I Remember You

I Remember You
Cobaan Baru


__ADS_3

"kau jangan pergi kemana mana hari ini!'ucap Sham bin terus menyuapi Yun ,Yun bin seperti orang yg bisu tdk menjawab apa apa atas perkataan Sham.


Saat Sham ingin pergi Yun memanggilnya.


"Sham shii!"panggil Yun.


Deg


Sham terhenti saat mendengar panggilan baru itu.


"hmm apa?"jawab Sham.


Yun bin hanya tersenyum dan menggeleng dengan wajah pucatnya.


Obat?dia bahkan tdk minum obat,dia terakhir dibelikan obat saat sidang hanya supaya tdk terasa nyeri.


"aku akan pergi kekantor hari ini!"ucap Sham.


hanya dibalas anggukan oleh Yun.


Sham didalam otaknya melihat Yun begitu berkata biarkan saja,namun dihatinya berkata sebaliknya.


Selama dikantor Sham sibuk dengan pekerjaannya yg masih mencari tau penyebab kematian geum min.


Hingga tdk terasa hari mulai gelap.


"heh makan malam yokkk!"ajk hyeu.


"iya nih aku lapar !"ucap Nara.


"jayong mana?"tanya Sham.


"aku disini...ada yg traktir?aku ikut!"ucap jayong.


"haaaaaaaa dasar gratisan!"ucap Hanjun


"gratis lebih enak cuy!"ucap jayong.


"aku yg traktir ayok!"ucap Sham.


DiRestaurant


Jayong makan dengan ditemani Soju disamping mereka masing-masing.


"Heh besok kita ada penyelidikan lagi!"ucap jayong.


"iya aku tau ..cerdik pelaku pembunuh geum min,dia tdk meninggalkan sidik jari pada linggis itu!"ucap Hanjun.


Pak Choi bekerja lagi ke pengacara song untuk sementara.


Pak Choi merasa canggung bekerja dengan pak song padahal dari dulu pak Choi ingin bekerja dengan pak song tapi saat bersama pak Choi merasa lebih nyaman dengan Yun bin.


"Ahh aku begini lebih mending dengan Yun bin!"batin pak Choi.


Kerja pak song lebih larut daripada Yun bin.


Yun bin sudah merasakan efek kecerobohannya saat keluar dari rumah sakit,dia bahkan tdk mampu untuk menahan nyerinya.


"Hyung...hiks..Hyung ...sakit Hyung...!"igau Yun bin memegangi perutnya yg memang terasa sangat sakit.


dia tidur setengah sadar dia kesakitan bahkan rasanya seperti dikerok tanpa bius.


Sampai tengah malam juga Yun bin sudah sangat lemas.


"Hyung...Hyung..sa..kit ..Hyung.."lirih Yun bin.


...****************...


Larut malam baru Sham ingat jika ada orang juga didalam rumahnya.


"astaga..aku pulang !"ucap Sham buru buru.


Jayong,Hanjun,hyeu mau pun Nara hanya terdiam melihat Sham yg buru buru sekali.


Sham pun naik taksi sampai diapartemennya.


Sham memencet pin pintu dan membukanya


Sham kedapur menyiapkan makanan untuk Yun.


Tak butuh waktu lama Sham ke kamar Yun


"Hyung...sa..kit..Hyung...hiks..hiiiihiiihiks..Hyung..!"lirih Yun.


Sham pun buru buru menaruh makanannya dan menghampiri Yun bin.


"Yun..Yun..!"panggil Sham, disamping Yun .


Yun bin tdk menjawab sama sekali, membuat Sham makin panik.


"Yun..Yun bin..buka matamu ..Yun..!"ucap Sham panik.


"hy..ung..!"panggil Yun bin masih mengigau.


"heh Yun..hyungmu disini..Hyun.."ucap Sham.


Sham memeluk tubuh ringkih Yun bin yg tdk berdaya lagi.


"ayo..ayo kita kerumah sakit!"ucap Sham.


Menggendong Yun bin dipunggung nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


bankar rumah sakit didorong cepat sampai masuk ke ruang IGD untuk perawatan untuk Yun bin.


Sham bin tangannya bergetar tdk hentinya,hatinya dan otaknya lagi sinkron untuk menyelamatkan Yun bin.


