
" K-kau mau apa?" pekik Zoey saat menyadari tangan suaminya itu menyentuh punggungnya.
" Kau terlihat cantik jika rambutmu terurai begini." bisiknya sambil menarik ikat rambut yang mengikat surai hitam itu, membuatnya jatuh indah hingga ke punggung Zoey.
Zoey terlihat gugup saat tubuh mereka hampir saja menempel." Aku akan mandi duluan." bisik Rich kembali sambil melipir pergi dan masuk ke dalam kamar mandi.
" RICHAAARD." teriak Zoey yang sudah sangat kesal pada suaminya itu, Rich pun hanya bisa terkekeh di dalam sana.
Namun Zoey bisa menghela napas lega, begitu ia terbebas, rasanya ia sedang berada di dalam kandang singa saat ini. ia pun duduk di bibir ranjang sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar yang begitu luas itu.
" Kenapa tidak ada fotonya sama sekali.?" gumamnya masih menatap keseluruhan.
" Dan kenapa aku jadi merasa sangat gerah sekali berada disini?" Zoey menatap ke arah pendingin ruangan yang ternyata sudah menyala dan posisinya sudah di atas normal. tapi ia merasa begitu panas di kamar tersebut." Padahal ACnya sudah nyala."
Zoey ingin melepaskan kemeja yang masih ia pakai itu, namun ia sadar bahwa di dalam kamar ini ia tak sendirian, ia pun mengurungkan niatnya dan sudah tak sabar untuk segera mengguyur tubuhnya agar terasa segar.
" Mungkin karena aku belum mandi?" gumamnya kemudian.
Ceklek!!.
Tak lama Rich keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya saja tanpa memakai atasan apapun di bagian tubuh kekarnya. membuat Zoey langsung memalingkan wajahnya karena tidak ingin terlena oleh tubuh suaminya yang terlihat begitu sempurna itu.
Entah sadar atau tidak, ia saja yang melihatnya merasa malu lalu bagaimana dengan sang empu tubuh yang tidak merasa malu sama sekali, membuat Zoey tidak habis pikir.
" Kau itu mesum sekali." tuduh Zoey sambil berlari masuk ke dalam kamar mandi. Rich kembali terkekeh melihatnya. istrinya itu memanglah sangat menggemaskan sekali.
Setelah di rasa sudah cukup berendam di dalam bathtup Zoey pun segera menyudahi acaranya, karena ia merasa tubuhnya sudah jauh lebih segar dari sebelumnya, Zoey berjalan menuju walk in closet yang terhubung dengan kamar mandi tersebut, begitu ia membuka lemari pakaian matanya terbelalak, ia terkesiap saat melihat ada beberapa lingerie menggantung banyak sekali di sana.
" Astaga baju apa ini? apa ini adalah rencana pria itu untuk meminta haknya kembali? tidak akan! aku tidak akan memakainya. dasar! tidak hanya narsis ternyata dia sangat mesum sekali." gerutu Zoey sembari menutupnya kembali, dan berjalan ke kamar dengan masih memakai bathrobe, ia pikir lebih baik memakainya daripada memakai baju kurang bahan itu.
" Kenapa kau belum berpakaian?" tanya Rich sambil terus menelan salivanya, sungguh istrinya itu membuatnya langsung tegang.
Padahal Zoey hanya memakai bathrobe saja ia sudah tegang seperti itu, apalagi istrinya itu memakai lingerie yang sudah di siapkan di dalam lemari pakaian?
__ADS_1
" Kau memang sengaja bukan? agar kau bisa menyerangku kembali!" tuduhnya menatap nyalang ke arah suaminya itu yang terlihat begitu tenang sekali tanpa merasa bersalah.
Rich mengernyit tidak paham, apa yang di katakan oleh istrinya." Kau ini bicara apa?" Rich balik bertanya sambil menyeka keringat yang terus mengucur di dahi dan juga lehernya.
Rich berjalan melewati istrinya yang sedang dalam mode marah. ia justru berjalan ke arah saklar lampu dan langsung mematikannya dengan cepat.
" Hei kenapa kau padamkan lampunya?!" pekik Zoey sangat terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Richard.
