
" Tuan Anda yakin ingin ikut bergabung dengan kami? Ini sangat berbahaya Tuan, biarkan saya saja yang akan menghandle ini semuanya." Seru Owl pada sang Bosnya, siapa lagi jika bukan David Luxio.
" Kenapa kau melarangku ikut huh! Disana Adikku ikut terlibat. Dan ini semua salahmu, kenapa kau tidak katakan jika dia bergabung dengan anggota Detektif itu! " Sarkas David justru menyalahkan Asistennya itu.
" Maafkan saya Tuan, bukan maksud saya menutupi semua ini terlebih kepada Anda, tetapi ini semua permintaan dari Nona Briva." Jelas Owl apa adanya. Ya semua ini memang permintaan dari Nona mudanya itu, jadi semua di luar kendalinya.
" Jangan mentang-mentang kau menyukainya, lalu kau bisa mengikuti semua keinginan gadis itu, bodoh! Jangan terlalu bodoh hanya karena cinta! Cepat hubungi pilotnya Owl, lama sekali mereka nerbanginnya, kaya siput saja!" Berang David semakin kesal saat kendaraan satu-satunya yang mereka tunggu-tunggu, tidak juga sampai di hadapan mereka.
Memang dia pikir, mengendarai sebuah hely tidak susah apa? Untung seorang Bos. Dan apa tadi katanya? Jangan terlalu bodoh karena cinta? Ya dia belum tahu saja rasanya memjadi seorang bucin. Masih bucin kok dengan wanita yang sudah tiada! Yang jelas-jelas tidak mungkin hidup lagi. Bos-bos, tunggu saja waktumu bucin, aku yang nomor satu akan mengejekmu nanti!
Batin Owl, melirik kesal pada Bosnya itu. Hingga tak lama Hely yang mereka tunggu-tunggu akhirnya terlihat juga di atas sana. David begitu gelisah memikirkan keadaan Adik satu-satunya itu. Terlebih mereka sudah sangat lama tidak pernah bertemu.
" Mari Tuan." Owl mempersilahkan Bosnya untuk naik ke atas Hely terlebih dahulu. Baru saja capung besi itu akan terbang, terdengar suara dering ponsel David yang biasa memekakkan telinga, sebab suaranya di redam oleh suara baling-baling hely di atas sana.
" Tunggu sebentar." Titah David meminta sang Pilot untuk berhenti sejenak. Pria ber-Anak satu itu pun segera mengangkat panggilan dari seseorang yang begitu penting baginya saat ini.
" Ya Hallo, ada apa Bray?" Teriaknya ketika sambungan telepon itu sudah tersambung. Sebab jika tidak teriak ia tidak yakin seseorang di seberang sana akan mendengar suaranya.
" Hallo David, ini Tante Lidya. Tante cuma mau mengabari, jika saat ini Bryan dan istrinya mengalami kecelakaan kembali. Tante hanya minta, jika sempat kamu tolong tengok anak-anak di rumah ya. Soalnya hanya ada Mbak-mbak di rumah, Fredly mungkin besok baru bisa kesini." Ujar seseorang yang ternyata adaklah Mama Buruan sahabatnya.
" Apa Tan! Bryan dan Ariell kembali mengalami kecelakaan? Bagaimana bisa? Baiklah Tante tenang saja, David bisa membantu menjaga Anak-anak. David tutup dulu ya Tan." Setelah mendengar sahutan dari sebetang, David segera mengakhiri panggilan tersebut.
" Ada apa Tuan? Apa yang terjadi dengan Tuan Bryan dan istrinya?" Tanya Owl, yang jelas mendengar pembicaraan antara Bosnya dengan seseorang di seberang sana.
" Aku belum tahu pasti, yang jelas mereka sekarang ada di rumah sakit." Sahut David, kini perasaannya semakin tidak tenang sekarang.
Di satu sisi ia memikirkan keadaan Adiknya, di sisi lainnya ia juga memikirkan keadaan sahabat beserta istrinya, terlebih Ariell istri sahabatnya itu tengah mengandung. Kepalanya rasanya ingin pecah saat ini juga.
" Jadi bagaimana Tuan? Anda akan tetap ikut, atau—
__ADS_1
" Ayo kita berangkat sekarang juga. Agar cepat sampai dan menyelamatkan Adikku. Sebisa mungkin kita harus kejar waktu, aku juga harus menemani anak Bryan." Balasnya dengan yakin ia bisa tepat waktu menyelamatkan Adik dan juga menemani Putranya dan Adiknya.
" Tapi apa tidak sebaiknya—
" Dengar, kita berangkat sekarang! Aoa kamu ingin membantahku, cepat terbangkan! Titahnya langsung memotong ucapan asistennya dengan cepat.
Beberapa jam kemudian, Hely pun mendarat sempurna di pesisir pantai selatan dimana Adik David berada." Cepat cari dia Owl, temukan dengan keadaan baik-baik saha." Titahnya begitu mereka sudah turun dari Hely.
Owl segera berlari bersama anak buahnya. Yang memang sudah standbye disana. Mereka berangkat terlebih dahulu sebelumnya. Dan tak begitu lama, Owl menemukan wanita yang ia cari, ia menggerutu saat melihat wanita itu seorang diri melawan sepuluh pria sekaligus.
