I Remember You

I Remember You
Ada bukti pelaku


__ADS_3

"Aku..tdk bisa menjawab permintaan nya..aku tdk berani..!"ucap pak Choi.


"Apa maksd pak Choi aku tdk mengerti..!!"ucap Sham.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yun bin bangun karna sakit ginjalnya kambuh.


"arghh akhhh sialan!"lirih Yun bin mencengkram selimut.


Yun bin bangun dan keluar mencari air minum untuk dia minum.


Dimeja makan dia mengambil air minum tangannya sungguh gemetaran karna menahan sakit.


"Arghhh..!"lirihnya.


Dia kembali kekamarnya dan istirahat menahan sakitnya sampai matahari bersinar lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sham bengong dikantor polisi.


Flashback on


Kemarin malam pak Choi tdk membiarkan Sham pergi sama sekali.


"Sham..aku mohon..jaga Yun bin..dia sakit Sham..aku tahu kau sangat membencinya namun..dia sakit keras Sham..aku mohon padamu.."ucap pak Choi.


Lagi dan lagi Sham menghempas tangan pak Choi.


"Aku tdk peduli!"ucap Sham,langsung pergi.


Flashback off


"kenapa Sham dari pagi bencong terus?"tanya hyeu.


"aku pikir dia punya masalah !"ucap Nara.


Nara menghampiri dan menggenggam tangan Sham.


"Kau merindukan seseorang?atau kau ada masalah?"tanya Nara.


Sham hanya tersenyum"tdk aku hanya memikirkan penyebab kematian geum min yg sampai hari ini tdk kutemukan penyebabnya!"ucap Sham.


"Kenapa membuat diri stress ada waktunya kita bakal menemukan akibatnya!"ucap Nara.


"Aku tdk yakin kau memikirkan masalah kematian geum min!"ucap Nara.


"cieee jadian ya?"tanya jayong.


"Aku harus cari tukang jahit!"ucap Sham.


"kenapa apa bajumu robek atau mau bikin baju?"tanya Hanjun.


"Tdk untuk merapatkan mulut jayong yg asal bicara!"ucap Sham.


"Hanjun bantu aku nanti menjahit mulut jayong!"ucap Sham bergegas pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sham sudah didepan alamat rumah Yun bin ada tangga dibawah dan rumah langsung diatas.


Sham naik dan berhenti dia ambang pintu melihat pin pintu.


"berapa pin nya?"batin Sham.


"tanggal lahirnya!ughh kemarin ulang tahunnya!"batin nya


PINnya tetap salah


"Tanggal lahir appa?"batin


PINnya tetap salah


"Tanggal lahir eomma?"batin


PINnya tetap salah


semua salah mulai dari tgl lahir jayong,Hanjun,pak Choi,dan sekarang yg terakhir.


"Jika ini tdk berhasil aku akan mencarinya nanti!"gumam Sham.


Kali ini Sham memasukkan tanggal lahirnya sendiri.


"Clekk"suara pintu terbuka


Mata Sham berbinar saat tau jika Yun memakai tanggal lahirnya untuk pin pintu.


Rumah nya sedikit barang dan juga sepi sekali,tdk ada suara cicak sama sekali.


"Apa dia tdk ada dirumah?"pikir Sham.


Saat membuka pintu kamarnya tampak Yun bin yg sedang tertidur.


"aku rindu pemandangan ini!"hati Sham.


Sham masuk dan duduk disamping ranjang mengambil amplop yg ada disamping Yun bin.


Membaca dengan teliti setiap rincinya


"Sakit ginjal stadium 3!"batin Sham yg kaget.


Air matanya sudah ada dipelupuk dan siap jatuh.

__ADS_1


"Kau terlihat sangat kurus!"ucap Sham memegang pergelangan tangan Yun.


"badanmu panas ternyata!"ucap Sham pergi mengambil air kompres.


"jayong aku tdk datang besok pagi dan juga malam ini kekantor!"ucap Sham.


"ya...terserahmu saja!"ucap jayong mematikan telpon.


Sham mengompres dahi Yun bin tanpa harus mengusik tidur Yun bin.


