
Waktu jam makan siang tiba, Rich bersama dengan para sahabatnya sedang berjalan menuju ke kantin, ia tidak melihat keberadaan sang istri dimana pun, hingga ia memutuskan untuk menghubunginya menanyakan keberadaan istrinya berada.
Mereka berempat duduk di bangku saling barhadapan, kenapa hanya berempat? sementara mereka lima bersahabat. sebab salah satunya sedang tidak berada di negara yang sama.
" Kau sudah dengar bukan teman kita akan menikah minggu ini?" seru Lucas pada Rich yang sibuk menyantap makanannya.
" Teman? teman yang mana?" tanyanya bingung tidak mengerti menatap pada yang lainnya juga.
" Kau pasti belum membaca group chat kita, benar bukan?" tebak Andrew menggelengkan kepalanya.
" Sorry, aku sibuk semalam, jadi tidak sempat membaca chat kalian, memangnya siapa yang mau menikah? kau?" tebak Rich menunjuk Andrew, yang di tebak langsung tersedak makanan yang ia makan.
" Uhuukk..Uhuukk.." Kyle menyodorkan segelas air mineral untuk Andrew yang langsung di tenggak habis olehnya.
" Kau itu sibuk menggempur istrimu setiap malam, jadi mana mungkin kau bisa mengecek ponselmu, kami tidak heran lagi." skak Lucas yang sudah paham.
" Jangan menuduh sembarangan, yang benar saja aku menikah dini, aku bahkan belum puas dengan satu wanita. masih lama." elak Andrew setelah batuknya mereda.
Yang lain justru tertawa terbahak mendengar ucapan dari keduanya, " Kau ingat tidak siapa yang mendapatkan buket bunga di pernikahanmu?" tanya Lucas menjelaskan.
Membuat Rich berpikir sejenak, " Maksudmu sahabat kita Bryan?" tebaknya, yang baru mengerti.
" Tentu saja memang siapa lagi kalau bukan dia, hahaha." timpal Kyle yang sedari tadi sibuk memainkan ponselnya.
" Whattt!!!" pekik Rich tiba-tiba, yang membuat sahabatnya yang lain terlonjak kaget mendengar pekikan Richard.
" Kenapa kau sebegitu terkejutnya? aku bahkan tidak terkejut sama sekali, justru disaat kau menikah baru aku terkejut, kupikir kau akan menikah di usia hampir senja. hahaha." seloroh Andrew tertawa terbahak.
" Bangs4**, kau pikir aku menyukai wanita tua?" todong Rich tidak terima di tuduh seperti itu. namun ia tidak marah, ia tahu Andrew sedang menggodanya.
" Astaga, ini sungguhan? Bagaimana kau bisa tahu Bryan akan menikah di usia sama denganku?" tanya Rich menatap Andrew kembali.
" Kau tidak sedang amnesia bukan? hingga melupakan bahwa Andrew dan Bryan adalah saudara sepupu!" celetuk Kyle, yang lain hanya geleng kepala.
" Kurasa semenjak kau menikahi wanita itu, kau menjadi gampang amnesia, seperti bukan Rich yang kami kenal." sahut Lucas, dan semuanya membenarkan.
__ADS_1
" Bukan seperti itu, kalian hanya belum pernah_
" Sudah, kami bertiga sudah merasakan nikmatnya bahkan sebelum dirimu menikah." sela Kyle dengan tampang nakalnya.
" Astaga dengarkan aku dulu, kalau masalah itu, aku sudah paham! seperti apa kalian bertiga yang suka berburu. maksudku kalian 'kan belum pernah menikah, oleh sebab itu kalian tidak tahu bagaimana nikmatnya menikahi wanita yang kalian cintai, wanita yang sudah lama kalian cari selama ini dan sekarang sudah menjadi milik kalian itu rasanya jauh lebih nikmat dari nikmat yang kalian cari di luar sana." terang Rich panjang lebar.
Kyle seolah tidak mendengar apa yang di terangkan oleh Rich, ia justru masih sibuk dengan ponselnya, pasalnya ia sudah tahu cerita masa lalu Rich bersama sang istri, hingga ia sibuk sendiri.
" Jadi kapan kau akan kembali ke negaramu untuk menghadiri pernikahan sepupumu itu?" tanya Rich yang kini kembali serius.
