
" Ayo kau juga harus fitting baju, Zoey tidak akan kemana-mana." ucapan Wilona mengintrupsi Rich membuatnya tersadar kembali.
Wilona segera menyuruh putranya itu untuk mencoba pakaian yang akan ia kenakan di hari pernikahannya nanti.
Wilona tersenyum geli sembari menggelengkan kepalanya saat mengetahui putranya itu terus saja mencuri pandang ke arah calon pengantin wanitanya.
" Sabar, sebentar lagi menjadi milikmu." goda sang Mama yang tahu betul bagaimana perasaan putranya tersebut kepada gadis itu.
Rich hanya berdehem untuk menormalkan perasaannya dan juga debaran jantung yang sedari tadi terus bertalun dengan cepat.
Sementara Zoey tidak merasa terganggu dengan perbincangan anak dan Ibunya itu, walau ia mendengar semua ucapan calon Mama mertuanya, namun Zoey memilih memainkan ponselnya sambil menunggu pria yang menjadi calon suaminya itu selesai.
Jika ada wanita yang tidak merasakan kebahagiaan menjelang hari pernikahannya sendiri ialah Zoey yang bisa menjadi pemenangnya.
Meski ia berdiri berdampingan bersama pria yang cukup tampan, dan melihat bayangan mereka di pantulan cermin yang terlihat sebagai pasangan yang sempurna, tidak membuat hati Zoey terlihat senang.
Namun Zoey berpikir mungkin di dunia ini ada banyak wanita yang merasakan hal sama dengannya saat ini, entah di belahan bumi mana tepatnya. namun ia sudah menduga bahwa pernikahan ini tidak akan bertahan lama, mengingat ia sama sekali tidak minat dengan pernikahan ini.
" Maaf aku tidak sengaja datang terlambat, tadi ada urusan di kantor." ucap Rich begitu pelan dan tepat di dekat telinga Zoey.
Rich memang sudah hampir satu tahunan ini ikut bekerja di perusahaan sang Papa, walau tidak setiap hari karena memang ia masih menjadi mahasiswa.
" Aku tahu, perempuanmu sudah memberitahuku, jadi aku mengerti." balas Zoey dengan suara pelan juga.
Rich mengerutkan dahinya bingung, siapa yang di maksud oleh Zoey perempuannya itu?
Seolah mengerti apa yang tengah di pikirkan oleh Rich, Zoey hanya melirik sedikit tanpa menoleh ke belakang dimana calon mertuanya sedang duduk di sofa panjang.
Melihat itu Rich tersenyum geli ternyata yang di maksud perempuannya itu adalah Mamanya sendiri. yaa tadi saat berada di mobil Wilona mengatakan bahwa Rich sedang berada di perusahaan Papanya.
Zoey mendesah pelan begitu acara Fitting baju selesai, setelah mengganti pakaiannya yang semula Zoey pun keluar dari bilik kecil dan sudah menunggu di depan butik menunggu mereka berdua.
" Mama pulang saja duluan, aku masih ingin bersama dengan Zoey." pinta Rich secara tidak langsung mengusir sang Mama.
Wilona tersenyum memahami keinginan anak remaja zaman sekarang, " Baiklah biar Mama pulang bersama supir." ucapnya sembari berjalan ke depan.
" Zoey, Mama pulang duluan ya." pamitnya kepada sang calon menatu.
" Iya Ma hati-hati di jalan." ujar Zoey mengantarkannya ke depan hingga sampai masuk ke dalam mobil yang mereka tumpangi tadi.
Begitu mobil itu menghilang Zoey melirik Rich yang berdiri di sampingnya, " Kita tidak ada janji sebelumnya, jadi aku harus segera pulang." serunya kepada Richard yang langsung terpaku di tempat.
Sebelum ia mengajak pergi, ia lebih dulu mendapat ucapan penolakan untuk yang kesekian kalinya dari wanita tersebut.
__ADS_1
Sabar Richard ia hanya belum tahu siapa kau sebenarnya!!
Ucapnya menyemati dirinya sendiri sembari menghembuskan napas kasarnya.
" Aku tidak harus membuat janji terlebih dahulu hanya untuk mengajakmu berduaan saja, masuklah." serunya sembari membuka pintu penumpang samping pengemudi.
