I Remember You

I Remember You
Gejolak Batin!


__ADS_3

Saat bersamaan datanglah sahabatnya yang langsung masuk ke dalam kamar yang sudah mereka sewa untuk menginap dalam beberapa hari ini selama berada di negara asing ini.


" Ada apa Dude? Kau terlihat sangat tersiksa? Apa karena tidak bisa bertemu dengan kekasihmu?!" Sindir Bruno yang sengaja menggoda sahabatnya yang terlihat frustasi.


Memang tidak ada yang tahu perihal perjanjian antara dirinya dan Bonee sejak di mulai bahkan berakhir beberapa bulan yang lalu. Dan itu memang di sengaja oleh mereka berdua. Toch buat apa juga semua orang tahu jika selama ini tidak ada hubungan yang serius di antara keduanya.


" Terkadang manusia harus merasakan kehilangan terlebih dahulu untuk mengerti arti sebuah kehadiran Dude." Ujar Bruno kembali yang ia rasa sedikit tahu apa yang terjadi diantara Armand dan wanitanya pasti ada sesuatu yang terjadi, walau ia tidak tahu secara detail masalah apa yang tengah di hadapi oleh sahabatnya itu. Itulah sebabnya ia berusaha menghiburnya entah di tanggapi atau tidak, baginya yang penting usaha.


" Bulshitt!!! " Umpat Armand yang langsung keluar dari kamar dan pergi entah kemana, yang penting mencari udara segar agar bisa mendinginkan otaknya yang terasa panas. Begitu melihat sebuah taksi yang berhenti di area depan hotel, ia segera masuk ke dalam dan menyuruh sang supit untuk pergi ke suatu tempat.


Hingga berakhirlah disini, Armand langsung masuk ke dalam sebuah gedung klub malam yang cukup besar di daerah itu yang tentu saja sangat ramai akan pengunjungnya yang tidak pernah sepi.


Armand langsung duduk di kursi tinggi karena ia terlalu malas jika harus berkumpul dengan orang-orang tidak jelas. Ini memang bukan yang pertama kalinya ia datang ke tampat har4m seperti ini. Hanya saja, biasanya ia datang karena sebuah pekerjaan semata.


Namun berbeda kali ini, ia datang karena ingin menghibur diri sendiri, terlebih pekerjaannya yang baru saja selesai setelah mengirim seorang pengecut yang kabur ke negara mereka kembali. Cukup melelahkan juga untuk menyergapnya, sebab orang tersebut cukup pandai mengecoh.


" Berikan aku minuman spesial.!" Pintanya kepada sang bartender yang langsung mengangguk segera merajikkan minuman yang di minta oleh sang pelanggan yang baru datang.


Ia menatap sekelilingnya sembari menunggu minuman pesanannya jadi, suara bising musik dj itu sebenarnya cukup membuat gendang telinganya hampir pecah. Namun ia cukup sadar diri, terlebih melihat di bawah sana yang bagaikan lautan manusia berlain jenis sedang saling meliukkan tubuh masing-masing.


Tak hanya itu saja pemandangan yang bisa di lihat, di area sudut demi sudut yang memang dalam keadaan sedikit gelap, sudah tak dapat di hitung berapa banyaknya pasangan yang berbuat hal yang tidak senon0h saling mengumbar hasr4t masing-masing, hampir saja Armand merasa ingin muntah melihat adegan demi adegan disana-sini.


Tak lama minuman yang ia pesan pun jadi dan segera di teguk habis oleh pria detektif tersebut, hingga ia memintanya kembali dan kembali. Saat hampir fly tiba-tiba saja tanpa di duga datanglah seorang wanita penghibur yang langsung bergelanjut manja padanya.


Bukan karena terlena apalagi menikmati oleh sentuhan wanita jal4ng tersebut, namun Armand hanya merasa malas untuk meladeninya. Sebab pikirannya saat ini benar-benar sangat kacau dan hampir mabuk.

__ADS_1


Terlebih kejadian siang tadi yang tidak di sengaja bertemu dengan wanita yang menjadi kekasih palsunya, hanya saja si wanita tidak menyadari kehadirannya dan terus saja berjalan masuk ke dalam salah satu gedung bersama seorang pria yang ia ketahui adalah aktor terkenal.


