
Zoey yang posisinya tengah berdiri di bawah guyuran air shower seketika langsung terperanjat begitu mendengar pintu kamar mandi di buka secara kasar, siapa lagi pelakunya kalau bukan suami mesumnya itu!
" Kau ingin merusak istanamu? Jangan tanggung-tanggung jika perlu bakar sekalian!" Dengan nada kesal Zoey melanjutkan ritualnya tanpa ingin repot-repot meladeni suaminya yang terlihat marah bercampur menahan gair4*hnya.
Zoey sebenarnya menahan tawa saat ini, bahkan saat ini dirinya juga berdiri membelakangi sang suami yang masih di ambang pintu, lalu terdengar derap langkahnya yang semakin mendekatinya, ingin menghindar tapi apa boleh buat ini memang tujuannya tadi untuk mengerjai sang suami.
Rich dengan segera memeluk pinggang Zoey yang tidak seramping dulu namun justru semakin berisi dan membuatnya selalu bergair4h setiap waktu. Ia langsung menempelkan tubuh polosnya dengan tubuh polos sang istri, rasa hangat dari derasnya air yang mengalir seketika menerpa kulitnya.
" Salahkan saja. Kenapa kau mempermainkan suamimu ini, kau pasti sengaja bukan!" Desisnya yang mulai menciumi tengkuk Zoey ******* juga menyesapnya hingga merambah naik ke belakang telinga Zoey, yang seketika membuat tubuh wanita itu meremang akibat perbuatan bibir dan lid*h Rich.
" Maka bersiaplah, kali ini kau yang akan lemas menerima serangan dariku sayang." Setelah mengatakan demikian, Rich membalikkan tubuh Zoey, hingga tubuh keduanya berhadapan. Detik berikutnya Rich sudah langsung meraup benda kenyal yang menjadi candunya, ******* juga menyenyap habis rasa yang selalu membuatnya hilang akal.
Hingga akhirnya Zoey pun membalas serangan dari sang suami, rasanya kesal sekali akibat hormon kehamilannya, ia tidak bisa menahan hasratnya sendiri. Jadi salahkan saja anak yang tengah ada di dalam perutnya. Sungguh, Ibu yang kejam yang telah menyalahkan anak yang bahkan belum lahir ke dunia. Tapi bagaimana lagi jika itu memang faktanya.
Hingga puas saling menciumi bagian dari tubuh masing-masing. Rich berjalan mundur akan duduk di closet seraya menarik tubuh istrinya untuk duduk di atas pangkuannya dalam posisi membelakanginya.
" Ayo sayang, masukkan!" Desah Rich sembari menciumi tengkuk Zoey kembali, bahkan kedua tangannya sudah bermain-main di kedua gundukan kenyal favoritnya.
Zoey melenguh atas serangan yang terus suaminya itu lakukan. Dengan sedikit mengangkat tubuhnya ia pun menyatukan tubuh mereka. " Aahh.." Desahnya begitu tubuh mereka sudah menyatu sempurna, begitu pun dengan Rich yang menggeram nikmat merasakan hangatnya surga dunia.
Zoey masih duduk terdiam, merasakan si djordi suaminya yang sengaja di gerak-gerakan di dalam sana." Ayo sayang, aku akan membantumu pelan-pelan." Titah Rich yang kedua tangannya kini berpindah ke sisi-sisi pinggang istrinya.
Rich pun mulai menghentakkan si djordy, membantu Zoey menaik-turunkan tubuhnya dengan tempo yang sangat pelan. Sebab ia ingat ada calon buah hati mereka di dalam perut sang istri yang harus di jaga, tidak ingin seauatu terjadi padanya. Keduanya terus menikmati permainan tersebut, hingga tiba-tiba Rich meminta Zoey berdiri dan dengan cepat ia mengangkat tubuh Zoey lalu keluar dari kamar mandi, Zoey pun langsung mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya agar tidak terjatuh.
Dengan sangat pelan Rich merebahkan tubuh sang istri di atas ranjang, lalu ia pun marangkak naik dan berbaring miring di belakang sang istri, bersiap untuk melakukan penyerangan kembali dengan posisi saling berbaring agar sang istri nyaman dan tidak kelelahan.
Seluruh ruangan kamar hanya terdengar suara ******* dari keduanya, bahkan sudah berganti-ganti posisi yang aman bagi Ibu hamil, hingga keduanya pun mendapatkan pelepasan secara bersama, dan bagi Zoey ini sudah yang ke sekian kalinya.
__ADS_1
Deru napas saling berkejaran, usai Rich mencumb* mesra Zoey setelah permainan panas mereka, ia pun menarik selimut tebal guna menutupi tubuh polos keduanya lalu memeluk sang istri dari belakang, seraya mengusap lembut perut buncit itu." Apa kau suka Dad kunjungi sayang, Dad sudah memberikan asupan vitamin yang banyak padamu, tapi tenang saja esok hari Dad akan menjengukmu kembali." Ujar Rich sembari terkekeh puas.
