
Ke esokan harinya Zoey baru saja terjaga dari tidur panjangnya sambil mengeliatkan tubuhnya dengan pelan, rasa sakit di sekujur tubuhnya mulai ia rasakan kembali namun sakitnya tidak seperti kemarin itu, mungkin karena tubuhnya sudah mulai mau menerima perlakukan hangat dari sang suami.
Hingga tanpa sadar Zoey tersenyum tipis saat mengingat kembali percintaan panasnya bersama Richard, namun sedetik kemudian ia dengan cepat menggeleng untuk mengenyahkan pikiran-pikiran yang tidak sesuai dengan isi hatinya.
" Astaga, aku mulai tidak waras," gumamnya pada dirinya sendiri, ia baru sadar bahwa di sampingnya sudah kosong, yang itu berarti suami narsisnya itu sudah bangun.
" Cepat sekali dia bangun? tidak seperti biasanya! atau dia sedang berada di dalam kamar mandi?" ia bermonolog sendiri, dengan segala pemikirannya.
Zoey turun dari ranjang tanpa menutupi tubuh polosnya, namun sebelum ia beejalan ia melihat ada benda asing yang tergeletak di atas nakas, ia punengambilnya." Benda apa ini? seperti Lilin elektrik?!" gumamnya sambil menghendikan bahunya dan meneruskan niatnya yang akan membersihkan tubuhnya.
Sementara itu di lantai bawah tepatnya di dapur, Rich sedang menunggu Mamanya yang sedang sibuk membuat sarapan. walaupun di rumahnya memiliki begitu banyak maid, namun Wilona lebih suka membuat sarapan sendiri untuk suami dan putra-putrinya, dengan di bantu oleh beberapa dari mereka.
Mungkin jika ia tidak sempat barulah membuat sarapan, barulah Wilona menyuruh maid yang memang khusus hanya untuk memasak, sebab makan siang atau makan malam tetap para maid yang menyiapkan. sebab kadang Wilona sedang sibuk di rumah ataupun sedang berada di luar rumah.
" Mama cepatlah, aku tidak punya banyak waktu." Rich sudah sangat kesal sedari tadi, Mamanya di panggil sedari tadi namun tidak kunjung datang menghampirinya. Rich tidak mungkin mengintrogasi Mamanya di dapur bukan? sebab disana ada banyak maid yang sedang membantu Mamanya itu.
" Kau ingin bicara apa sih sebenarnya Rich? langsung saja katakan!" sahut Mamanya tanpa menatap ke arah sang putra, sebab masih sibuk dengan mengaduk sesuatu yang berada di dalam kuali kecil.
Sama seperti sarapan-sarapan pagi sebelumnya, Wilona selalu menyiapkan roti panggang tanpa selai di atas meja, tidak lupa menu andalan di sana namanya baked bean, atau kacang merah yang dimasak bersama saus dan bawang. ada telur mata sapi dan daging sapi, tidak lupa jus jeruk.
" Mama yakin aku katakan disini?" tantang Rich senang sekali menggoda Mamanya, sebab jika sampai Rich membongkar rahasia sang Mama, otomatis Papanya juga akan mengetahui apa yang Mama lakukan selama ini, ia yang ikut campur dalam rumah tangga putra dan menantunya.
Terdengar deheman saja dari sang Mama membuat Rich menyeringai lebar begitu tahu jika Gistav Papanya baru saja keluar dari kamar mereka dan berjalan ke arah ruang makan yang memang masih di satu ruangan yang sama dengan dapur, hanya saja ada sekatan di tengah-tengahnya.
" Masalah Lilin aroma Ma." seru Rich begitu keras, hingga membuat Papanya menatapnya dengan penasaran.
Degh!!
__ADS_1
Wilona yang baru saja mengangkat panci kecil berisi kacang merah, langsung menoleh dengan cepat ke arah dimana putranya itu berada. kemudian ia semakin terbelalak saat melihat suaminya sudah duduk manis di kursi makan sambil menatap keduanya secara bergantian.
" Kalian sedang membicarakan apa? lilin apa tadi kau sebut?" tebak Gustav menatap putranya semakin curiga, bahkan istrinya yang berdiri disana pun langsung gugup tidak percaya.
" Tidak ada! sayang makanlah, aku ke kamar sebentar," pamit Wilona sambil menarik lengan Rich dan mengajaknya masuk ke dalam kamar.
