I Remember You

I Remember You
Sangat cepat berkembang


__ADS_3

"Hmm sudah aku sudah kenyang!"ucap Yun bin.


"apa apaan itu kau baru makan beberapa suap!"ucap Sham sambil makan ramyeon bagiannya.


"Biar aku sendiri makan aku tdk suka disuapi!"ucap Yun bin mengambil bagiannya.


"Iyakah?kau tdk suka disuapi?"tanya Sham niat hati ingin meledek.


"Ya..aku tdk suka!"Ucap Yun bin tetep kekeh dengan jawabannya.


"Dulu kau selalu ingin disuapi appa!"ucap Sham tanpa berpikir.


Sham seketika terdiam saat menyebut appa didepan Yun bin.


Yun bin menurunkan senyumnya dan pura pura tdk mendengar apa apa tadi.


"Ayo cepat habis kan!"ucap pak Choi ingin mencairkan suasana.


"Aku tdk bisa habiskan lagi,aku berhenti!"ucap Yun bin.


"Aku ke toilet bentar!"ucap Yun bin,bangun dari duduknya dan bergegas ke toilet.


...----------------...


...****************...


Yun bin melepahkan makanan yg baru saja dia makan.


"ehmm..!"Lirih Yun bin memijit belakang pinggang nya yg terasa sakit.


Yun bin meratapi pergelangan tangannya yg kini hanya tulang.


"Berapa hari aku tdk makan?"pikirnya.


"Ada sebulan mungkin!"gumam Yun bin,berdiri dan ke wastafel.


"hoekk..uhuk...uhuk..uhuk ..!"


Yun berekspresi datar walau yg dia muntahkan ialah darah.


"Ini tdk asing!"Batin Yun.


"Yun!!"Seorang menepuk pundak Yun bin dari belakang.


"Kau Yun bin keponakan ku kan?"tanya bibi,ya itu bibi yg baru datang dari luar negeri.


Yun bin tersenyum manis itu pun dipaksa melihat bibinya.


"Ya..aku Yun bin!"


"Kenapa kau disini dari tadi?"tanya bibi.


"Hoek..uhuk..uhuk..uhuk..!"Yun bin tdk bisa menahan rasa mual nya.


Bibi seketika melihat darah segar dengan matanya sendiri.


"Yun..Yun ...kau kenapa?"Panik bibi melihat Yun bin muntah terus.


"Bentar aku panggil hyungmu akan aku panggil!!"ucap bibi


saat bibi ingin pergi Yun bin menahan tangannya "jangan..!"lirihnya.


"Gak gak bibi harus bilang!"Ucap bibi berusaha melepas genggaman Yun.

__ADS_1


Yun bin menahan kedua tangan bibinya.


"Hyungku sedang marah padaku..jangan katakan apa apa padanya,aku ingin dia tetap bersama ku..!"lirih Yun bin.


Bibi tetap melepas genggamannya


"Hoek..!"


Bibi berhenti dan menghampiri Yun bin.


"bibi jadi bingung sekarang!"panik bibi.


Yun bin berkumur.


"Secepat ini!"gumam Yun bin.


"Ayo ayo bibi harus bawa ke rumah sakit,jika kau nolak bibi bilang ke Hyung mu!!"ancam bibi.


"hentikan ini!!!"ucap Yun bin.


"Bencilah diriku seperti.. seperti paman membenciku!,bibi akan bertengkar jika bibi dan paman beda pendapat tentangku!"ucap Yun bin,dengan suara bergetar.


"Hal bodoh apa ini?"tanya bibi,kaget dengan kata Yun bin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dokter kaget melihat hasilnya,dan bibi penasaran setengah mati menunggu hasilnya.


Sedangkan Yun bin terkena bius tadi dia masih tertidur dibankar.


"Ada apa dok?"tanya bibi.


"Yun..Yun..!"triak Sham datang tiba tiba.


"kalian keluarga pasien?"tanya dokter.