Zoey yang tadinya tersenyum mendengar celetukkan lucu suaminya, lalu tiba-tiba langsung memukul pelan paha Rich saat mendengar seruan akhir darinya. " Mesum sekali kau ini." Sungutnya tapi dengan tersenyum.
" Awww, kau jangan memancingku kembali sayang, kau sudah membangunkannya kembali, lihat ini!" Tunjuk Rich pada si djordy yang mulai terbangun akibat timpukan sedikit kasar dari Zoey. " Maka kau yang harus menenangkannya kembali, jadi_"
" Apa yang sedang kalian lakukan?"
Ucapan Rich menggantung begitu saja bahkan suaranya terasa tercekat di tenggorokan saat ia suara kecil yang sangat ia kenali begitupun dengan Zoey mengintrupsi keduanya, hingga mereka spontan menoleh ke belakang dimana putra mereka sudah berdiri di ambang pintu kamar mereka.
" M-Mike! Sejak kapan kau berdiri di situ Boy?" Tanya Rich dengan begitu gugup dan juga kikuknya menatap sang putra. Pikirannya bahkan sudah kemana-kemana, sebab, tidak ingin otak suci putranya itu terkontaminasi oleh perbuatan tidak berfaedah dari kedua orangtua kandungnya sendiri. Maka dari itu ia harus memastikannya dengan jeli.
" Sejak-" Mike justru semakin memperkeruh suasana disana, keringat dingin mulai membasahi dahi seorang Richard tak terkecuali wanita yang masih ia dekap dari belakang yang berstatus Mommy dari anak kecil tersebut. Beruntung keadaan ruangan kamar temaran, dan juga kondisi tubuh yang masih sama-sama naked mereka terselamatkan oleh selimut, ya dalam hati Rich sungguh berterima kasih pada selimut tersebut.
Suasana menjadi tegang seolah menanti sebuah jawaban dari ketua hakim atas jawaban yang harus mereka dengar. Zoey bahkan sampai meringis seraya merapatkan selimut yang yang ia pegang itu.
Rich maupun Zoey terlihat menghela napas lega, namun itu hanya beberapa detik saat melihat langkah kaki putranya yang semakin medekati ranjang besar mereka. Dengan secepat kilat Rich turun dari atas ranjang, menyambar celana piyamanya yang teronggok di atas lantai lalu kemudian memakainya dengan sangat tergesa.
" Dad, kenapa kau tidak memakai pakaianmu?" Hampir saja Rich terjengkang ke belakang saat mendengar Mike kembali berkelakar dengan santainya yang membuatnya nyaris jantungan.
Mike merangkak naik namun masih di posisi di tepi ranjang menatap sang Daddy.
" O-oh, Dad kepanasan." Dustanya. Oh ayolah bagaimana bisa di katakan kepanasan jika saat ini suhu di ruangan kamarnya itu hampir mencapai 30 derajat Celsius. Bahkan harusnya mereka kedinginan bukan. Aiihh,, Alih-alih beralibi yang lain Rich justru beralibi yang tidak masuk akal.
" Mike justru kedinginan Dad. " Lalu Mike mengalihkan pandangannya ke arah sang Mommy, membuat Rich semakin was-was akan kembali mendengar celetukan putranya yang mungkin saja-" Apa kau juga kepanasan Mom? Dan tidak memakai pakaian sama halnya seperti Daddy?" Tepat sekali apa yang tengah Rich pikirkan, Mike adalah putranya yang sangat cerdas bagaimana bisa mereka akan terus berdusta setelah ini.
" Oh Mom, tidak_ Zoey melirik sang suami, berharap pria itu bisa membantu mengalihkan pertanyaan putra mereka agar tidak semakin jauh meminta jawaban yang belum waktunya ia dengar di usianya yang masih kecil itu.
__ADS_1
" Oh Son, apa yang membuatmu kemari?" Mike menoleh ke arah sang Daddy.
" Aku bermimpi buruk Dad, berteriak memanggil kalian, tetapi tidak ada yang datang. Jadi aku berlari kemari dan_"
" Dan?" Ulang Rich yang semakin penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh putranya itu.
" Dan Mike langsung membuka pintu kamar ini dengan perasaan yang senang sekali." Lanjut Mike, membuat keduanya semakin merasa lega. Bahkan Rich mengumpat dalam hati, memaki dirinya sendiri yang tidak mendengar saat putranya memanggil dirinya tadi.
Mungkin saat kami tengah asik meraih puncak tadi.
" Oh, Son. Maafkan Daddy. Ayo Dad akan menemanimu tidur di kamar." Ajaknya sembari menggendong sang putra keluar kamar. Zoey pun turun dari ranjang untuk mencari pakaian untuk ia pakai.
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.
__ADS_1