I Remember You

I Remember You
Rahasia Yang Mengejutkan.


__ADS_3

Di tengah suasana yang mencengkamkan seperti ini, sudah tidak di hiraukan lagi saat semuanya mendengar lontaran dari mulut seseorang.Tak hanya Armand yang kebingungan setelah mendengar kata sayang itu, baik Bruno, Percy dan beberapa orang lainnya juga tak kalah bingung menatap ke arah sepasang pria dan wanita yang saling berhimpitan, terlebih David beserta sang Papa.


" Sejak kapan kalian jadian?" Tanya David memicingkan kedua netranya ke arah sang Adik lalu berakhir menatap tajam ke arah Owl asistennya itu.


Di tatap seperti itu bukannya takut, Owl justru menarik salah satu sudut bibirnya. Sepertinya ini semua harus terungkap malam ini juga. Belum sempat Owl atau Briva menjawab pertanyaan dari David, terdengar suara ledakan yang jauh lebih dahsyat lagi dari sebelumnya, sepertinya itu berasal dari token listrik.


" Awas!! Semua kembali merunduk!" Titah Armand di sela kebingungannya saat ini. Walau demikian rasa keingin tahuannya ingin segera terjawab.


" Sebaiknya kita semua pulang, Papa sudah menghubungi beberapa Ambulan, mungkin sebentar lagi akan datang, biarkan mereka yang mengurus semua jenasah disini, termasuk jenasah Bram." Ajak Hans menatap ke arah kedua anaknya lalu berpindah kepada semua orang. " Sebaiknya kalian ikut dengan kami, bukankah kalian juga ingin tahu jawaban yang belum kalian dengar?"


The Rocky' Angel Cs sebenarnya ingin sekali menolak, terlebih urusannya dengan bandot tua itu belum selesai. Namun apa yang di katakan oleh Hans selaku Papa dari David ada benarnya juga. Dan pada akhirnya mereka ssemua pun ikut pulang ke kediaman Luxio, dengan bersamaan kedatangan dari para mobil-mobil ambulan yang baru saja datang.


Hampir tiga jam di perjalanan, akhirnya mobil rombongan itu memasuki gerbang mewah Mansion milik Luxio, semua orang pun segera berhamplbur keluar dari dalam mobil. Armand cs langsung di sambut hangat saat baru saja masuk ke dalamnya, didalam sana berdiri dua wanita berbeda genenasi namun sama-sama memilki aura wajah yang sama-sama cantik. Di dalam Mansion juga samuanya nampak begitu mewah, tak kalah mewah dengan Mansion milik Bryan sahabat mereka.


" Astaga! Apa kalian semua terluka parah? Ayo segera kita obati semuanya." Titah sang Nyonya bwsar di Mansion tersebut.


Semua orang sibuk saling mengobati luka yang terdapat di hampir seluruh tubuh masing-masing, saling membantu seperti itulah yang di lakukan oleh Rocky' Angel. Namun adegan yang tadi kembali terulang, sehingga membuat atensi semua orang menatap ke arah sepasang tadi.


" Aku tidak apa, hei ini hanya luka kecil yang biasa aku dapatkan, tidak perlu khawatir seperti itu." Protes Briva kepada pria yang saat ini terus mengobati luka kecilnya, bahkan lukanya sendiri tidak ia hiraukan.


" Kau bilang hanya luka kecil! Bagaimana kau bisa mendapatkan luka separah ini, huh! Dan sebaiknya kau diam saja." Desis Owl yang tak ingin mendengar alasan apapun lagi dari wanitanya.


" Sudah! Sekarang gantian, diamlah." Briva segera membubuhkan obaterah juga salep ke atas luka yang Owl alami, yang membuat Owl meringis menahan perih." Berhenti merintih, seperti wanita saja!"

__ADS_1


Dan semua orang melihat adegan yang bisa di bilang mesra itu, terlihat Owl begitu mencintai Briva, begitu pun sebaliknya. Namun di balik itu semua ada seseorang yang entah mengapa ada sebagian darinya yang merasa berdenyut perih, namun itu semakin membuatnya bingung, apa sekitanya yang tengah ia rasakan saat ini, begitulah pikirnya.


Malam ini sebenarnya sudah sangat larut, terlebih semua orang yang ikut berburu pasti kelelahan. Namun baik Armand cs, David dan semua orang masih sangat penasaran dengan jawaban yang tadi belum terjawab dari mulut kedua orang pelaku.


