I Remember You

I Remember You
Menghapus Masa Lalu


__ADS_3

Setelah mengikuti acara akad nikah yang begitu melelahkan pagi menjelang siang hari tadi, Rich pun memutuskan untuk kembali ke kamar yang sudah di siapkan oleh sahabat sekaligus Adik iparnya itu bersama sang istri dan kedua putra mereka.


Pagi-pagi sekali mereka semua sudah berpindah ke hotel milik Bryan dan tentu saja semua anggota keluarga besar mereka. Walau tadi ada sedikit insiden sang mempelai pria mendadak pingsan, namun tak lama setelahnya acara akad nikah pun berjalan dengan khidmat.


Acara Resepsi pun di lanjutkan malam harinya dengan begitu mewah di dekat kolam renang. Yak hanya seluruh anggota keluarga saja yang hadir, para sahabat mereka pun hadir tanpa di undang. Sekalian melihat kondisi kedua mempelai pasca kecelakaan yang menimpa mereka.


" Syukurlah, aku turut senang melihat sahabat kita akhirnya merasakan kebahagiaan yang sudah lama ia nantikan dari wanita yang ia cintai." Seru Lucas yang menatap haru kepada pasangan pengantin yang tengah mengobrol saling berbisik di atas pelaminan.


Andrew, Kyle dan Rich pun mengangguk setuju. Mereka tahu seperti apa perjalanan kisah cinta rumit di antara keduanya, hingga berakhir indah hari ini. Walau sepertinya badai cinta di antara mereka masih akan terus berlanjut, entah sampai kapan.


" Ya, tak pernah kusangka, sahabatku sendiri kini berubah menjadi Adik iparku, hidup selucu ini ternyata mempermainkan manusia. Dan kalian sendiri, kapan menyusul kami? Keburu layu djordy kalian pada." Seloroh Rich dengan santainya menatap ketiga sahabatnya yang masih saja asyik berpacaran tanpa ingin berkomitmen ke jenjang yang lebih serius lagi.


" Gampanglah soal itu, aku sudah mempunyai calonnya, tinggal di sah-kan saja selesai. Sedangkan mereka betiga? Calon saja belum ada." Ledek Andrew yang sengaja menggoda Lucas dan Kyle yang hanya ingin bersenang-senang. Kecuali Lebih Adik Lucas yang memang dekat dengan Bryan.


" Sok bijak banget cik, padahal kau pun tak berbeda jauh dengan kami. Mentang-mentang sudah mendapatkan pawangnya, bisa seenaknya ngledek para sahabatnya." Celetuk Lucas, yang sudah mengenal seorang Andrew luar dalam. Semenjak pria itu bertemu dengan wanita jepang yang kini berstatus menjadi tunangannya, pria itu sudah berhenti bermain-main dengan banyaknya wanita. Dan mungkin sebentar lagi akan menyusul kedua sahabatnya yang telah mempunyai anak masing-masing.


" Ya kau pun nanti akan merasakannya Dude, jika sudah bertemu dengan pawang cintamu." Sahut Andrew terkekeh.


" Eh, itu bukannya si Laurent ya?" Tanya Lucas yang tidak sengaja menatap seorang wanita yang ia kenal tengah berdiri bersama seorang pria asing bertubuh tinggi besar.


Membuat atensi ketiga sahabatnya pun langsung ikut menatap ke arah yang di lihat oleh Lucas barusan." Oh itu, ya dia bersama suaminya Marco." Sahut Kyle yang langsung menjawabnya.

__ADS_1


Ketiganya tidak heran lagi, bagaimana seorang Kyle bisa tahu, sebab keduanya masih saudara. Tak hanya itu kelima pria itu memang dulunya bersahabat dengan Laurent, wanita yang mereka bicarakan saat ini.


" Hei Kyle, kau disini juga rupanya." Sapa Marco, pria yang menjadi suami Laurent.


" Hey Dude, kau mungkin lupa bahwa kami semua adalah sahabat mempelai pria, bukan begitu Lau?" Tanya Kyle menatap ke arah sepupunya yang hanya bisa terdiam.


