
Seperti janji Rich bersama para sahabatnya bahwa besok pagi ia akan berkunjung ke negara di mana sahabatnya itu berada sekalian mampir ke tempat Paman dan Bibinya yang sering menghubungi Mamanya, hanya sekedar mengingatkan jangan lupa untuk berkunjung ke rumah mereka.
" Rich sampai kapan kau akan menutupi identitasmu pada istrimu sendiri? beritahu secepatnya padanya, tetapi bagaimana dia tidak bisa mengingatmu?" ujar Gustav menasehati putranya.
Ayah dan anak itu tengah duduk di ruang keluarga, sementara Mamanya sedang keluar bersama Val, sedangkan Zoey sedang berada di dalam kamar tengah menyiapkan pakaian yang akan mereka bawa.
Mereka? tentu saja Rich tidak mungkin pergi sendirian dan mungkin saja ia sekalian menikmati bulan madu yang tertunda di negara yang terkenal dengan banyaknya pulau-pulau kecil disana.
Walau sudah sering kesana dulu, namun Rich sangat betah jika harus tinggal disana, yang jauh berbeda dengan negaranya. disana juga tidak sebebas disini, entah mengapa Rich sudah jatuh cinta pada negara dimana Mamanya itu berasal.
" Entahlah Pa, Rich sudah sering memberitahu melalui segala cara, tetapi sepertinya memang ia tidak percaya bahwa aku adalah teman masa kecilnya." jelasnya sambil menyesap minuman hangat yang ada di atas meja.
" Sungguh ia sama sekali tidak curiga?" tanya Gustav kembali, ia sedikit ragu.
" Bagaimana mau curiga Pa, terkadang aku mengatakan bahwa aku sudah lama mengenalnya, jauh sebelum bertemu di kampus, dia tetap tenang biasa saja tidak merespon apapun. bahkan bibi saja yang selalu memanggilku Yo, dia tetap seperti itu." terangnya kemudian. " Baiklah Pa, Rich ke kamar dulu." pamitnya meninggalkan sang Papa sendirian di ruangan tersebut.
Rich memang sudah sering memberitahu Zoey secara tidak langsung, awalnya berhasil namun pada akhirnya Zoey tidak merespon kembali, nomor-nomor yang menghubunginya.
Setelah sampai di kamar Rich tidak melihat keberadaan sang istri, ia melihat dua koper berukuran sedang sudah berjejer rapi di dinding dekat jendela. itu berarti istrinya sudah selesai packing pakaian mereka.
" Sayang kau dimana?" teriaknya sambil berjalan menuju ke arah kamar mandi. mungkin saja istrinya sedang berada di dalam sana.
Ceklek!!..
Ternyata kosong, tidak ada seorang pun disana, membuat Rich kembali berjalan keluar menuruni anak tangga, hingga sampailah ia di dapur dan menemukan wanita yang ia cari sedang berdiri disana.
" Sayang kau sedang apa? aku mencarimu di kamar, ternyata kau ada disini." ujar Rich sambil melingkarkan kedua tangannya dipinggang ramping istrinya.
Zoey menoleh sejenak sambil tersenyum, " Aku buat teh jahe hangat, perutku sedikit tidak nyaman." jawabnya
Rich mengkerutkan keningnya, sedikit heran. karena biasanya istrinya tidak pernah membuat minuman semacam ini. namun ia tidak ingin curiga dan kembali memasang senyuman diwajahnya.
" Jadi gimana masih sakit?" tanya Rich setelah Zoey menyesap air jahe itu secara perlahan.
Zoey tersenyum sambil mengangguk, " Baiklah ayo kita istirahat, supaya besok kita tidak kesiangan." mereka berjalan menuju ke kamar, lalu merebahkan tubuh mereka betsisian.
Tak berapa lama suara napas teratur terdengar di indra pendengaran Zoey yang saat ini masih terjaga, perlahan ia membuka kembali kedua netra yang tadi ia pejamkan.
__ADS_1
Tubuhnya ia miringkan ke kanan untuk melihat suaminya yang sudah terlelap, wajah yang sangat tampan, hidung mancung bibirnya yang sedikit tebal. tak sadar tangan Zoey terulur untuk mengusap pelan rambut tipis di sisi wajah tampan itu.
" Sebanarnya apa yang tengah kau sembunyikan dariku? apa kau ingin aku mencaritahu sendiri? dasar stupid! "
Gerutunya pelan, bukan tanpa sebab ia berkata demikian, karena ia tadi tidak sengaja mendengar pembicaraan suaminya bersama Papa mertuanya di ruang tengah. walau ia tidak paham apa yang mereka bicarakan, namun sedikit ia masih bisa menangkap maksud dari pembicaraan tersebut.
