I Remember You

I Remember You
Cucuku...??!!


__ADS_3

Akhirnya Kasus yang sedang Armand Cs itu pun selesai setelah banyaknya pemeriksaan, dan dua-duanya pun mendapatkan hukuman sesuai tindakan dari mereka masing-masing, sebagai bentuk pertanggung jawaban.


" Aahh, leganya. Semoga mereka menyesali perbuatan mereka, agar tidak sampai ada orang yang mengikuti perbuatan mereka, seharusnya berada di rumah dalam berkabung, tetapi justru harus mendekap di balik jeruji." seru Bruno kepada para sahabat satu timnya yang sedang berjalan menuju ruangan pribadi mereka.


" Mand, tim kalian sudah menyelesaikan kasus yang kemarin bukan? ini ada kasus baru untuk kalian, tim Blacky masih sibuk dengan kasus mereka tempo hari, tolong di kupas." seru sang wakil kepala kepolisian memberikan sebuah map berisi beberapa lembar makalah.


" Siap Sir, kalau begitu kami permisi dulu." jawab semuanya dengan serempak, setelahnya mereka masuk ke dalam ruangan pribadi mereka.


" Sepertinya kasus ini sedikit rumit." celetuk Percy begitu mereka semua sudah duduk di kursi masing-masing dan membaca kertas berisi naskah kasus tersebut.


" Pembunuhan seorang wanita di sebuah Apart milik sang korban?" seru Bruno yang beru membacanya.


Setelah selesai membaca dan berunding untuk mengungkap kasus itu, kini wajah mereka berempat begitu serius. " Kalau begitu tolong kau dan Percy selidiki orang-orang terdekat dari sang korban." tunjuk Armand menatap Bruno dan juga Percy.


" Siap." jawab keduanya berdiri serempak.


" Lalu apa tugasku bang?" tanya Catie menatap ke arah Armand.


Walau merasa ada yang aneh dengan panggilan Catie terhadapnya, tetapi Armand tidak mau ambil pusing. " Tolong periksa semua CCTV di area Apart tkp, dan juga semua kegiatan korban yang tertangkap CCTV sebelum hari kejadian." titahnya yang kemudian langsung berdiri dari kursinya.


" Aku akan langsung ke lokasi tkp." lanjutnya langsung keluar begitu saja tanpa melihat wanita itu, bahkan tanpa mendengar jawaban darinya.


Entah karena apa, Armand merasa tidak nyaman saja hanya berdua dengan Catie, walaupun mereka baru saja kenal beberapa hari, namun Armand merasa tatapan wanita itu terlihat berbeda untuknya.


Sesampainya di tempat tkp, Armand segera masuk ke dalam unit yang sudah di lingkari garis kuning, " Apa kalian menemukan sesuatu?" tanyanya sambil memakai alas kaki dan juga sarung tangan dan segera masuk ke dalam rumah menuju ke sebuah kamar yang menjadi titik tkp.


Armand melihat pada anak buahnya yang sedang memeriksa seluruh isi ruangan, siapa tahu ada sesuatu yang bisa membantu mereka untuk mencari bukti siapa pelaku yang membunuh korban dengan sadis, ya seorang wanita di temukan tenggelam di bak kamar mandinya dan pembantunya-lah yang pertama kali menemukan majikannya pagi itu sudah dalam keadaan tidak bernyawa.


Untuk saat ini pembantu tersebut di jadikan saksi untuk di mintai keterangan lebih lanjut, sebab pembantu itu mengaku pagi itu baru saja datang untuk bersih-bersih, yang memang kerjaannya pulang pergi setiap hari, sebab sudah memiliki keluarga.


" Sir, aku menemukan ini." seru salah satu anak buahnya, sembari menyodorkan selembar photo yang tersimpan di dalam sebuah gucci di samping tempat tidur korban.

__ADS_1


Terlihat sepasang kekasih yang sedang berpelukan erat sambil tersenyum bahagia, terlebih sang wanitanya yang terlihat di kedua sudut netranya terdapat dua kerutan, yang menjelaskan jika sang wanita jauh lebih bahagia disana.


" Apa pria ini kekasihnya?" tanya Armand masih terus menatap pria yang ada di dalam photo yang sedang memeluk sang wanitanya yang tidak lain adalah korban yang terbunuh.


" Sepertinya begitu Sir." sahut pria tadi.


Armand segera menyimpan bukti tersebut, dan terus mencari bukti lainnya yang mungkin saja masih ada disana. Tak lama ponsel genggamnya berdering, Armand segera mengangkat panggilan tersebut yang ternyata dari salah satu orang di Timnya.


