I Remember You

I Remember You
Suatu Kejelasan


__ADS_3

Sudah hampir satu bulan semenjak kembali ke negara Indo Rich beserta anak dan istrinya menjalani hari-hari seperti biasa, sementara Val masih ingin tinggal disana sebab ada pekerjaan dengan temannya. Membuat Rich akhirnya meninggalkan sang Adik walau sedikit merasa cemas sebab dunianya sudah berbeda dengan kebanyakan orang, Val mempunyai nama yang cukup di kenal banyak orang di negaranya, tentu saja membuat Rich sedikit was-was berada di negara orang, walau Mama mereka berasal dari sana dulunya.


" Sayang kata Papa, Mama sudah di temukan." Ujar Rich pada istrinya.


Tentu saja Rich terkejut saat Papanya menghubunginya tadi, ia tentu saja juga merasa lega Mamanya sudah kembali, begitu pun dengan Zoey ia juga ikut bahagia Mama mertuanya sudah di temukan kembali." Ayo kita kesana." Ajak Rich yang begitu semangat untuk bertemu dengan Mamanya.


Zoey pun mengangguk setuju, akhirnya keduanya pun sepakat untuk pergi ke alamat yang sudah Papanya kirimkan papa Rich setelah mengakiri panggilannya dengan sang putra.


Tak begitu lama mobil yang di kendarai oleh Rich pun tiba di tempat tujuan, ternyata tempat itu adalah Mansion peninggalan Opa Richard yang tidak lain adalah Ayah kandung Wilona. Yang dulunya sering mereka kunjungi sewaktu berlibur sekeluarga. Pantas saja saat melihat alamat tersebut Rich sedikit terkejut tidak menyangka bahwa sang Mama bersembunyi di tempat ini.


" Opa." Teriak Mike begitu melihat Gustav yang sedang berjalan ke arah depan menyambut kedatangan ketiganya.


" Oh, cucu Opa, sudah semakin besar ya kamu? Ayo temui Omamu, dia sangat merindukanmu Buddy." Pintanya yang langsung menggiring cucunya ke dalam kamar, dimana sang istri telah duduk bersandar di sandaran tempat tidur setelah selesai makan siang.


" Oma!" Teriak Mike seketika menggema di suluruh ruangan kamar, pria kecil itu langsung berhampur kepelukan Omanya." Mike merindukan Oma, apa Oma tidak merindukanku?" Tanyanya setelah pelukan keduanya terlepas.


" Tentu saja Oma sangat merindukanmu Boy," Wilona mengacak puncak kepala cucunya, yang langsung membuat Mike mendengus kesal karena sudah merusak tatanan rambut yang tadinya rapi sekarang sudah acak-acakkan.


Wilona bukannya marah, ia justru terkekeh, cucunya memang paling tidak menyukai rambutnya di berantakin oleh orang lain, tak terkecuali siapa orangnya, pasti ia akan marah dan kesal jika sudah berani merusak tatanannya.


" Mike." Tegur Zoey yang melihat putranya hampir saja marah tidak jelas seperti biasa.


" Mike tinggallah disini bersama Oma dan Opa ya?" Pinta Wilona dengan sungguh-sungguh, kemudian ia mengalihkan pandangannya kepada sang putra." Rich menginaplah disini walau hanya sebentar saja, tidak masalah." Ujarnya sedikit memohon." Mama juga akan membicarakan sesuatu padamu."

__ADS_1


Akhirnya Rich hanya bisa mengangguk pasrah, begitupun dengan Zoey. " Baiklah Ma." Serunya bersamaan.


Bagaimana pun kesehatan sang Mama yang jauh lebih penting, siapa tahu dengan kehadiran keduanya beserta juga Mike, keadaan Mamanya bisa jauh lebih cepat membaik.


*


Malam harinya setelah makan malam, mereka semua sedang berkumpul di ruang tengah keluarga. Gustav sejak hati itu ia terus saja berada di sisi istrinya yang kadang masih saja berteriak histeris, namun dalam beberapa hari ini sudah banyak perubahan di tambah hari ini kehadiran cucu dan kedua putra dan menantunya yang pasti bisa membuat sang istri bisa kembali seperti sedia kala.


Saat ini Mike tengah bermain di atas karpet di depan televisi yang lebar itu, duduk bersama Mamanya, tadi sore Opanya langsung memerintah kepada anak buahnya untuk membawakan banyak sekali mainan, alat tulis juga menggambar untuk cucu kesayangannya itu, berharap sang cucu akan betah menginap disana.


