
Armand menoleh ke belakang dan menemukan sosok wanita yang beberapa bulan ini sudah menemaninya. Ia masih berpikir ini hanyalah hubungan palsu yang di sepakati oleh keduanya, dan ia hanya ingin menjadikan ini semua pelampiasan semata.
Terlebih ia juga harus fokus untuk mengupas habis segala permasalahan yang terjadi pada sahabatnya beserta istrinya. Bolehkah ia mengesampingkan masalah ini walau sebentar? Ia harus menelisik sejauh mana perasaannya pada wanita yang ada di hadapannya saat ini.
" Hey, kau mencariku?" Tanyanya dengan begitu tenang, ia juga menelisik apakah wanita ini juga sama halnya dengan dirinya yang merasa ada hal lain yang terus mengusiknya.
" Ya! Aku bertanya-tanya kemana kau pergi sedari tadi, lalu apa yang kau lakukan disini? Harusnya kau menemani sahabatmu yang sedang berbahagia bukan? Ayo kita harus kesana, semua sedang mencarimu, ya walau hubungan kita ini palsu tapi setidaknya kita harus bersikap sebagai pasangan kekasih bukan?" Bonee segera menarik lengan Armand menuju sekumpulan para sahabat dari pria ini, tanpa ingin menunggu persetujuan terlebih dahulu darinya.
Armand menurut saja tanpa ingin menolaknya. Namun sebelumnya ia memberi kode kepada para sahabatnya. Ia sendiri juga bingung harus bagaimana bersikap pada Bonee saat ini, terlebih ada seseorang yang beberapa hari ini mengusiknya, seseorang yang tiba-tiba kembali yang sedang berdiri tak jauh darinya tadi. Ya dia adalah Catie yang entah mengapa semakin kesini membuatnya semakin menduga jika ada sesuatu yang sedang di sembunyikan oleh wanita itu, tapi Catie adalah wanita yang pintar menyembunyikan apapun dari orang lain. Tadi Armand pergi sebentar ke depan menghampiri para timnya. Dan kini ia sudah kembali bergabung dengan mereka kembali.
" Oh, Detektif kita ternyata sedari tadi berkencan diam-diam." Sindir Andrew menatap keduanya yang batu saja bergabung dengan yang lain. Walau Armand tidak mengenal Lucas, Kyle, begitupun Richard, namun karena Bryan ia jadi berteman dengan mereka semua.
Armand hanya diam tak ingin menaggapinya. Akan percuma saja menjelaskan pada sahabatnya ini. Armand melihat Suster yang mendorong stroler bayi Rich pergi, ia pun ingin meledek sahabatnya ini.
" Kapan kau akan membuatnya sendiri? Keburu layu djordy milikmu!" Ledeknya pada Andrew.
" Omong kosong, aku sudah punya pasangan, tinggal mengadonnya saja, sedangkan kau mana?" ejek Andrew tersenyum puas.
" Ini lagi mengumpulkan bahan-bahannya dulu, bukan begitu!?" balas Armand menatap intens Bonee sedari tadi, membuat wanita itu salah tingkah sendiri. Mungkin Bonee yang sudah baper, sementara dirinya, entahlah..
" Ngomong-ngomong kau darimana Dude? Kau tidak sedang bermain-main bukan?" Tanya Andrew kembali meledek.
" Oh, Ayolah kau seperti tidak pernah berkencan saja Dude. Ah ya, dimana si Royko? Aku tidak melihatnya sedari tadi?" Armand langsung mengubah topik pembicaaan mengedarkan pandangannya kesekitarnya, ia sendiri juga tidak ingin di introgasi saat ini, terlebih perihal hubungan palsunya dengan Bonee.
" Reyko, namanya Reyko bukan Royko!" Desis Andrew mengingatkan.
Armand hanya terkekeh melihat wajah kesal dari sahabatnya. " Ya itu maksudku."
" Dia sedang berdiri di depan sana, bersiap akan mendapatkan buket dari kedua mempelai. Kau tidak ingin ikut Bonee? Sebantar lagi akan di mulai acaranya." Andrew menunjuk ke arah depan dimana tunangannya sedang berdiri bersama para wanita muda disana. Beberapa detik berikutnya sosok Bonee sudah menghilang dari samping Armand, dan berdiri di samping Reyko tunangannya Andrew.
Membuat semuanya tergelak, " Sepertinya kekasihmu itu sudah tidak sabar ingin kau nikahi Dude, ini kode keras, cepat sah-kan. Tunggu apalagi?" Seloroh Lucas semakin semangat mengolok Armand.
" Baiklah semuanya sudah siap?" Tanya sang host acara, terlihat beberapa pasangan lajang berdiri di bawah pelaminan bersiap menerima lemparan bunga dari sang pengantin.
__ADS_1
Ariell dan Bryan pun menghadap ke belakang dan langsung melemparnya begitu saat sang host berhenti di hitungan ketiga, dan siapa yang mendapatkan bunga itu?
" Wah kau pasti ingin cepat segera menikah ya?" Tanya Reiko tunangan Andrew pada Bonee.