Ini sudah sangat lama sekali sejak kejadian menjijikan itu, baik Laurent maupun Kyle sudah tidak pernah bertemu lagi. Tepatnya Kyle yang selalu menghindar, sudah tidak ingin bertemu dengan sepupunya j4l4ng itu, perbuatannya di masa lalu sudah membuat dirinya tidak punya muka pada semua sahabatnya terutama Bryan yang waktu itu menjadi korban atas perbuatan sepupunya sendiri.


Kyle menyadari jika sepupunya mempunyai rasa lebih pada Bryan, namun ia tidak bisa membantu dan sering mengingatkan agar jangan sampai bertindak bodoh melakukan hal yang di luar batas, namun sepertinya peringatannya tidak di anggap olehnya, membuat Kyle muak, dan puncaknya saat malam itu di klub.


Marco langsung menoleh ke samping ke arah istrinya." Sayang, kenapa kau tidak mengatakannya? Jika kalian bersahabat?" Laurent masih terdiam, tidak tahu harus berkata apa. Sebenarnya ia sendiri juga tidak tahu bahwa malam ini adalah acara pernikahan Bryan, pria yang sempat menjadi obsesinya. Namun semenjak bertemu dan menikah dengan pria yang menjadi suaminya ini, ia sudah benar-benar berubah.


" Oh, iya maaf aku sendiri tidak tahu sayang." Jawab Laurent kikuk, terlebih tatapan dari keempat pria yang dulu menjadi sahabatnya begitu tajam, seolah siap menerkam dirinya.


***


Sementara itu Armand sendiri sibuk dengan para anggotanya yang sedari tadi modar-mandir di depan sana, mengawasi sesuatu yang mungkin saja mencurigakan. Armand tidak ingin lengah kali ini, apalagi hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh sahabatnya sekian tahun lamanya.


Ini juga Armand gunakan untuk bisa melupakan kisah tragis rumah tangganya yang tenggelam ke dasar samudra sebelum mencapai tujuannya. Terkadang ia menyesal kenapa tidak seperti kebanyakan pria yang menikmati masa indahnya berpacaran.


Paling tidak dia bisa menjadi pria yang playboy yang suka bergonta-ganti pasangan, tanpa memakai perasaannya setiap berhubungan dengan banyaknya para wanita di luar sana. Bukankah ia sama saja dengan Bryan sahabatnya yang malam ini sudah mengakhiri masa duren-nya.

__ADS_1


Terkadang Armand berpikir kenapa seseorang tidak jera untuk jatuh cinta ketika sebelumnya perasaan itu pernah disakiti? Bahkan ada yang masih menunggu dan mencintai orang yang sama. Contohnya ya sahabatnya sendiri yang malam ini senyumnya tak pernah luntur dari wajah tampannya itu.


Armand seolah menertawakan nasibnya sendiri, bahkan ia terus mencoba membuka hatinya kembali untuk wanita lain. Hati memang tidak bisa bicara. Namun, tidakkah kadang kalian semua merasa jika hati dapat berkata, mungkin dia akan menjerit dan tidak ingin lagi merasakan sakit untuk yang kesekian kalinya?


Kita tidak pernah bisa memilih jatuh cinta pada siapa. Tidak semua orang yang singgah di hati kita adalah orang yang bisa menetap, ada yang hadir hanya untuk sekedar memberikan jejak. Jika kita bisa melihat langkah kaki hati kita, mungkin jejak yang tersisa adalah memori yang terkadang masih terbersit dalam ingatan. Namun, bukankah jejak akan hilang? Entah itu tersapu ombak atau tersingkirkan oleh air hujan. Cinta memang seperti itu. Seiring dengan berjalannya waktu, ia akan terlihat makin samar. Jika ada cinta baru yang datang, cinta lama akan sirna. Layu seperti bunga yang tidak lagi tersiram.


Dan Armand berharap cinta yang ia miliki pada mantan istrinya bisa terhapuskan hingga tak bersisa. Walau saat ini ia sudah memutuskan untuk berhubungan dengan seseorang yang bisa di bilang baru ia kenal, ia yakin kali ini pilihannya tidak salah. Ya dia berharap seperti itu.


" Sayang..."


.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2