"uhhh bagaimana keadaan nya?"batin Sham bin,yg tdk tenang.


Sham bin menunggu dikursi tunggu sampai dia mengantuk bahkan dia belum melepas pakaiannya.


Dokter melakukan yg terbaik atas ijin dari sham bin.


Sham bin ke teras rumah sakit tengah malam dia menangis sesenggukan melihat keadaan Yun bin.


"Sham.. dia pembunuh appamu...!!!"triak Sham yg ingin memberi mindset jika Yun bin tdk lagi seperti Yun bin yg dia kenal.


"Dia pembunuh appa..Sham..dia pembunuh appa..hiks ..hiks.. hihihihihihihihihi,dia orang jahat..hiks..hihihihi!"histeris Sham.


Sham pergi begitu saja dari rumah sakit meninggalkan Yun bin yg masih dioperasi lanjutan.


2hari kemudian


Yun bin membuka matanya matanya tetap menangis hidupnya begitu menderita,walau geum min tiada tapi dia sangat rindu panggilan hyungnya.


Baru sadar dia langsung menangis dalam diam.

__ADS_1


"ini terjadi lagi!"batinnya.


"Hyung membawaku kerumah sakit namun meninggal kan ku!"batinnya yg sakit hati.


Sham bin tdk terlihat sejak hari itu,Yun bin sendiri dirumah sakit.


Makan pun dia susah dia seperti orang sangat lemah.


"Hyung...!"lirihnya.


Umurnya yg belum menginjak 28 tahun terasa sangat berat.


Dokter datang dan memeriksanya lagi


"Dimana hyungku?"tanya Yun.


"hyungmu?dia..tdk datang belakangan ini!"ucap dokter.


"hm, Baiklah!"ucap Yun.


3 Minggu kemudian


Yun bin tdk dijenguk Sham sama sekali,bahkan dia menghilang kabar dengan Yun bin.


Sampainya dirumah Yun


Dia langsung mandi dan memakai jasnya,sudah 3 Minggu lebih dia cuti dan sekarang dia bakal berangkat kekantor pagi hari.


"Aishh berapa banyak berkas yg ada nanti?"batin Yun bin.


Memakai dasi dilehernya.


Sampainya dikantor


Semua mata memandang dirinya entah kenapa, terasa seperti orang yg tdk ada pantasnya ke kantor itu.


Diruangan nya terlihat surat yg dilipat rapi.


Yun bin membacanya,dalam sekejap matanya tersirat kesedihannya.


Tertulis jika Yun bin bukan lagi bagian dari gedung ini,yg berarti dia dipecat menjadi pengacara dari gedung besar tempat dia berdiri saat ini.


Yun bin tertawa namun air matanya jatuh dengan deras.


"hahahahah..lucu sekali caranya hahahahaha..kenapa air mataku jatuh?"ucapnya sendiri diruangannya.


"Memang tdk ada orang yg percaya padaku..hahaha.. hadeh!"


Yun bin mengambil kotak hitam dan menaruh semua barang barangnya,saat melihat papan namanya yg tertulis pengacara Yun bin,dia hanya tersenyum sedih.


Menaruh juga di kotak itu dengan kasar.


Bibir tersenyum namun hati terluka, bagaimana bisa orang tdk ada yg percaya padanya bahwa bukan dia pelaku pembunuh ayahnya sendiri.


Dan siapa yg mengatakan kebohongan itu kasus ini sudah terpendam dalam dalam namun digali lagi.


Clek.."suara pintu dibuka.


Memperlihatkan Pak Choi yg membawa jas ditangannya.


"Min..kau sudah kembali?"tanya pak Choi duduk dimeja.


"Apa pak Choi belum tahu?"batin Yun bin.


"Bagaimana cutimu?kau terlihat lebih sehat sekarang!"ucap pak Choi fokus ke mejanya yg berantakan.


"hmm iya..!"jawab pak Choi.


"kembalilah bekerja dengan pak song!"ucap Yun.


Pak Choi pun akhirnya melihat ke arah Yun bin tampak mejanya sudah tdk ada papan namanya.


"Yun bin.."ucap pak Choi memanggil nama asli dari Yun.