" Tentu saja sebelum hari H, Pamanku mengalami kecelakaan hebat dua hari yang lalu dan aku sudah menduga ini mungkin adalah waktunya. aku sangat yakin sekali lambat laun Bryan pasti akan menikahi wanita itu. wanita yang sudah lama tergila4-gil4 padanya." jelas Andrew, merasa kasihan pada sepupunya itu.
" Maksudmu wanita yang sempat kalian ceritakan dulu, wanita yang sangat dekat dengan kalian berdua? apa mereka di jodohkan?" tebak Lucas yang ikut merasakan seperti apa yang Andrew rasakan.
" Ya kau benar, kedua orangtua Bryan sangat menyayangi wanita itu dan juga adiknya, hingga sudah ia anggap sebagai putri mereka sendiri. aki sungguh kasihan pada sepupuku." lirih Andrew kemudian.
" Tunggu dulu, bukankah Bryan sudah mempunyai kekasih?" tanya Rich kembali.
" Ya itu dia, katanya semenjak kejadian di Chelsea waktu itu, kekasihnya tidak bisa di hubungi." jelas Andrew lagi.
" Hingga minggu kemarin Bryan memutuskan untuk terbang ke negaranya?" tebak Rich yang sudah mengetahui sahabatnya sekarang sedang cuti.
" Ya baiknya bagaimana, kita harus kesana untuk memberi dukungan pada Bryan. ya walaupun kita semua tahu Bryan terlihat kuat dari luar namun siapa yang tahu dalamnya." sahut Lucas, memberitahu.
Tak berapa lama mereka pun meninggalkan kantin menuju ke kelas mereka selanjutnya, siang ini Rich satu kelas yang sama dengan sang istri. dan begitu masuk Rich bisa melihat istrinya sudah duduk tenang di salah satu bangku.
" Kau dari mana saja? sedari tadi aku menghubungimu, tetapi panggilanku tidak kau angkat?!" desis Rich pelan sambil duduk di sebelah bangku yang di duduki Zoey.
Zoey sedikit terkejut dengan kedatangan suaminya yang tiba-tiba sudah berada di sampingnya, " Kau membuatku terkejut." dengusnya sambil mengusap dadanya.
" Kau belum menjawab pertanyaanku? darimana saja kau_
" Ekheemm" deheman sang Dosen mengintrupsi keduanya yang sedari tadi sibuk berdebat kecil, hingga tidak sadar bahwa Dosennya sudah masuk baru saja, hingga melihat pertengkaran kecil mereka tadi.
" Kalian ingin belajar atau berdebat? silahkan keluar.!" desis sang Dosen datar namun penuh tekanan.
__ADS_1
Seketika membuat keduanya terdiam, dan fokus untuk mengikuti pelajaran siang ini. seluruh ruangan kelas pun nampak sunyi dan hening jika sang Dosen yang terkenal dengan Killer ini sudah masuk ke dakam kelas. hingga tidak ada satu orang pun yang berani membantah ucapannya, jika tidak mau di masukkan ke dalam blacklist sang Dosen.
...----------------...
Sore pun menjelang, Rich tengah berada di dalam mobil duduk dengan tenang menunggu istrinya yang sedang membeli sesuatu di apotik depan sana.
Tak lama terlihat Zoey keluar dari apotik dan masuk kembali ke dalam mobil dengan bungkusan plastik kecil yang ada di genggamannya, " Lama sekali, apa yang kau beli? " tanya Rich panik tidak sabaran.
" Hanya membeli obat biasa." sahutnya begitu tenang.
" Apa kau sedang sakit sayang? katakan padaku. obat apa yang kau beli?" Rich sedikit panik sedari tadi sudah gelisah sendiri memikirkan sang istri.
Kenapa tiba-tiba minta di antar ke apotik, apalagi dirinya di larang ikut turun dari mobil agar tidak mengikutinya masuk ke dalami, ia benar-benar risau begitu gelisah saat ini, tidak ingin terjadi hal yang buruk pada istrinya.
" Kau tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja. cepat jalankan mobilnya kembali. atau aku akan naik taksi!" sahut Zoey yang sedikit mengancam suaminya. agar tidak bertanya lebih jauh lagi.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.