Bukan Adik David jika tidak keras kepala jika di tegur. " Saya sudah bersama Nona saat ini Tian." Seru Owl pada alat kecil yang terhubung dengan sang Bosnya.
Namun saat keduanya akan pergi, mereka justru di hadang beberapa penjaga. Owl terpaksa melawan meteka semua di bantu dengan anak buahnya yang lain. Dan membiarkan Nonanya itu untuk mencari wanita yang tadi telah di tolongnya.
" Ah, si4l! Pergilah, kumohon hati-hati." Pintanya pada sang Nina muda dengan serius. Owl memang jika hanya berdua saja dengan Nona mudanya akan memanggilnya tanpa embel-embel. Sebab itu juga permintaan dari Nonanya sendiri, yang tentu saja akan ia turuti, apapun itu.
Setelah berhasil melumpuhkan pria-pria penjaga tadi, Owl segera mencari Nona mudanya kembali. Namun si4lnya dari kejauhan ia melihat Nona mudanya beserta wanita yang bersamanya di hadang oleh pria tua yang menjadi dalang dari semua ini.
Belum juga menemukan hal yang mengganggu pikirannya. Owl di buat tersenyum saat melihat seorang pria yang ia kenal berdiri tak jauh darinya. " Oh itu bos."
Saat Owl akan melangkah maju mendekat ke arah sang Bos yang baru saja muncul bersama anak buahnya. Mereka di buat terkejut dengan kemunculan beberapa orang di depan sana.
" Eh, bukankah mereka anggota Rocky' Angel? Dan Tuan Armand yang kala itu sempat melumpuhkan Bos David? Ini sangat bagus agar bisa menangkap pria tua bangka itu." Ujarnya pelan, mungkin hanya anak buah yang ada di sampingnya yang mendengar ucapannya.
" Astaga, Bos lupa mereka 'kan Anggota detektif, " Celetuk salah satu anak buahnya dengan kurang ajarnya, seolah Owl sudah tua dan menurun daya ingatannya.
" Kalian pikir aku sebodoh itu! Aku juga tahu mereka anggota Detektif. Siapa bilang mereka anggota penyanyi dangdut. Kurang ajar kalian! " Geram Owl menatanp ke arah anak buahnya.
" Ampun Tuan. Ya 'kan benar yang saya katakan, terlebih Nona muda juga ikut bergabung dengan mereka semua." Cicit pria itu lagi, seolah tidak mau di salahkan.
__ADS_1
" Huh! Kau benar kali ini. Kenapa aku melupakan hal sepenting itu. Ini semua karena kalian! " Decak Owl yang kembali kesal, ia teramat gengsi tidak ingin reputasinya sebagai atasan di rendahan oleh anak buahnya sendiri.
Sementara semua anak buahnya hanya bisa tersenyum kecut mendengar sang Bos yang tengah gengsi." Hey Owl, apa kalian semua akan terus berdebat disana!" Ujar David yang entah sejak kapan sudah berdiri di hadapan Owl beserta anak buahnya yang lain.
" Hahaha,, Anda sudah terkepung Pak tua, mau lari kemana Anda!" Hardik seseorang yang membuat atensi David dan Owl teralihkan dan menatap ke arahnya.
" Kau!?" Seru Bram yang tidak mengira Armand beserta anggotanya ajan datang. Terlebih ia melihat ada David, di antara mereka semua.
Bram sangat mengenal baik seorang David, dia adalah sahabat putri kandungnya dulu, dan juga Bryan. Dan juga dia tahu jika pria itu sangat mencintai putrinya Fanya. Hanya saja Putrinya itu lebih memilih dan mencintai pria seperti Bryan, yang justru membuatnya akhirnya pergi untuk selamanya.
Bram memang sudah terkepung, namun mereka semua tidak tahu jika, sebenarnya pria itu sudah merencanakan hal lainnya. Bram segera mengkode anak buahnya untuk menyerang mereka semua.
Baku hamtam pun terjadi dalam tiga kubu, namun dua kubu saling berkerja sama menyerang musuh yang sama. Dan di saat semua orang sedang sibuk saling mengajar satu sama lainnya, di saat itulah Bram dengan licik dan diam-diam masuk ke dalam bilik yang tadi di pakai Bonee untuk bersembunyi. Ia bahkan tidak memikirkan Bonee sama sekali, tentu saja, gadis itu memang bukan siapa-siapa baginya. Begitu tombol yang berada di dalam Bilik itu di sentuh. Bilik itu pun langsung meluncur bebas ke bawah tanah dengan sangat cepat, bahkan tak ada yang bisa menduga akan semua hal gil4 itu.
Sebab hanya Bram dan satu orang lagi yang mengetahui rahasia bilik itu, yaitu pria tua yang sudah di lumpuhkan oleh Catie tadi saat menyelamatkan Bonee. Aksi Bram sungguh di luar dugaan, Armand CS, Bonee, beserta David dan semuanya sungguh di buat bodoh oleh kecerdikkan pria tua seperti Bram.
" Kurang ajar! Sungguh licik sekali tua bangka itu! Ayo semuanya kita tinggalkan tempat ini. " Seru Armand pada sahabat juga anak buahnya.
" Dan Kau!" Tunjuknya pada seseorang yang entah mengapa malam ini terlihat berbeda.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.