
Val dan Nando berjalan dengan tergesa melewati lorong-lorong rumah sakit, keduanya baru saja tiba dari bandara dan langsung meluncur kesana, setelah di kabari oleh Wilona bahwa Zoey akan melahirkan.
Tujuan mereka datang yang awalnya ingin langsung ke rumah dan membicarakan hal yang serius dengan kedua orangtua Val, harus terjeda dengan kabar saat ini. Walau kendati demikian mereka ikut merasa senang tidak sabar melihat keponajan keduanya yang akan lahir.
" Ma, bagaimana dengan Kakak ipar? Apa sudah keluar bayinya? Terus Kak Rivh dimana?" Tanya Val yang tidak sabar saat melihat Mamanya tengah duduk di bangku tunggu di depan ruangan bersalin.
Wilona seketika bangun dari duduknya dan menatap rindu pada putrinya, ya ia sangat merindukan putrinya yang akhir-akhir ini sering berkunjung ke negara Indo. Dan twntang hubungan Val dan Nando, ia sudah mengetahuinya pertama kali, sebab putrinya itu sangat terbuka padanya jika menyangkut hal baik dan kebahagiaannya.
Walau Wilona tidak pernah tahu ada kejadian buruk yang menimpa Val beberapa bulan yang lalu, tepatnya saat insiden di club malam waktu itu, Val memang sengaja tidak ingin membuat Papa dan Mamanya khawatir, terutama sang Mama yang sedikit over pada dirinya.
" Satu-satu Val tanyanya? Mama jadi bingung 'kan mau jawab yang mana dulu? Kakakmu sudah di dalam menemani istrinya, semoga sebentar lagi segera keluar babynya, kasihan air ketubannya sudah pecah dua jam yang lalu." Jelas Wilona pada keduanya.
Kini mereka bertiga duduk bersisian, dengan perasaan cemas juga gelisah memikirkan keadaan yang ada di dalam ruangan bersalin. Doa mereka semoga Ibu dan bayinya semuanya sehat tanpa kurang satu apapun.
***
Sementara di dalam ruangan tak kalah jaih berbeda, Zoey terus saja meringis menagan rasa sakit yang menderanya saat ini. Tangan Rich tak lepas menggenggam tangan sang istri, berharap bisa membantu memberikan kekuatan pada Zoey.
" Sebentar lagi ya Mrs. Ini masih pembukaan delapan, tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan, lakukan berulang-ulang agar tidak kehabisan tenaga ya Mrs. " Ujar Sang Dokter yang baru saja memeriksa jalan lahir sang bayi menggunakan sebelah tangannya dengan pelan dan tenang. Mungkin karena sudah terbiasa menangani Ibu-Ibu yang melahirkan, jadi ia sudah tidak panik lagi.
Berbeda dengan Rich yang semakin gusar, ia menjadi tidak tega melihat wajah istrinya yang kesakitan seperti itu, ia jadi teringat dulu saat ua tidak ada di sampingnya saat melahirkan Mike ke dunia ini. Sungguh ia merasa menjadi Ayah yang buruk, dulu dan sekarang tidak ada bedanya. Toch, ia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa selain memberi dukungan pada sang istri.
__ADS_1
" Maafin aku sayang, gara-gara aku kamu jadi merasakan sakit seperti ini. Sudah cukup ini yang yerakhir ya, aku tidak mau kau hamil lagi, lalu akan menghadapi hal seperti ini, aku tidak sanggup sayang. Biarlah aku buang saja benihku yang kurasa masih sangat unggul ini ke tong sampah, agar aku tidak melihat kau kesakitan lagi, aku rela. Bila perlu, pukul aku, tampar atau gigitlah tanganku untuk bisa mengurangi rasa sakit yang kau rasakan saat ini." Celetuk Rich yang tiba-tiba membuat suasanya yang tafinya tegang berubah ceria. Bagaimana tidak, di saat situasi yang lagi tegang-tegangnya, ia justru bersikap kembali narsis juga membahas hal yang membuat Zoey malu saat ini, bahkan sejenak wanita itu melupakan rasa sakitnya yang berganti sedikit kesal pada suami mesumnya itu.
Bahkan Dokter dan dua perawat yang ada disana ikut tersenyum mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Rich. Mereka justru melihat sepasang suami istri yang saling menyayangi juga saling mencintai dan begitu harmonis, membuat ketiganya sedikit iri melihat kemesraan mereka.
Tiba-tiba mereka di kejutkan oleh suara erangan yang tertahan, seketika sang Dokter melihat Zoey yang sudah mulai mengejan." Tunggu dulu! Ini pembukaannya belum lengkap, jadi_
" Aku tidak kuat lagi Dok." Sambar Zoey yang merasa bayinya sendiri yang mendesaknya agar mengejan.
