
Hari ini adalah hari yang paling di tunggu oleh Richard, dimana ia akan melepas masa lajangnya, hari dimana ia akan mendapatkan raga wanita yang ia cintai itu walau ia sadar belum mendapatkan seutuhnya hati dari calon istrinya tersebut.
Namun bagi Rich itu hanya masalah waktu saja, apalagi wanita itu memang belum mengetahui identitasnya yang sebenarnya.
Dari mulai acara janji suci pernikahan yang di adakan di siang menjelang sore hari hingga resepsi, terlihat begitu mewah dan megah, bak pernikahan seorang pangeran kerajaan.
Rich terlihat begitu tampan berdiri di sana menyambut kedatangan sang xalon wanitanya, begitu pula dengan Zoey yang terlihat begitu cantik dan mempesona membuat Rich tak bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Dan mereka harus mempersiapkan diri untuk nanti malam acara resepsinya, apalagi harus mendapatkan ratusan ucapan selamat atau bahkan ribuan orang karena sang Papa menyebar banyak sekali undangan untuk kolega dan juga rekan-rekan kerjanya.
Di tambah sahabat Rich dan juga sang calon istri nanti, padahal Zoey tidak banyak mengundang temannya mungkin hanya beberapa saja itu pun termasuk keluarga dari sang Paman.
Keluarga angkat dari Papanya Gustav yang berasal dari indo pun datang dan sudah dari hari kemarin mereka sampai di negara ini, walau awalnya mereka semua terkejut mendengar bahwa Rich akan melangsungkan pernikahan yang terkesan begitu mendadak di usianya yang masih sangat muda, namun mereka akhirnya hanya bisa mendoakan semoga Rich bahagia bersama wanita pilihannya itu.
Acara pun berjalan dengan lancar dan khidmat, dimana Rich mengucapkan janji suci cintanya kepada wanita yang ia cintai, begitu pun dengan Zoey yang memang terpaksa mengucapkannya karena baginya pernikahan ini hanyalah sebuah keterpaksaan saja, mengingat dirinya yang sudah tidak utuh lagi.
Lalu beberapa menit kemudian akhirnya mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri, walau sangat terlihat sekali senyum Zoey yang selalu di paksakan.
Wilona dan Gustav yang lebih dulu menghampiri kedua pengantin yang baru saja sah itu.
" Selamat ya sayang, semoga kalian berdua bahagia selamanya hingga kakek nenek." seru keduanya memberi pelukan hangat kepada mereka bergantian.
" Kakak, cepat kasih keponakan yang lucu-lucu ya." pinta Val begitu antusias. mereka berdua jadi merasa kikuk setelah mendengar permintaan dari Val barusan.
Lalu di belakangnya ada sang Paman dan bibinya serta Ellen yang mengucapkan selamat kepada mereka." Semoga keponakan cantik Paman ini akan selalu merakasan kebahagiaan, " lalu pandangannya beralih ke arah sang mempelai pria. " Paman titipkan Zoey lagi kepadamu, jaga, lindungi dia, sayangi dia jangan sampai kau membuatnya bersedih, aku orang pertama yang akan menghajarmu.!" cecar Ronald tidak rasa segan lagi begitu Rich sudah resmi menjadi suami keponakannya.
" Baik Paman, Rich janji." Zoey melirik jengah mendengar bualan yang pria itu ucapkan brausan.
" Hay Dude, wah selamat atas pernikahan kalian. sudah tidak tahan lagi ya ingin cepat bercocok tanam." celetuk Fernando sepupu angkatnya yang berasal dari negara asia sana.
" Thanks brother, bisa saja kau ini," Rich mencondongkan wajahnya tepat di dekat telinga Nando, " Tepatnya aku ingin cepat mengikatnya agar dia tidak pergi lagi dariku." bisiknya membuat Zoey sedikit curiga.
Nando terkejut tidak menyangka mendengar kenyataan ini. " Jadi_? oh yang dulu itu." ucap Nando bingung karena di kode agar tutup mulut oleh Rich.
Setelahnya Nando pun segera berjalan maju ke depan tak lupa ia dan Rich menyempatkan berpelukan sebentar, karena di belakangnya ada kedua orangtuanya yang sudah menunggu adegan drama mereka.
Lalu bergantian dengan keluarga yang lain dan jga para tamu undangan yang hadir ke acara tersebut. hingga acara lempar bunga pun akan di laksanakan.
