
Sinar mentari mulai menerobos masuk ke celah-celah jendela yang hanya tertutup oleh gorden tipis berwarna putih itu.
Perlahan sepasang mata mulai terjaga dari tidur panjangnya, ia merasakan kehangatan saat ia sedang memeluk tubuh seseorang.
Tunggu seseorang??
Zoey langsung beringsut duduk saat ia membuka kedua bola matanya yang hampir keluar saking terkejutnya. ia benar-benar terkejut saat menyadari ia sedang memeluk erat tubuh pria narsis yang kini menjadi suaminya itu.
"Astaga apa yang aku lakukan tadi." keluhnya begitu pelan, seperti baru saja membuat kesalahan besar.
Sungguh ia tak menyangka akan seperti ini kejadiannya, Zoey pun dengan cepat bangun dari atas ranjang dan melihat beberapa guling dan bantal sudah teronggok di lantai bawah sana, entah bagaimana semua ini bisa terjadi nyatanya justru ia yang memeluknya.
Dengan cepat ia bergegas masuk ke dalam kamar mandi saat menyadari kebodohannya sendiri, sedangkan di atas ranjang sebuah senyuman melengkung di wajah tampan seorang Richard.
Rich memang sedari tadi ia sudah bangun namun saat ia melihat wajah cantik yang masih terpejam itu, ia justru menikmati moment indah itu. saat istrinya yang nampak lebih garang dan terus menolaknya justru memeluk erat tubuh kekarnya tersebut.
Jangan ditanya bagaimana bisa hal itu terjadi padahal di tengah-tengah mereka berdua sudahada penghalangnya, dan siapa lagi pelakunya jika bukan dirinya sendiri yang telah melempar semuanya ke lantai, agar tidak mengganggu pandangannya.
Ceklek..
Tak lama Zoey keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di kepalanya menutupi seluruh rambut hitamnya itu, kemudian Rich berjalan mendekati istrinya yang akan berjalan ke meja rias, mungkin akan mengeringkan rambut basahnya itu.
" Tunggu." Rich mencekal pergelangan Zoey, saat istrinya itu akan melepaskan handuknya tersebut.
" K-kau mau apa?" tanya Zoey sedikit terkejut saat menyadari jarak keduanya hanya tinggal beberapa senti saja.
" Lepaskan aku.!" pinta Zoey saat Rich masih diam menatapnya.
" Jangan di keringkan dulu rambutmu, biarkan saja." titah Rich, yang membuat Zoey mengkerutkan dahinya bingung.
" Memangnya kenapa tidak boleh di keringkan? nanti aku bisa kena flu jika tidak di keringkan." elak Zoey akan menarik kembali handuk yang melilit itu.
Namun dengan cepat Rich mendorong tubuh Zoey hingga menempel di dinding. Rich pun langsung mengukungnya, tak lupa kedua tangan Zoey di cekal dan di naikkan ke atas kepala istrinya itu dan terus mengikis jarak di antara mereka.
Sedangkan Zoey langsung memalingkan wajahnya ke samping, sebab ia merasakan jantungnya berdegub lebih cepat saat ini bahkan wajahnya langsung memanas ketika merasakan hembusan napas yang keluar dari mulut suaminya itu.
__ADS_1
" Kau tidak perlu membantah apapun yang aku katakan, atau aku akan meminta hakku lagi sekarang. dan mulai hari ini panggil aku dengan sebutan sayang atau apapun yang menurutmu terdengar manis." bisik Rich di dekat telinga Zoey.
Mendengar permintaan Rich seketika membuat Zoey kembali menatap wajah suaminya, menatap tajam. " Jangan harap aku akan_
Cup.
Rich langsung menyapukan bibirnya di atas bibir Zoey dan sedikit melum*tnya, membuat Zoey langsung terbelalak mendapat serangan secara tiba-tiba seperti itu, ia yang tidak siap terus saja meronta minta di lepaskan.
" Jika kau selalu membantah ucapanku, aku akan mencium bibir manismu ini hingga bengkak, bahkan sekalipun di hadapan orang lain, dan aku juga akan langsung meminta hakku kembali. apa kau mengerti sayang, jadi panggil aku dengan panggilan manis mulai sekarang, aku tidak suka ada kata bantahan lagi yang keluar dari mulut manismu ini." ucap Rich begitu tegas dan dingin hingga membuat Zoey yang biasanya berani dan galak pun menciut takut seketika.
