
Padahal Rich sudah berpesan pada semua anggota keluarganya, bahwa ia tidak ingin di ganggu disaat ia ingin menjernihkan pikiran sejenak di negara ini, sebab setelah peristiwa beberapa tahun lalu, yang semuanya sudah pada tahu , ia memang mungkin banyak berubah dan menjadi pribadi yang sedikit dingin pada semua orang kecuali anggota keluarganya saja.
" Sayang semoga kau menikmati liburanmu kali ini, jika bisa berkelilinglah ke penjuru negara itu untuk menghilangkan rasa penat yang mungkin saja masih kau rasakan, Mama bisa merasakan walau kau terus saja menutupinya, sebab Mama adalah Mamamu sampai kapanpun."
Begitulah isi pesan yang barusan ia baca, yang ternyata pesan dari Mama Ola, yang begitu sangat perhatian pada putranya ini. sungguh beruntung sekali Rich masih ada orang yang begitu menyayangi dirinya di sekelilingnya, siapa lagi jika bukan keluarganya.
Terkadang sang Papa yang memberi nasehat bijak padanya, sang Mama yang memang selalu perhatian kepadanya, dan tak lupa Valerie adiknya yang ikut memberi dukungan untuknya, walau gadis kecil itu selalu saja ia goda dulu setiap harinya.
Tetapi sekarang Val sudah bukan gadis kecil lagi, ia sudah bertambah dewasa semenjak ia mempunyai kekasih dan juga kuliahnya juga hampir selesai, Val tidak ingin melanjutkan kuliahnya ke jenjnag lebih tinggi, sebab jadwalnya sebagai seorang model sudah sangat padat, sehingga ia memilih untuk fokus ke dunia modelingnya saja, tanpa harus susah-susah memikirkan di setiap mata kuliahnya.
Rich meletakkan kembali ponselnya ke tempat semula, setelah ia membalas pesan dari sang Mama secara singkat seperti biasa. ia sudah sangat lelah di perjalanan tadi, sehingga tak lama ia pun sudah terlelap.
...----------------...
Tak terasa hari sudah malam, dan saatnya Rich untuk segera bersiap diri, sebab malam ini adalah acara grand opening untuk Restoran terbarunya yang berada di negara sini, hingga ia berpakaian cukup rapi dan nampak begitu elegan.
Di sepanjang perjalanan Rich disuguhi dengan pemandangan kota yang luar biasa indahnya, beberapa kapal pesiar mewah berjejeran di dua ujung pelabuhan sana yang memang di lewati oleh Al saat menuju ke Restoran.
" Sangat indah jika malam hari bukan begitu Sir?" celetuk Al yang sedang duduk di balik kemudi mobil.
" Hmmmm." Rich hanya menjawab gumaman, sambil terus menatap takjub ke arah jalanan yang cukup ramai ini, kendaraan yang berbeda-beda berlalu-lalu di sepanjang perjalanan mereka.
Tak berapa lama mobil pun berhenti di sebuah Restoran yang cukup mewah dan cukup besar, siapa lagi pemiliknya jika bukan Richard. ia sengaja membangun Resto yang jauh lebih besar dari cabang-cabang Resto miliknya dan besarnya hampir sama dengan Resto yang berada di dekat Apartemennya yang berada di negaranya sana.
Beberapa staf, karyawan baru berdiri berjejer di depan Resto untuk menyambut kedatangan sang big boss pemilik Resto tersebut, Rich pun berjalan dengan senyum singkatnya di ikuti oleh semuanya di belakangnya. dan ia segera memotong pita di tengah-tengah ruangan tersebut sebagai tanda telah di bukanya Restoran cabang miliknya itu.
Suara tepuk tangan yang meriah dari para stafnya memeriahkan acara opening tersebut, Rich pun mengedarkan pandangan ternyata tak hanya ada para stafnya, ada beberapa pengunjung yang sudah menunggu di depan pintu luar sana sudah tak sabar untuk segera masuk ke dalam sebagai pelanggan pertama Restorannya.