Tanpa di minta dua kali Zoey masuk dan sudah duduk tenang di dalam mobil tidak ingin berdebat lebih panjang lagi dengan pria narsis tersebut.
Mobil pun akhirnya melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan pelataran butik yang sudah menjadi l*****n Wilona.
Di dalam mobil tercipta keheningan hampir setengah jam-an. namun Rich terus saja melirik ke samping melihat Zoey yang terus saja memalingkan wajahnya ke samping jendela.
Namun Rich tidak ingin membuat wanitanya semakin marah kepadanya, ia pun ikut terdiam sembari fokus menyetir.
Tak lama kemudian mobil berhenti di sebuah pelataran Restoran Chutney Mary, Restoran India yang cukup mewah di negara ini.
Rich membukakan pintu samping untuk Zoey, namun wanita tersebut nampaknya tidak ingin turun dari mobil.
" Please temani aku makan malam, aku bahkan belum makan siang sedari tadi dan langsung bergegas ke butik menyusulmu." ujar Rich sedikit memelas.
Membuat Zoey tidak nyaman dan pada akhirnya turun mengikuti langkah Rich, begitu masuk mereka berdua langsung di sambut oleh seorang waiters pria yang berpenampilan begitu rapi.
Sang w**aiters pun meninggalkan mereka berdua dan berjalan ke belakang setelah menghidangkan pesanan mereka, pesanan Rich sebenarnya.
" Kau tidak akan membiarkan aku makan sendirian bukan?" tanya Rich begitu melihat Zoey yang nampak memainkan ponselnya begitu ia duduk.
" Makanlah." balas Zoey tanpa mengalihkan tatapannya dari benda pipih tersebut.
Melihat tidak ada pergerakan di hadapannya, membuat Zoey akhirnya mengangkat kepalanya ke depan dan benar saja, pria itu sedang menatapnya dengan tatapan datar.
" Bukankah kau memintaku untuk menemani, dan sekarang aku sudah duduk di hadapanmu. apalagi mau mu?!" ucap Zoey sedikit ketus.
Sebenarnya ia sudah kesal sedari awal di ajak pulang bersama, di tambah di ajak ke sebuah Restoran mewah, ia mengira akan di antarkan pulang namun ternyata pria itu justru mengajak dinner.
" Baiklah, aku akan makan." senyuman tipis pun terbit di wajah tampan itu. namun Zoey tidak melihatnya karena sibuk mengamati makanan yang membuat meja yang berukuran sedang itu hampir penuh.
" Kau begitu kelaparan sehingga memesan begitu banyak makanan." tanya Zoey setelahnya memasukkan suapan pertama di mulutnya.
" Ini semua aku pesankan untukmu, jadi habiskan semuanya. kau tidak perlu memikirkan tubuhmu yang akan membengkak, besok aku akan meminta sang desainner tadi untuk menambah lima senti pada gaun pengantinmu." celetuk Rich, membuat Zoey langsung terbelalak tak senang.
Namun Rich kembali berucap membuat Zoey mengurungkan niatnya untuk protes membalas ucapannya.
__ADS_1
" Kau makan sebanyak apapun tidak akan bertambah gemuk, aku yakin itu karena kau sering berolah raga benar 'kan?" lanjut Rich tersenyum lebar.
Zoey tidak menanggapinya, ia terus saja mengambil makanan yang terhidang di atas meja memasukkannya ke dalam piring yang ia gunakan.
" Kau suka tempat terbuka bukan? aku tidak meminta kau untuk mengurusi apapun, hanya persiapkan dirimu saja di hari itu." ucap Rich setelah menyelesaikan makanannya.
Lalu menatap Zoey yang masih terus saja mengunyah makanannya itu dengan mulut mungilnya, membuat kedua pipi itu menggembung begitu imutnya di mata Richard.
" Kau begitu menggemaskan." puji Rich sembari mengusap saos bumbu yang menempel di ujung bibir mungil itu dengan menggunakan ujung ibu jarinya lalu memasukkannya ke dalam mulutnya sendiri, membuat Zoey sedikit tersentak dengan tindakan pria tersebut.
Beruntung tidak banyak orang yang ada di sekitar mereka, sehingga Zoey tidak perlu menyembunyikan dirinya di bawah kolong meja karena merasa malu.
" Kenapa kau melakukan itu?!" tudingnya menatap kesal ke arah Richard.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.
__ADS_1