
Pov Zoey
Pagi ini kami dalam perjalanan menuju bandara Soetta, kami akan terbang ke pulau dewata, yang katanya tempatnya begitu indah, tempat rekomendasi banget buat para pasangan pengantin baru untuk melakukan honeymoon.
Aku dan suamiku memasuki sebuah taksi, entahlah aku sudah menganggapnya suami atau belum yang jelas aku sudah memasrahkan hidupku saat ini, entah jika esok hari aku akan bertemu dengannya, itu lain halnya.
Suasana di ibukota pagi ini lumayan ramai, tentu saja karena hiruk-pikuk kemacetan di setiap sudut jalanan. banyak gedung-gedung menjulang tinggi di sisi jalanan.
Rich merengkuh pinggangku membuat tubuh kami merapat, aku sedikit tersentak atas kelakuannya yang tiba-tiba. ingin rasanya aku memakinya namun aku urungkan niatku, mengingat di depan sana ada supir taksi, aku tidak ingin ia mengetahui jika kami sedang berdebat.
Aku melirik sekilas ke depan sambil melepaskan pelan rengkuhannya. lalu tidak sengaja aku juga melihat di kaca spion yang berada di atas dashboard, ternyata sang supir itu juga tengah menatapku.
Astaga! seketika aku menyadari mengapa pria di sampingku ini melakukan hal yang konyol, ternyata dan tak bukan mungkin karena sang supir taksi itu sejak tadi melirikku dari kaca spion, dasar suami posesif! gerutuku dalam hati, aku hanya bisa tersenyum dalam hati, sebab aku tidak ingin ia melihatku tersenyum dan membuat seorang Richard Taro besar kepala. dan aku memang tidak ingin berdebat di hadapan orang lain, sehingga aku membiarkannya saja.
Setelah perjalanan hampir dua jam lamanya akhirnya kami sampai di bandara I Gusti Ngurah Rai, ternyata benar apa yang dia katakan padaku bahwa tempat ini sangatlah indah.
Ya sebuah surga yang indah bagi kebanyakan orang termasuk aku, ya aku akui pulau ini memanglah sangat indah. entah apa yang akan kami lakukan disini, mengingat sebenarnya aku tidak menginginkan pernikahan ini terlebih acara honeymoon, aku terpaksa menuruti kemauannya saat teringat dia yang membantu Pamanku dulu.
" Ayo," ajaknya sambil menggandeng sebelah tanganku, namun aku tepis secara pelan karena aku begitu kesal padanya, aku berjalan cepat sedikit berlari menjauhinya.
Kalian tahu kenapa aku bersikap demikian dengannya, sepanjang perjalanan kami berada di pesawat tadi, dia terus saja menganggu istirahatku, mencumbuiku tanpa rasa lelah. bahkan mengajak bercint4 di atas sana. bagaimana aku tidak kesal dengan pria gil4 sepertinya.
Memang ia memilih kelas bisnis, dan hanya ada aku, dia dan sepasang orang lagi yang aku yakini mereka berdua juga tengah berbulan madu di pulau tersebut. walau ada pembatas di antara kami namun tetap saja aku tidak akan mau di ajak melakukan hal semacam itu di dalam pesawat, terlebih satu ruangan degan orang lain, memang dasar otak mes*m si Richard itu, aku terus saja mengumpat sambil berjalan menjauhinya.
Hingga tidak aku sadari tepat di hadapanku ada seorang pria bertubuh tegap tak berbeda jauh dengan si Richard yang sedang berdiri membelangiku, dan terjadilah hal yang tak terhindarkan dan juga memalukan bagi kami.
Bruukk..
Aku menabrak tubuh besarnya, untung saja dia sigap menangkapku. jika tidak mungkin kami akan jatuh berguling bersama di lantai dingin itu. apalagi pasti aku sangat malu sebab banyak sekali orang lalu lalang disini.
" I'm sorry sir, I didn't mean to." ( Maafkan saya Tuan, saya tidak bermaksud.) seruku sambil mencoba berdiri dan melepaskan rengkuhannya kedua tangannya yang berada di pinggangku.
__ADS_1
Pria itu terus saja menatapku tanpa berkedip, aku hanya sekilas meliriknya sambil terus menghindari tatapannya. entah sedang terpesona oleh kecantikanku, atau sedang memikirkan hal lain aku tidak tahu membuatku sulit untuk mengartikannya, sebab aku tidak mengenal pria asing tersebut.