Dan beberapa kali juga Sham memeriksa nadi Yun karna dari tadi dia tdk kunjung bangun.


"Kenapa dia tdk kunjung bangun juga?"gumam Sham.


Sham terus mengkompres dahi Yun bin sampai demam nya benar benar turun.


"uhuk..uhuk..uhuk..!"Yun bin akhirnya bangun walau diawali batuk.


"wae..wae..ayo minum"Ucap Sham mengangkat kepala Yun bin dan memberi nya minum.


"Sham shii.."gumam Yun bin,membuka matanya.


Sham benar benar kehilangan panggilan hyungnya.


"kenapa kau datang kemari?uhuk..uhuk..!"keadaan Yun bin benar benar lemah.


"ayo bangun ,kau belum makan dari pagi!"ucap Sham.


"Kau belum menjawab pertanyaan ku!"ucap Yun.


Yun bin memegang pinggangnya yg terasa sakit.


Sham melipat baju kaos Yun bin dan memijatnya.


"akhhh hentikan..sakit!"lirih Yun.


"kau pulang lah setelah apa yg kau cari dapat!"ucap Yun bin.


"tdk aku tdk cari apa apa !"terlihat jelas ada air mata dipelupuk mata Sham.


"lalu untuk apa mencariku?"tanya Yun bin.


"Kenapa kau merahasiakan nya dariku?aku tdk suka kau begini..hiks..hiiihiiks..!"tangis Sham.


"Rahasia apa..aku tdk paham!"ucap Yun bin.


Walau sudah dijahati,di cuekkan entah terbuat dari apa Yun bin bisa tenang bicara dengan Sham.


"Aku akan mendonorkan ginjalku padamu satu!"Ucap Sham.


"Dasar bodoh!!!!"tegas Yun.


"ya..aku akan lakukan,kedua ginjalmu rusak aku akan berikan satu untukmu!"ucap Sham.


"Siapa yg memberitahumu!?"tanya Yun.


"Tdk ada,aku yg melihat hasil check up mu tadi!"ucap Sham.


"Kanker ginjalmu akan cepat berkembang,aku tak akan biarkan!"ucap Sham.


"Berarti harapan mu tercapai!"ucap Yun bin bangun dari tidurnya.


"Harapan apa maksudmu?"tanya Sham.


Yun bin keluar dan kedapur dia mengambil kimchi dan nasi.


"biarkan aku menjagamu malam ini!"ucap Sham.


Yun bin hanya mengangguk sambil menunduk.


Tdk ada obrolan lagi selain benturan sendok dan juga sumpit dimeja makan.


Baru beberapa suap Yun menghentikan tangan nya untuk makan,dan menunduk kesakitan tanpa suara.


Sham ikut terhenti saat sadar jika Yun berhenti makan"Yun wae?"tanya Sham,nada khawatir.


Yun hanya menggeleng mengusap air matanya.


Tiba tiba dia bangun dan berjalan cepat kewastafel.


Sham mengikutinya dan berhenti dipintu


"Hoekk...uhuk..uhuk..haks.."


Sham akhirnya masuk karna khawatir nya,mulut Yun bin sudah penuh darah.


"Yun ...Yun..!"khawatir Sham membasuh mulut Yun bin dengan tangannya.


"Appa..!"lirih Yun bin, dengan mata sayunya.


Sham seketika menjauhi dari Yun bin,otak Sham berkata menjauhi,Sham keluar dan bersandar dipintu.


Yun bin bersandar didinding, tubuhnya merosot turun.


"uhuk..uhuk..uhuk..!"Yun bin tdk menangis lagi dia hanya melamun.


"Appa..!"lirihnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jayong dan Hanjun serta pak Choi mendapat cctv digang Daegu dimana gudang lama geum min.


"Apa kita akan mendapatkan bukti disini?"tanya jayong.

__ADS_1


"Dasar..percaya aja kau ini polisi apa..?"ledek Hanjun.


"Berhentilah bicara!"ucap pak Choi menemukan bercak darah kain didinding.


"Apa ini darah geum min?"tanya jayong.


Pak Choi menatap sinis ke juniornya itu.


"aku berpikir ini darah pelaku karna seperti ada sidik jari darah disini"ucap Hanjun.


