I Remember You

I Remember You
MP Yang Mengesankan.


__ADS_3

Di kamar lain tepatnya di kamar khusus untuk sang pengantin, Rich baru saja masuk ke dalam kamar yang terdapat Zoey di dalamnya itu, ia berjalan lebih ke dalam lagi sambil melepas jas dan juga dasi yang rasanya sudah terasa mencekiknya sepanjang hari tak lupa ia juga melepas kemeja yang masih menempel di tubuh kekarnya itu.


Senyumnya langsung terbit begitu melihat pemandangan yang tak biasa, seorang wanita yang masih berpakaian pengantin sudah tertidur pulas di atas sofa sana, membuatnya tersenyum geli sambil menggelengkan kepalanya.


" Kenapa kau begitu menggemaskan Zoey Rebecca, kau membuatku selalu jatih cinta padamu." gumamnya masih tersenyum sendiri.


Rich memang hanya mengantarkan Zoey hingga ia masuk ke dalam kamar tadi, dan membawa kartu kamar itu kembali agar ia bisa masuk saat ia sudah selesai menemui para tamu dan juga para sahabatnya di bawah tadi.


Rich duduk berjongkok di samping Zoey, mengusap pipi putih itu dengan jari telunjuknya, lalu mendekatkan wajahnya agar bisa mengecup kening wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu.


Setelahnya ia beranjak bangun dan berjalan ke arah bathroom untuk segera mengguyur tubuhnya dengan air agar membuatnya kembali segar, sudah terasa begitu lengket tubuhnya oleh keringat, sebab sudah sedari siang hingga malam ia belum menyentuh air sama sekali.


Sedikit lebih lama Rich berada di dalam sana untuk menyelesaikan ritualnya itu, lalu keluar dan melihat ke arah sofa lagi. Zoey masih saja terlelap disana. mungkin benar wanita itu merasa sangat begitu kelelahan, hingga Zoey cepat sekali tertidur.


Setelah lama terpukau dengan wajah cantiknya, Rich berusaha membangunkannya sebab pasti tidak nyaman jika tidur dengan masih memakai baju yang banyak dengan hiasannya itu apalagi itu pasti begitu berat .


Namun beberapa kali di bangunkan Zoey sama sekali tidak terganggu, justru suara dengkuran halus yang terdengar di telinganya, sehingga mau tidak mau Rich pun membiarkannya saja.


Lalu berjalan ke arah tempat tidur yang di atasnya terdapat begitu banyak kelopak bunga mawar merah yang begitu indah menghiasi ranjang dan juga karpet di bawah yang berwarna abu-abu itu.


Padahal malam ini seharusnya menjadi malam pertama untuknya dan Zoey, namun wanita itu justru sudah meraih mimpinya sendiri entah sudah sampai dimana?


Apalagi melihat sepasang boneka beruang yang seolah sedang berkencan dengan bergandengan tangan di atas ranjang itu, membuat Rich harus menelan rasa kecewa sebab keinginannya yang tidak bisa tersalurkan malam ini.



" Sepertinya belum waktunya kau untuk keluar dari sangkarmu, berpuasalah lagi malam ini." gumamnya begitu pelan pada sesuatu di balik celana tidurnya yang ia pakai sambil mendesah pasrah.


Dengan perlahan Rich menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dengan begitu pelan sambil menggeser dua boneka beruang itu ke samping, ia juga melihat ada sepasang sepatu wanita berwarna silver.


" Apa ini punya dia? tapi setahuku dia tidak pernah menggunakan sepatu seperti ini, kalau Val yang memakainya mungkin itu akan pantas, sebab wanita itu menyukai sepatu semacam ini. tapi aku suruh dia mencobanya saja besok, sepertinya ini hadiah dari hotel." pikir Rich mengira-ngira.


" Berdoalah mungkin besok pagi kau akan mendapatkannya." lanjutnya tersenyum geli sembari menoleh ke arah sofa dimana sang istri masih meringkuk sendirian disana.


Pasti tidurnya tidak akan nyaman, dan besok paginya seluruh badannya juga akan terasa pegal jika posisinya seperti itu hingga esok hari.

__ADS_1


Ada rasa tidak tega, namun ia ragu jika kembali membangunkan istrinya itu, karena tidak ada respon sama sekali, tidurnya seperti kerbau saja. namun juga ada rasa takut jika ia mencoba mengganti dengan baju tidur, pasti wanita itu akan murka padanya.


