
Beberapa minggu kemudian, kondisi Adiknya Ariell sudah membaik, Rich pun segera kembali ke negaranya. Sebenarnya ia pun tidak tega meninggalkan Ibu dan Adiknya serta Neneknya disana, akan tetapi ia sendiri juga memikirkan kondisi Zoey yang tengah hamil besar juga putranya.
Rich tidak ingin sesuatu terjadi pada sang istri apabila ia sedang tidak ada di sampingnya untuk menemani. Itu akan membuat dirinya menyesal kembali, sebab inilah waktu yang ia tunggu-tunggu selama ini, mengikuti semua proses masa kehamilan kedua Zoey setelah dulu mereka sempat berpisah.
" Jadi Adikmu Ariell dan sahabatmu yang bernama Bryan itu dulunya mempunyai hubungan yang khusus lalu mengalami kecelakaan bersama semobil?" Tanya Zoey yang kini tengah bermanja-manja, kepalanya ia senderkan di lengan sang suami.
" Ya, Syukurnya kondisi Ariell lumayan membaik di bandingkan Bryan, pria itu masih koma hingga saat ini." Pria itu terdengar mendesah berat. " Semoga dia cepat bangun dari komanya, aku tidak tega melihat hubungan mereka berdua yang terus saja mengalami cobaan yang berliku bahkan yang sebenarnya masih saling mencintai, mungkin setelah kejadian ini bisa membuat hubungan mereka berdua bisa kembali seperti dulu lagi." Rich sangat berharap Adiknya berjodoh dengan sahabatnya walau dulu pernah terjadi badai perpisahan. Ya dia berharap badai ini cepat berlalu,, dan melihat kebahagian Adiknya.
" Lalu bagaimana dengan Nando?" Tanya Zoey kembali semakin tidak mengerti bagaimana cinta bisa serumit ini. Walau pada dasarnya ia sendiri pernah merasakannya dulu kendati demikian kisah yang ia lihat sekarang jauh lebih membingungkan dan juga sangat rumit di bandingkan kisahnya bersama sang suami di masa lalu.
" Aku yakin Nando adalah pria sejati, pria sejati tidak akan pernah membuat pasangannya menderita, ia pasti akan rela melepaskan demi kebahagiakan pasangan yang lain." Ujar Rich bijak, namun ada benarnya juga apa yang ia katakan adalah fakta, jika ia yang menjadi Nando pun akan melakukan hal yang serupa. Bagaimana pun menahan seseorang untuk kepentingan dan keegoisan sendiri tidaklah benar.
" Jadi Nando memilih mundur?" Zoey menegakkan tubuhnya agar bisa bertatapan dengan sang suami seakan menanti jawaban dari suaminya itu.
" Bukan mundur, lebih tepatnya ia pasti akan menemukan siapa cinta sejatinya. Pada akhirnya jika tidak berjodoh pasti akan kembali ke tempat masing-masing bukan? Dan aku sangat salut dengan pria itu, yang menunjukkan keseriusannya dan memilih dengan menuruti apa kata hatinya bukan pikirannya seperti sebelum ini." Terang Rich panjang lebar pada Zoey.
Rich yakin istrinya itu bukanlah orang yang bodoh! Ia pasti bisa menangkap arti ucapannya tadi. Walau bagaimana pun ia tidak ingin sesuatu yang mengganjal di pikiran ini terus saja membuatnya tidak twnang sepanjang hari. Di tambah melihat secara langsung keadaan Adik satunya yang pasca kepulangannya dari negara asal sang Ibu kandungnya ini sedikit mencurigakan.
Bagaimana tidak! Val yang biasanya terlihat sadgirl walau tidak pernah di tunjukkan pada seluruh keluarganya justru terkesan menutupi itu, saat ini justru terlihat selalu ceria, terlepas dari berakhirnya hubungan Val dengan sang mantan kekasih yang memang semuanya sudah tahu jelas bahwa Joss telah melepas masa lajangnya dengan salah satu putri dari seseorang yang berpengaruh di negaranya. Namun bedanya dengan sang Papa adalah pekerjaannya yang di bidang politik, sedang sang Papa bergerak di bidang Real Estaste di berbagai bidang. Alih-alih merasa galau atau tersakiti akibat di khianati, Val justru menunjukkan sisi bahagianya hari-hari ini. Dan semua itu jelas terasa janggal?