" Si4lan!! Siapa pria itu!!" Umpatnya yang membuat wanita yang sedang merayunya itu terhenyak lalu mundur beberapa langkah ke belakang.


Sadar jika si wanita hampir saja melakukan aksi ekstrimnya, buru-buru ia menutup kembali zhipper celananya dan menatap tajam ke arah wanita tersebut. " You! How dare, step aside!!" Desisnya tajam lalu siap melangkah pergi tak lupa meletakkan beberapa lembar kertas uang dollar di atas meja kepada sang bartender, lalu berjalan keluar dari gedung tersebut.


Armand terus berjalan menuju area depan dimana ia ingin menghentikan sebuah taksi untuk mengantarkannya kembali ke hotel tempatnya menginap, namun saat ia berdiri bersandar di dekat jalan raya. Terlihat ada seseorang yang berjalan menghampirinya, ia tidak tahu siapa orang itu, sebab penglihatannya yang semakin buram.


****


"Aarrgh!" Rintih Armand saat merasakan kepalanya terasa berdenyut sakit dan juga berputar-putar. Ia baru saja sadar dan berusaha membuka netranya untuk melihat dimana dia sekarang. Dan terlihat ia sedang berbaring di atas ranjang mewah, tapi tidak tahu dimana.


" Sshh, dimana ini?" Ia berusaha bangun namun karena kepalanya masih berdenyut membuatnya mengurungkan niat, hingga tak lama terdengar pintu terkuak dan muncullah seseorang yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, dari bau semerbakya bisa di tebak bahwa orang itu baru saja mandi.


" Siapa kau? Dimana aku saat ini?Kenapa kau membawaku kesini?" Tanya Armand ingin segera tahu keberadaannya dan juga orang yang sudah membawanya pergi.


" Bukan aku yang membawamu kemari? Dan kau terlihat berantakan sekali Tuan detektif!" Ujarnya sengaja menyindir Armand.


Degh!!!


Armand sungguh terhenyak mendengarkan itu, bukan karena orang tersebut mengenali statusnya, melainkan suaranya yang terdengar sangat familiar di telinganya.


" Bo-bonee? Kaukah Bonee?" Tanya Armand terkejut juga tidak percaya, bahkan bola matanya membola saking terkejutnya menatap wanita yang ada di hadapannya saat ini, bahkan ia tak mengira akan bertemu kembali dengan wanita yang menjadi kekasih palsunya waktu itu.


" Bonee? Siapa Bonee?" Tanya balik wanita tersebut yang masih berdiri mematung di dekat pintu kamar mandi, tanpa ingin bergeser atau pun melangkah pergi dari sana.

__ADS_1


Mendengar hal itu Armand spontan beranjak dan berjalan menghampiri wanita tersebut yang otomatis mengejutkannya" Ka-kau mau apa?" Tanya si wanita gugup juga waspada, ia tidak ingin pria itu berbuat hal di luar kendalinya.


" Aku mau apa?" Ulang Armand yang kini sudah berhasil mengukung tubuh wanita tersebut, dan menghimpitnya di antara dinding kamar tanpa bisa kabur darinya." Tentu saja untuk memastikan sesuatu!" Desis Armand yang menatap menelisih ke dalam manik berwarna coklat tersebut, yang membuatnya tersenyum simpul dan semakin mengikis jarak di antara wajah keduanya, antara setengah sadar akibat minuman ia juga merasakan gejolak batinnya yang menggebu.


" Tungg— "


Si wanita sudah tidak bisa berteriak saat dua benda kenyal itu mulai bersentuhan dan saling bertaut. Awalnya wanita itu terus saja memberontak dan mendorong Armand, namun lama kelamaan ia mulai terhanyut dalam permainan yang Armand ciptakan.


" Aku sangat merindukanmu.."


.


.


.


.tbc


Siapa kira-kira wanita itu?


Wah ini mendekati ending yaa..


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.

__ADS_1


__ADS_2