
Sudah hampir satu bulan Rich dan Zoey menjalani biduk rumah tangganya dan sejauh ini tidak ada suatu masalah yang menimpa mereka berdua.
Justru Zoey merasa ada yang lain dengan dirinya, tapi entah apa? terlebih suaminya yang semakin perhatian dan ia juga bisa merasakan jika Rich begitu mencintainya, ia bisa merasakan semua apa yang pria itu sudah lakukan untuknya dalam waktu sebulan ini.
Dan sudah hampir dua pekan ini sebelum mereka berangkat ke kampus, Zoey menyempatkan diri untuk membuat sarapan. ia juga bangun lebih awal dari semuanya, maksudnya dari anggota keluarga.
Walau sudah banyak maid yang bekerja di Mansion besar tersebut. namun Zoey tetap ingin membuat sarapan untuk semua anggota keluarga, terutama untuk suaminya. ternyata sifatnya hampir sama dengan Mama mertuanya. tunggu dulu suaminya? astaga apa Zoey sudah mengakui Rich sebagai suaminya?!
Entahlah! sepertinya dirinya sudah mulai membuka pintu hatinya dan mau menerima suami narsisnya itu, ia sendiri juga tidak tahu bagaimana dengan perasaannya sendiri, ia hanya menuruti apa kata hatinya saja.
Zoey merasa ada tangan yang melingkar di pinggang rampingnya, ia tersenyum tipis, nyaris tidak terlihat dan sudah bisa menebak siapa pelakunya.
" Sayang kau sedang bikin apa?" bisik Rich yang sudah mulai menciumi tengkuk dan juga telinga istrinya.
" Hentikan! kau jangan ganggu dulu, ini sudah siang, nanti kita terlambat!" protes Zoey mencoba untuk menjauhkan wajahnya.
Namun Rich tidak mengindahkan ucapan istrinya, ia justru semakin menggoda Zoey, yang kini ******* leher putih itu hingga naik ke atas dan mengul*m cuping telinga Zoey, hingga tubuh Zoey meremang seketika mendapatkan serangan dari sang suami.
" Rich please, aku mohon." lirih Zoey berusaha menahan dirinya, namun tubuhnya nampak sangat menikmati semua sentuhan yang membuat tubuhnya melayang.
" Kau ingin apa sayang?" tanya Rich setengah mendesah, ia sangat menyukai wajah istrinya yang sayu seperti ini, akibat ulahnya.
" Please Hen_tikanhhh." pintanya dengan napas tersengal, Zoey benar-benar tidak bisa menahan diri dari gejolak yang ada di dalam tubuhnya sendiri.
Semua sentuhan dan belaian yang Rich berikan sungguh membuatnya hilang akal dan sangat memabukkan baginya, sehingga sulit untuknya menolak rasa yang sudah membuatnya candu. " Kau yakin sayang?" lirih Rich sembari mengulum cuping telinga itu kembali, di tambah sebelah tangannya yang sudah meremas salah satu benda kenyal yang menjadi favoritnya. hingga desah4n kecil itu pun lolos dari mulut Zoey, Rich langsung menyeringai nakal.
" Bagaimana sayang?" goda Rich yang sengaja menghentikan aktifitas tangannya tadi. membuat Zoey mendengus kesal, menahan rasa amarah, ia sangat kesal jika Rich selalu menggodanya dan pada akhirnya berakhir dengan rasa tersiksa.
Dengan segala ego yang ia miliki, juga pikirannya yang sudah kembali normal, Zoey segera melepaskan diri dari rengkuhan sang suami. " A_aku mau bersih-bersih." pamitnya melangkah pergi. " Bibi tolong di lanjutkan ya." titahnya dengan sedikit berteriak pada beberapa maid disana.
Sebab tadi saat mereka akan masuk ke dapur, ia melihat pemandangan yang tidak seharusnya mereka lihat, putra bosnya sedang berada di dapur, yang mungkin sedang tidak ingin di ganggu bersama istrinya, membuat mereka semua memilih bersembunyi di belakang untuk melakukan pekerjaan mereka yang lain.
Rich tampak terparangah melihat tingkah istrinya yang justru kabur meninggalkan dirinya sendiri, namun ia tak kehilangan akal, segera menyusul Zoey yang kemungkinan sudah masuk ke dalam kamar mandi.
" Rupanya dia sedang mengkode ingin mengajak mandi bersama." gumamnya tersenyum nakal.
...----------------...
__ADS_1
Mereka semua tidak sadar bahwa ada seseorang yang sedari tadi mengawasi mereka, terlebih sepasang suami istri yang kelewat batas." Dasar pasangan mesum, tidak tahu tempat." gerutunya entah pada siapa.
" Ada apa Ma?" tanya Gustav yang sedikit mendengar gerutuan istrinya. ia baru saja keluar dari kamar dan sudah rapi dengan pakaian kantornya.