"hmm yasudah aku mau pergi!"Yun bin bangun dari duduknya.


"min..min shiii!"panggil pak Choi.


Yun tdk mau mendengarkan


"pengacara min!"panggil pak Choi.


"Aku akan berhenti jadi pengacara jadi berhentilah panggil aku sebagai pengacara!"ucap Yun bin.


"apa yg kau katakan!"ucap pak Choi.


"ya..ya..kasus 12 tahun lalu diketahui banyak orang..heh bagaimana aku mendapatkan klien jika itu terjadi? pastinya tdk ada orang yg percaya padaku!"ucap Yun bin yg terdengar frustasi.


"Jadi berhentilah mengikuti ku pak Choi,aku pembawa aib aku dikenal pembunuh ayahku sendiri,jangan dekat denganku."ucap Yun bin yg bergegas pergi.


Pak Choi hanya diam melihat punggung Yun bin .


Dikota yg sebesar itu dia berjalan kaki membiarkan sakit pinggang bagian bawah menyerang.


"kenapa aku sering sakit pinggang belakang ku belakangan ini?"batin Yun bin.


Yun bin berhenti sejenak Karna baru sekarang pinggang belakang nya sangat sakit.


Dia duduk sejenak dikursi meredakan sakit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sham bin dan Hanjun sedang melakukan tugasnya sebagai seorang polisi.


"pengacara Yun bin lebih dikenal pengacara min dipecat dari gedung pengacara negara, diketahui beliau mempunyai kasus dimasa lalu bahwa beliau pernah melakukan kejahatan yaitu membunuh ayahnya sendiri"ucap presenter tv.


Nara seketika mematikan tv karena sham menonton hal itu.


"Bagaimana wartawan itu bisa tau?"pikir Sham.


Sham melanjutkan pekerjaan nya dengan Hanjun.


"kau baik baik saja?"tanya Hanjun.


"hmn iya lanjutkan saja!"


...****************...


Yun bin duduk dibankar rumah sakit,dia menyerah menahan sakit dipinggang belakang nya akhir akhir ini.


"Anda baru melakukan operasi?"tanya dokter.


"gmn iya ... operasi lanjutan!"ucap Yun bin.


"Dan.."dokter seketika gugup memberitahu sesuatu.


Yun bin menunggu sebuah jawaban

__ADS_1


"Ada apa?"tanya Yun bin dengan polosnya.


"Gagal ginjal!"ucap dokter itu.


Yun bin seketika menurunkan senyumnya air mata tergenang jelas dipelupuk matanya.


"Apa yg harus saya lakukan?"tanya Yun bin tetap tersenyum walau sudah tdk mampu.


"Ini awal tapi rutin lah minum obat dan vitamin!"ucap dokter itu.


Air mata Yun bin sudah jatuh kepipinya terlihat jelas lemahnya saat ini.


Saat keluar dia suruh menebus obat namun dia tdk menebusnya uangnya sudah dia gunakan untuk biaya operasi lanjutan nya.


Dia hanya punya uang untuk hidupnya besok lusa dan seterusnya.


"Biarkan saja..aku tdk peduli!"gumamnya masuk ke sebuah toko untuk membeli ramyeon.


Walau sudah ada ramyeon didepannya dia hanya menunduk mengurut pinggang nya yg terasa sakit,sesekali dia mengusap air matanya.


"Yun bin!"ucap seseorang duduk didepannya.


Yun bin menegakkan kepalanya dia hanya tersenyum tipis melihat jayong didepannya.


"heh wae?kenapa kau menangis?"tanya jayong pindah tempat duduk ke samping Yun bin.


"Ada apa?kau nangis Karna berita itu?"tanya jayong,memeluk kepala Yun bin.


"Aku mohon.. percayalah padaku..aku tdk membunuh ayahku..hiks..hiii!"tangis Yun bin.


"Maafkan aku..!"lirih jayong.


Seketika Yun bin melepas paksa pelukan nya.


"ya baiklah kau bisa pergi!"ucap Yun bin.


"Ini tugasku tdk bisa membela mu!"ucap jayong.


Yun bin tdk mau mendengar dia memaksa menyantap ramyeon didepannya walau air matanya jatuh.