Dengan mantap Rich kembali beranjak dari ranjang lalu berjalan ke arah sofa dimana istrinya itu berada.


 


" Kau membuatku gil4 sayang, kenapa kau sama sekali tidak mengingatku? padahal aku selalu mengingatmu di setiap waktu, namun jika aku tidak menemukan gantungan kunci itu mungkin aku pun tidak akan ingat denganmu. sebab gantungan kunci itu hanya ada satu, sebab aku-lah orang yang membuatnya. saat kita masih kecil dulu aku yang memberikannya padamu, apa kau mengingatnya?" bisik Rich yang terus memandangi wajah cantik nan teduh itu.


" Kau sedang bermimpi apa? kenapa begitu nyenyak sekali tidurmu, apa begitu indah di dalam mimpimu, kenapa kau tidak mengajakku?" desahnya kembali, ia mencoba melepas satu persatu kancing yang begitu banyaknya di baju berwarna putih itu.


" Kenapa banyak sekali? kau membuatku semakin tersiksa sayang." keluhnya masih sambil melepas kancing-kancing tersebut.


Ini adalah cobaan Rich yang terberat selain kepergian Zoey waktu itu, sebab ia harus berperang melawan gejolak yang sudah semakin membuatnya tidak tahan itu.


" Sampai kapan cobaan ini akan berlangsung Tuhan?" desahnya yang sudah berhasil membuka semua kancing yang berada di belakang punggung itu.


Rich menelan salivanya dengan susah payah, seolah ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya saat ia melihat punggung yang terekspos dan terlihat begitu mulus itu.


Entah sejak kapan tangannya sudah berada di punggung itu dan mengusapnya dengan lembut, tak hanya tangannya saja bahkan bibirnya pun sudah menyapu di sana.


" Apa kau akan marah jika aku memaksamu untuk memberikan hakku malam ini?" bisik Rich sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Zoey.


Semakin dekat, dekat dan tinggal beberapa centi saja jarak wajah dari keduanya, saat kedua manik berwarna hitam itu seketika terbuka lebar saat Rich justru memejamkan kedua netranya.


"Aaaakkhhhh." terdengar suara teriakan yang begitu menggema di seluruh ruangan kamar tersebut.


...----------------...


Keesokan harinya di area restoran seluruh para anggota keluarga sudah duduk rapi di meja makan panjang yang sudah di pesan sebelumnya oleh keluarga Rich, mereka semua sedang menikmati sarapan paginya.


" Kemana pasangan pengantin baru? apa masih belum turun?" tanya Hanna Mama Nando sekaligus teman Wilona.


" Mama ini seperti tidak pernah muda saja, pastinya mereka belum bangun karena kelelahan." sahut George suaminya Hanna, membuat yang lain terkekeh.


" Kau benar sekali George, kurasa anak itu membuat istrinya tidak bisa jalan nantinya." timpal Gustav sambil terkekeh.

__ADS_1


Beruntung di satu meja mereka hanya ada para orang tua saja, sedangkan para anak-anak mereka duduk di meja lain sehingga tidak mendengar ucapan dewasa dari para orang tua.


" Lalu kapan pernikahan Nandez di adakan?" tanya Wilona yang tahu bahwa keponakannya itu sudah lebih dulu bertunangan namun justru belum ingin menikah dalam waktu dekat.


" Entahlah, tanyakan saja pada anaknya, di suruh cepat nikah malah ia sangat begitu santai sekali, padahal aku ingin segera menggendong cucu." gerutu Hanna yang sudah tahu jawaban apa dari putra sulungnya tersebut.


Membuat Wilona pun tertawa mendengarnya, " Aku pun begitu, namun tanpa aku meminta putraku sendiri yang ingin segera menikah."


Para orang tua terus saja berbincang hangat, hingga melupakan dua orang yang sudah di anggap orangtuanya sendiri oleh sang pengantin wanita.


Mereka berdua hanya makan sambil diam dan mendengarkan perbincangan hangat antara dua keluarga yang terlihat sangat begitu akrap.


" Astaga maafkan kami Tuan. Ronald dan Ny. Ronald kami sampai melupakan keberadaan kalian. ayo tambah lagi makannya, tak perlu sungkan." ucap Wilona merasa tidak enak hati, karena sejenak melupakan besannya tersebut.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2