...----------------...
Jet pribadi milik keluarga Taro baru saja mendarat di bandara soetta internasional, terlihat tiga pria muda dan satu wanita baru saja turun, mereka langsung berjalan menuju pintu keluar bandara.
Sebenarnya Lucas dan Kyle akan menaiki pesawat komersial hari ini, tetapi kemarin Rich mengabari bahwa jet pribadi milik Papanya sedang tidak di gunakan. jadi ia mengajak serta dua sahabatnya itu untuk ikut bersamanya.
Sedangkan Andrew sudah lebih dulu terbang ke negaranya dua hari yang lalu. setelah menerima kabar dari kedua orangtuanya, entah apa yang terjadi disana. para sahabatnya hanya bisa berharap semoga baik-baik saja.
" Jadi kalian langsung ke Apartemen Andrew?" tanya Rich yang akan memasuki taksi yang ia panggil tadi, sebab hari memang sudah gelap saat mereka mendarat tadi.
" Benar, Andrew sedang menunggu kita disana. lalu kalian akan menginap dimana?" tanya Lucas balik sambil memasukkan kopernya ke dalam bagasi di bantu oleh sang supir.
" Kami akan menginap ke hotel yang dekat dengan Apartemen Andrew saja, tidak mungkin aku mengajak istriku untuk tinggal bersama kalian, bye." sahut Rich setelahnya masuk, mobil taksi itu pun melaju pergi meninggalkan pelataran bandara.
" Dasar Richard sial4n." umpat Lucas begitu sahabatnya itu pergi begitu saja.
...----------------...
Sesampainya di kamar hotel yang mereka sewa, Rich segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang. sementara Zoey menutup pintu kamar kembali setelah seorang pegawai hotel yang membantu mengangkat koper mereka baru saja keluar.
" Kau tidak ingin membersihkan tubuhmu dulu?" Rich nampak bergeming dengan kedua netra yang terpejam.
" Apa kau lapar?" begitu mendengar kata lapar, Rich segera membuka matanya dan berjalan mendekati sang istri yang sedang berdiri di depan jendela.
" Ya aku lapar." bisiknya dengan memeluk Zoey dari belakang.
" Aku akan pesankan makanan untukmu." saat Zoey akan berjalan menuju nakas Rich segera menahannya.
" Kau bilang lapar? jadi lepaskan aku.!" pintanya yang berusaha melepaskan diri dari pelukan sang suami.
" Memang, tapi kau yang ingin aku makan." bisik Rich dengan suara berat.
__ADS_1
Zoey langsung paham kemana arah pembicaraan suami mesumnya ini." Apa kau tidak lelah? sehabis perjalanan jauh?" cicitnya seolah menolak halus.
" Lelah? bagaimana bisa lelah jika hanya duduk santai dan tidur di pesawat yang nyaman. apa kau meragukan kekuatanku?!" Rich menautkan kedua alisnya, bahkan ia langsung memberikan gigitan kecil di cuping telinga Zoey.
Zoey merasa terintimidasi, ia tidak menjawab pertanyaan Rich ia justru menikmati sentuhan saat Rich mulai menyusuri tengkuk dan lehernya, lalu melum4tnya.
" Tujuannya kita kesini selain menghadiri pernikahan sabahatku juga untuk berbulan madu bukan? kenapa harus merasa lelah." bisik Rich kembali.
Dan detik selanjutnya Zoey hanya bisa pasrah dengan apa yang suaminya itu lalakukan, pria itu terus bereksplor. hingga Zoey tidak sadar bahwa tubuh mereka sudah sama-sama polos. dan sudah berada di atas ranjang, dengan posisi tubuhnya di tindih oleh suaminya.
" Ough, kau memang luar biasa sayang." racau Rich di sela kegiatannya. ruangan kamar hanya terdengar suara desah4n yang saling bersahutan.
Hingga satu jam lamanya, mereka sama-sama berteriak saat merasakan pelepasan yang luar biasa. dengan napas yang tak beraturan, Zoey bangkit dan langsung turun dari ranjang saat melihat suaminya sudah terlelap.
Zoey mengambil sesuatu dari dalam Handbag miliknya, lalu menuangkan ke telapak tangan beberapa butir dan berjalan kembali untuk mengambil gelas berisi air mineral yang langsung ia tenggak habis.
Rich yang pura-pura terlelap itu, sedikit mengintip apa yang tengah istrinya itu lakukan, ia pun menyeringai nakal. Kau ingin bermain-main denganku ruapanya! lihat saja sampai kapan kau akan terus menolakku dan tidak ingin mengandung anakku! ucapnya dalam hati, lalu ia kembali terpejam untuk beristirahat.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.