I Remember You

I Remember You
Ikhlaskan...


__ADS_3

For you ~ Yeni Agustina_ Terima kasih atas dukungannya, jangan bosan untuk meninggalkan jejak ya Kakak..dukungan dari kalian sangat berarti buat Author.


* Happy Reading


...****************...


Di malam hari saat Rich akan beristirahat, ia menyempatkan diri untuk menghubungi sang adik yang berada di negara berbeda untuk menyampaikan kabar bahwa Mamanya sudah di ketemukan juga apa yang tempo hari di sampaikan oleh Mamanya tentang ungkapan kebenaran versi sang Mama.


Keluarga kecil itu juga sudah kembali ke Mansionnya sendiri setelah menginap beberapa hari di kediaman Sang Kakek yang kini kembali sepi. Sebab Mama dan Papanya pun memutuskan kembali ke Mansion mereka, sebab Papa Gustav yang harus kembali bekerja di perusahaan miliknya.


Walau sudah ada Rich sang putra yang sudah membantunya, namun Gustav masih ingin mencari kesibukan sendiri selagi tenaganya masih mampu begitu pun dengan otak encernya, sayang jika tidak di gunakan untuk terus mengasahnya kemampuannya.


Rich sudah berbaring setengah duduk di atas ranjang empuknya, tubuhnya ia sandarkan di headboard ranjang sembari jarinya menari lincah di atas layar ponsel genggamnya untuj menghubungi sang Adik. Hingga nada sambunganpun berakhir di susul dengan suara lembut Ariell.


" Hallo Kak." Sahut suara Ariell di seberang nan jauh sana.


" Ya Halo Ariell, ini Abang sudah bertemu dengan Mama dia juga baru saja sembuh dari sakit depresinya, kendati demikian kondisinya saat ini sudah lumayan membaik saat kami datang dan juga kehadiran Mike membuat Mama sedikit terhibur. Dan tolong katakan pada Ibu mungkin secepatnya Papa dan Mama akan berkunjung ke Indo dalam waktu dekat, yang pasti setelah kondisi Mama sudah jauh lebih baik lagi." Ujar Rich pada adik kandungnya Ariell via Telepon genggam.


" Syukurla**h kalau sudah kembali, aku ikut senang Bang, semoga beliau cepat segera pulih dari sakitnya, ngomong-ngomong Val masih di Indo ya Bang?" Tanya Ariell yang sedikit merasa penasaran.


" Iya, katanya ada hal yang harus di selesaikan dengan temannya yang tinggal tidak jauh dari rumah. Tapi entah tentang apa, Abang tidak tahu. Memangnya ada apa?" Tanya Rich heran, kenapa Ariell justru menanyakan Val. " Apa ada sesuatu yang terjadi di antara kalian?" Rich tentu saja khawatir jika benar adiknya Val sudah melakukan hal di luar kendali misalnya yang membuat dirinya sebagai Kakak malu.


" Oh, tidak apa Kok. Baiklah nanti aku akan mengatakan pada Ibu perihal yang tadi. Baiklah aku tutup dulu ya, bye." Pamitnya yang ingin segera mengakhiri obrolan mereka.


" Baiklah, salam buat Ibu dan Nenek." Setelah mengatakan itu, Rich pun mengakhiri panggilan tersebut dengan pikiran yang sedikit mengganjal di benaknya.

__ADS_1


" Sayang ada apa?" Tanya Zoey yang baru saja naik ke atas ranjang, aroma wangi dari tubuh Zoey menguar di seluruh ruangan kamar, membuat Rich yang tadinya termenung memikirkan Ariell dan Val yang kemungkinan di sana sedang berselisih pun kembali ceria.


Apalagi saat mencium harum wangi yang berasal dari tubuh sang istri di tambah melihat tubuh seksi Zoey yang hanya di balut pakaian tipis yang tentu saja membuat kelakiannya terpancing bagaikan harimau yang sedang sangat kelaparan.


" Apa ini caramu untuk menggoda suamimu ini sayang?" Tangan Rich terulur dan mengusap pipi halus sang istri lalu turun ke leher putih hingga berakhir di belakang tengkuknya.


" Kenapa tidak! Jika itu berhasil membuatmu memujaku sepanjang malam_Ahh,," Ucapan Zoey terputus saat tangan nakal Rich satunya sudah berada di inti sensitifnya, bahkan meremasnya saking gemasnya.