Sedari tadi Wilona sudah menjelaskan dari awal asal mula masalah yang tengah menimpa dirinya, hingga acara penculikan itu pun terjadi di saat jiwanya sedang terguncang saat itu. Dan tentu saja ada seseorang di balik itu semua, dan memanfaatkan kesempatan itu. Bagaimana pun juga tindakannya itu tetap saja tidaklah d benarkan, justru itu adalah tindakan kriminal, andai kata ada yang melaporkannya, apalagi pihak keluarga Rich yang sangat berhak, pasti Wilona akan mendapatkan hukuman entah berapa puluh tahun ia harus mendekam di balik jeruji besi.


Namun entah bagaimana nantinya tanggapan dari Ibu Ayu selaku Ibu kandung Rich terkait masalah yang sudah berlangsung puluhan tahun ini. Walau ia yakin Mamanya pasti akan mendapatkan hukuman, namun ia berusaha akan memberikan pembelaan pada sang Mama yang selama ini sudah merawatnya hingga ia tumbuh dewasa seperti sekarang.


"Iya, Richard tahu Ma! Tapi kenapa Mama tidak memberitahu siapa orang itu, agar dia segera di jebloskan ke dalam jeruji besi." pinta Richard menggenggam erat jemari sang Mama.


"Kau tidak mengenalnya sayang, bahkan dia tidak pantas di sebut orang, dia itu iblis, Mama menyesal pernah mengenal dan bekerja sama dengannya dulu. Maafkan Mamamu ini sayang, please jangan tinggalin Mama. Mama akan segera meminta maaf pada keluarga kandungmu, Mama janji." Wilona terisak di pelukan sang suami.


Rich sekarang bisa memahami setelah mendengar sendiri kejelasan dari Mamanya, yang tidak sepenuhnya bersalah, namun juga tidak membela perbuatan Mamanya yang membuat orang lain menderita, Rich bisa mengerti bagaimana perasaan Ibunya pada saat itu. Kalau seandainya dirinya yang berada di posisi Ibunya pasti dia sudah tersiksa batin sebab kehilangan seorang putra, ia tidak akan bisa menjalani hidup, apalagi jika itu terjadi pada sang istri, yang pada waktu itu kehilangan sang istri saja sudah membuatnya gil4, apalagi di tambah kehilangan putra kandungnya, ia tidak bisa membayangkan jika hal itu terjadi pada keluarganya. Maka dari itu semua keputusan akan ia serahkan kepada Ibunya saat ini, ia akan berusaha ikhlas untuk menerima apapun keputusan dari Ibunya.


Gustav terus memeluk istrinya dengan erat, tidak ingin membuat Wilona kembali sakit, ia akan selalu menemani istrinya nanti untuk berkunjung ke Indo untuk bertemu dengan keluarga kandung dari Richard.


Bahkan ia tidak tahu istrinya mengalami hal sesulit itu, kemudian dia baru teringat dengan putrinya." Dimana Valerie?" Tanya Gustav yang menatap pada Putranya.

__ADS_1


" Val masih di Indo Pa, katanya dia ada urusan tapi entah apa? Richard belum tahu, bahkan ia sudah meninggalkan pekerjaannya lebih dari sebulan ini." Jawab Richard juga gusar memikirkan sang adik sekarang bagaimana disana.


"Anak itu, masih saja begitu, belum mempunyai tanggung jawab sama sekali pada pekerjaannya, suruh managernya mengurus surat pemberhentian-nya saja.!" seru Gustav tegas tak terbantahkan.


"Tapi Pa?!" Tegur Wilona sudah terlihat lebih tenang, ia tidak menyetujui rencana suaminya, karena pekerjaan itu sangat di cintai oleh putrinya.


" Sudahlah Ma, kau tidak usah membela putrimu itu, biarkan dia berpikhir dewasa agar bisa mempunyai rasa tanggung jawab sendiri." Jawab Gustav sambil menghampiri cucunya yang tengah menggambar.


Setelah selesai mengobrol hangat mereka pun berpamitan untuk istirahat ke kamar masing-masing. Walau Mansion tua ini jarang di tempati, namun Wilona tetap menempatkan beberapa orang pekerja untuk membersihkan Mansion Papanya. Sebab sayang jika di biarkan terbengkalai begitu saja, pasti akan cepat rusak. Wilona juga tidak berniat untuk menjualnya, sebab suatu saat nanti ia berencana untuk menempatinya kembali yang tentu saja beserta sang suami untuk menghabiskan waktu tua mereka berdua. Untuk sementara karena Gustav juga masih fokus menjalankan perusahaan keluarganya, sehingga mereka masih menempati Masion mereka yang memang jaraknya dekat dengan perusahaan.


.


.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2