"Ini sidik jari pelaku,dan mayat geum min ditemukan disana!"


Setelah lama berkutik digudang itu ternyata banyak bukti yg mereka dapatkan.


"pembunuh amatiran!"ucap pak Choi.


Author be like:🤔konsep pembunuh nya bagaimana?


...****************...


Paginya


Sham duduk disampingnya Yun yg masih tertidur.


Mengelus rambutnya"Aku tdk bisa mengubah mindsetku..aku akan mendapatkan donor ginjal untukmu!"


Yun tersenyum tipis dalam mimpinya


"Kau bermimpi!Apa mimpimu indah?Lama sekali aku tdk pernah melihat senyummu!"Ucap Sham.


"Kau akan membohongi rasa sayangmu pada dongsaengmu?"ucap seseorang yg dari tadi diambang pintu.


"Pak Choi!"lirih Sham,yg tdk bisa menutupi jika dia habis menangis.


...****************...


Rooftop


"Aku mendapat sidik jari pembunuh dari Geum min"ucap pak Choi.


"Aku masih mencari siapa pemilik sidik jari itu, penyebab mati Geun min karna ada yg membunuhnya,dan sebelum dia mati dia menikam Yun bin dan dia menikam karena balas dendam pada appa kalian,aku yakin pembunuh Geum min juga ada dendam pada Yun bin"ucap pak Choi.


"Kenapa pak Choi berpikir begitu?"tanya Sham.


"Karena orang yg membunuh Geun min TDK akan membunuh Geum min jika Geum min tidak membawa rahasianya!"ucap pak Choi.


"Orang membunuh Geum min juga memakai jubah hitam saat membunuhnya!"ucap pak Choi memperlihatkan hasil rekaman cctv yg dia dapat dari rumah tetangga yg ada disamping gedung tua itu.


"Apa pak Choi aku seperti pernah melihat orang ini!"ucap Sham.


"Ya aku juga merasa begitu,dia seperti ada tanda lengan tangannya,apa itu sebuah luka goresan?"gumam pak Choi,meneliti.


...****************...


Sham pun melamun diruang tamu rumah Yun bin.


"Apa kau sudah sarapan?"tanya Yun bin.


"Astaga!!"kaget Sham melihat Yun bin ada yg berdiri disampingnya.


"aaa aku tdk jago memasak!"ucap Sham.


Yun bin pun kedapur dan memasak yukgaejang dia cukup lihai dengan pisau dapur.


"Kau pintar memasak ternyata!"ucap Sham yg mengawasi dari depan.


"hmmm!"jawab singkat Yun bin,yg berwajah datar.


"Apa kau les memasak?"tanya Sham.


"Tdk!"ucap Yun.


"Lalu bagaimana kau lihai dengan pisau dapur?"tanya Sham yg berusaha menghangatkan suasana.


Tdk ada jawaban dari Yun bin,Sham pun ikut masuk dapur.


Biar aku tambahkan wortel supaya mataku sehat!"ucap Sham mengambil wortel dipendingin.


Tuk..tuk..tuk..Sham berusaha memotong wortel dengan cara yg aneh tak sedikit pun wortel itu terpotong.


Yun bin yg mengintip dari belakang heran sendiri.


"Apa yg potong?angin?"tanya Yun bin.


"Apa kau tdk melihat aku memotong wortel?"ucap Sham.


"Apanya yg terpotong?"tanya Yun bin.


Yun merebut wortel dan mengambil pisau,dan memotong panjang dengan cepat.


"Biarkan aku pekerjaan yg mudah..aku bosan menunggu!"ucap Sham,yg dulu agk merengek.


Yun bin tersenyum tipis"ini bawang Bombay!"ucap Yun.


Sham melakukan yg sama yaitu tdk ada sedikit pun terpotong.


"Apa yg kau lakukan!"tegur Yun untuk sekian kalinya.


"Ini sulit!!"ucap Sham yg bersifat manja.


"Apanya yg susah!"Ucap Yun bin memotong dengan cepat.


"ahh aku menyerah aku menunggu makanan nya saja kalau begitu!"ucap Sham.

__ADS_1


__ADS_2