I Remember You

I Remember You
Merubah Penampilan..


__ADS_3

Armand beserta ketiga anggotanya langsung bergerak melakukan misi pertama mereka dan ini sudah hampir lebih dari satu minggu yang lalu mereka akhirnya mendapatkan banyak informasi terkait keberadaan sang ketua mafia tersebut. Yang tidak lain adalah calon mertua Armand, entahlah untuk urusan pribadinya, Armand enggan membahas, yang terpenting saat ini menguak kebenaran.


" Bagaimana? Aku akan menghubungi seseorang. Kemana dia, susah sekali di hubungi." Gerutu Armand sambil berjalan menjauh ke balkon kamar, namun gerutuan itu masih terdengar di telinga para sahabatnya yang masih setia menunggu.


Bruno hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat sahabatnya tidak bisa menghubungi kekasihnya sebab pria itu sedang menahan rindu yang tak kunjung tersampaikan. itulah kenapa ia masih melajang hingga sekarang, sebab ia tidak mau gil4 seperti sahabat satunya itu.


Padahal yang sebenarnya Armand sedang menghubungi seseorang yang berpengaruh di dalam dunia ke-marfia-an. Tak begitu lama sambungan telepon itu akhirnya tersambung, dengan cepat pula Armand mengatakan apa yang terjadi sebenarnya pada orang tersebut, secara detail.


Percy melihat satu sahabatnya sedang sibuk menghubungi kekasihnya, sedangkan yang satunya lagi sedang menghubungi seseorang yang ia pastikan adalah orang yang akan menolong mereka dalam membantu misi mereka kali ini.


Percy menghela napas kasarnya sambil berdiri, " Sebaiknya aku mempersiapkan alat-alat kami dan mengisi beberapa Revolver yang akan kami bawa." Pria itu berjalan menuju dinding yang dekat dengan lorong, lalu membukanya seperti semacam lemari rahasia yang menempel di dinding.


Disana tersimpan beberapa alat canggih yang mereka pesan langsung dari perusahaan besar di luar negeri dan ada juga ada beberapa macam alat tembak dari mulai yang kecil hingga yang besar menempel disana.


Tak lama ponsel milik Percy berdering pertanda ada seseorang yang sedang menghubunginya. ia pun merogoh saku jaketnya dan segera menerima panggilan yang ternyata adalah dari seseorang kepercayaannya.


" Bagaimana? Apa kalian sudah menemukan keberadaannya?" Tanyanya yang langsung tanpa berbasa-basi, lalu ia pun mendengarkan jawaban dari orang tersebut.


" Shiit!! si4l! Baiklah ikuti terus jangan sampai lengah." Titahnya yang begitu geram, dan langsung mengakiri panggilan tersebut. Ia pun berjalan keluar.


" Percuma saja kau menghubunginya, kekasihmu saat ini sedang di bawa ke sebuah pulau kecil yang letaknya di pesisir timur." Celetuknya sambil menyodorkan sebuah bukti gambar dimana Bonee kekasih dari Armand di paksa menaiki sebuah Helly.


Armand berhenti sejenak menatap sahabatnya, ia tak menyangka jika Percy mengetahui hal itu. Yang padahal setelah menghubungi seseorang tadi, ia juga mencoba menghubungi Bonee, namun sayang ponselnya tidak aktif.


" Berengs3k!! Kurang 4jar si tua bangka itu, mau di bawa kemana putrinya, memang dasar psikopat.!" Umpat Armand yang terus saja meneriaki orangtua dari kekasih palsunya.


" Yang aku dengar pemilik pulau itu adalah orang yang berkuasa disana, dia juga anggota gangster sama seperti mertuamu." jelas Percy kembali.

__ADS_1


Mertuaku? Yang benar saja!


Mendengar Armand di luar sana berteriak tidak jelas, Bruno pun ikut menghampiri keduanya. " Bro seperti dugaanku, dan malam ini wanitamu akan di jual oleh Ayahnya sendiri, dan si Zack sudah menerima kerja sama ini, dia sedang dalam perjalanan kemari." Terang Bruno begitu serius.


" B******n tua bangk4, bagaimana bisa dia menjual putrinya sendiri, ba****t! Aku tidak bisa menunggu lagi, Per cepat bersiap." Titahnya yang langsung di angguki oleh keduanya.