Zoey tidak pernah melihat sikap Rich yang seperti itu sebelumnya, hingga membuatnya hanya bisa menganggukkan kepalanya saja sebagai jawaban, bahkan untuk menelan ludahnya sendiri rasanya terlalu sulit untuk di lakukan.
" Nah kalau begini kau terlihat tambah manis sayang, jadilah istri penurut." Rich langsung melepaskan kedua tangan Zoey, dan masuk ke dalam kamar mandi.
Zoey yang merasa sudah terbebas itu langsung bernapas lega, ia menyentuh dadanya yang masih terus berdebar, apalagi mengingat pria itu yang barusan menciumnya.
" Ihh!! menjijikkan, belum membersihkan mulutnya sudah main cium-cium sembarangan." gerutunya sambil terus menggosok mulutnya menggunakan kedua tangannya itu bergantian.
" Tunggu, kenapa mulutnya harum dan manis, padahalkan dia baru bangun dan belum masuk masuk ke kamar mandi." gumamnya sambil duduk di depan meja rias dan memandang wahahnya yang masih memerah.
" Astaga bodohnya aku tidak langsung menolaknya tadi, dia benar-benar pria yang menyebalkan." setelahnya Zoey langsung menarik handuk yang masih melilit di aras kepalanya itu dan segera mengeringkan rambutnya.
Apalagi dengan ancamannya itu, ia dapat mencium istrinya kapan saja saat ia mau sungguh sangat konyol sekali, namun itu justru menywnanfkan rasanya.
Bukan tanpa sebab Rich merasa percaya diri untuk mencium istrinya dalam keadaan yang baru saja bangun tidur, sebab saat istrinya itu sedang di kamar mandi ia sudah lebih dulu minum air putih dan juga memakan permen rasa mint yang biasa ia makan, yang memang ia sediakan di atas nakas dekat ranjang tempat tidur.
Tak butuh waktu lama Rich segera menyudahi ritualnya, sebab hari ini ia ada kelas pagi bersama dengan sang istri, ia juga ingin membuat sarapan terlebih dahulu untuk istrinya itu.
Rich memang suka sekali berkutat di dapur dan sedikit bisa memasak untuk sarapan, dulu saat usianya masih remaja, ia sering memasak bareng bersama Mamanya. sehingga saat ia memutuskan tinggal sendiri di Apartemen ia sudah bisa mandiri.
Sebenarnya Rich bukan hanya ikut bekerja di perusahaan sang Papa, ia juga sudah punya usaha sendiri selama ini, berkat hobynya yang suka memasak. Alhasil Papanya itu memberikannya modal cukup besar untuk membuka bisnis yang ia impikan.
Dan sekarang ini bisnisnya berkembang sehingga Rich sudah mempunyai tiga tempat bisnisnya sendiri, namun ia jarang ke sana karena ia sudah menyerahkan semuanya kepada orang kepercayaannya, orang yang juga sudah bekerja lama kepada keluarganya.
" Kenapa kau ingin lagi." ledek Rich saat ia melihat istrinya itu memegangi bibirnya saat ia baru saja keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Sebelum menunggu jawaban dari Zoey, Rich sudah lebih dulu melangkah pergi menuju dapur, seperti niatnya tadi yang akan membuat sarapan untuk istrinya itu.
Tentu saja Zoey sedikit terkejut, ia tidak menduga aksinya di lihat oleh Rich, sebab ia berpikir suaminya itu masih berada di dalam kamar mandi.
" Dasar pria narsis mentebalkan." desisnya hingga terdengar di luar kamar, membuat Rich terkekeh.
" Sarapan dulu, habis itu kita berangkat." titah Rich saat Zoey sudah melangkah ke dapur, yang sepertinya akan mengambil air minum untuk dirinya sendiri.
" Terima kasih sarapannya, tetapi aku ada keperluan pagi ini, dan aku bisa berangkat sendiri." Zoey sudah akan melangkah pergi tetapi ucapan Rich membuatnya membeku.
" Kau memang ingin aku meminta hakku lagi ya!!" Rich sudah akan berjalan ke arah istrinya itu, namun Zoey sudah lebih dulu menghampiri dan menarik salah satu bangku dan mendudukinya.
Dan mau tidak mau membuat Rich sedikit tersenyum melihatnya dan duduk di hadapan istrinya itu. Zoey langsung menurut dan memakan sarapan buatannya itu tanpa berkata apapun lagi. membuat senyuman Rich terus terbit di setiap suapannya.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.