I Remember You

I Remember You
Solusi Menyelesaikan Masalah.


__ADS_3

Dua hari kemudian..


Pagi ini setelah kondisi Zoey sudah semakin membaik sang Dokter memberikan ijin untuk Mrs. Taro ini untuk meninggalkan rumah sakit, wajah Zoey terlihat sudah tidak sepurcat dua hari yang lalu saat di bawa kesana.


Namun sekarang justru wajah Rich yang di tekuk tidak bisa di artikan, entah sedang marah, namun marah pun juga dengan siapa? Atau sedang sedih saat melihat istrinya itu terbaring di rumah sakit, entahlah hanya dia yang tahu.


" Pelan-pelan sayang." ujar Rich saat mendudukkan istrinya itu di atas kursi roda, dan mereka siap untuk keluar ruangan perawatan.


Zoey tersenyum menatap wajah suaminya, namun dahinya mengernyit bingung saat melihat suaminya yang biasa tersenyum itu sekarang sedang melipat wajah tampannya. Ada apa? batinnya bertanya-tanya, semenjak ia kembali dari ruangan Dokter waktu itu, suaminya itu terlihat sedikit murung, setiap di tanya jawabnya tidak ada apa-apa, semuanya okay, begitulah jawaban yang ia terima, namun sebagai seorang istri instingnya lebih kuat terhadap suaminya.


" Sayang sebenarnya apa yang terjadi? Apa aku punya penyakit yang mematikan?" celetuk Zoey pelan, saat mereka sudah keluar dan berjalan di lorong-lorong rumah sakit, di sebelahnya ada sang putra yangnjuga nampak khawatir pada Ibunya.


Mendengar lontaran dari istrinya membuat Rich yang mendorong kursi roda terhenti sejenak, lalu ia menunduk menatap tidak suka ke arah sang istri. " Apa yang kau katakan! Kau sangat sehat tidak ada penyakit apapun, Tolong jangan mengatakan hal semacam itu!" Rich berkata dengan sedikit menaikkan suaranya satu oktaf, membuat Mike dan beberapa orang-orang yang berada di sekitar mereka jadi menatap kearah keduanya.


Seketika Rich menyadari hal itu, ia pun kembali menunduk, " Maaf sayang, nanti saja kita jelaskan di mobil. Waktu kita tidak banyak, kita harus bergegas ke bandara." sesalnya dengan mengusap pucuk kepala Zoey.


Zoey pun akhirnya memilih diam, walau di samping itu. Suaminya kini jadi lebih perhatian dari sebelumnya, membuatnya tidak jadi bertanya lebih.


Tak berapa lama mereka sudah tiba di bandara dan melakukan Boarding pass, sebab Rich sudah memesannya lewat online tadi malam setelah membereskan berang-barang mereka yang ada di hotel juga sekalian check out dari hotel tersebut.


***


Hingga beberapa jam menempuh perjalanan akhirnya keluarga kecil itu pun sampai di negara mereka dan saat ini mereka juga baru sampai di kediaman mereka. Keduanya juga sudah membersihkan diri dan bersiap untuk tidur.


" Sayang kau ingin makan apa? Buah? Biar aku ambilkan ya." seru Rich setelah membantu istrinya itu untuk berbaring di atas ranjang, sembari menyelimutinnya hingga sampai ke perut yang maaih terlihat datar itu.


Rich baru mengetahui melalui internet dan juga beberapa Dokter sudah menjelaskan padanya jika ada sebagian wanita yang sedang hamil biasanya suka nyemil di malam hari, makan-makanan ringan seperti makan buah, atau jajanan seperti itu sehingga ia menawarkan diri sebelum istrinya itu memintanya.

__ADS_1


" Aku tidak ingin makan buah, mau minum susu saja sayang." jawabnya yang memang sedikit haus.


" Baiklah, aku buatkan dulu." Rich langsung turun ke dapur untuk membuatkan susu khusus Ibu hamil untuk istrinya, tadi sebelum mereka ke kamar Mike sudah lebih dulu di antar ke kamarnya karena sudah lebih dulu terlelap di mobil menuju ke Mansion mereka. Bahkan kedua orangtuanya sengaja Rich tidak beri kabar agar tidak menunggu kedatangannya. Yang memang hari sudah malam saat mereka baru sampai.


Tak lama Rich masuk kembali ke kamar dengan nampan berisi secangkir susu coklat hangat untuk istri tercintanya. " Sayang minum dulu susunya." titahnya sembari membantu Zoey untuk duduk bersandar di headboard dan membantunya memegangi cangkir tersebut.


" Ya sudah istirahatlah ya, aku akan ke ruang kerja sebentar." pamitnya mengecup kening juga bibir istrinya sebelum beranjak pergi.


