I Remember You

I Remember You
Masih Terukir Indah.


__ADS_3

Pagi ini Zoey sudah berkutat di dapurnya dengan wajah yang berseri-seri, sudah pasti karena kejadian semalam yang mendapatkan apa yang ia inginkan. Entah mengapa di kehamilannya yang kedua kali ini justru dirinya yang lebih bersemangat untuk bergulat di atas ranjang dan selalu memintanya lebih dulu daripada sang suami, dan ini justru mengutungkan bagi Richard, tidak perlu meminta atau merayu istrinya lebih dulu ia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan.


Bahkan suaminya itu yang saat ini justru yang masih terlelap di atas ranjang sana bersama putranya Mike, yang pagi tadi tiba-tiba sudah berbaring di tengah-tengah mereka. Dan itu yang membuat Zoey terjaga, sedikit terkejut memang sebab keadaan keduanya masih sama-sama polos di balik selimut, untung saja Mike tidak menyingkap selimut tersebut, jika tidak habislah mereka berdua karena sudah mengotori pikiran anak kecil seusia Mike.


" Kak yuhuuu,, kau dimana? Aku butuh refresing nih. Ayo jalan yuk!" teriak seorang wanita sambil berjalan menuju ke arah dapur, sebab ia mencium aroma masakan. Wanita itu adalah Val, ya Valerie adik Richard siapa lagi yang pagi-pagi sudah berkunjung kerumah Kakaknya.


" Eh, Kakak Ipar, Kak Rich dimana?" tanyanya saat melihat Zoey sedang memasak di dapur.


" Kau tadi teriak-teriak mengatakan apa?" bukannya menjawab pertanyaan dari Val, Zoey justru penasaran dengan apa yang gadis itu katakan. Sebab tadi Val berbicara dengan menggunakan bahasa asing. Bahasa dari Negara Mamanya berasal.


" Oh, itu tadi aku sedang memanggil Kak Rich, ingin mengajaknya pergi jalan-jalan, Kakak Ipar ayo kita jalan-jalan bersama Mike." ajaknya yang bersemangat, ia yakin Kakak iparnya ini pasti akan mau di ajak pergi bersama, ke pusat pembelajaan misalnya atau ke tempat wisata.


Val tidak tahu saja bahwa mereka baru saja kembali dari negara Indo tadi malam. Sebab gadis itu sudah seminggu lebih ini pergi ke negara lain untuk menjalani pemoteran disana. Dan baru kembali dini hari tadi dan langsung meluncur pulang ke rumah sang Kakak bukannya ke Mansion kedua orangtuanya.


" Sepertinya tadi kau mengatakan banyak hal, apa benar itu artinya? Sepertinya aku harus les privat agar bisa mengerti apa yang kalian bicarakan di saat kau memakai bahasa asing itu." gumam Zoey sambil menghidangakan makanan di atas meja besar untuk sarapan mereka.


" Ya baiklah ikutlah les tersebut. Dan sekarang kita bahas hal lainnya, ayo Kak kita pergi jalan-jalan setelah ini mau ya?" ulang Val, sedikit merengek pada Zoey.


" Memang mau pergi kemana? Bukankah kau baru saja kembali dari luar negeri untuk menjalani pemotretan disana? Kenapa tiba-tiba mengajak jalan, apa kau tidak lelah? " tanya Zoey menyelidik, melihat sikap tidak biasa dari adik parnya ini.


" Lelah sih Kakak Ipar, tapi aku ingin pergi bersama dengan keponakanku yang tampan itu apa mereka masih tidur di atas? Biar aku bangunkan." ujar Val yang akan bersiap berjalan naik ke arah anak tangga menuju kamar Kakaknya itu berada.

__ADS_1


" Kau datang dengan apa? Aku tidak melihat mobil Asistenmu di luar." teriak Zoey saat Val sudah di tengah-tengah tangga.


" Barusan sudah aku suruh pulang." jawab Val yang juga sedikit teriak. Sang asisten memang baru saja pulang setelah mengantarnya tadi. Sebab ia merasa sangat letih ingin istirahat saja, padahal itu hanya alasannya saja.