__ADS_1
Memang tak hanya Grand Opening saja acara malam ini, tetapi juga meet-and-greet. sebelum acara pembukaan Rich memang menyuruh Al untuk menyebarkan brosur opening ke beberapa orang yang tengah berada di tempat ramsi, dan segala sesuatunya.
" Terima kasih untuk semuanya, saya hanya akan menyampaikan sedikit saja, semoga kalian semua bisa bekerja sama dengan baik, dan semoga Resto ini bisa semakin ramai pengunjung dan di kenal banyak orang, poin utama adalah pelayanan yang terbaik bagi semua pengunjung yang datang kemari, dan menjaga kebersihan adalah poin kedua yang terpenting. sekian dari saya, selamat bekerja dengan semangat, dan sambut mereka semua.." tunjuk Rich ke arah luar setelah mengakhiri pidato singkatnya.
Kembali tepuk tangan mengudara dari semua staf yang bekerja di Resto tersebut, tak terkecuali Al orang yang Rich percayakan untuk menjadi Managernya.
Rich pun berjalan memasuki ruangan dalam yang tidak begitu luas yang akan menjadi tempat Al sebagai tempat kerja pria itu, Rich hanya akan mengamati suasana di luar sana dari layar pipih berukuran 32" yang di letakkan di dinding tepat di atas sana.
...----------------...
" Kita sudah sampai, ayo kita turun, ayo Mike." seru seorang pria yang tidak lain adalah Ben, pria itu segera turun dari mobilnya, terlihat juga seorang wanita yang tadi duduk di sampingnya ikut turun dengan terpaksa.
Ya pada akhirnya pria itu berhasil mengajak Zoey keluar untuk Dinner bersama mengajak serta Mike putra wanita itu, sebenarnya Zoey sangat malas untuk makan malam di luar, namun demi membalas kebaikan pria itu yang tidak lain kepsek di sekolahnya mengajar, ia terpaksa menerima ajakannya, dan berharap pria itu tidak akan mengajaknya kembali untuk makan malam lagi di hari-hari berikutnya.
Zoey berubah tentu saja, semenjak ia di kelabungi oleh pria ba******n itu, ia kini menjadi pribadi yang tertutup kepada hampir semua orang, terlebih seorang pria. jadi walaupun Ben adalah pria penolongnya beberapa tahun terakhir, tetapi Zoey tetap menjaga jarak dengan pria asing itu.
" Ayo sayang, " Ben akan menggandeng tangan kecil itu untuk memasuki Restoran yang terlihat baru saja di buka. ternyata benar dugaannya, Restoran ini lumayan mewah terlihat dari luarnya.
" Aku bisa jalan sendiri Ben." tepisnya pelan, Ben hanya terkekeh melihat tingkah bocah lelaki itu.
Mike bahkan tidak ingin di sebut anak lelaki yang masih kecil oleh orang lain. bahkan Mommy nya sendiri selalu ia panggil sayang, layaknya seorang pria dewasa memanggil sayang kekasihnya.
" LEOCA RESTO." gumam Zoey yang berjalan di belakang dua pria berbeda generasi tersebut.
Zoey merasa tidak asing dengan nama tersebut, tetapi ia pun tidak ingin di pusingkan dengan mengorek-ngorek memori di otaknya untuk menemukan apa yang sedang ia pikirkan saat ini, sebab ia hanya akan memikirkan dirinya sendiri dan juga putra tampannya Mike.
Mereka bertiga masuk dan di sambut hangat oleh karyawan yang berdiri di depan pintu masuk. mereka mengedarkan pandangan ke area dalam yang sepertinya meja pengunjung sudah pada penuh.
__ADS_1
" Sepertinya duduk di area luar terasa lebih segar." Ben menoleh ke arah Zoey. meminta pendapat wanita cantik yang masih menatap kesekelilingnya.
Seolah tahu Ben sedang menunggu jawaban darinya, Zoey hanya mengangguk dan mengikuti pria itu." Ya tentu."
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.
__ADS_1