
" Hey Dude, kuharap ini kesedihan yang terakhir di dalam keluarga kalian, dan semoga semuanya akan merasakan kebahagiaan setelah ini." Seru Armand sembari memeluk sahabatnya ala pria.
" Aamiin. Kuucapkan terima kasih banyak karena sudah membantu keluargaku selama ini. Kuharap kau tidak main-main dengan Bonee Dude, sebab yang kulihat dia sungguh-sungguh mencintaimu. Jangan sampai ada penyesalan di akhir, itu saja." Pesan Bryan yang tersirat akan peringatan kepada sahabat detektifnya.
Armand hanya diam tidak ingin menanggapi ucapan sahabatnya, walau apa yang di ucapkan oleh Bryan barusan benar adanya. Ia sendiri juga tahu bahwa Bonee memang terlihat sangat mencintainya. Namun ia masih bingung dengan perasaannya sendiri saat ini. Keduanya pun berjalan keluar TPU bersama.
" Baiklah kami pergi dulu." Pamit Bryan kepada semua orang.
Bryan pun sudah mendengar cerita semuanya dari Armand tadi sebelum pergi kesana. Walau ada rasa amarah yang memuncak dan juga kesal terhadap Bram, namun semua sudah terjadi. Ingin membalas pun percuma saja toch orangnya sudah tidak ada lagi, terlebih semuanya sudah berlalu.
Akhinya kedua anggota keluarga tersebut meninggalkan pemakaman. Mobil Bryan dan Mama Lidya sudah lebih dulu pergi di susul mobil Owl. Lalu si susul mobil David yang di dalamnya ada kedua orangtuanya dan ketambahan Ken.
Sehingga hanya tertinggal Armand Cs yang paling akhir, Armand baru sadar jika sedari tadi ia tak melihat kekasih palsunya itu. Ia menoleh kesana kemari untuk mencarinya, namun tidak terlihat, bahkan ia tak sadar di ajak bicara oleh kedua sahabatnya yaitu Bruno dan Percy sedari tadi.
Hingga tepukan di pundak menyadarkan dirinya. " Huh! Ada apa?" Tanyanya gelagapan menatap kedua pria tersebut.
" Kau yang kenapa sedari tadi di ajak bicara tidak nyahut, apa yang tengah kau pikirkan?!" Seru Bruno berdecak kesal melirik Armand.
" Oh sorry-sorry, aku tidak sengaja melakukannya. Apa yang kau tanyakan tadi?" Tanyanya dengan wajah sedikit cengo setelah ia kembali sadar dari lamunanya.
" Ck, sudahlah sebaiknya kita pulang saja, kasihan anak dan istriku yang sudah menunggu kedatanganku yang sudah terlalu lama tidak pulang-pulang." Tukas Percy yang memang ingin segera pulang dan itulah yang menjadi alasannya ingin cepat-cepat kembali ke kota asalnya.
" Ah ya ayo." Ajak Armand yang tahu jika waktu mereka sudah menyita banyak waktu selama berburu Bram kemarin itu selama beberapa hari yang lalu.
Ketiganya pun langsung bergegas menuju ke bandara tanpa ingin repot-repot untuk berpamitan terlebih dahulu kepada keluarga besar David yang memang terakhir kali sudah menumpang hidup ketiganya. Tapi tadi Armand sudah sempat beepamitan pada David saat di pemakaman tadi walau hanya ucaoan singkat.
__ADS_1
****
Hari-hari telah berlalu begitu cepat, baik Armand kini kembali di sibukan dengan berbagai kegiatan juga kesibukannya mencari mangsa dari daerah ke daerah lain. Begitu pun dengan seorang wanita yang saat ini sudah merasa jauh lebih baik dari sebelummya.
Ya wanita itu adalah Bonee atau Brisa yang saat ini menikmati waktu kebersamaannya bersama Papa kandungnya Hans dan juga Mama sambungnya. Ia cukup merasa bahagia bisa di terima baik oleh mereka berdua yang selama ini tidak pernah bertemu, walau di awal terasa canggung juga segan namun lambat laun ia bisa menguasai dan bisa membawa diri menjadi salah satu putri kebanggan mereka. Wanita ini pada akhirnya memilih ikut serta tinggal di luar negeri dan turut andil dalam mengerjakan bisnis keluarganya bersama Kakak kembarannya Briva.