" Bisa jelaskan padaku sekarang? Jangan kira Rich tidak tahu apa yang Mama tengah rencanakan!" todong Rich tidak sabaran sambil bersandar di daun pintu yang sudah tertutup.
Wilona bergeming duduk di bibir ranjang, ia tidak menyangka bahwa putranya itu sudah mengetahui rencananya, ia pikir Rich pasti tidak akan mencari tahu selama itu tidak mengusik kehidupannya, ternyata tebakannya salah, walau sudah menyembunyikan benda tersebut dengan aman tanpa ada yang mengira. padahal baru dua malam ia melakukan rencananya yang ia susun dengan baik dan rapi tetapi apa, putranya justru sudah mengetahuinya dengan cepat.
( siapa yang tidak curiga, jika ada setiap malam di serang oleh kabut gair4h di dalam kamarnya sendiri selama dua hari Mama Ona?! wkwk )
" Kenapa Mama diam saja? apa sebenarnya motif Mama? aku tahu sejak aku masuk sekolah perguruan tinggi, kau sangat mengingikan aku untuk segera menikah dan memberikanmu seorang cucu, tetapi ini adalah tindakan yang sangat konyol menurutku Mom!" keluh Rich, tidak habis pikir dengan tindakan Mamanya ini.
" Tapi Mama hanya ingin membantumu saja sayang, Mama selalu memperhatikan kalian berdua, yang terlihat seperti tom and jerry jika kalian hanya berdua saja, jangan kau kira Mama juga tidak tahu." sahut Wilona membuka fakta yang sebenarnya.
" Okay Mama salah, maafkan Mama, tetapi kalau kalian masih seperti itu, sampai kapan Mama harus menunggu lebih lama lagi untuk menimang seorang cucu Richard, Mama terlalu gemas sekali dengan kalian berdua." sahutnya juga tidak mau kalah.
Rich memijat dahinya yang sedikit pening mendengarkan permintaan demi permintaan dari Mamanya yang membuatnya semakin pening." Baiklah terserah Mama saja, toch rencana Mama sudah berhasil dua malam ini, tapi Rich mohon jangan lakukan sesuatu apapun lagi Mom." pamitnya kemudian membalikkan tubuh dan membuak handle pintu, dan saat bersamaan sang Papa juga akan membuka pintu tersebut.
Rich langsung melipir pergi begitu saja, ia masih merasa kesal pada Mamanya sendiri, sesaat setelah sampai ke dalam kamarnya Rich melihat istrinya begitu sangat cantik dan sudah juga wangi dan rapi, sementara dirinya rambut yang masih acak-acakan khas bangun tidur.
Bagaimana tidak saat baru saja terjaga Rich langsung berjalan ke kamar mandi mencuci mukanya sebentar lalu mengambil pakaian celana pendek dan juga kaos singletnya memakainya dengan cepat.
Zoey hanya melihat sekilas ke arah sang suami yang tampilannya begitu sangat kacau dan berantakan, seperti keadaan hatinya pagi ini. namun begitu melihat wajah cantik istrinya membuat bibirnya melengkung ke atas.
" Kau sudah wangi sayang? kenapa tidak menungguku? padahal aku ingin mengulangi yang semalam?" goda Rich memeluk pinggang ramping istrinya.
__ADS_1
Zoey menatap tajam ke arah Rich, ia amat kesal bukan karena pelukan pria itu, melainkan ucapannya yang kelewat mesum, Zoey sudah tidak menolak tindakan intim suaminya, namun bukan karena ia sudah menerima dan mencintai pria itu bukan! hanya saja ia sudah lelah jika harus kembali berdebat. tak di pungkiri tubuhnya pun sangat merespon setiap sentuhan yang Rich berikan padanya.
" Lebih baik bersihkan tubuh kotormu itu! eh tunggu apa kau tahu benda itu?" tunjuk Zoey Lilin elektrik yang ia lihat tadi di atas nakas.
Rich menatap ke arah yang di tunjuk oleh istrinya, seketika seringai nakla tina-tiba muncul di wajahnya, membuat Zoey yang sedari tadi menatapnya bergedik ngeri." Kau sungguh tidak tahu?" godanya menaik turunkan kedua alianya.
Zoey menggeleng cepat, memang ia tidak tahu." Itu adalah Lilin gair4h sayang, dan itu mampu membuat tubuhmu terbakar hanya dalam hitungan beberapa menit saja." Rich sengaja berucap setengah mendesah di dekat telinga istrinya, yang membuat Zoey langsung meremang di sekujur tubuhnya.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.