
Setelah Ariell berhasil di selamatkan oleh mantan kekasihnya yang tidak lain adalah sahabat Abangnya sendiri, yaitu Bryan. Dan keesokan harinya kabar yang jauh lebih buruk mengejutkan sekaligus menggemparkan seluruh pihak keluarga Ariell begitupun Bryan yang pagi-pagi mengalami kecelakaan mobil hingga harus dilarikan ke RSU kota guna memberikan pertolongan kepada kedua pasien.
" Astaga! Kabar apa lagi ini? Baru juga di temukan semalam, keduanya harus mengalami kecelakaan hebat. Perjalanan cinta kalian sungguh tidak kalah dramatis dengan sinetron-sinetron yang biasa di tonton olah mak-mak jaman Now." Ujar Armand kembali frustasi mendengar kabar sahabatnya yang sedang bertaruh nyawa.
Dengan gerak cepat, ia pun kembali ke suatu tempat dimana Armand membawa seseorang yang dijadikan pelaku utamanya. Tepatnya di sebuah gedung kosong yang sahabatnya itu siapkan khusus untuknya, agar pekerjaannya berjalan mulus. Seseorang tengah duduk di kursi dan di ikat tangan beserta kakinya.
"Ber****sek apa kau juga yang melakukannya?" Tatap Armand berang dan memukul perut David yang sudah tidak berdaya sebab hantaman yang ia dan Bryan layangkan padanya semalam, kini kembali menerima hantaman kuat dari sang Detektif.
David hanya terkekeh tanpa menjawab Iya ataupun tidak, walaupun badannya sudah lemas babak belur karena perlakuan Armand, David masih bisa tersenyum sinis, tanpa ada rasa penyesalan sedikitpun.
" Kalau bukan aku yang melakukannya apa kau akan percaya? Setidaknya aku hanya akan membuat Bryan lenyap dari bumi ini, tapi tidak dengan wanita cantik itu." jawab David tersenyum menyeringai, walaupun dalam hatinya ia sangat senang dan merasa puas mendengar pria yang merebut wanitanya dulu mengalami kecelakaan hebat.
Benar juga yang di katakan cecunguk satu ini, lalu siapa dalang di balik semua ini? Batin Armand menggeram sambil terus menatap tajam ke arah David.
" Jika sampai aku tahu kau dalang di balik semua hal yang terjadi, habis kau di tanganku!" Ancam Armand sebelum meninggalkan David seorang diri dan menyurih beberaoa anak buahnya untuk menjaga pria itu dengan ketat.
...----------------...
Richard langsung terbang ke Indo begitu mendengar kabar Adik dan sahabatnya mengalami kecelakaan hebat, ia pergi meninggalkan Zoey dan Mike, sebab tidak memungkinkan ia mengajak serta istrinya yang tengah hamil besar. Rich datang bersama kedua orang tuanya, serta Valerie juga.
Begitu mendarat, ketiganya langsung menuju ke RSU dimana Ariell dan Bruan sedang di rawat. Terlihat Ibu Ayu yang sedang duduk bersama Nenek Dhisa.
" Rahayu aku minta maaf sebesar-besarnya padamu, juga pada Ibu mertuamu. Sungguh aku sedang tidak sadar waktu itu, sungguh Bu Dhisa aku minta maaf, maafkan kesalahan fatal terbesarku ini." Wilona minta maaf sebesar-besarnya pada Ibu Ayu, bahkan ia sampai berlutut membuat Ibu Ayu terenyuh hatinya dan memaafkan apa yang dulu pernah wanita itu lakukan pada keluarganya.
" Tapi aku tidak ada hubungannya dengan kematian Syarief suami Ibumu Ayu, sungguh! Aku berani bersumpah." Tambah Wilona kembali, Ibu Ayu hanya bisa pasrah, toh putranya sudah kembali bahkan wanita itu dengan sangat baik merawat, dan melindungi sang putra, dan ia rasa tidak perlu di permasalahkan lagi, ia harus ikhlas menerima.
" Jadi siapa dalang dari penculikan cucuku?" Seru Nenek Dhisa, yang sebenarnya masih menyimpan dendam pada wanita ular itu, ya ia menganggap Wilona wanita ular sebab sudah mengganggu rumah tangga putranya.
__ADS_1
" Maaf, aku tidak bisa menyebutnya, sebab keluargaku sedang di pertaruhkan. Aku sungguh minta maaf." Wilona sangat menyesal dulu pernah bekerja sama dengan iblis berwujud manusia, yang sampai saat ini mungkin masih berkeliaan di mana-mana, karena ia sendiri tidak pernah bertemu kembali setelah sekian tahun.
Bukannya Wilona tidak mau memberitahu siapa sebenarnya orang itu, tapi saat ia mencoba ingin memberitahu pada suaminya sendiri, ia merasa tertekan apabila mengingat kembali dengan ancaman iblis itu kalau sampai ia buka mulut, jangan harap ia bisa melihat putri satu-satunya itu lagi di dunia ini.
