I Remember You

I Remember You
Buka Puasa.


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian


Rich beserta keluarga besarnya baru saja mendarat di bandara, mereka segera turun dari jet pribadi milik perusahaan sang Papa. Masalah pelik yang baru saja menyerang perusahaan juga sudah terselesaikan, kini tinggal menunggu karma yang akan di dapatkan oleh Rivalnya.


" Sus kamu dorong keretanya saja ya, biar Miquel sama saya." Titah Zoey yang mengambil alih bayi gembulnya yang berada di tangan baby sitternya.


Ia berjalan di belakang sang suami, sementara Mike putra besarnya sudah lebih dulu berjalan kekuar beserta Oma dan Opanya di depan sana. Semuanya berjalan menuju dua mobil yang di pesan oleh Rich sebelum mendarat.


Sepanjang perjalanan menuju kediaman milik keluarga Wilona, Mike tak henti-hentinya bercelotwh dengan Opa, Omanya. Sungguh anak kecil itu jauh berbeda dengan Rich waktu kecil dulu yang tidak suka banyak bicara.


Entah meniru siapa anak kecil itu, tetapi bagi Wilona dan Gustav itu tidak masalah, keduanya justru menyayanginya seperti cucu kandungnya sendiri. Sungguh kebahagiaan rumah tangga Putranya memberikan kesenangan srndiri. Kini mereka tinggal menunggu putrinya yang tak lama lagi juga akan melepas masa lajangnya.


Sesampainya di Rumah yang terlihat megah, semuanya turun dan berjalan masuk ke dalam. Walau jarang berkunjung kesana. Wilona tetap menempatkan dua pekerja di rumah peninggakan sang Kakek. Yaitu sepasang suami istri untuk selalu membersihkan dan menjaga rumah tersebut, keduanya sudah lama ikut bersama keluarga Wilona sejak ia masih kecil, ia juga tidak melarang mereka membawa serta keluarganya. Sebab Ibunya sudah menyiapkan tempat tinggal untuk keluarga mereka.


" Mike tidur sama Oma ya, biarkan Mama sama Adek kecil." Serunya kepada cucu tampannya itu yang tengah bersiap berjalan memasuki kamar kedua orangtuanya.


" Tapi, Mike ingin tidur bersama Mom, Oma malam ini." Lirihnya menolak ajakkan Omanya, lalu beralih menatap Ibunya yang sudah membaringkan Miquel di atas ranjang besarnya." Mike boleh tidur disini 'kan Mom?" Tarapnya sendu, membuat Zoey tidak tega juga harus melarangnya. Ia pun mengangguk.


" Baiklah, biar nanti Adek tidur sama Sus, kemarilah sayang, cepat tidur sudah larut." Mike berjalan sembari tersenyum girang, menatap sekilas pada Omanya yangasih berdiri mematung di depan kamar Zoey, sambil menggeleng ia pun melanjutkan langkahnya menuju kamarnya sendiri.


" Kenapa Mike tidak mau tidur sama Oma, hmm?" Tanya Zoey mengusap puncak kepala Mike sayang, bocah itu duduk di hadapannya di tepi ranjang dengan kedua kaki yang menggantung ke bawah.


" Mike hanya tidak ingin tidur sendirian Mom, Mom tidak keberatan bukan?" Manik kecil itu mulai berkaca-kaca, entah apa yang sedang di pikirkan oleh putranya saat ini, Zoey pun menariknya ke dalam pelukan hangatnya.


" Baiklah, cuci kaki dan mukamu setelah itu tidur, Mom akan menemanimu hingga kau terlelap." Dengan patuh Mike langsung mengerjakan perintah Ibunya. Hingga tak lama pria kecil itu terlelap dalam mimpi indahnya.

__ADS_1


" Pria keduamu ini selalu saja bermanja-manja denganmu. Lalu bagaimana dengan pria pertamamu ini?" Sungut Rich yang baru saja melangkah masuk ke dalam kamar mereka, terlihat menatap iri pada putra pertamanya yang sedang di peluk mesra oleh istrinya.


