
Wilona yang sedang di tatap oleh semuanya, menjadi bingung harus bagaimana? Ia sudah seperti seorang maling yang tertangkap basah.
"Maaf Ibu Dhisa ini teman saya namanya Wilona, kami masih kerabat dekat." Mamanya Nando mengenalkan Wilona pada semuanya ia juga bingung kenapa temannya di teriaki seperti maling begitu oleh Nenek dari calon menantunya.
Kenapa jadi seperti ini? Ternyata wanita yang akan di nikahi Nando adalah putrinya Syarief. Gil4! Harus bagaimana aku sekarang?
Wilona begitu sangat panik, lebih panik lagi saat melihat putranya Rich juga ikut masuk ke dalam. Serasa dunianya akan runtuh, ia terus berpikhir apa ia harus lari, ataukah bertahan saja, lalu berterus terang? Kepalanya mulai berdenyut, merasakan hal yang sudah lama sekali tidak ia rasakan.
Nenek Dhisa nampak tak menghiraukan ucapan dari Hanna sang calon mertua cucunya itu, ia bangkit seketika saat ingin memaki Wilona lagi, namun tiba-tiba pandangannya terpaku pada seorang pria tampan yang baru saja masuk ke ruangan. Yang tidak lain adalah Richard yang berjalan mendekati Papanya Gustav bersama dengan Val di sampingnya, sementara Zoey dan Mike mereka memilih menunggu di luar saja, sebab pasti banyak orang di dalam, takutnya ia merasa sesak nantinya.
Begitu juga dengan wanita yang baru saja bertunangan dengan Nando, wanita itu bernama Ariell yang ikut terpaku melihat kedatangan Richard ada disana.
Sedangkan sang Nenek, ia merasa jantungnya berpacu dengan cepat saat melihat Rich yang begitu mirip dengan Almarhum putra kandung sendiri. Ia lalu berjalan menghampiri Rich dengan perasaan yang campur aduk, antara senang juga sedih, tangannya langsung tersulur meraba sisi wajah tampannya."Cucuku" lirih Nenek Dhisa menitikkan air mata, membuat Rich semakin kebingungan sendiri.
Richard hanya bisa mematung dengan keadaan ini, terlebih ia mendengar panggilan 'cucuku' keluar dari mulut wanita yang sudah berusia hampir senja dan ia sama sekali tidak mengenalnya.
" Cucuku Leo, ini Nenek sayang! Kau tidak ingat pada kami? Kami keluarga kandungmu?" lirih suara sang Nenek dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.
Ada apa ini sebenarnya? Mereka ini siapa?
Batinnya bertanya-tanya, lalu ia menoleh ke arah sang Papa yang juga ternyata menatap dirinya begitu pun dengan adiknya Val, mereka terlihat seolah sedang bertanya melalui telepati diantara mereka, namun Gistav dan Val nampak bergeming yang itu artinya mereka pun tidak tahu menahu, atau tidak mengenal dengan keluarga itu. Rich menjadi bingung sendiri dengan keadaan yang membuat kepalanya sedikit pening.
Beberapa saat setelah adegan membingungkan itu, Ibu Ariell juga sudah siuman kini di ruangan itu hanya tertinggal Nenek Dhisa, Ibu Ariell, Nando dan kedua orang tuanya, Bryan, keluarga Richard dan juga Richard yang masih bingung.
__ADS_1
" Apa dia melupakan kita Mak? Sebab ini sudah berlalu puluhan tahun lamanya. Atau mungkin dia bukanlah Leo kita Mak!" seru Ibu yang baru saja siuman dari acara pingsannya tadi. Dan dia bernama Rahayu Ibu kandung Ariell tunangannya Nando.
" Dia Abang Leo kita." celetuk Ariell dengan mantap, membuat semuanya pun menoleh ke arahnya tidak terkecuali Richard yang baru ingat jika ia pernah bertemu dengan wanita tersebut namun ia lupa bertemu dimana.
Rich semakin bingung saja, ketika mendengar ketiga wanita tersebut memanggilnya dengan sebutan 'Leo', yang memang itu adalah nama kecilnya dahulu. Ini semakin membuatnya dilema, antara mana yang benar dan mana yang salah.
Tetapi jika semuanya benar, kenapa baru sekarang ia tahu orang tua kandungnya? Bahkan terlihat Mamanya itu sepertinya sangat mengenal mereka semua yang ada disini.