"aku mohon jangan menangis.."ucap jayong.


"Apa kau tdk ada tugas,lanjutkan tugasmu!"ucap Yun bin mengalihkan pembicaraan.


"ya..aku ada tugas aku pergi dulu!"ucap jayong bergegas pergi.


Yun bin hanya diam tanpa menjawab sepatah kata untuk jayong.


...*************...


Sampai nya dikantor polisi jayong tdk bisa membela siapa pun kalau dia membela Yun bin sama saja dia dikatakan membela pembunuh.


"jayong. .ada apa? tumbennya kau diam hari ini!"Ucap Hanjun.


"aku tadi melihat pengacara min!"ucap jayong,yg mampu membuat Sham menoleh padanya.


"Bagaimana keadaan nya?"tanya Hanjun.


"Dia..terlihat kurang baik tadi..aku rasa dia terlalu sering menangis matanya bengkak bahkan dia sesenggukan saat aku memeluknya"ucap jayong.


Sham kembali lagi ke mejanya dan sibuk mempermainkan borgol.


"Temui dia..!"kata hati Sham


"Biarkan saja!"kata otak Sham.


"Sham apa kau tdk menemuinya?"tanya Hanjun


"Aku tdk ingin menemuinya!"ucap Sham.


"Aku memang hyungnya tapi aku tdk akan mempertaruhkan jabatanku untuk membelanya"ucap Sham.


Malamnya


Paman nya datang menemui Sham


"paman ada apa?"tanya Sham.


"Paman ada sesuatu untukmu!"ucapnya


Paman memberi sebuah kotak dan saat dibuka terlihat jam tangan yg berukir nama Chan sham bin,Jayong baru sadar jika jam yg dipakainya hari ini ialah jam yg dikirim Yun bin untuk Sham,namun Sham menolaknya.


Hanjun juga sadar hal itu terlihat jam itu sama namun Sham menerima pemberian pamannya tapi tdk dongsaengnya.


Jayong seketika melepas jam itu dan menaruhnya dikotak.


"Sham!"panggil jayong.


"iya apa?"ucap Sham yg sibuk memasang jam tangan ditangannya,sambil duduk dimejanya.


"aku mengembalikannya!"ucap jayong.


Sham hanya tersenyum namun masih tdk peduli saat melihat kotak yg sama didepannya.


"Hey aku pulang dulu besok kita hanya patroli!"ucap Sham mengambil kotak jam itu.


Hati jayong lega namun saat Sham keluar terlihat jelas Sham membuang jam itu ke tong sampah.


Jayong hanya menatap kosong ke arah jalan Sham.


...**************...


Halte


Yun hanya menatap sayu jalan jalan kota yg ramai walaupun orang orang sudah mengecapnya sebagai seorang pembunuh.


Pikirannya kosong melihat mobil yg lalu lalang didepannya.


Sham pun tdk sengaja turun dipemberhentian itu melihat Yun yg duduk bengong padahal bus sudah datang.


Yun bin melihat Sham yg sedang melihatnya,seketika Yun bin pergi meninggalkan halte.


Sham pun mengikutinya dari belakang Yun bin tau dia diikuti sampai dijalan gang sepi Yun bin berhenti dan menoleh ke belakang.


"Apa yg kau mau?Sham shii apa yg kau mau lagi?"bentak Yun bin.


Sham hanya diam melihat dari ujung kakinya sampai ke ujung kepala.


Bagaimana penampilan nya? Jawabannya berantakan ya penampilan Yun jauh dari kata berkelas.


"Karir ku sudah hancur apa lagi? hidupku?hidupku juga sudah berantakan!"triak Yun.


"Aku hanya ingin melihatmu!"ucap Sham.


"Kau juga perlu katakan jika aku pembunuh eomma,kau juga boleh katakan aku pembunuh appa dengan keji,katakan pada dunia bahwa Chan Yun bin ialah seorang pembunuh katakan pada dunia tentang hal itu!!"Triak Yun bin yg sudah frustrasi.


Sham berbalik arah dan pergi meninggalkan Yun bin begitu saja.

__ADS_1


Yun bin ke toko dan membeli alkohol dan membawanya pulang,etikanya sudah tdk patut dihargai.


__ADS_2