Pria itu masih saja terus memeluk pinggangku erat, seakan aku adalah miliknya hingga suara deheman yang cukup keras menyadarkan kami berdua.
" Eekhheem!" kalian pasti tahu siapa yang berdehem begitu kerasnya, hingga membuatku begitu mudah terlepas dari pelukan pria asing itu, dan berdiri sedikit menjauhinya.
" Excuse me, sorry she's my wife." ( Permisi, maaf dia istriku )" ucap Richard sembari menarik tubuhku dan merengkuh pinggangku posesif.
" Oops sorry." jawab pria asing itu, astaga suaranya begitu seksi.
Aku hanya melirik sebal ke sampingku, dasar suami posesif, kalau tidak ada orang lain sudah aku aku tinggal sedari tadi, aku melirik tidak enak hati pada pria asing itu. " Once again sorry sir.( Sekali lagi mohon maaf Tuan.)"
Setelah Rich sedikit berbasa basi dengan pria asing tersebut, kami pun meninggalkan bandara dan pergi menuju ke sebuah Villa yang sudah di booking oleh Rich sebelumnya.
" Senang sekali kelihatannya di peluk pria lain! kau suka padanya?" desisnya pelan, namun membuatku sedikit sakit hati di tuduh seperti itu.
" Kau ini bicara apa! cemburu tidak pada tempatnya." sahutku merasa kesal sekali padanya. aku memalingkan wajah menatap jendela mobil yang kami tumpangi. mencoba meredam rasa kesalku.
" Sayang, buka pintunya!" astaga apa lagi yang dia inginkan, gerutuku pelan.
" Mau apa? tunggu, sebentar lagi aku selesai." sahutku dari dalam sembari meneruskan ritualku.
Aku masih mendengar pintu kamar mandi di gedor dari luar, aku sudah sangat geram dengan tingkahnya, tetapi bagaimana pun dia sekarang suamiku. sabar Zoey, bertahanlah sebentar lagi saat kau sudah bertemu dengannya! pergi tinggalkan pria gil4 itu. aku terus menyemati diri sendiri.
" Sayang buka pintunya!" teriaknya kembali dengan suara yang menggema membuatku sedikit ketakutan. seperti seseorang yang sedang kerasukan.
Ceklek!!
Baru saja aku akan membuka pintunya, seketika tubuhku di dorong kembali masuk ke dalam, " Hei apa yang kau lakukanmp_
"Emmmm," ucapanku terhenti begitu pria narsis ini langsung membungkam mulutku dengan bibirnya, menciumku dengan penuh na*su, hingga napasku tersengal akibat tidak siap dengan serangannya yang tiba-tiba. aku mencoba untuk terus mendorong dada kekarnya yang semakin menghimpitku, namun tenagaku tidak sebanding dengannya.
__ADS_1
Begitu merasakan tubuhku hampir pingsan saat kehabisan napas, Rich pun melepaskan ciumannya. dan aku langsung menghirup udara segar yang yang terasa menghimpit d**aku.
" K_kau," napasku tak beraturan, " Pria brengs3kmmp." ia kembali menciumku dengan begitu menggebu, seakan tidak ada hari esok saja.
" Ini hukuman yang tidak seberapa untukku, sebab kau sudah membangunkan sisi liarku. dengan mudahnya kau di sentuh oleh pria lain. kau anggap aku apa selama ini, kau mengatakan mencintaiku, selama ini kau mencariku dimana-dimana. mana janjimu?! kau bahkan tidak mengingatku sama sekali." desisnya dengan oenuh amarah.
Aneh! dia ini sedang bicara apa? aku sungguh tidak mengerti dengan ucapannya. tunggu! dia mengatakan aku mencarinya selama ini, memang dia siapa sehingga aku mencarinya. dalam diam aku terus saja menggerutu dalam hati, seolah mengerti aku sedang kebingungan, ia pun melanjutkan ucapannya.
" Kau sungguh tidak mengingatku?!" aku menggeleng lemah, mengingatmu, memangnya kau siapa yang harus aku ingat!
" Becca lihat aku, It's Me" lirihnya memaksaku untuk menatapnya.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.