__ADS_1
Rich menjadi berpikir apa hubungan keduanya itu hanya kepura-puraan semata? Bisa jadi Val menjadikan Joss sebagai tempat pelariannya selama ini. Rich bukannya buta, ia sangat tau jelas bahwa sang Adik amat mencintai pria yang kini berstatus tunangan Adik kandungnya, Baiklah ini perlu di selidiki kebenarannya? Namun jika itu memang benar, itu adalah kabar yang baik.
" Oh iya sayang, apa kau tidak memperhatikan sikap Val? Alih-alih meratapi kandasnya hubungannya dengan Joss? Adikku itu akhir-akhir ini justru terlihat jauh lebih bahagia? Apa kau sependapat denganku?" Tanya Rich, mengusap-usap perut besar sang istri, berharap mendapatkan respon dari sang calon buah hati mereka yang ada di dalam sana.
" Emm,, ya. Aku pun melihatnya demikian. Apakah mungkin ada sesuatu yang terjadi padanya? Maksudku-Terjadi sesuatu antara Val dan Nando?" Tebak Zoey, yang kini tangannya ikut memegang tangan kekar suaminya.
" Sesuatu? Sepertinya tidak! Nando masih bersikap seperti biasanya, ia terus mendampingi Ariell walau tidak setiap saat, namun aku tahu dia sangat ingin berada di sisinya untuk memastikan keadaan Adikku. Tapi entahlah. Semoga saja dugaan kita ini benar adanya." Tangan nakalnya kini sudah berpindah, menjalar kemana-mana. Padahal tangan itu tadinya mengelus perut buncit sang istri entah sejak kapan sudah berada di area favoritnya yang tau pasti kemana akan berakhir, membuat sang empu melenguh pelan, akibat perlakuan tangan nakal dari suaminya.
" Ngghh,, Kau sengaja memancingku?" Desisnya yang mulai merasakan napasnya tidak beraturan, dan itu terlihat seksi di mata Richard.
" Tidak! Kenapa aku harus memancingmu, jika kau saja memang selalu bergair4h setiap malam sayang." Bukannya berhenti, tangan itu justru semakin nakal saja.
" Jangan salahkan aku jika nanti kau akan kewalahan Richard Taro." Detik berikutnya Zoey langsung beringsut turun dari ranjang berdiri di sampingnya dan menanggalkan piyama tidur yang masih melekat di tubuhnya pagi ini.
Bahkan Rich sudah terlentang pasrah sembari memejam untuk menerima serangan dari sang istri dengan tidak saba, namun sudah beberapa menit berlalu ia masih belum menerima serangan panas yang ia tunggu-tunggu. Membuatnya menoleh ke samping untuk melihat istrinya.
" Sayang, lama sekali." Keluhnya yang sudah tidak sabar akan memulai olah raga malamnya di atas peraduan mereka. Alih-alih merangkak ke atas ranjang, Zoey justru berbalik badan akan berjalan ke arah kamar mandi, membuat Rich mengerang frustasi di buatnya.
" Kau mau kemana sayang?" Pekiknya yang tidak sadar sedikit membentak.
__ADS_1
" Oh, tidak semudah itu Mr. Taro!" Zoey meneruskan langkahnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi begitu saja tanpa ada rasa bersalah sedikitpun. Ya Zoey berusaha menahan diri sebisa mungkin saat ini, ia ingin melihat reaksi suaminya jika sedang tersiksa.
Tak perlu mengulur waktu, Rich pun segera bergegas menyusul sang istri yang mencoba ingin mempermainkannya saat ini, alih-alih marah Rich justru sudah tidak sabar lagi akan membuat istrinya lemas di dalam sana, siapa suruh bermain-main dengannya.
" Bersiaplah sayang."
Bruuuaakkk..!!!
.
.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.