Padahal dulu sewaktu ia masih remaja saat pertama kalinya ia mendengar bahwa ia bukanlah putra kandung mereka. Sang Mama selalu mengatakan jika orangtua kandungnya sudah ada di surga, sehingga ia yang mengurusnya sekarang. Begitulah kira-kira yang masih ia ingat hingga sekarang, dan ia pun sudah tak pernah menanyakan tentang kedua orangtua kandungnya lagi. Ia bersyukur sekali di pertemukan dengan kedua orangtua seperti Mama san Papanya ini yang begitu sangat baik, mereka sudah menganggap dirinya seperti anak kandung mereka sendiri, kasih sayang yang mereka berikan padanya bahkan sangat berlimpah sama halnya kasih sayang yang mereka berikan pada Val anak kandung mereka, keduanya merawat dirinya hingga ia dewasa seperti sekarang.
Namun ada sedikit yang mengganjal di relung hatinya saat ini, tetapi ia sendiri juga tidak paham dengan apa yang ia rasakan. Sepertinya ia harus bertanya pada sang Mama lagi. Rich pun berbalik dan mengedarkan pandangan ke sekitar ruangan untuk mencari keberadaan Mamanya, sebab ia lihat sendiri tadi sang Mama sudah masuk terlebih dahulu mengikuti langkah Tante Hanna.
Tetapi ia justru tidak menemukan sosok sang Mama disana, " Kemana Mama?" gumamnya begitu pelan tanpa ada yang bisa mendengarnya.
" Sebaiknya kalian melakukan test ulang, supaya Richard pun bisa percaya, aku hanya menyarankan saja, atau mungkin ini ada sangkut pautnya dengan masa lalu Ibu dan Ayah Ariell." Bryan sahabatnya itu tiba-tiba menyerukan pendapatnya, yang membuatnya mengernyitkan dahi.
Bryan? Kenapa sepertinya dia sangat mengetahui hal ini? Aku harus bertanya padanya nanti!
" Ya kau benar nak, jadi bagaimana apa keputusan kalian?" tanya Nenek Dhisa yang terlihat bersemangat sekali untuk mengungkapkan kebenaran ini, sebab ia sudah sangat lama mencari keberadaan sang cucu yang ia yakini masih hidup. Bahkan saat mendengar kabar dari sahabatnya bahwa anaknya pernah melihat sosok pria yang mirip dengan mendiang putranya, ia sangat penasaran dan juga bersemangat untuk menemukan pria tersebut, Namun karena kondisinya yang tidak memungkinkan untuk mencarinya sehingga ia menyuruh sang cucu yakni Ariell untuk terbang kesana untuk memastikannya.
Di tanya seperti itu oleh Nenek Dhisa, Val, Gustav dan juga Rich terlihat saling pandang, sebab mereka terlihat masih ragu dengan semua yang ia dengar hari ini.
"Mama kemana Pa?" tanya Valerie tiba-tiba pada Papanya keduanya pun menoleh ke sekitar tidak menemukan keberadaan Wilona, mereka semua pun tak menyadari bahwa Wilona sudah kabur sedari tadi. Mereka semua yang ada di ruangan pun saling pandang dan mencari sosok Wilona yang memang tidak ada di dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
" Dia pasti sudah kabur merasa menjadi tersangka utamanya disini!" seru Nenek Dhisa yang seolah tahu betul siapa Wilona itu.
"Maaf, istri saya bukanlah orang seperti yang Anda maksudkan, mari kita cari bahas secara kekeluargaan dan mencari jalan keluarnya saja secara bersama-sama," bela Gustav yang tidak terima istrinya di jelekkan seperti itu.
"Anda belum mengenal baik siapa Wilona itu jadi Anda pasti mengira dia itu wanita baik-baik selama ini. Tetapi aku tahu betul siapa Wilona, wanita ular yang hampir merusak rumah tangga putraku dan faktanya sekarang lihat selama ini ternyata dia yang menyembunyikan cucuku juga." ujar Nenek Dhisa yang menggebu-gebu karena terlalu kesal, amarahnya pun keluar setelah sekian lama ia pendam seorang diri, tanpa ada yang mengetahuinya.
Mendengar amarah dari Nenek Dhisa lontarkan seketika membuat semua orang terdiam, mereka yang memang tidak mengetahui kebenarannya pun memilih diam.
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.
__ADS_1