I Remember You

I Remember You
Siapa Yang Kalian Maksud?


__ADS_3

Malam harinya..


Rich baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan melilitkan handuk di pinggangnya saja, hingga menampakan dada bidangnya yang polos tanpa ada yang menutupinya, dan juga pemandangan yang tak kalah indah yaitu perut sobek-sobeknya yang membuat para kaum hawa bakalan meneteskan air liurnya seketika, tapi sayangnya hanya ada satu orang yang melihatnya.


" Astaga, kenapa kau tidak memakai pakaianmu di kamar mandi!" pekikan itu, ya Rich rindu pekikan itu, ini memang sudah berapa tahun berlalu pekikan itu tidak terdengar di indra pendengarannya lagi dan kini semuanya seolah berputar kembali di ingatannya.


" Kau melupakan status kita? dan dimana pakaianku? itu pun kau tidak menyiapkannya bukan?" melewatinya, Rich sengaja berjalan ke arah koper miliknya yang tergeletak di dekat sofa yang ada di kamar itu.


Deg..


Wanita itu mencelos yang tadinya berpaling kini menatap Rich, ia tidak lupa status mereka yang masih suami istri, ya Zoey memang siapa lagi yang saat ini tengah berada di dalam ruangan yang sama bersama Rich. Namun bukan itu yang ia pikirkan melainkan keintiman mereka yang sudah lama tidak pernah terjadi lagi.


Tentu saja Zoey masih belum terbiasa kembali, dulu bahkan mereka hampir tidak pernah dalam situasi seperti ini, dan sekarang pria itu kembali dengan kenarsisannya.


Zoey akui, Rich yang sekarang memang jauh lebih dewasa, lebih tampan, tubuhnya juga jauh bertambah kekar dan sikapnya mungkin masih sama, entah mengapa justru ia merindukannya.


" K-kita sudah lama tidak bertemu, jadi aku_


" Ya kau pasti juga melupakan tadi pagi di rumahmu, dan sekarang kita sudah berada disini, di rumah Pamanmu. banyak sekali pertanyaan yang ingin aku tanyakan padamu Becca, tapi aku tahan selagi kita berada disini." ujar Rich sembari memakai pakaiannya yang baru saja ia ambil sendiri bahkan Rich tak segan untuk melepas handuk yang melilit di pinggangnya tadi yang hanya menutupi tubuh bawahnya saja di hadapan Zoey, ia pikir untuk apa bersikap malu pada wanitanya toch dulu mereka sudah pernah melakukannya, sudah pernah melihat tubuh masing-masing.


Rich lupa bahwa apa yang ia lakukan itu justru membuat Zoey justru bergedik bukan bersikap malu. Aah, entahlah Zoey masih merasa ini hanyalah mimpi belaka bisa bertemu dengan pria itu kembali, yang sebenarnya ia sendiri tidak tahu harus berbuat apa? ini terjadi begitu saja hingga ia tidak bisa mengatakan protes apapun. Ingatkan ia untuk melakukannya nanti.


Ya saat ini mereka sudah berada di negara asal mereka, tepatnya di rumah Paman Zoey, tadi pagi setelah sarapan Mike memberitahu bahwa ia dan Mommy nya akan berkunjung ke rumah Grandpa, yang ternyata adalah Paman Ronald.


Setelah berkemas akhirnya Rich pun mengikuti mereka terbang ke LN, walau Zoey tidak memintanya ikut serta, tetapi pria itu bersikeras ingin mengantarkannya sekalian nanti membawa mereka untuk pulang ke Mansion keluarganya nanti, bila perlu harus di paksa ikut. Apalagi sekarang mereka datang tidak hanya berdua melainkan sudah menjadi tiga, pasti sang Mama tidak akan lagi menyuruhnya untuk menikahi wanita lain. Itu tidak akan pernah ia lakulan selama cintanya masih hidup di luar sana.


Ternyata ini jauh lebih mudah dengan apa yang ia kira, awalnya Rich bingung akan membawa dua orang yang ia cintai ini dengan alasan apa? ternyata oh ternyata sekali dayung dua pulau terlampaui, begitu ibaratnya sekali terbang dua tempat akan mereka singgahi. Untuk urusan kembali atau tidak ke Manaco itu urusan belakangan begitu pikir Rich saat ikut serta pergi ke rumah sang Paman yang katanya sedang sakit keras.

__ADS_1


Seharusnya Rich marah pada Ronald Paman istrinya itu yang ternyata mengetahui keberadaan Zoey selama ini, tetapi hati nuraninya berkata tidak! untuk apa toch istrinya sudah kembali sudah di temukan sekarang dan terlebih ia justru mendapatkan bonus seorang putra, jadi anggap saja ini bentuk rasa syukurnya.