Rich bergeming sudah sedari tadi ia heran saat baru saja keluar dari kamar mandi, seharusnya tubuhnya itu masih sangat segar sehabis mandi, tetapi di dalam kamar ia justru merasa gerah, padahal pendingin ruangan sudah ia besarkan juga, namun ia masih saja tetap terasa kepanasan di dalam kamarnya sendiri.
Sebab ia tadi juga sempat melihat di dahi istrinya yang juga sudah sedikit berkeringat padahal Zoey juga baru saja keluar dari kamar mandi dan juga baru membersihkan tubuhnya, namun mereka sudah seperti mandi keringat saja.
" Tunggu! apa kau juga merasakannya? bahwa di dalam kamar ini begitu panas? apa sebaiknya kita buka saja jendelanya bagaimana menurutmu?" usul Rich yang akan berjalan ke arah jendela besar kamarnya.
Zoey pun terdiam, ia tidak jadi marah, ia juga menyadarinya bahkan sebelum ia membersihkan tubuhnya tadi, ia pun mengangguk saat menyadari suaminya itu menunggu jawaban darinya. entah suaminya itu melihatnya atau tidak.
Tak menunggu lama lagi Rich segera melangkah dan membuka gorden tebal itu terlebih dahulu hingga sinar dari luar langsung menembus ke dalam kamar membuat kamarnya tamaram. lalu ia beralih membuka jendela-jendela itu dengan cepat, dan seketika hembusan angin malam menerpa kulitnya yang sedari tadi belum memakai pakaian.
" Aahh segarnya, ini jauh lebih baik." gumam Rich sambil melangkah mendekati istrinya, membuat Zoey sedikit panik dan menjadi waspada.
Rich menyeringai saat melihat istrinya itu ketakutan, ia justru semakin maju hingga istrinya itu terpentok di dinding kamar.
" Memangnya kenapa kalau aku macam-macam? kau adalah istriku, aku berhak atasmu, berbuat apapun padamu. termasuk meminta hakku kembali yang belum kau penuhi saat malam pengantin kita." bisik Rich sedikit mendesah tepat di dekat telinga Zoey.
Rich sendiri tidak mengerti kenapa ia merasa begitu bergairah saat ini apalagi saat melihat istrinya itu masih berkeringat, tubuhnya terasa seperti terbakar oleh sesuatu yang ingin tersalurkan.
" I need you." bisik Rich kembali, saat Zoey akan menjawabnya bibirnya sudah di serang terlebih dahulu oleh bibir tipis suaminya, seakan membuatnya terhipnotis dan perlahan membalas ciuman panas dari suaminya.
Zoey sendiri sebenarnya juga merasakan keanehan di dalam tubuhnya sendiri, tubuhnya seakan minta di jamah dan di belai mesra oleh suaminya sendiri, entah ia pun seperti orang yang tidak waras saat ini.
Rich tersenyum di sela kegiatannya saat menyadari istrinya itu membalasnya, ia menjadi bersemangat dan semakin bergairah. ia semakin memperdalam ciumannya itu hingga ciuman mereka semakin panas dan menuntut.
" Aahh." desah Zoey langsung lolos begitu Rich melepaskan ciumannya dan beralih ke leher jenjang putih itu, membuat Rich semakin terbakar gairahnya mendengar desah*n istrinya tersebut.
__ADS_1
Kedua tangannya pun menelusup masuk ke dalam bathrobe Zoey dan menemukan dua gundukan kenyal yang langsung ia remas dengan lembut.
Membuat Zoey memejamkan matanya nikmat, saat merasakan sentuhan demi sentuhan yang suaminya itu berikan padanya. hingga rasa itu mampu membuatnya melupakan rasa kesalnya terhadap suaminya selama ini.
Seluruh ruangan kamar menjadi panas oleh suara ******* yang keluar dari mulut Zoey, saat tangan suaminya itu bermain-main di area sensitifnya. membuatnya tidak tahan seakan ia akan merasakan ledakan dari dalam tubuhnya sendiri.
Tak lama kemudian. "Aaakhhhh.." lenguhan panjang pun keluar dari mulut Zoey saat ia merasakan hebatnya ledakan itu.
Rich langsung tersenyum lebar, dan ia pun mengambil tangannya kembali dan langsung memasukkannya ke dalam mulutnya untuk menyesap rasa yang telah di keluarkan istrinya itu.
" Rasanya sangat manis, i want you Baby." desah Rich yang langsung menggendong istrinya, seperti koala.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.