I Remember You

I Remember You
Penuh Kecurigaan..


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian...


Kehidupan pernikahan Richard dan Zoey sudah jauh lebih bahagia, Begitupun dengan Val yang sudah membina rumah tangga dengan Nando sepupu angkatnya sendiri. Cinta pertama yang berakhir dengan bahagia.


Namun berbeda dengan Armand, pria itu masih saja menyibukkan diri dengan pekerjaannya, juga sebuah misi. Dan misi itu masih tetap sama yaitu mengupas habis kejahatan seorang ketua mafia Black Serigala.


Semua peristiwa yang terjadi pada sahabatnya beserta istrinya, pasti tidka lain dan tidak bukan, adalah permainan kecil dari snag ketua mafia tesebut. D an Armand akui, badot tua itu cukup cerdik, ia selalu memanfaatkan siapa saja untuk melancarkan aksinya.


Contohnya Felisia, wanita yang jasadnya sudah ia jadikan santapan penghuni bawah samudra. Sungguh licik sekali, tetapi Armand tidak bisa dengan begitu saja menangkap musuhnya, sebab ia harus mengumpulkan semua bukti yang akan memberatkan sang mafia tersebut, kemudian berhasil di bui selamanya hingga membusuk di dalam sana.


" Ayo pergi sekarang!" Ajak Bonee yang baru selesai berhias diri, berdiri di depan kekasihnya yang sedang duduk di sofa panjang ruang tamu.


" Hmm,, ayo!" Armand berdiri dan melangkah lebih dulu keluar dari hotel yang ia tempat selama disini. Kebetulan pagi ini juga Bonne terbang ke kota ini, dan mereka pun bertemu setelah cukup lama mereka tidak bertemu. Keduanya masuk ke dalam mobil tanpa ada yang ingin memulai pembicaraan, si Bonee asik berbalas pesan dengan Ariell via telepon. Sedangkan Armand, pria itu selain fokus mengemudi, namun pikirannya berkecamuk entah kemana.


Tak lama mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti tepat di halaman luas dimana lagi kalau bukan Mansion Bryan Djandra. Keduanya pun berjalan masuk ke dalam dengan kedua tangan yang saling bertaut. Dan satu tangan bebas Armand yang memegang sebuah bingkisan besar. Mungkin bagi Armand ia masih menganggap Bonee adalah kekasih partnernya saja, namun berbeda dengan Bonne, wanita itu sudah mulai mencintainya, entah sadar atau tidak Bonee telah masuk ke dalam jerat pesona pria detektif itu, ia sudah mulai nyaman dan terbiasa dengan perhatian kecil yang Armand berikan padanya.


Entah Armand menganggap hubungannya dengan Bonee seperti apa, sebab sejak awal mereka hanya bekerja sama untuk saling menguntungkan. Walau ada sedikit rasa sayang pada wanita yang ada di sampingnya saat ini.


" Hai Mama muda?" Sapa Bonee yang sudah melihat Ariell kembali sehat pasca melahirkan putri pertamanya.


Ariell yang baru saja menyiapkan makan malam untuk suami dan putranya Ken langsung menoleh le arah sumber suara, terlihat sepasang kekasih yang baru datang sembari membawa sebuah bingkisan yang cukup lumayan besar.


" Ariell ini untuk keponakanku yang cantik, dimana dia?" Tanya Bonee sembari menyodorkan bingkisan kado tersebut kepada Ariell.

__ADS_1


" Kenapa harus-harus repot-repot. Tapi makasih lho. Ada di kamar sama sust-nya. Kalian makan saja dulu, ayo." Ajak Ariell berjalan mengambil dua piring kosong lagi untuk kedua tamunya.


" Hai, calon pengantin. Kalian datang.!" Seru Bryan yang nampak tenang duduk di kursi makannya tanpa bersusah payah berdiri menyambut tamunya yang sudah datang jauh-jauh menyeberang lautan hanya untuk bisa datang ke Mansion miliknya.


Armand hanya bisa tersenyum kecut mendengar bualan sahabatnya tersebut. Ia langsung duduk di samping Bryan yang mulai menyantap makan malamnya. " Ada yabg perlu kita bahas! Tumben kau tidak lembur?" Tanyanya sembari menyomot satu buah anggur yang ada di salah satu piring di atas meja.