" Sepertinya aku menemukan pelakunya." seru seseorang di seberang sana.


" Kau dimana? baiklah aku akan kesana sekarang juga." setelah menutup panggilan tersebut, Armand segera meninggalkan gedung tersebut menuju ke sebuah tempat yang akan menjadi tujuannya.


...----------------...


Di tempat lain, siang ini Rich sudah memutuskan untuk mengajak Zoey dan putranya itu ke Mansion kedua orangtuanya. Mobil yang di kendarai supir pribadi Rich berhenti tepat di depan pintu utama Mansion, Rich lebih dulu keluar dari mobil dan segera membantu Zoey untuk turun begitupun dengan Mike putra mereka.


" Apa ini rumah Oppa dan Omma Dad?" tanya Mike penasaran, sambil mendongak menatap ke arah Rich yang sedang berdiri di sampingnya.


Mamanya begitu senang mendapatkan kabar bahwa putranya Rich akan segera kembali pulang setelah menikmati liburan panjangnya di negara terpencil di belahan bumi ini, ia berkesimpulan bahwa sang putra sudah memutuskan untuk menuruti keinginannya, dan itu berarti seseorang yang ia kirim kesana berhasil membujuk pria dingin itu, ya semenjak Rich kehilangan Zoey beberapa tahun yang lalu, pria itu berubah menjadi bersikap dingin dan tak tersentuh hampir kepada orang lain, kecuali keluarga terdekatnya saja.


Zoey terlihat ragu-ragu untuk melangkahkan kakinya bersama Rich, bahkan sebelah tangannya sudah di genggam erat oleh Rich tetapi masih saja ia merasa gugup dan sedikit takut akan bagaimana nantinya respon dari kedua orangtua Rich saat melihat dirinya, senangkah atau justru tidak menyukai kehadirannya kembali? batinnya sedang berperang.


Rich yang seolah mengerti apa yang tengah di rasakan oleh Zoey, pria itu mendekatkannya mulutnya ke telinga Zoey lalu berbisik, " Kau tidak perlu setegang ini, semuanya pasti baik-baik saja." cup, dalam situasi yang menegangkan seperti ini, bisa-bisanya pria itu mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk menciumnya, aahh,, dasar pria mesum!


" Zoey!" teriak Mama Ona begitu ia melihat wanita yang masih menjadi menantunya itu berdiri di samping putranya sembari tersenyum kepadanya.


" Oh astaga sayang, akhirnya kau kembali, " detik berikutnya Wilona sudah memeluk erat tubuh Zoey yang sedang menegang dan juga kedua netranya yang sudah berkaca-kaca, ia terharu, tentu saja. Zoey membalas pelukan dari Mama mertuanya tersebut, keduanya sedikit terisak bersama.


Lalu dimana Rich? Ternyata pria itu sedang menggenggam tangan kecil Mike, setelah sebelumnya ia di dorong sedikit kuat oleh Mamanya untuk menjauh dari Zoey istrinya sendiri. Untung saja ia langung berpegegangan tangan pada daun pintu, bersyukur ia sering berolah raga jika tidak ia pasti sudah terjungkal ke samping dan mendarat sempurma di dasar lantai dingin itu.


" Maafkan Zoey, Ma. " cicitnya dengan suara serak akibat menangis, begitu pula dengan Wilona yang juga sama menangisnya. " Zoey sudah bertindak kekanak-kanakan dan pergi begitu saja meninggalkan pria kau cintai itu." tunjuknya dengan dagu ke arah Rich yang sedang memperhatikan mereka berdua.

__ADS_1


" Sssttt, jangan meminta maaf sayang, kau tidak sepenuhnya salah. " sahut Wilona mengusap-ngusap pelan pungguh Zoey.


Tak lama Wilona dan Zoey mengurai pelukan mereka, kali ini tatapan Wilona berganti kepada anak laki-laki yang sedang berdiri bersama puyranya, wajah kecil itu begitu tampan dan mirip sekali dengan seseorang." Rich dia...." ucapan Wilona menggantung dan menatap Rich dan Zoey secara bergantian.


Zoey hanya bisa mengangguk, dan Rich segera melepaskan genggamannya di tangan Mike, " Ya Ma dia putra kami, cucu Mama." lirih Rich membuat air mata Wilona kembali mengalir dan kali ini semakin deras tanpa bisa di cegah.


" Cucuku,,," lirihnya masih menatap lekat pada Mike, kedua manik itu berbinar begitu bahagia, ia tidak menyangka bahwa ia sudah mempunyai seorang cucu.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.

__ADS_1


__ADS_2