" Baiklah aku akan mewujudkan keinginanmu itu dengan senang hati istriku. Bersiaplah." Titahnya yang akan bangkit berdiri untuk menanggalkan seluruh pakaian yang masih melekat di tubuh kekarnya namun sayang, Zoey lebih cepat darinya yang kini sudah duduk di atas kedua pahanya. Membuat Rich menyeringai lebar, sebab ia mengerti apa yang di inginkan oleh bumil satu ini. Kedua tangannya pun mengusap perut buncit Zoey yang kini semakin bertambah besar dan tentu saja seksi di mata pria satu anak itu.


" No! Kau hanya harus menerima dan menikmatinya saja." Dengan perlahan tapi pasti celana Rich sudah teronggok di vlbawah lantai, dan wajah Zoey pun sudah berada tepat di bagian yang ia inginkan, dimana lagi jika bukan di area bawah sana, satu tangannya bahkan sudah langsung bermain-main tarik ulur ke atas dan ke bawah, membuat sang pemiliknya melenguh dan menggeram keenakan.


" Ah,, kau sungguh pintar sekali sayang untuk memanjakannya." Desah Rich dengan posisi kepala sudah mendongak ke atas menikmati setiap permainan yang di mainkan oleh sang pawang djordy miliknya.


Zoey tidak menanggapinya lagi sebab mulutnya kini sudah penuh oleh benda yang kini menjadi favoritnya semenjak kehamilan kedua ini Zoey sadar dirinya menjadi liar, nakal, agresif bahkan cenderung seperti wanita penghibur di luar sana yang haus akan kebutuhan ranjang dan ranjang membuatnya seperti tidak mengenal dirinya sendiri.


" Enough Baby, let's unite." Lenguh Rich yang ingin mereka segera masuk ke dalam inti permainan yang ajan menguras tenaga keduanya.


" Kau selalu saja, sabarlah sebentar." Cecar Zoey yang tidak ingin mengindahkan permintaan suaminya, namun justru kini bergantian bermain-main dengan dua bola bisbol yang sedari tadi membuatnya gemas.


" Ahh,, cepat Baby, jangan menyiksaku semakin lama." Keluh Rich dengan tubuhnya yang semakin bergelinjangan.


Saat akan kembali mengeluh, Rich merasakan miliknya di tekan dan mulai memasuki sangkar yang sebentar lagi akan membuatnya menggil4. " Oouhh." Geraman Rich menggema begitu djordy miliknya merasakan pijatan-pijatan lembut dari dinding milik istrinya yang semakin membuatnya mabuk.


Gerakan demi gerakan terus di lakukan oleh Zoey, bersamaan dengan suara desah4n dari keduanya yang saling bersahutan, untuk mencari titik kenikmatan. Rich yang tidak tega melihat Zoey kelelahan ia membalik posisi sang istri menjadi terlentang di atas ranjang. Perlahan Rich menarik diri dan juga tubuh Zoey menepi, detik selanjurnya Rich kembali menancapkan si djordy untuk menyelesaikan permainan mereka. Hingga pada akhirnya permainan keduanya tiba di puncak yang mereka cari sedari tadi dengan lenguhan panjang secara bersamaan.

__ADS_1


" Ahh,, Kau luar biasa sayang, selalu saja nikmat." Rich berseru sesaat ia mengeluarkan air untuk menyiramkan benih yang semakin berkembang di dalam rahim sang istri. Nafas keduanya pun tersengal, Rich yang saat ini sedang berdiri di tepi ranjang membungkuk untuk bisa menyesap salah satu aset kembar milik Zoey.


...----------------...


Sementara di belahan bumi lain.


Ariell yang sudah di beritahu oleh Richard mengenai perihal Mamanya yang mengidap suatu penyakit depresi, juga tentang fakta yang sebenarnya, membuat Ariell dan Ibunya pun harus berlapang dada menerimanya.


Walaupun masih mengganjal pikhiran mereka, siapa dalang di balik kematian Pria yang menjadi kepala keluarganya. yang masih belum di ketahui mereka semua, karena Wilona masih saja membungkam mulutnya terkait pembunuhan mantan kekasihnya itu.


" Ikhlaskan saja sayang, semua sudah menjadi jalan-Nya, Mamanya pasti juga tidak mempunyai pilihan lain selain mengikuti permainan orang tersebut. Ayo sebaiknya kita makan malam." Ajak Ibunya menggiring sang putri ke arah meja makan dimana sang Nenek sudah menunggu kedatangan keduanya.


.


.


.


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2