Gustav juga selalu berada di samping istrinya, tidak ingin istrinya itu kembali merasa kesakitan, apalagi mengalami trauma berkepanjangan yang mengakibatkan ia berteriak histeris kembali seperti kemarin.
Tanpa Wilona ketahui bahwa sebenarnya putrinya itu sudah hampir mengalami hal yang mengerikan terjadi padanya, tapi Val tidak pernah menceritakan perihal kejadian yang sempat ia alami pada siapapun termasuk kepada keluarganya sekalipun. Saat ini Val hanya bisa terdiam berdiri di samping Kakaknya.
...----------------...
* Dua minggu berlalu...
"Ibu pulanglah dulu istirahat, biar Richard dan Nando yang akan menjaga Ariell." pinta Rich pada Ibu kandungnya, tidak tega ia melihat Ibunya yang duduk di samping Adiknya dengan wajah yang terlihat sangat letih karena kurang istirahat.
Karena saat ini hanya ada dia dan Ibu Ayu saja di ruangan rawat Ariell. sedangkan Nando pamit pergi untuk membeli makanan untuk mereka makan malam ini.
"Pasti Ariell baik-baik saja Bu, dia wanita yang kuat, mungkin sekarang dia sedang menikmati mimpi indahnya, kita harus terus berdoa supaya Ariell cepat bangun dari mimpinya." terang Rich sambil mengusap sayang puncak kelapa Adiknya, ia sungguh merasa menjadi Kakak yang gagal, sedari kecil belum pernah menjaga Adiknya ini, tetapi cobaan terus saja datang pada wanita yang masih belum sadarkan diri.
" Lalu bagaimana dengan istrimu? Dia sedang hamil tapi kau malah meninggalkannya? " Ibu Ayu terus saja mengomel pada Putranya karena meninggalkan istri yang tengah hamil besar.
"Zoey baik-baik saja Ibu, Rich kasihan kalau Zoey harus melakukan perjalanan jauh lagi, kandungannya juga sudah semakin besar." Terang Rich walaupun sebenarnya ia pun juga memikhirkan keadaan istrinya, walau tadi sempat menghubungi wanita yang telah melahirkan Putranya itu. Ibu Ayu terus mendesak sang Putra agar ia kembali ke negaranya dan menjaga istri juga Putra mereka disana, sementara Val dan kedua orangtuanya sudah kembali minggu kemarin.
" Sudah Ibu tenang saja jangan terlalu banyak pikhiran, di sana ada Papa dan Mama yang menjaga mereka semua, ada Val juga, Rich janji kalau Ariell sudah bangun Rich akan segera kembali." Richard berjalan menghampiri Ibunya dan langsung memeluk sayang dari belakang, Ibu Ayu pun membalas dengan mengusap lengan putranya sambil mencoba tersenyum.
Setidaknya ia tidak sendirian masih ada putranya yang membuatnya bersemangat melewati cobaan ini. Tapi adegan mesra antara Ibu dan anak itu tidak berlangsung lama, sebab ada seseorang yang tiba-tiba masuk.
"Tan, Rich makan dulu ini aku bawakan pizza dan beberapa cemilan." Seru Nando sambil melangkah masuk dan meletakkan bungkusan makanan itu di atas meja.
__ADS_1
" Ayo Ibu makan dulu sedikit saja, jangan sampai Ibu juga ikutan sakit lalu siapa nanti yang akan menjaga Ariell, kalau aku sudah kembali." Bujuk Rich membawa Ibu Ayu duduk di sofa.
" Fer kau sendiri tidak makan?" Tanyanya pada sahabatnya itu, karena Nando malah gantian duduk di kursi yang di duduki Ibu Ayu tadi.
" Makanlah aku sudah makan tadi." balasnya sambil menggenggam tangan Ariell yang terasa dingin, ia terus berdoa demi kesembuhan calon istrinya." Sayang kapan kau bangun?" Lirih Nando pelan tapi masih kedengaran membuat kedua orang yang duduk di sofa ikut terenyuh.
Malam semakin larut, Ibu Ayu sudah tidur di sofa, sedangkan Nando dan Rich duduk di samping dan di ranjang Ariell, siapa yang berada di atas ranjang? Tentu saja Rich, tidak mungkin ia membiarkan Nando di atas ranjang, bahkan jika dia akan menjadi calon Adik iparnya.
"Jadi benar Ariell dan Bryan bersama saat kecelakaan itu terjadi." kata Rich pada Nando, yang di jawab anggukan oleh pria itu. Tak berapa lama tiba-tiba ada sebuah pergerakan samar-samar di dalam genggaman seseorang, yang membuat keduanya begitu antusias.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.