab pertanyaan yang Rich ajukan padanya, tetapi memang ini adalah kesalahannya kebodohannya. Dan secara tidak langsung dialah yang menghianati pernikahan mereka dengan cara berhubungan dengan pria lain.
__ADS_1
" Lalu dimana lagi, apa disini juga?" kali ini Rich menatap wajah cantik wanita yang sangat ia cintai. Zoey menundukkan kepalanya, dan itu Rich anggap sebagai jawaban pertanyaannya. Hingga ia juga menghujami seluruh wajah Zoey dengan kecupan cintanya.
" Dan disini juga?" kali ini Rich menatap bibir mungil Zoey, Rich pun langsung menyambar bibir itu, menghisapnya, melum*tnya rakus untuk mengilangkan jejak pria b******n itu.
Zoey hanya diam saja menerima kekesalan yang Rich lakukan padanya. Puas dengan bibir Zoey, kini ia memandangi seluruh tubuh Zoey, menyorotinya dengan tatapan tajam." Apa dia juga_
Belum selesai Rich mengatakan pemikirannya, Zoey sudah lebih dulu memotong ucapannya itu." Tidak! aku tidak pernah melakukan hal itu dengan pria berengs3k itu." sela Zoey yang memang benar adanya.
Seketika membuat Rich sedikit lega, namun ia masih sangat marah pada wanita ini." Maka aku akan tetap memberikan hukuman padamu, untuk menghilangkan rasa kekesalanku ini, jadi bersiaplah."
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.
__ADS_1