I Remember You

I Remember You
Bercocok Tanam


__ADS_3

Rich terus mengukung Zoey, hingga wanita itu tidak bisa bergerak kemanapun. " H-hukuman apa maksudmu?" Zoey bertanya tanpa menatap Rich. Namun Rich justru semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Zoey, semakin terus mengikis jarak di antara mereka.


Tidak! Ini tidak boleh terjadi! Hati kecil Zoey seakan memberontak.


" Tunggu! Kau tidak boleh melakukan ini padaku?" cegah Zoey berusaha menyadarkan pria itu.


Namun Rich hanya menulikkan sebelah alisnya mendengar ucapan Zoey, " Kenapa? Apa kau lupa, aku masih berhak atas dirimu?" kini wajahnya ia dekatkan kembali.


" I-itu benar, tetapi bukankah kau sudah mempunyai penggantiku, dan jika memang benar, bukankah seharusnya kau melepaskanku terlebih dahulu baru setelahnya kau bisa menikah kembali." ujar Zoey yang kini menatap serius pada Rich.


" Penggantimu?" beonya sembari mengkerutkan dahinya. " Aa,, kau pasti tidak terima saat pengadilan menolak surat gugutanmu itu. Ya memang akulah yang membuat suratmu itu di tolak, dan terbukti ada Mike di dalam perutmu waktu itu, aku benar bukan?" tebak Rich penuh percaya diri.


Dan Zoey merasa tercekat saat ini, apa yang Rich katakan itu memanglah benar, namun sebagai seorang wanita tentu saja ia tidak terima di perlakukan seperti itu. Walau pada awalnya ia menerima pernikahan ini dengan terpaksa, tetapi tetap saja ia tidak sudi di duakan atau apalah itu namanya.


Dan sekarang setelah mengetahui kebenarannya, sisi lain Zoey sangatlah bahagia karena ternyata selama ini ia menikah dengan pria yang ia cari, namun sisi lainnya ia juga tidak ingin ada pernikahan di atas pernikahannya terjadi, mana mungkin Zoey akan menerima pria yang selama ini ia cintai akan menikah kembali dengan wanita lain.


" Kau tidak bisa menjawabnya, berarti aku tidak salah bukan? Kenapa kau menutupi semuanya dariku? apa kau masih tidak percaya bahwa aku-lah Leo yang asli? okay, mungkin saat itu memang kau belum mengetahui kebenarannya. Justru itu kenyataannya, kenapa kau justru memilih pergi setelah mengetahui kebusukan pria bangs4t itu, kenapa kau tidak kembali pada suamimu? Kenapa kau menutupi semuanya dariku? aku adalah Ayah biologisnya, sekarang aku tanya padamu, setelah kau mengetahui kebenaran atas identitasku, apa kau akan tetap menginginkan kita berpisah?" Zoey nampak bergeming.


" Kau sungguh ingin memisahkan aku dengan darah dagingku? Kau ingin melihat Mike kembali bersedih, begitu tahu kedua orangtua kandungnya akan berpisah?" tanya Rich kembali.


Namun Zoey langsung menggeleng sebagai jawabannya, mana mungkin ia tega memisahkan kedua pria yang sangat ia sayangi ini.


" Lalu masalahnya dimana? Jika ini mengenai kabar yang kau dengar, itu tidaklah benar. Mama yang menginginkan aku menikah lagi, karena kami tak kunjung menemukan keberadaanmu dimana pun. Maka dari itu Mama menyarankan seperti itu, tetapi aku terus saja menolak permintaannya. Maka dari itu, mau tidak mau kalian harus ikut pulang bersamaku, apalagi dengan kehadiran Mike nantinya pasti membuat semuanya berjalan dengan baik, kau tidak perlu khawatir tentang itu, disini hanya ada namamu dari dulu hingga sekarang." sentuh Rich pada d**a kirinya, begitu selesai menjelaskan panjang lebar.


" T-tapi aku merasa tidak pantas kembali kepada keluargamu apalagi_


" Sssttt,, tidak ada yang perlu di pikirkan, aku yakin mereka pasti akan menerimamu kembali. Terlepas masalah kepergianmu, mereka semua tidak menyalahkanmu, ini semua salahku yang tidak bisa membuatmu nyaman denganku. Dan asal kau tahu tidak ada yang lebih pantas bersamaku selain Ibu dari putraku ini." kini Rich kembali mengukung Zoey, lalu mendorong pelan tubuh Zoey ke belakang hingga terlentang di atas ranjang.