__ADS_1
Para gadis juga pria muda sudah berada di depan sana, para jomblo juga tana pasanhan sudah siap akan menangkap buket tersebut.
Rich dan Zoey memutar tubuh mereka ke belakang hingga hitungan ketiga buket itu langsung terlempar ke depan dan mendarat sempurna di pangkuan seoarang pria yang sedang duduk tak jauh dari sang pengantin.
Bryan menatap cengo buket bunga yang berwarna-warni itu saat ini ada di genggamannya, padahal ia tidak ikut serta dalam barisan para anak muda itu, karena baginya terlalu malas untuk mengikuti acara konyol seperti itu.
" Wah, Bray kau sebentar lagi akan menyusul Rich, tidak ku sangka kau pun ingin menikah muda." celetuk Andrew yang baru saja duduk di samping Bryan.
Kyle, Andrew serta Lucas tadi memang ikut berdiri namun masih berada di dekat Bryan yang sedang duduk itu. " Wah sudah pasti, kita yang ikut berdiri saja tidak mendapatkan, tapi yang duduk tidak ikut serta justru mendapatkannya." timpal Kyle kemudian.
Bryan langsung melemparkan buket bunga itu kepada Lucas yang sedari tadi hanya duduk diam saja tanpa mengatakan apapun, membuat Bryan mendengkus sedikit kesal.
Saat ini para tamu undangan dan kerabatnya sedang menikmati kudapan dan minuman yang sudah di hidangkan di beberapa atas meja prasmanan panjang.
" Rich, jangan terlalu kasar saat melakukannya nanti, bisa kabur dia sebelum kau mencetak gol." celetuk Kyle terus saja menggoda sahabatnya yang sudah resmi menikah.
" Ya dan yang lebih terpenting, ajak pillowtalk dulu sebelum kalian tidur, atau ingin melakukannya, sebab kita tidak tahu dia saat ini sedang dalam masa periode atau tidak.hehe !!" timpal Andrew yang membuatnya yang lainnya ikut tertawa.
Rich tersenyum saat menanggapi gurauan dan tingkah konyol dari sahabat-sahabatnya ini yang hari ini menemaninya hingga acara akan berakhir. semuanya hadir di dalam acara pernikahannya tersebut.
Bryan menggeleng, " Mungkin besok aku akan kembali ke negaraku dan mencari keberadaannya, sebab aku sudah tidak bisa menghubunginya lagi hampir dua pekan ini." curhat Bryan berbicara begitu pelan tidak mau ada orang yang mendengarkannya.
" Baiklah jika itu yang terbaik, aku hanya bisa mendoakan semoga kalian berjodoh hingga maut memisahkan kalian." tepuk Rich bahu Bryan memberi dukungan.
" Dimana Lucas? kenapa dia lama sekali ke toilet? apa dia ketiduran disana?" tanya Kyle sambil merangkul mesra kekasihnya itu.
" Bisa jadi mungkin dia menemukan seorang gadis disini. " timpal Andrew terkekeh.
Dari kejauhan Rich bisa melihat bahwa Zoey sudah merasa tidak nyaman, yang sedang berdirinya bersama Mamanya, mungkin wanita itu sudah kelelahan karena ia ajak berkeliling sedari tadi.
" Baiklah, kalian nikmati hidangannya aku tinggal sebentar." ia pun pergi meninggalkan para sahabatnya dan menghampiri sang istri ingin memintanya untuk beristirahat lebih dulu, walau acara mereka masih belum selesai.
" Nikmati makan malammu Rich.!" teriak Kyle tanpa rasa malu sama sekali.
" Sayang, apa kau lelah? " tanya Rich serius.
Pertanyaan macam apa itu? ya sudah pasti lelah lah sedari tadi berdiri menemui tamu undangan kalian.!!
__ADS_1
Jerit hati Zoey, ingin patah rasanya kedua kakinya itu, melihat Zoey memang tidak nyaman
" Duduklah, ayo aku antar ke kamar." ucapnya berbisik sembari menggenggam jemari lentik itu.
Mambuat Zoey menoleh dengan cepat karena seperti mendapatkan angin segar, ia memang sudah sangat lelah dari sore hingga larut malam acaranya masih belum selesai juga.
" Tapi bagaimana dengan pestanya?" bisik Zoey dengan hati senang.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.
__ADS_1