" Oh, tidak apa Pa. Papa kok sudah rapi pagi sekali?" Wilona menyipitkan kedua netra, menatap curiga pada suaminya.
" Tidak perlu curiga seperti itu, Mama 'kan tahu tidak ada seorang wanita manapun yang bisa membuatku tertarik selain Mama seorang." goda Gustav yang memang kenyataannya seperti demikian.
" Papa sudah mulai menggombal ya rupanya? Mama sedang tidak ingin becanda." ketusnya sambil melangkah menjauh menuju ke ruang makan.
" Astaga Mama, siapa yang menggombal? Papa 'kan bicara apa adanya! ayo dong jangan marah seperti itu." rayu Gustav membuntuti istrinya yang sedang kesal.
" Lalu Papa akan kemana pagi-pagi sekali? awas saja macam-macam!" ancamnya tidak main-main.
Gustav tertawa pelan, mendengar ancaman dari sang istri," Astaga Mama, semacam saja Papa tidak berani, apalagi macam-macam!" keluh Gustav yang terus saja menggoda sang istri, yang terlihat menggemaskan di matanya jika sedang marah seperti ini.
" Sudah sana pergi! makan saja di luar! tidak ada jatah sarapan?!" ketus Wilona lagi sambil berjalan ke arah dapur.
" Tapi kalau jatah yang lain, di kasih bukan?" Gustav terus saja menggoda sang istri, yang mulai tersulut. dengan mengedipkan sebelah netra genitnya.
Melihat ada majikannya datang mereka pun pamit undur diri, dua sejoli yang tidak muda lagi itu sedang ngedrama pagi-pagi begini, membuat semua maid tersenyum, dan melenggang pergi tidak ingin mengganggu setelah menyelesaikan masakan buatan Zoey tadi, namun mereka juga sudah memasak sarapan yang lainnya.
" Tunggu dulu, siapa ini yang masak? kalian?" tanya Wilona pada salah satu maid yang bagian masak yang masih berjalan paling belakang.
" Nona Zoey tadi yang membuatnya Nyonya, kami hanya melanjutkan saja." jawabnya sambil menunduk.
" Oh, baiklah, kalian pergilah."
Setelah kepergian para maid, Gustav berjalan mendekati sang istri." Sayang kenapa tidak di jawab?" bisik Gustav sambil melingkarkan kedua tangannya pada pinggang yang sudah tidak seramping dulu masih muda.
" Sekarang makanlah sarapanmu, jika tidak ingin kau terlambat datang pagi ini." seru Wilona menepis pelan kedua tangan suaminya.
" Baiklah, tapi kau sudah tidak marah lagi bukan padaku? nanti aku tidak akan bisa konsentarasi sayang?" bujuk Gustav pantang menyerah.
Wilona menghela napas beratnya kemudian mengangguk sambil menghidangkan sarapan untuk suami tercintanya. " Kalian anak sama Papa, sama saja." sindirnya pelan.
Dan itu sukses membuat Gustav tertawa terbahak, " Like father like son, baby." bisiknya sambil mencium pipi putih istrinya. ia semakin cinta jika istrinya tidak berpikiran yang tidak-tidak padanya.
__ADS_1
Sementara di lantai bawah sudah kembali tenang sambil menyantap sarapan paginya, lain halnya di lantai atas yang justru tengah merasakan panas di seluruh ruangan.
Tepatnya di dalam kamar mandi, saat Zoey asyik membersihkan dirinya di bawah guyuran air tadi, ia tidak sadar bahwa sang suami juga tengah berada di belakangnya dalam keadaan polos, dengan cepat Rich langsung menyerang Zoey dengan segala serangan yang sangat di sukai sang istri.
" Aaahhh,, faster baby." desah Rich sambil membantu menaik turunkan tubuh sang istri yang sedang mendominasi permainan panas mereka. dengan cara mencengkram kedua pinggang rampingnya.
Rich tengah duduk di atas closet, dan Zoey berada di atas pangkuannya duduk saling berhadapan, dengan tubuh yang sudah saling menyatu.
Zoey tidak menghiraukan ucapan sang suami, ia justru fokus mencari titik-titik rasa nikmat dari dalam tubuhnya sendiri, sambil terus bergoyang tak tentu arah. " Kau semakin pintar sayang." desah Rich kembali, menatap wajah cantik yang sedang mendongak sembari memejamkan kedua netranya.
Tak berapa lama keduanya berteriak melenguh nikmat bersamaan dengan keluarnya ****** ***** dari dalam tubuh keduanya, tubuh Zoey langsung melemas di dada Rich, seperti tidak bertenaga sama sekali.
" Kau sungguh luar biasa sayang." Rich menghujami seluruh wajah istrinya dengan ciuman. beberapa menit kemudian mereka segera membersihkan diri dan berangkat ke kampus.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.
__ADS_1