
" Aku sangat merindukanmu.." Bisik Armand seusai melepaskan ciumannya.
" Hah,, Kau! Jangan kurang ajar!" Geram si wanita entah pura-pura jaim ataukah memang di sengaja untuk menjaga hatinya agar tidak merasakan sakit hati kembali.
Armand tergelak mendengar desisan penuh amarah dari si wanita yang sudah membuatnya hampir jadi orang yang tidak war4s akhir-akhir ini. Ya walaupun terlambat pria detektif ini menyadari jika perasaannya mulai terpaut oleh wanita yang pernah menjadi kekasih palsunya.
Ya wanita ini adalah Bonne alias Brisa Luxio. Saat tadi Armand berusaha menghentikan salah satu taksi yang lewat, ada seseorang yang melihatnya lalu membawanya ke tempat dimana Brisa berada saat ini.
Orang itu tidak lain adalah Owl dan Briva uang kebetulan lewat di depan gedung klub tempat Armand singgah. Lalu setelahnya membawa pria detektif itu menemui Brisa yang memang Briva tahu jika Adiknya tengah tersiksa menahan rindu.
Awalnya Brisa menolak tindakan Briva yang membawa Armand ke kamar yang ia tempati, namun karena rasa simpati dan juga rasa tidak teganya, akhirnya ia pun membiarkan pria yang sudah membuatnya terluka itu tertidur di atas ranjangnya.
Memang setelah selesai acara tunangan Kakak kembarnya Briva tadi, Brisa memutuskan untuk menginap di hotel itu, yang mana acaranya memang di laksanakan di Ballroom hotel tersebut.
" Sssttt, jangan galak-galak baby. Aku tahu kau sangat merindukanku, begitu pun denganku." Seru Armand tiba-tiba antara sadar dan tidak sadar karena pengaruh minuman sial4n itu.
Brisa terdiam mencerna kata-kata yang barusan keluar dari mulut pria yang hingga sekarang masih mengisi hatinya. Ia sebenarnya sedikit terkejut saat pria itu mengatakan sama merindukannya, namun ia tak langsung percaya begitu saja, mengingat pria itu pernah menjalin hubungan dengan Kakaknya.
Bahkan ia terus saja mengumpat kesal pada dirinya sendiri yang tadi tidak bisa mengelak saat ia berhasil di cium oleh pria yang karismanya membuatnya tak berdaya.
" Yang aku bilang tadi benar bukan?" Tanya Armand yang terus saja menghimpit tubuh Brisa. Rasanya ia tidak sabar lagi, saat wanita itu masih saja bungkam tak ingin membalas perkataannya.
Salah satu tangan Armand naik ke atas dan mengelus pipi mulus Brisa, entah mengapa pria itu merasa Brisa kini semakin cantik dan berbeda dari yang dulu, apa karena mereka tidak pernah bertemu selama ini? Ataukah ada hal yang lain? Misalnya sudah mempunyai pasangan baru mungkin?
Tidak! Itu tidak akan pernah terjadi. Armand tidak ingin mendengar kabar itu, jika pun itu benar. Ia terus saja menggeleng supaya pikirannya tidak berpikir macam-macam. Ia bertekad akan memiliki wanita ini, bagaimana pun caranya, walau merebutnya dari pria lain sekalipun.
" Kenapa kau diam saja, heu? Oh aku tahu, kau pasti merindukan ciumanku bukan, aku akan memberikan." Ujarnya yang akan mencium Brisa kembali, namun sayang bukan ciuman dari bibir manis yang ia dapatkan melainkan sebuah tamparan keras di sebelah pipinya, yang langsung twrasa panas.
Ya Brisa-lah yang menamparnya dengan kuat, saking ia merasa sangat kesal terhadap pria detektif tersebut." Kau—"
" Apa! Kau ingin membalasnya, pukul! Ayo pukul aku! Kenapa diam saja! Kenapa kau seperti ini sekarang? Apa belum cukup luka yang kau torehkan padaku, hingga kau menganggap aku sebagai bonekamu saja selama ini, apa salahku? Apa?!!" Pekik Brisa yang wajahnya sudah berlinang air mata.
Walau tamparan dari Brisa tadi cukup membuat pipinya terasa kebas, namun melihat wanita yang sudah membuatnya sedikit menggil4, Armand jadi tidak tega juga, ia pun langsung merengkuh tubuh mungil itu ke dalam pelukannya, walau Brisa terus saja memberontak dan mendorong dad4 Armand, namun karena tenaganya yang tidak seimbang akhirnya ia pun pasrah di dalam dekapan yang sebenarnya terasa hangat dan nyaman baginya.