" Ada si Felix, kenapa harus bersusah payah. Aku hanya ingin menuangkan banyak waktu bersama anak dan istriku. " Sahut Bryan di sela mengunyahnya. Bryan tahu apa yang akan di bahas oleh sahabatnya itu, sebab tidak mungkin datang jauh-jauh jika tidak ada yang akan mereka kupas.


Tanpa banyak bertanya lagi keempatnya makan malam dengan hikmat, selesai makan Ariell mengajak Bonee ke kamarnya untuk melihat bayi perempuan yang baru saja ia lahirkan beberapa minggu yang lalu.


Sementara Para pria berjalan ke arah ruang kerja, keduanya duduk di sofa saling berhadapan. Armand nampak begitu serius berbeda dengan Bryan yang terlihat lebih santai.


" Katakan! Tapi sepertinya kau sendiri ada masalah besar Dude. Ada apa? Kau bisa bercerita padaku, eh! Kau dan Bonee serius bukan? Maksudku hubungan kalian?" Cecar Bryan yang seolah tahu bahwa sahabatnya ini tengah di rundung masalah, terlepas masalah yang tengah mereka kupas.


" Tunggu-tunggu. Kenapa dari nadamu, kau seperti tengah tertekan? Kau tidak sedang bermain-main dengan wanita itu bukan? Jangan begitu Dude, dia sudah aku anggap seperti Adikku sendiri sekarang. Jika kau tidak serius, lepaskan dari sekarang, sebelum hubungan kalian terlanjur lebih jauh lagi." Ultikum Bryan panjang lebar.


" Hei ayolah.. dari awal kau tahu sendiri alasan hubungan kami berdua. Dan aku juga masih sedikit trauma dengan pernikahanku sebelumnya yang hancur. Justru sekarang ini ada seseorang yang terus menganggu pikiranku, sudah aku selidiki identitasnya, namun ternuata tidak semudah itu, dasar kucing betina!" Tukas Armand yang tiba-tiba saja marah-marah tidak jelas, membuat Bryan mengekerutkan keningnya heran.


" Kucing betina siapa maksudmu?" Tanya Bryan sedikit penasaran.


" Si Catie anak buahku yang banyak sekali menyimpan rahasia. Entahlah dia terus saja— Tunggu! Kenapa aku.jadi curhat tentang dirinya padamu!" Kesal Armand pada dirinya yang sudah terlanjur keceplosan bicara.


" Catie? Maksudmu wanita yang sedikit mirip dengan kekasihmu itu?" Tebak Bryan yang tepat sasaran.

__ADS_1


Armand yang tadinya membuang muka seketika menatap sahabatnya dengan pandangan tak percaya." Kau juga melihatnya? Kukira hanya aku sendiri yang mengira dia mirip mantan Adik iparmu. Tetapi begitu aku teliti dengan detail dia amat berbeda dengannya. Entahlah sebaiknya kita membahas hal yang lain. Aku akan terus memantau aktifitasmu dengan Ariell setelah ini, pastikan kau maupun Ariell tidak keluar sendirian." Pinta Armand yang kini kembali pada mode serius.


" Okay, itu tidak masalah. Lanjutkan!"


Keduanya pun terus mengupas masalah yang terus menimpa keluarga kecil Bryan. Dan kini Armand pun sudah mengantongi nama seseorang yang ia yakini sebagai dalang dari semua peristiwa yang terjadi.


" Damn it!! Akan aku pastikan pria tua itu membusuk di balik jeruji." Desis Bryan yang tersulut emosi begitu mendengar nama seseorang yang sangat familiar baginya.


" Santai Dude! Kita harus mengumpulkan banyak bukti terlebih dahulu. Dan entah mengapa wanita yang berwarna Catie ini juga mempunyai dendam keramat dengan mantan mertuamu itu! Aku jadi semakin curiga padanya?" Ujar Aemand semakin penasaran dengan partnernya.


" Okay aku ikut saja." Setelah sudah membuat keputusan, mereka lanjut mengobrol hal lainnya juga. Sebab setelah kejadian kecelakaan Bryan, mereka sudah jarang bertemu di karenakan kesibukan masing-masing.


.


.


.


.tbc


Maaf para Readers baru up,, di karena kisah Richard yang sudah menemukan kebahagiaannya dengan sang istri, kuta lanjut ke kisah Armand yaa..sang Detektif yang akan menemukan cinta sejatinya, kira-kira siapa nanti yang akan berakhir dengan pria berkharisma tersebut? Ikuti terus ceritanya..


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2