" Baiklah, sebaiknya kalian cepat katakan sejak kapan kalian jadian? Dan bagaimana bisa, kalian bahkan jarang sekali bertemu, atau tidak sama sekali selama ini?" Seru David orang yang paling tidak sabar ingin segera mendengar jawaban dari kedua orang tersebut.


Briva menghela napas panjang sebelum ia menjawab pertanyaan dari semua orang, terlebih kepada kedua orang tuanya yang sudah membesarkan dirinya selama ini. Ia sekilas melirik ke arah pria yang sejak tadi menatapnya tanpa berkedip.


" Aku dan Owl sudah hampir lima tahun menjalin hubungan, dan kami memang jarang bertemu. Karena, yah kamu sibuk dengan pekerjaan masing-masing tapi kami tetap saling berkomunikasi setiap hari, lalu apa masalahnya." Sahut Briva dengan begitu tenang tanpa beban.


" Wah, tidak kusangka kau diam-diam memacari Adikku Owl. Ckck.. Kau memang—


" Tunggu! Adik? Apa maksudmu Dav?" Tanya seseorang yang terhenyak saat mendengar David menyebut kata Adik kepada wanita yang masih berstatus sebagai pasangannya, ya walau statusnya palsu, namun tetap saja semua orang tahunya mereka menjalin hubungan lalu apa ini?


Ya Armand-lah yang tadi bertanya, ternyata tak hanya Armand yang terhenyak, Bruno dan Percy pun sama. Ketiganya saling menatap bingung saat mendengar ada sebuah rahasia yang tersimpan di dalam keluarga ini, dan membuat mereka semakin kebingungan.


Akhirnya Hans yang di tunjuk oleh putranya pun menceritakan yang sebenarnya kepada ketiga pria tersebut, tanpa ada yang ia tutup-tutupi dari mulai ia membantu Julia Ibu kandung Briva dan Bonee, hingga berakhir menjadi Papa kandung kedua gadis itu, bahkan ketiga pria itu menganga saking terkejutnya. Mereka tidak menyangka sedari tadi wanita yang bersama mereka berburu tidak lain dan tidak bukan adalah anggotanya sendiri yaitu Catie.


Pantas saja saat Armand berbicara, wanita itu terus saja mengelak bahwa ia bukanlah Bonee, ternyata terjawab sudah kebingungan di dalam benak mereka bertiga.


" Jadi kau adalah Catie kami—maksudku teman kami yang ternyata adalah Adik dari Tuan David?" Tanya Percy yang memang selama ini sangat dekat dengan wanita itu.


Briva yang di tatap dan di beri pertanyaan seperti itu oleh Percy sahabatnya merasa tidak enak hati, sebab selama ini ia sudah membohingi ketiga pria tersebut dengan menyamar sebagai orang lain selama ini.

__ADS_1


" Jadi kau adalah Adik kembarannya Bonee?" Tanya Armand yang menatap nanar ke arah Briva.


Wanita itu hanya mengangguk pelan, bahkan berkali-kali ia mengucapkan maaf kepada ketiganya. Namun sepertinya ia merasa tatapan Armand berbeda kali ini, entah apa yang membuat pria itu masih saja menatapnya, tanpa ada rasa takut sekalipun bahkan kepada Owl yang jelas-jelas pria yang menjadi kekasih dari Briva.


" Jadi nama aslimu Briva?" Kini giliran Bruno yang bertanya, pria itu seolah merasa terluka akibat dari kebohongan wanita itu.


" Ya dia Briva Adikku, aku pun baru mendengar cerita ini dari Papa. Bahwa aku memliki Adik kembar, sungguh takdir di luar dugaan, siapa yang akan menduga bahwa aku pernah memiliki perasaan terhadap Kakak tiri mereka." Pungkas David saat mengingat wanita yang hingga kini masih bersemayam di lubuk hatinya yang terdalam, walau ia sadar ada wanita disisinya saat ini, yang tak lain adalah wanita yang menyandang gelar sebagai istrinya sendiri.


Tak lama setelah itu Armand tiba-tiba berdiri dari duduknya, membuat semua orang menatapnya dengan pandangan bingung." Kau mau kemana Bro?" Tanya Bruno mengernyit bingung.


" Bonee, aku akan menyusul Bonee."


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.

__ADS_1


__ADS_2