Bagaimana akan kelelahan, jika banyak tidur selama perjalanan, tidur itulah yang membuatnya lelah, Val memang jika berada di pesawat ia akan tertidur lelap, ia pikir untuk apa menikmati perjalanan yang tidak bisa ia lihat dari dalam, walau sebenarnya bisa dilihat dari jendela kecil pesawat, tetapi percuma saja tidak cukup puas. Sehingga ia memilih merajut mimpi yang bisa membuatnya melupakan sejenak kerumitan hidup.


" Kak Rich bangun!" pekik Val di dekat telinganya, yang membuat sang empu langsung terduduk saking terkejutnya mendengar teriakan dari Vla barusan.


" Apa sih Val, kau mengganggu tidurku saja. Sudah sana pergi.!" usirnya sembari mendorong tubuh adiknya itu menjauh menuju ke pintu kamar.


" Astaga!! Memangnya kalian bercinta menghabiskan berapa jam? Kau terlihat sangat lelah sekali Kak!" dengusnya geleng-geleng kepalan saat melihat ada lingkar hitam di bawah kantung kedua netra sang Kakak.


" Kau anak kecil tahu apa?" tandasnya remeh masih dengan kedua mata yang terpejam.


Rich segera membuka kedua netranya dan beringsut duduk menatap tajam ke arah Adiknya yang sedang berdiri di dekat ranjang. Sepertinya Val sengaja memancing emosinya kali ini.


" Jangan macam-macam kamu! Joss yang terlihat serius denganmu saja bisa berpaling apalagi ini dengan pria asing yang tidak jelas di luar sana!" desis Rich tak suka jika sang Adik akan berbuat nekat.


Rich sadar Adiknya ini tengah di rundung kepedihan yang amat sangat dalam sebab di tinggal menikah oleh sang kekasih. Walau pernikahan itu adalah permintaan dari keluarga besar Joss, namun tetap saja Joss sudah berpaling dari Val yang tentu saja sudah menyakitinya Adiknya yang cantik ini.


" Hah! Kakak nggak asik!! Lebih baik ke bawah saja bersama Kakak Ipar daripada menunggu yang tidak pasti." skak Val sembari berbalik badan dan meningglkan Rich yang di buatnya ternganga.

__ADS_1


Wajah Val murung seketika, ia yodak langsung turun ke lantai bawah, namun berdism diri di area bermain Mike yang berada di samping kamar sang Kakak. Ia duduk di sofa kecil milik Mike, seketika scapan Kakaknya membuatnya kembali bersedih ya hampir setahun ini ia berusaha tegar, walau ia sendiri bingung dengan perasaannya sendiri.


Seharusnya jika memang ia mencintai Joss yang sudah menghianatinya dengan ikatan pernikahan, seharusnya ia marah atau tidak frustasi karena tidak bisa bersama dengan orang yang sangat ia cintai tersebut. Namun apa ini?


Val justru merasa ada yang lain dengan hatinya. Ia menolak untuk cemburu pada Joss yang pada kenyataannya seperti itu adanya. atau setidaknya d**anya merasakan sesak, atau paling tidak seakan darahnya mengalir di d**anya. Tetapi ia sama sekali tidak merasakan hal semacam di atas tadi, hanya saja Val merasa ada rasa kehilangan atas sosok Joss yang tidak ada di samping lagi, di saat mereka dulu selalu bersama-sama dimana pun berada. Kini mereka bagaikan api dan air tidak bisa menyatu dalam ikatan janji pernikahan yang sering mereka bahas jika sedang bersama. Dan Val harus ikhlas siapa tahu jodohnya ada di lain tempat dan mungkin saja jauh lebih baik dari sebelumnya. Walau dalam hatinya yang paling dalam ada nama yang masih terukir indah di relung hati tidak ada yang bisa menggantikannya, tidak juga dengan Joss yang selama ini menemaninya.


Ya aku rasa lebih baik melupakan Joss dan mengasah kembali dia dalam ingatan...Walau aku tidak yakin bisa memiliki dia seutuhnya..!


.


.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana*.


__ADS_2