Mereka baru saja tiba di negara ini malam hari, dan yang menyambut kedatangan mereka tadi bukan Rosa melainkan Ellen putri Paman dan bibinya itu, entah kemana sang Bibi Zoey belum sempat bertanya, sang Paman meminta mereka untuk istirahat sebentar atau hanya sekedar membersihkan diri mereka terlebih dahulu dan akhirnya Zoey mengajak Rich ke kamar yang dulu ia tempati.


Tepatnya baru ia tempati dalam beberapa tahun terakhir ini jika sedang berkunjung tetapi itupun bisa di hitung dengan jari, sebab dirinya yang di sibukkan dengan pekerjaan disana. Setelah Zoey dan Rich menikah, pria itu sudah menyiapkan hunian yang lebih layak di huni oleh keluarga Ronald, anggap saja sebagai ungkapan rasa terima kasihnya sudah membesarkan wanita dengan baik selama ini.


Awalnya Rich akan mengajak mereka naik jet pribadi miliknya saja, tetapi Zoey menolaknya dengan berbagai alasan salah satunya, ia tidak ikut tidak masalah karena wanita itu bisa sendiri. Dan Rich tidak ingin hal itu akhirnya setuju menaiki pesawat komersial.


" Ayo kau tidak ingin menemui Pamanmu." ajak Rich yang sudah rapi dan keluar kamar lebih dulu menuju kamar sang Paman. Zoey pun berjalan mengikutinya dari belakang.


Dimana Mike?


Pria kecil itu sedang bersana Ellen entah sedang melakukan apa, gadis itu belum menikah hingga sekarang. Dan Ellen memang menyukai anak kecil, walau di lihat Mike masih kecil tetapi pria kecil itu tidak ingin di sebut anak kecil, konyol sekali.


" Uncle." panggil Rich begitu mereka sudah berada di dalam kamarnya, melihat pria paruh baya itu sedang memandang langit-langit kamar entah sedang memikirkan apa.


" Ini permintaanku, jadi jangan menyalahkan Pamanku dan tidak perlu di bahas lagi." sela Zoey memotong ucapan Pamannya.


Ronald hanya bisa terdiam, ia merasa bersalah sebab ikut andil dalam pelarian ponakannya, tetapi saat itu secara diam-diam tanpa di ketahui orang lain termasuk istri dan putrinya bahkan Leo tidak tahu Zoey hampir setiap hari menghubinginya.


Ya walau awalnya Ronald tidak mengetahui duduk permasalahan keduanya itu seperti apa, tetapi setelah Zoey berhasil kabur dari Leo akhirnya ponakannya itu menceritakan segalanya padanya. ia pun menutup rapat rahasia ini, ia hanya tidak ingin membuat ponakannya itu merasa sedih dan hancur, karena ia amat menyayanginya sudah menganggap Zoey seperti putri kandungnya sendiri.


" Rich bisa mengerti Uncle, dan tidak perlu meminta maaf. Dimana istrimu? seharusnya wanita itu yang merawatmu, dan kenapa tidak ke rumah sakit saja!" cecarnya yang seolah sedang memarahi Pamannya sendiri.


Bukannya marah Ronald justru tersenyum mendengar cercaan yang Rich lontarkan padanya, ia sangat bahagia keponakannya sudah bertemu kembali dengan suaminya, ia yakin kebahagian akan menanti ponakannya itu. Dan ia bisa pergi dengan tenang nanti jika memanglah sudah waktunya.


Sebenarnya Ronald tidak ingin membahas istrinya, ia sangat muak dengan wanita itu, sakitnya ini memang tidak lain pemicunya adalah pertengkaran hebat antara dirinya dan Rossa. Wanita ular itu sudah menghianatinya selama ini, ia jadi meragukan Ellen, bagaimana jika gadis itu bukan putri kandungnya? tetapi bagaimana pun ia sudah sangat menyayanginya seandainya Ellen bukan putri kandungnya ia harus menerimanya bukan?

__ADS_1


" Jangan membahas wanita itu lagi. Aku senang kalian sudah bertemu kembali," Ronald ganti menatap ponakan cantiknya. " Zoey dengarkan Paman, apa yang di katakan Rich dulu itu memanglah benar, dialah Leo teman masa kecilmu yang selama ini kau cari, dan kau harus percaya itu, bukan justru langsung terhasut oleh pria bernama Leo palsu itu, jadikan itu pengalaman dan lebih baik perbaiki hubungan rumah tangga kalian, apa kalian tidak merasa kasihan pada Mike yang membutuhkan kasih sayang yang utuh dari kedua orangtua kandungnya?" pungkas Ronald memberi nasehat pada Zoey dan juga Richard.


" Leo palsu siapa? siapa kalian maksud?" tanya Rich langsung menatap curiga ke arah Zoey dan juga Ronald.


Degh!!


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.

__ADS_1


__ADS_2