" Eh tunggu kemana dia? Kenapa sedari tadi aku tidak melihatnya?" Tanya Armand menatap keduanya secara bergantian. Tanpa bertanya,mereka tahu siapa tang sedang di cari oleh Armand.


" Biasa dia 'kan perempuan pasti_


Ceklek.!!


Belum selesai Bruno melanjutkan ucapannya, saat bersamaan seseorang masuk ke dalam kamar khusus tersebut. Dan menatap ketiganya yang juga sedang menatapnya tanpa berkedip.


" Kenapa kalian semua menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan penampilanku? Kenapa, tidak cocok ya?" Tanya seorang wanita yang melihat penampilannya sendiri di depan cermin besar. Siapa lagi jika bukan si Catie satu-satunya wanita di dalam anggota tersebut.


" Memangnya kenapa? Bukankah kau bilang aku hanya perlu perpenampilan yang menggoda agar pria tua yang kau maksud itu bisa masuk ke dalam perangkap kita." Elaknya yang memang benar adanya.


Sebab saat ini Catie memakai dress berwarna merah maroon dan terbuka dimana-dimana. Seharusnya itu bisa membuat ketiga pria itu seketika meneteskan air liur mereka saat melihat semua lekuk tubuh Catie, dimana semua para pria pasti menyukai hal itu. Namun sepertinya berbeda dengan ketiga pria itu yang tidak bern*su sama sekali pada tubuh Catie yang terbuka semua.


Bukan tanpa sebab membuat mereka seperti itu, memang apanya yang perlu di lihat dari wanita tomboi seperti Catie, badan sudah seperti lidi, sangat tinggi dengan ukuran tubuh wanita di luar sana, juga tubuh bagian depannya yang mereka bertiga menyebutnya si dara (d**a rata) Astaga kalian ini! Tega sekali padanya.


" Ck, bukan seperti itu juga Cat, sudahlah cepat kau ganti, atau kau ku tinggal sendiri disini! " Ancam Armand tidak main-main, yang kemudian melanjutkan kegiatannya tadi yang tertunda akibat kedatangan wanita lidi ini.


" Awas ya kalian semua!" Dengan langkah cepat wanita itu segera pergi kembali untuk berganti pakaian. Ketiga pria itu justru tertawa tanpa merasa bersalah.


Catie sebenarnya adalah wanita yang sedang di tolong oleh mereka berdua yakni Bruno dan Armand yang saat itu sedang melakukan tugas, dan kebetulan disana ada Catie yang ingin di jual oleh Ibu tirinya untuk membayar hutang. Entah benar atau salah, yang jelas setelah itu Catie ingin bergabung dengan mereka, rela masuk ke sekolah kepolisian juga hingga bisa seperti sekarang.

__ADS_1


Ceklek.!


Catie masuk kembali yang kini dengan pakaian serba hitam, namun ia tetap memakai dress, sangat pendek namun ia memakai sepatu boots panjang berwarna hitam. Dan sekarang justru membuat pria tiga itu menatapnya tanpa berkedip. Bukan tubuhnya yang mereka lihat namun wajahnya yang terlihat cantik dan manis di tambah polesan rias wajah yang berwarna-warni menambah rasa anggun dan juga menarik.


" Let's Go." Serunya mengintrupsi ketiga pria yang masih menatap takjub.


Catie memutuskan untuk merubah penampilannya menjadi gadis tomboi setelah kejadian beberapa tahun itu, rambutnya yang ia potong pendek layaknya seorang pria, tinggi, sangat tinggi cocoknya menjadi seorang model. Namun ia mempunyai wajah nan ayu dan sedap di pandang, apalagi di tambah manis, membuat semua orang yang menatapnya akan terserang diabet. Hahaha..


Berbeda dengan kedua sahabatnya, Armand di buat jantungan dengan penampilan Catie kali ini, dan ia semakin yakin jika ada sesuatu yang di sembunyikan oleh wanita tersebut. Dan kali ini dia tidak akan tertipu lagi.


Entah siapa pria tersebut, Armand ataukah Bruno? Ataukah pria lainnya? Sebab hanya mereka berdua yang masih sendiri, ya walau Armand statusnya adalah kekasih orang, namun itu hanya mereka berdua yang tahu hubungan tersebut palsu ataukah nyata?


* Kira-kira seperti ini ya Visualnya Catie si gadis tomboy.



.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.

__ADS_1


__ADS_2