Saat akan bangun ternyata tangannya di cekal oleh Zoey, membuat Rich mengurungkan niatnya, " Kenapa? Ada sesuatu yang kau inginkan sayang?" tanyanya begitu lembut.


Zoey menggeleng sambil mengerucutkan kedua bibirnya sedikit meju ke depan, dan itu justru terlihat menggemaskan sekali bagi Rich. " Jangan di majuin gitu bibirnya, bisa tidak!" ucap Rich sembari menahan sesuatu yang mulai bangun.


" Jangan pergi tetap disini, sepertinya baby ingin bertemu dengan Daddynya." cicit Zoey begitu manja padanya.


" Jangan memancingku sayang, sebaiknya kau tidur saja ya?" tolak Toch secara halus.


" Memang kenapa? Kau tidak mempunyai wanita lain 'kan?" tudingnya menatap kesal pada sang suami. Padahal bukan itu alasan Rich menolaknya untuk bercinta, tetapi ada hal yang lain yang memang tidak di ketahui oleh Zoey.


Melihat suaminya itu diam saja, membuat Zoey semakin beramsumsi jika sang suami mulai bermain api di belakangnya. " Jadi benar! Siapa wanita itu! Cepat katakan!" amuknya yang mulai emosi, memang bawaan Ibu hamil kadang-kadang tidak bisa terdeteksi, kadang cepat sedih, senang, dan tiba-tiba marah-marah tidak jelas.


" Aduh sayang bukan itu. Sebenarnya kata Dokter kemarin itu kita tidak boleh berhubungan dulu." sahutnya ambigu.


" Maksudnya? Kita ini sudah menikah lho, sepertinya itu bukan Dokter yang mengatakannya, tetapi memang kau sendiri yang sudah bosan padaku, benar bukan?" tuding Zoey menatap tajam pada suaminya yang terlihat begitu shock.


Bagaimana tidak shock jika tiba-tiba sang istri menuduhnya berselingkuh tanpa bukti, sedangkan dia sama sekali tidak ada niat sama sekali untuk berbuat menjijikan seperti itu, satu saja sudah cukup baginya.


" Astaga! kenapa jadi begini sich!!" lirih Rich berbicara dengan menggunakan bahasa negara asal Mamanya.

__ADS_1


" Kau bicara apa tadi?" bukannya mereda, Zoey kembali menatap sengit ke arah Rich. Membuat pria itu semakin bingung sendiri, tak ingin membuat istrinya itu semakin murka kareana tidak baik bagi Ibu hamil, Rich pun segera mencari jalan keluar agar istrinya tidak marah lagi padanya.


Langsung saja Rich memang*t bibir yang sedari tidak bisa diam itu, mengul*mnya hingga membuat Zoey kehabisan oksigen karena serangan tiba-tiba yang di lakukan suami mesumnya.


Jika sudah begini sepertinya Rich akan melanggar peringatan dari sang Dokter yang mengatakan mereka tidak boleh melakukan adegan dewasa terlebih dahulu sekitar dua bulan kedepan, itulah yang membuatnya banyak diam karena merasa tidak bersemangat saat mendengar lontaran dari sang Dokter kemarin.


Siapa yang akan tahan tidak bisa menyentuh istrinya sendiri selama itu, jangankan untuk dua bulan, barang sehari saja tidak menyentuh istrinya, itu sudah membuatnya tersiksa. Di tambah ini adalah moment yang ia tunggu saat istrinya hamil kembali.


" Heuumm,," Lenguh Zoey saat ciuman Rich turun di belahan bukit kembarnya, yang entah sejak kapan pakaian tidurnya sudah terlepas dari tubuhnya.


" Aku akan melakukannya dengan sangat hati-hati sayang." ujarnya dengan suara parau, Zoey hanya bisa mengangguk pasrah, kekesalannya pun seketika sirna tergantikan dengan perasaan senang dan juga rasa yang bisa membuatnya melayang. Dan mulai sekarang Rich harus lebih berhati-hati lagi, ia tidak ingin membuat Zoey kembali masuk rumah sakit hanya karena sebab percintaan panas mereka.


Akhirnya keduanya pun mulai terhanyut dengan kenikmatan yang mereka ciptakan masing-masing hingga melupakan perdebatan yang sempat membuat keduanya bersitegang, hanya karena kebutuhan batin mereka. Dan kini Rich akan mulai mengingatnya, jika mereka sedang berdebat seperti tadi solusinya hanya satu yaitu bergulat di atas ranjang, dan masalah pun terselesaikan dengan cepat. Terlihat gampang namun banyak orang yang tidak bisa menyelesaikannya.


.


.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2