Rich langsung merayap naik ke ranjang, Zoey tidak melawan ia pun pasrah, tetapi ia merasa masih ada yang janggal." Tapi_

__ADS_1


" Nanti kita lanjutkan lagi, so biarkan aku menghukum-mu dulu untuk saat ini, aku sudah tidak sabar lagi." tanpa menunggu lagi Rich langsung meraup bibir ranum Zoey yang sedari tadi pagi membuatnya tidak tahan lagi ingin segera memakannya, melahapnya sedikit rakus.


" Mmmppp.." Zoey mendorong d**a Rich agar melepaskan ciumannya, seakan tuli, Rich justru memperdalam ciumannya, menghisap, ******* habis benda kenyal yang sangat ia rindukan itu.


Perlahan tapi pasti, Zoey mulai melemah dan terbuai oleh ciuman yang Rich lakukan padanya, ia pun membalasnya. Mereka saling menghisap, membelit satu sama lain, hingga pasokan udara mereka menipis barulah Rich melepaskan ciuman panas mereka.


" Aku begitu sangat merindukanmu sayang, dan hanya kau wanita yang aku cintai." bisik Riich dengan suara beratnya sambil menahan gair4hnya sendiri, sementara Zoey wajahnya sudah merah padam antara malu juga menunggu kelanjutannya.


" Aku sudah tidak tahan lagi sayang, bolehkah?" pinta Rich dengan tatapan yang sudah berkabut, keduanya kembali berciuman dengan ganas seajan tidak ada hari esok saja.


Rich tidak ingin kehilangan kesempatan ini, ia mulai membuka pakaian yang di kenakan Zoey, begitu pun dengan pakaiannya. Hingga tubuh keduanya hampir polos hanya tersisa dalam*n mereka saja.


" Apa kau merindukanku juga?" bisik Rich sedikit mendesah di dekat telinga Zoey, bahkan ia juga mengul*m cupingnya. Sementara Zoey hanya bisa mengangguk dan melenguh menahan suara desah*nnya sendiri. Dengan cepat Rich melepaskan kain yang tersisa di tubuh mereka, dan bersiap untuk bercocok tanam.


Beruntung malam ini Ellen mengajak putranya itu untuk tidur di kamar wanita itu, jika tidak pasti bocah itu sudah mengganggu acara olah raga malam mereka yang sudah lama tidak tersalurkan.


Keduanya melenguh panjang begitu benda kekar itu mulai masuk ke dalam tubuh Zoey, bergerak pelan untuk mencari titik-titik yang ia cari hingga kemudian bergerak cepat saat mereka sudah menemukannya.


" I love you baby." bisik Rich setelah mencium kening Zoey dan bergerak ke samping lalu memeluk erat tubuh itu, saling berpelukan di bawah selimut masih dalam keadaan polos hingga keduanya terpejam.


...----------------...


Di belahan bumi lain, hari sudah berganti. Sudah waktunya bagi mereka untuk kembali menjalani rutinitas mereka sehari-hari dalam bekerja.


" Hati-hati di jalan sayang. Nanti kabari aku begitu kau sudah sampai disana, maaf aku tidak bisa mengantarmu kesana." ujar Armand yang saat ini mengantarkan istrinya ke sebuah stasiun.


" Tidak apa-apa, kau juga hati-hati, lusa aku kembali." Ruby membuka pintu mobil akan segera turun, hari ini ia memenuhi undangan dari sahabatnya yang sedang menikah di luar kota.


Armand sudah meminta istrinya itu untuk naik jalur udara saja, tetapi sang istri justru memilih naik kereta karena sudah lama tidak menaikinya. Oleh karena itu Armand pun mengijinkan.

__ADS_1


" Sayang, kau belum menciumku!" ujar Armand membuat Ruby menghentikan niatnya untuk turun, lalu ia memutar tubuhnya kembali dan segera memberikan apa yang suaminya itu inginkan.


Cup.


Saat Ruby akan menjauhkan wajahnya, tangan Armand sudah lebih dulu menahan tengkuknya untuk memperdalam ciuman mereka, hingga pada akhirnya Armand melepaskan ciumannya, walau sebenarnya enggan untuk melepaskannya.


" Aku pasti akan sangat merindukanmu sayang." suaranya bahlan sudah sedikit berat menahan sesuatu.


Ruby hanya tersenyum menanggapi," Ini hanya beberapa saja, baiklah aku pergi." Ruby akhirnya turun dan melangkah semakin menjauh begitu anggunnya dan benar-benar meninggalkan Armand seorang diri.


" Kenapa kau bangun, di saat waktu yang tidak tepat!" gumamnya melirik ke arah bawah sana, hingga mulai melajukan mobilnya kembali menuju tempatnya bekerja.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2