Dimana Bonee-lah yang mendapatkan buket bunga tersebut, membuat gadis itu sedikit malu dan tersenyum penuh arti sambil melirik pria yang juga ternyata sedang menatapnya dari tempat duduknya. Siapa lagi jika bukan Armand, namun pria itu menatapnya datar, masih bingung dengan perasaannya sendiri.
" Ekhem, berarti kau lebih dulu menikah di bandingkan diriku." Seru Val yang menatapnya sedikit iri, tapi setelah tangannya di genggam mesra oleh kekasihnya wajahnya pun kembali tersenyum.
" Tidak apa-apa tidak mendapatkannya, aku tetap akan segera menikahimu Hon." Bisik Nando tepat di telinga Val, membuat Val langsung merona kedua pipinya.
Setelah menunggu hampir satu jam lamanya akhirnya para tamu sudah menghilang dari penglihatan. dan kini sepasang pengantin baru itu berjalan mendekat pada sahabat mereka semua yang masih setia menunggu yang kini tinggal para prianya saja.
Sebab para wanita memilih mengobrol sendiri ala wanita, dan tentu saja buat apa ikutan bergabung dengan para pria yang sedari tadi yang di bahas tidak jauh dari urusan ranjang.
" Hai kalian sudah berkumpul disini rupanya?" Seru Bryan memeluk semua sahabat prianya tidak terkecuali.
" Selamat Bli semoga langgeng." Peluk Levon Adik Lucas yang memang dekat dengan Bryan.
" Selamat berbahagia sampai maut memisahkan kalian berdua." Peluk Richard.
" Selamat berbuka puasa setelah sekian lama bertapa di gua Dude, hehe." Kekeh Kyle yang langsung mendapat toyoran dari Andrew.
"Kau ini! harusnya bukan begitu, tapi begini, Selamat semoga berhasil mencetak gol beberapa kali nanti malam." timpal Andrew membuat yang lain geleng-geleng kepala.
"Sudah-sudah kalian ini, yang penting sahabat kita sudah sehat kembali dan semoga Ken cepat di kasih adik." sahut Lucas yang langsung mendapat sorakan dari para sahabatnya.
Bryan pun terkekeh dengan lontaran para sahabatnya itu, " Terima kasih buat doa dari kalian semuanya, dan terima kasih sudah menyempatkan datang. terlebih aku ingin berterima kasih pada kakak iparku ini, yang mendatangkan dokter terbaik dari luar negeri yang membuatku cepat sehat kembali." Bryan memeluk Richard kembali dengan sedikit merasa haru.
" Kau harus menjaganya baik-baik mulai sekarang, aku menyerahkan langsung adik kandungku padamu sahabatku yang sekarang menjadi adik iparku, karena aku percaya kau jauh lebih bisa menjaganya dari siapapun, termasuk diriku abangnya sendiri yang selama ini tidak pernah menjaganya." Bisik Richard tepat di telinga Bryan sambil melirik sayang pada adiknya Ariell.
Ariell hanya diam menatap abangnya dengan kedua matanya yang sudah mengembun, yang langsung segera ia usap dengan ujung ibu jarinya.
Mereka mengobrol-ngobrol sambil bercanda, tak lama kemudian" Sayang rasanya kakiku pegal semua, aku akan kembali ke atas duluan." bisik Ariell sangat pelan pada Bryan.
__ADS_1
" Baiklah kalian nikmati saja waktu kalian, aku akan mengantar istriku ke kamar sebentar, karena dia sudah sangat letih seharian." seru Bryan sambil menggandeng posesif pinggang Ariell.
Membuat mereka para sahabatnya semua terkekeh melihat kebuncinan seorang Bryan yang semakin posesif saja.
"Semangat Dude."
" Pelan-pelan saja."
"Jangan terburu-buru, nanti kau bisa di tendang."
"Jangan lupa minum obat kuat dulu."
Dan masih banyak lagi teriakan-teriakan dari para sahabat laknatnya itu, yang masih terdengar di telinga Bryan dan juga Ariell yang hanya bisa geleng-geleng kepala.
" Kalian ini sungguh pikhirannya tidak jauh-jauh dari bawah perut kalian!!" celutuk Lucas. Semua ikut gembira merayakan hari bahagia Bryan, tak terkecuali Rich selaku Kakak kandung Ariel istri dari sahabatnya sendiri.
Malam semakin larut, mereka terus menghabiskan waktu hampir pagi, bahkan Bryan ikut bergabung walau hanya sebentar saja, mereka semua menginap di beberapa kamar yang sudah di siapkan oleh Bryan khusus untuk para sahabatnya malam ini hingga besok malam.
" Sebaiknya kita pergi ke kamar masing-masing. Jangan sampai ada yang salah masuk kamar, jika tidak ingin bertanggung jawab secepatnya." Seloroh Andrew yang sengaja meledek Armand. Namun ia sendiri memang akan sekamar dengan tunangannya untuk menghabiskan malam panjang.
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1