Zoey tergelak, menoleh ke belakang suaminya sudah berbaring di belakang tubuhnya. " Ini putramu sendiri, kenapa harus iri! Rich, tolong tanganmu diam dulu, jangan kemana-mana, ada putramu ini,,sshhh." Desis Zoey tidak tahan saat merasakan tangan nakal sauminya sudah meremas lembut salah satu bukit kembar miliknya.


" Kenapa? Kau juga tidak tahan ya?" Bisik Rich yang dengan sengaja menggoda sang istri. Pria itu juga sudah tidak tahan lagi. Sudah terlalu lama ia berpuasa, dan ia tahu bahwa Zoey sudah selesai dari acara berdarah-darahnya. Dan saa ini ia sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi, apalagi besok ada acara besar, yang pasti membuat keduanya repot dan kelelahan.


" Sayang, ada Mike." Lirih Zoey yang kini memejam menikmati inti tubuhnya di mainkan oleh dua jari suaminya.


" Kau sudah sangat siap. Kita pindah di sofa saja." Dengan gerakan cepat, Zoey sudah berada di dalam gendongannya, di letakkannya dengan hati-hati tubuh istrinya di atas sofa yang memiliki ukurannya sedang juga tidak terlalu besar.


" Disini sempit sayang."


" Ssttt, sempit jauh lebih enak bukan?" Bisik Rich mengerlingkan sebelah matanya pada sang istri.


" Aku akan melakukannya dengan pelan." Rich mulai mengarahkan kepala si djordy ke dalam inti tubuh istrinya. Perlahan tapi pasti batang berurat itu langsung tenggelam hingga ke dasar dinding rahim istrinya.


Hingga membuat keduanya melenguh panjang namun dengan suara tertahan. Sebab mereka tidak ingin suara berisik mereka mengganggu putranya yang sedang terlelap. Beruntung Rich tadi sudah merubah keadaan ruangan kamar menjadi gelap, hanya ada cahaya lampu di belakang headboard ranjangnya.


" Ougghh,, kau nikmat sekali sayang. Sama seperti pertama kali kita melakukannya. " Desis Rich yang mulai memompa tubuh Zoey secara perlahan dalam posisi berlutut. Rich tidak berdusta, milik Zoey memang sudah di permak habis oleh sang Dokter agar kembali layaknya seperti gadis. Sedangakan Zoey berbaring pasrah sudah tak mampu menjawabnya, hanya suara erangan dan desah4n saja yang keluar dari mulutnya.


Beberapa menit setelahnya, Zoey bangkit merubah posisi mereka dan langsung naik ke atas pangkuan sang suami. Tentu saja Rich tidak protes, ia justru senang dan membiarkan istrinya untuk mendominasi permainan mereka.


" Uughh.." Rich merasakan si djordy seperti di pijat dan di jepit oleh milik istrinya. mulutnya tingga diam mengul*m bergantian dua gundukan yang sedang menari-nari seirama dengan gerakan Zoey. Tak lama ia merasakan miliknya di siram oleh cairan hangat milik Zoey yang menandakan telah mencapai puncaknya. Ia membiarkan sebentar agar istrinya menikmati rasa nikmat tersebut. Setelahnya ia mencabut miliknya, mengangkat tubuh Zoey yang lemas, agar duduk di tepi sofa.


" Sekarang giliranku sayang." Rich turun dari sofa, dan kembali melesakkan djordy yang masih berdiri tegak bagaikan tombak yang siap mengoyak isi dalam tubuh istrinya.

__ADS_1


" Eeughh." Tubuh keduanya pun kembali menyatu, tak hanya tubuh bagian bawah namun juga bagian atas yang saling menempel sempurna memberikan kenikmatan untuk masing-masing.


" Aku akan keluar lagi sayang.." Liirh Zoey yang akan keluar untuk yang kesekian kalinya.


" Together baby. Aaarrgghh...." Tubuh keduanya menegang, bergetar hebat saat cairan hangat keduanya bertemu di dalam sana.


" Terima kasih sayang. Istirahatlah besok kita harus bangun pagi." Rich mengecup dahi Zoey sedikit lama, lalu ******* bibir mungil itu sebelum ia melangkah ke dalam kamar mandi. Meninggalkan sang istri yang sudah mulai terpejam kelelahan akibat pertempuran hebat keduanya.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.

__ADS_1


__ADS_2