
Tiga hari berlalu setelah pemeriksaan keadaan Zoey kemarin, yang ternyata ia sedang hamil muda, membuat wanita itu murung, frustasi. tetapi bagaimana pun ia tidak bisa melakukan apapun selain menerima janin yang ada di dalam perutnya, yang sama sekali tidak berdosa.
Walaupun Leo sudah menjelaskan bahwa dirinya tidak keberatan dengan kehamilan Zoey, dan mau menerima keadaannya saat ini, tetapi Zoey merasa amat bersalah, dan ia pikir Richard berhak tahu perihal kehamilannnya.
Sebab pria itu adalah calon Ayah dari bayi yang ia kandung saat ini? seketika Zoey beranjak bangun dari ranjang, setelah mengganti pakaiannya ia pun keluar dari kamar.
" Sayang kau mau kemana?" tanya Leo yang saat itu akan masuk ke dalam kamar Zoey.
" Leo ijinkan aku bertemu dengannya?!" pinta Zoey menatap Leo dengan sungguh-sungguh.
" Untuk apa kau menemuinya?" Leo bukannya tidak tahu siapa yang di maksud oleh wanita itu.
" Tetapi dia harus tahu tentang ini!" Zoey masih berusaha untuk bisa bertemu dengan suaminya Richard.
" Jika dia sudah tahu? lalu kau akan kembali padanya?" tuding Leo menahan amarahnya.
Zoey bingung, benar apa yang dikatakan Leo padanya, mengapa dia memberi tahu si pria narsis itu tentang kehamilannya. dirinya saja tidak ingin kembali lagi pada suaminya! tapi bagaimana dia bisa menjalani kehamilannya sendirian.
" Becca sayang, dengar! kau masih tidak percaya padaku? kau masih meragukanku? aku yang akan menjaga kalian berdua selama aku masih hidup, tolong percayalah padaku, sungguh aku tidak ingin kehilanganmu lagi sayang. sebentar lagi kau akan bercerai dengannya! lalu kita akan menikah. aku dengar bajing4n itu sudah kembali pagi ini ke LN." seru Leo mencoba terus meyakinkan Zoey, agar percaya padanya.
Akhirnya Zoey mengangguk, dan Leo membawanya ke dalam pelukannya yang hangat, mengecupi puncak kepala Zoey berkali-kali. hingga tidak sadar bibirnya sudah berada di dekat telinga Zoey, membuat tubuh Zoey berdesir merasakan hembusan napas dari Leo.
Zoey segera melerai pelukan mereka, membuat Leo tersadar dari sikap kurang ajarnya." Uppss sorry sayang, terbawa suasana, hehe." kekeh Leo menggaruk rambut pendeknya yang tidak gatal sama sekali.
Dan itu terlihat lucu di mata Zoey, membuatnya tersenyum geli sambil menggelengkan kepalanya. dia sungguh Leo-nya yang membuatnya selalu tersenyum dalam beberapa hari ini bersamanya.
" Akhirnya kau tersenyum juga, mau pergi ke pantai?" tawarnya sambil menaik turunkan alisnya, membuat Zoey mengangguk cepat dan kembali tersenyum.
Sungguh Zoey merasa sangat bahagia sama seperti saat waktu kecil dulu saat bersama pria ini, tentu saja bersama Leo kecilnya. bersama Leo Zoey seketika melupakan hari-hari yang ia lalui sebelum dan sesudah menikah dengan suaminya Richard.
Malam hari sepulang dari pantai pandawa yang menjadi tujuan mereka tadi, tempat untuk menghabiskan waktu bersama, bercanda tawa. hingga tidak terasa waktu yang terus berputar berganti suasana, walau hari sudah berganti malam tetapi disana masih terlihat terang dan juga masih sangat ramai oleh penduduk pribumi juga turis asing seperti mereka berdua.
__ADS_1
Kini mereka sudah duduk di sebuah Restoran jepang, yang sangat tertutup sebab Leo memesan ruangan VVIP khusus untuk mereka berdua, " Makanlah yang banyak sayang, agar calon baby dan juga Mommynya juga sehat." ujar Leo dengan penuh perhatian dan juga kasih sayang.