"ya..ada apa dengan keponakan saya?"tanya bibi berharap tdk terjadi apa apa.


"Ini cukup cepat,pasien tdk menebus obat yg saya sarankan jadi sudah hampir masuk stadium selanjutnya!"ucap dokter.


"Stadium apa?"tanya bibi yg tdk tau apa apa.


Yun bin yg sudah terbangun mendengar apa yg dikatakan dokter tadi,dia melamun dibankar menatap langit langit rumah sakit.


"Sakit ginjal!"ucap dokter ke bibi.


Air mata Yun bin seketika jatuh saat dokter menyebut penyakit nya pada bibi.


"Sham kau juga merahasiakan nya ke bibi?"tanya bibi.


"a-a-aku juga baru kemarin tahu..bibi..!!"ucap Sham


Yun bin turun dari bankar dan pergi dari ruangan dokter itu tanpa mengatakan apapun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"hahhhhh ternyata aku hanya numpang lewat dibumi ini..tdk ada tujuan..hahahaha..!"ucap Yun bin menutupi kesedihannya.


"Hidup sekali langsung dituduh membunuh,habis dituduh sakit habis itu mati, cerita tamat,hahahaha tdk ada yg menarik,siapa penulis cerita ini gak menarik!"gumam Yun bin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yun bin pulang sendiri sampainya dirumah ternyata pak Choi masih ada dirumahnya.


"Apa itu?"tanya Yun bin.


Pak Choi yg tdk sadar jika itu Yun dan mengira Sham.


"Aku melihat rekaman cctv yg tadi pagi aku curiga dengan pelaku nya!"Ucap pak Choi.


"pelaku apa?"tanyanya yg penasaran.


Pak Choi pun berbalik dan melihat Yun bin berdiri dibelakangnya.


"Apa yg kau selidiki dari cctv rumahku?"tanya Yun bin,mengambil alih laptopnya dan melihat sendiri.


"Kapan ini terjadi....?"ucapnya sambil bersandung.


"ohh sekarang! pukul 11.21 wow,pagi sekali tdk ada kerjaan!"ucap Yun bin.


"Kau mengenal orang itu?"tanya pak Choi.


"Tdk...lah!"jawabnya seperti tdk terjadi apa apa.


"Ohh ya Sham mampir ke kantor polisi katanya!"ucap pak Choi.


Yun bin mengangguk dan masih fokus ke laptop pak Choi.


"Banyak sekali kau ada penyelidikan,bahkan sangat banyak yg sekarang dari pada saat bersamaku..hahahahaha!"tawa Yun bin yg terlihat senyum lebarnya,dan sekarang sedikit cerewet.


"Apa kau juga syndrome?"tanya pak choi, bercanda.


"Aku rasa iya!"ucap Yun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Nara!"panggil Sham dari mejanya.


"hmm apa?"


"Bantu aku mengambil sidik jari di tangga rumah Yun bin sekarang!"ucap Sham.


"Wohh apa itu?"tanya Nara yg belum melihat cctv yg dilihatkan oleh Sham.


"Ayooo ikut saja..!!"ucap Sham menarik tangan Nara dan membawa ke mobil.


"Pak Choi mempunyai pendapat jika orang yg berdiri di cctv tadi ialah orang yg sudah membunuh geum min,dan geum min menikam Yun bin dan Yun bin..!"ucap Sham terpotong.


"Kita belum punya bukti,itu kasus yg hanya ada saksi mata dan sidik jari Yun bin!"ucap Nara.


"Itu bukti namanya..!"ucap Sham.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa aku boleh memainkan game dilaptopmu?"tanya Yun.


"Apa apaan ini?kau kan juga punya laptop kenapa minta dariku?"tanya pak choi.


"mungkin sudah berdebu!"ucap Yun bin.

__ADS_1


"Yasudah kau jangan membersihkan dokumen ku disana!!"ucap pak Choi.


"hmmniya !!"jawab Yun bin.


__ADS_2