Sudah hampir setahun ini dia asyik menjalani pekerjaan yang ternyata cukup menyenanglan juga bisa mengalihkan dunia percintaannya yang gagal. Semua anggota keluarganya selalu bertanya tentang hubungannya dengan pria detektif itu.
Namun semua memaklumi jika memang begitu keputusan yang Bonee ambil. Hanya saja Briva yang lebih peka dan menyadari jika ada sesuatu yang Adik kembarnya itu sembunyikan darinya juga pada semua orang.
Walau sudah di desak sedemikian rupa Bonee tetap bungkam tidak ingin menjawab dengan jujur. Baginya itu percuma saja di ceritakan sebab pada dasarnya memang semuanya adalah kebohongan belaka.
" Brisa aku pergi dulu ya, apa kau baik-baik akan saja jika aku tinggal?" Pamit Briva yang memang akan pergi bersama dengan kekasihnya Owl setelah acara mereka selesai. Ia mencoba memberi keyakinan pada dirinya sendiri, mengingat Adiknya itu tak memiliki banyak kenalan di negara besar ini.
Ia sangat tahu jika Kakak kembarnya akan menghabiskan waktu malamnya dengan sang kekasih, dan ia berusaha untuk tetap tegar walau rasa sakit itu masih terasa hingga sekarang, terlebih melihat Kakaknya selalu bahagia bersama dengan kekasihnya Owl yang notabene adalah asistent Kakak laki-laki mereka yaitu David, membuatnya sedikit merasa iri.
Sepeninggalan Briva, Brisa termenung seorang diri di meja bulat tak jauh dari keberadaan kedua orangtuanya. Walau sekarang ini suasana sedang berbahagia dan di tengah keramain mengingat malam ini adalah acara pertunangan Briva dan Owl, namun tidak dengan hatinya, tetap saja merasa kesepian.
Kuharap aku bisa melupakanmu...
Tak lama datanglah seorang pria berperawakan bule, sebab memang asli berdarah LN. Pria itu mengambil tempat duduk tepat di samping Brisa yang sedang termenung. Tak ingin mengejutkan wanita itu, ia nampak bergeming menatap Bonee intens sembari makan kudapan yang ada di atas meja tersebut.
Sadar jika ada yang memperhatikan membuat wanita itu terusik dan melirik ke arah samapingnya, dimana pria tampan menatapnya lembut. Dia sangat mengenal baik pria itu yang popularitasnya cukup terkenal disni. Dan seharusnya Bonee salah tingkah sudah di tatap sedemikian rupa oleh salah satu aktor ibukota, namun tidak dengan wanita satu itu, yang nampak acuh dan cuek ia hanya melirik malas pada si pria.
" Apa yang membuatmu termenung seperti itu? Apa karena kau belum menemukan pendamping, seperti kembaranmu itu?" Sindir si pria aktor yang memang sengaja menggodanya.
__ADS_1
" Bukan urusanmu!" Jawab Brisa dengan ketus, ingin pria itu pergi dari hadapannya saat ini juga.
" Wow,, cantik-cantik garang! Baiklah aku pergi, jangan merindukanku." Seru si pria bernama Justine Lee sang Aktor terkenal yang mempunyai wajah nan tampan dan berkarisma. Namun sayang tidak bisa membuat seorang Brisa Luxio terpikat oleh karismanya itu.
" Dasar orang gil4! Sudah di cueki juga masih ngarep! Dasar sint1ng!" Gerutu Brisa dengan menggunakan logat negara asalnya.
*****
Berbeda dengan Brisa yang berusaha melupakan pria yang sudah memporak-porandakan hatinya saat ini. Berbeda pula dengan si pria tersangka utamanya yang justru merasa merasa uring-uringan sejak kejadian waktu dulu itu.
Ya siapa lagi jika bukan Armando Delvis, si detektif yang sudah beberapa bulan ini merasakan ada sesuatu hal lain yang terjadi padanya, namun ia enggan untuk berterus terang kepada semua orang, bahkan termasuk kepada dirinya sendiri. Sudah ia sibukkan diri untuk bekerja agar bisa melupakan kenangan singkat itu, namun tetap saja terasa sulit untuknya.
"Aaargghhh!! Ada apa denganku! Apa aku memang menyukainya selama ini? Tapi bagaimana mungkin!" Elaknya yang merasa ada yang salah pada dirinya sendiri.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.
__ADS_1