" Sepertinya bayi kami sudah tidak sabar ingin keluar Dok, tolong langsung di cek Dok." Timpal Rich yang ikut merasa kesakitan. Sebab pergelangan tangannya di cengkram kuat oleh Zoey, yang itu berarti istrinya sedang kesakitan luar biasa.
Sang Dokter pun segera mengecek jalan lahir, dan benar saja apa yang Rich katakan itu, kelapa bayinya sudah kelihatan sedikit dari luar jalan lahir. Membuat sang Dokter dan juga dua suster mulai bersiap-siap.
" Yah, ini kepalanya sudah kelihatan sedikit ya. Jadi saya akan menghitung sampai tiga Mom langsung mengejan begitu ya, tarik nafas dalam, satu, dua, tiga, yang kenceng ya, terus, ya bagus, sedikit lagi, yaaa.." Dokter terus berkata sambil memberikan instruktur.
'" Selamat ya Mr. Bayi kalian berjenis kelamin laki-laki, kami akan membersihkannya terlebih dahulu." Ujar Dokter sembari memberikan bayi yang masih tampak merah itu kepada salah satu suster untuk segera mendapatkan penanganan bagi bayi yang baru lahir.
Rich masih tercengang menatap bayi yang masih di penuhi oleh darah tadi, lalu tatapannya beralih menatap isteinya dengan berkaca-kaca." Syukurlah, terima kasih banyak sayang, kau menghadiahiku kembali seorang putra yang akan membuat hidup kita semakin berwarna dan juga bahagia." Rich menghujami ciuman di wajah istrinya, membuat Zoey terkekeh pelan, sebab kondisinya yang masih terlalu lemah seusai mengejan tadi, mengeluarkan seluruh tenaga supernya.
Mereka bertatapan mesra, saling mengunci. Hingga Rich mengikis jarak mereka kembali, tanpa sungkan maupun malu lagi, ia memang*t dua benda kenyal yang sudah menjadi candunya, tidak terlalu lama tautan itu pun terlepas, karena Zoey yang mendorong d**a suaminya dengan sisa tenaga yang ia miliki. Lagi, ia kembali di buat malu oleh suami mesumnya ini di hadapan mereka bertiga.
Dokter hanya bisa tersenyum saja melihat kemesraan mereka, sementara dua suster yang memang masih pada single, sedikit salah tingkah. Setelah semua rangkaian pemeriksaan untuk Ibu dan bayinya, mereka pun di pindahkan ke dalam ruangan perawatan VVIP yang sudah di reservasi oleh Wilona saat ia menunggu tadi.
__ADS_1
Suasana menjadi senang juga haru di dalam ruangan tersebut, Wilona dan putrinya saling merebitkan baby yang baru di lahirkan beberapa jam lalu, sudah seperti anak kecil saja yang merebutkan boneka. Mak sama anak sama saja!
Rich dan Zoey hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat tingkah kedua orang yang mereka sayangi, keduanya saling berpelukan di atas ranjang yang berukuran kecil, Zoey setengah duduk di atas ranjang, sementara Rich duduk menyamping dengan kedua kaki menjulur ke lantai. Binar kebahagiaan tercetak di wajah keduanya.
" Welcome to the world baby boy. Duh ganteng banget sih, gemes tau." Seru Val mengusap-ngusap pipi halus bayi yang terpejam itu dengan jari telunjuknya.
Sementara Nando duduk bersama dengan Gustavyang baru datang sembari menjemput Mike terlebih dahulu di rumah. Mereka mengobrol kesana-kemari, sedangkan bocah itu diduk di samping Omanya yang juga tidak sabar ingin melihat adek kecilnya sedari tadi.
" Kalian sudah mendapatkan nama untuk bayi kalian ini?" Tanya Mama Wilona menatap kedua pasangan yang sudah mempunyai dua putra saat ini, membuat pria yang berstatus sebagai sepupu mereka, sekaligus calon anggota keluarga baru sedikit iri.
" Sudah kok Ma, kami sudah menyiapkan namanya jauh-jauh hari bahkan sebelum mencetaknya dulu-Aww!! Sakit sayang." Pekik Rich tidak terima terkena capitan panas dari istrinya barusan. Bukannya merasa simpati, mereka semua justru tergelak menertawakan Rich sebab sudah tau apa yang mereka tengah bahas, kecuali Mike yang tidak paham sedang membahas tentang hal apa. Ya jangan sampai tau-lah, otaknya masih suci ini.
.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.