Saat berada di luar seperti ini, Zoey merubah penampilannya, dengan cara rambut panjangnya di gelung ke atas lalu di sembunyikan di dalam topi milik Leo, juga memakai kaca mata hitamnya, jangan lupakan pakaian kebesaran milik Leo, agar tidak ada orang yang mengenalinya.
Perhatian Leo membuat Zoey sangat terharu, sungguh pria ini sangat tulus mencintainya, bahkan dengan keadaannya yang sudah tidak utuh lagi bahkan sedang mengandung anak pria lain, pria itu masih mau menerimanya, sungguh ia merasa sangat beruntung memiliki pria ini di dalam hidupnya.
Setelah selesai menikmati makan malam yang membuat perutnya sedikit bengah, Zoey dan Leo kembali ke Mansoin pria itu, tangannya bahkan tidak lepas dari genggaman pria itu, Leo-nya.
...----------------...
Keesokan harinya mereka bersiap-siap mengemasi pakaiannya, sebenarnya hanya Leo yang bersiap-siap, sebab Zoey sama sekali tidak membawa pakaian apapun selain yang melekat di tubuhnya, dan pakaiannya yang terakhir kali ia pakai pun sudah ia buang.
Karena kemarin-kemarin ia tidak pernah pergi keluar kemana-mana, juga karena masih merasa mual juga tubuhnya yang lemas. hingga ia tidak memakai pakaian selain kaos besar milik Leo, Leo sudah membelikan beberapa helai pakaian untuknya beserta ********** juga, tetapi Zoey memilih hanya memakai ********** saja.
" Kau sudah siap sayang? ayo." Leo langsung menggandeng mesra tangan Zoey, mengajaknya keluar Massion dan langsung masuk ke dakam mobil yang sudah siap di depan sana.
" Tapi Leo_
" Kenapa? kau memikirkan pasport juga data dirimu?" tebaknya yang tepat sasaran.
Zoey langsung mengangguk cepat, memang itulah yang sedang ia pikirkan saat ini. " Kau tenang saja, kau tidak perlu khawatir dan memikirkannya. semuanya baik-baik saja aku telah mengaturnya dengan benar." ucapan Leo seketika membuatnya lega.
Saat tiba di bandara mobil yang mereka kendarai ternyata tidak berhenti di ruang tunggu bandara, melainkan langsung menuju landasan pacu bandara. membuat Zoey yang duduk di samping Leo menatap ke kanan dan kiri.
" Kita mau naik apa?" tanya Zoey menatap bingung ke arah Leo.
Leo hanya menunjuk ke samping dengan dagunya dimana ada jet pribadi berwarna putih sudah terparkir rapi di samping mobil yang mereka tumpangi yang baru saja berhenti.
" Kau memiliki jet pribadi?" Zoey bukannya tidak tahu, sebab kemarin saat ia dan Rich ke negara ini pun juga menaiki jet pribadi milik Papa mertuanya.
' Tentu saja sayang, dan ini tidak memerlukan data pribadimu. ayo keluar, mereka semua sudah menunggu kita." Leo lebih dulu turun dari mobil dan di ikuti Zoey setelahnya.
__ADS_1
Sebenarnya Zoey masih tidak percaya bahwa pria kecilnya itu ternyata audah sesukses ini, bahkan saat pria itu menyodorkan data pribadi miliknya, membuatnya terkejut dan tidak langsung percaya. tetapi setelah melihat Massion mewah dan di tambah jet pribadinya, ia mulai percaya bahwa Leo bukan orang sembarangan, dan kekayaannya ternyata hampir sama dengan keluarga Taro.
Beberapa jam kemudian akhirnya jet pribadi milik Leo mendarat sempurna di bandara internasional LCY. Zoey turun masih dengan di gandeng mesra oleh Leo.
Beruntungnya Zoey sebelum pesawat itu take off, Leo mendatangkan seorang Dokter kandungan yang bertugas di bandara sebelumnya untuk memeriksa kandungannya, yang ternyata tidak ada masalah apapun, dan perhatian tersebut membuat Zoey kembali terharu dan semakin mencintai pria masa kecilnya itu.
Kau sungguh dia, aku yakin.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana*.
__ADS_1