__ADS_1
" Maafkan aku, sungguh aku minta maaf padamu. Aku tahu ini terlambat aku ungkapkan, tapi aku ingin jujur padamu, jika aku memang sudah jatuh cinta padamu Bonee, aku mencintaimu, aku mohon jangan tinggalkan aku." Lirih Armand yang kini menurunkan egonya demi bisa mendapatkan wanitanya, ia terus saja mengusap punggung itu agar tenang.
Mendengar penyataan cinta yang tak terduga dari pria yang masih ia cintai, membuat Brisa langsung mengurai pelukan itu demi bisa menatap wajah tampan yang selalu membuatnya bahagia, ia ingin memastikannya terlebih dahulu sebelum ia merasa besar kepala.
Dan Brisa bisa melihat jika pria yang ada di hadapannya saat ini juga tengah menangis, entah karena apa, apa karena dirinya? Benarkah pria ini Detektif yang suka memburu mangsanya, sekarang menangis hanya karena seorang Brisa?
" A-apa yang kau katakan tadi, coba ulangi?" Pinta Brisa sembari mengusap air mata yang masih saja mengalir di kedua pipinya.
Tak langsung menjawab, Armand justru membantu mengusap wajah sembab itu, lalu ia pun kemudian tersenyum kecil menatap ke dalam manik indah milik Brisa. Tayapan keduanya saling mengunci, tidak ada yang ingin berpaling.
" Aku mencintaimu Bonee, sangat mencintaimu. So, Will you marry me? Kali ini aku sangat serius, ingin menikmati hari tuaku bersamamu hingga Tuhan memisahkan kita." Sahut Armand tegas dan cepat tanpa ada rasa beban sama sekali.
Terkejut? Tentu saja Brisa kembali terkejut setelah mendengar ungkapan yang secara tidak langsung Armand tengah melamar dirinya. Ini mimpi akaukah nyata?
" Ka-kau pasti masih mabuk?" Elak Brisa yang berpikir pria itu hanya membual saja sebab pengaruh menuman yang ia minum tadi.
" Tidak sayang, aku sadar mengatakannya, aku sungguh-sungguh ingin menikahimu, jika bisa besok kita akan menikah." Jelas Armand yang begitu serius mengatakannya.
" Ya sayangku, tolong jangan menolakku, aku akan gil4 jika kau sampai menolakku, jadi maukah kau menemaniku selamanya?" Tanya Armand kembali, tentu saja dengan penuh harap.
Tanpa menunggu terlalu lama lagi, Brisa pun segera mengangguk setuju untuk memberikan jawaban yang pria itu tunggu sedari tadi." Ya aku mau menemanimu Kak." Lirih Brisa menjawabnya.
" Sebut namaku sayang?"
" Ya Armand aku mau."
" Selamanya?"
" Selamanya, kita akan bersama." Jawab Brisa mengharu tak kuasa air matanya kembali berderai, yang kali ini adalah air mata kebahagiaan yang sudah lama ia nantikan.
" Terima kasih sayang, terima kasih." Ujar Armand yang tak lama ia kembali mendaratkan bibirnya ke permukaan bibir ranum Brisa, memang*t juga *****4* dengan penuh perasaan, semakin lama semakin menggebu. Brisa pun tak tinggal diam, ia juga membalasnya tak kalah bergair4hnya.
" Sayang, bolehkah?" Ijin Armand yang ingin lebih dari pada ini, entah ini pengaruh minuman ataukah karena hasr4t yang sudah lama telah terpendam, ia sendiri tidak tahu. Tapi ia juga tak ingin memaksa jika memang wanitanya tidak mengijinkan.
__ADS_1
Namun di luar dugaan, Brisa langsung mengangguk dengan mantap. Dan detik berikutnya keduanya pun langsung berjalan ke arah ranjang, dan memulai apa yang ingin mereka lakukan, saling mendamba, dan juga rasa ingin memiliki satu sama lain
Saling menggebu, saling meraij nikmat bersama.
Cinta itu selalu tahu siapa pemiliknya, sejauh apa pun ia pergi bila memang sudah jodohnya pasti akan kembali. Jika memang dia adalah jodohmu, ke mana pun kamu akan melangkah pasti kamu akan kembali ke pelukannya.
* TAMAT ( The End )...
Terima kasih untuk semuanya..
Akhinya Novel ini tamat juga..
Jangan Unfavorite dulu ya Kak,
Nanti akan ada Bonchap dari Resepsi pernikahan ArBris sekaligus Honeymon-nya dan juga kisah rumah tangga RichZoe juga.
Di tunggu aja..
* Mampir ke Novelku yang lainnya ya..
-Menjadi yang ke2
-Terjerat cinta pria Alien
-Mantanku Hot Daddy
-Bad Boy I Love You
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.
__ADS_1