I Remember You

I Remember You
Air susu dibalas air tuba


__ADS_3

"Hasil sidang akan keluar nanti sore jadi tunggulah pengacara min!"ucap hakim


"baik yang mulia!"ucap Yun bin.


Persidangan istirahat


Yun bin malah sibuk dengan berkasnya


"aku yakin kau bebas!"ucap Yun bin menoleh dan tersenyum.


"Trimakasih!"ucap geum min.


Yun bin meminum airnya dan bersandar untuk melepas lelahnya.


"ini!"ucap seseorang menaruh botol limun.


"hmm?Hyung?limun?"


"iya..kau hebat tadi,aku bangga!"


Dimata Yun bin yg dilihat iyalah Sham bin,mata Yun berbinar binar dan langsung memeluk dengan erat.


"kenapa dia bertingkah begitu!"pikir Sham dari jauh lebih tepatnya diluar .


"min shii kau kenapa memelukku?"tanya jayong.


Yun bin tersadar dan mengusap air matanya


"ahh tdk kau aku jadikan hyungku jadi aku agk cengeng hari ini!"ucap Yun bin.


"minumlah limun itu akan membuat segar tenggorokan,aku masih ada tugas jadi aku akan pergi!"ucap jayong.


"hmm baiklah!"ucap Yun bin.


geum min tersenyum smirk ke arah Yun bin.


Sorenya pukul 18.00


hasil keputusan menunjukkan Yun bin menang dan geum min dinyatakan tdk bersalah.


"kita berhasil!"ucap Yun bin menjabat tangannya geum min.


Yun bin begitu senang dengan kabar ini


"Trimakasih pengacara min!"ucap geum min dengan sopan.


Jaksa pun menjabat tangan Yun bin begitu juga penuntut.


DIKANTOR POLISI


"Heh ada yg terjadi?"tanya Sham bin.


"tdk tuh dia hanya iseng mungkin,jangan dipikirkan,ohh tadi aku melihat mu datang ke pengadilan!"ucap jayong.


"hmm iya aku mengecek kalian masih hidup apa gk!"ucap Sham bin.


"Nara apa kau baik baik saja?"tanya Sham.


"cieeew Nara...!"ucap jayong.


"tutup mulutmu!"tegas Hanjun.


"tdk ada terjadi apa apa ya kan hyeu?"tanya Nara .


"ohh syukurlah!"lega Sham bin.


Hari sudah menunjukkan pukul 08.00 Yun bin baru keluar dari ruangan kantor.


"hah harus pulang sendiri!"gumam Yun bin.


Dari arah belakang seseorang mengikuti Yun bin.


Yun yg merasa diikuti akhirnya berhenti dan menoleh ke belakang.


Orang itu segera mengarahkan pisau ke leher Yun bin.


"geum min..!"gumam Yun bin.


geum min pun mendorong sambil menodong pisau turun dan masuk lift.


lantai 7 area parkiran lift berhenti dan geum min mendorong Yun bin ke tembok dan masih menodong pisau ke lehernya 🔪


"telpon hyungmu katakan kau akan tiada!"ucap geum min.


"orang disayangi hyungmu akan tiada!"bisik geum min.


Sham bin ajak minum di rumahnya jayong .

__ADS_1


"wa... kita seperti polisi tdk ada kerjaan!"ucap jayong.


Sham bin meneguk alkohol itu,kadar alkoholnya rendah.


"berikan telpon mu!"paksa geum min.


"kau salah orang ..kau keliru!"ucap Yun bin.


"apa kau akan mengelabui ku?"ucap geum min dengan ketawa jahatnya.


Geum min menelpon Yun bin


"orang yg kau sayangi akan tiada malam ini!"ancam nya.


orang yg mengatakan akan membunuh kemarin ialah geum min.


"apa mksdmu!!!"triak Sham bin ditelpon.


"Sham apa ada apa?"tanya jayong.


"Nara ?dimana Nara?"tanya Sham bin.


"dia dikantor!"ucap jayong.


"tempat parkir kantor pengacara justice aimed lantai 5"


Yun bin seketika menyerang berkelahi menyepak,memukul dan berusaha menghindari pisau yg mau menebas.


bugh..bugh..bughh


semua dia berhasil Yun bin hindari ,Yun bin menahan tangan kanan yg memegang pisau dari belakang,namun tangan kiri geum min memberontak dan mengambil pisau dari tangan kanannya dan...


Srekkkkk


mata Yun bin meruncing namun dia berusaha menyerang.


crashh....


pisau itu dicabut dari perut kiri Yun bin.


Bughhh


Yun bin memukul kepala geum min dengan kaki membuat geum min tersungkur.


Yun bin matanya merah memegangi perutnya yg sudah bersimbah darah.


Yun bin bersandar didinding, tubuhnya merosot kebawah memegangi perutnya.


Jayong juga naik taksi kesana tanpa sepengetahuan Sham bin.


"arghhh!"pekik Yun bin menahan darah dari perutnya.


Yun bin menatap geum min dengan sayu membawa linggis gulir yg akan menusuknya dengan itu.


air mata Yun bin jatuh menunggu ajalnya.


"tunggu!"ucap santai Sham bin.


Sham bin berkaca kaca melihat Hyun bin sudah bersimbah darah.


"kau datang juga!"ucap geum min.


"kau menyerang ku dengan cara menyakiti dia?ahhh dasar bodoh,jika dia mati hari ini pun aku ikhlas..kau salah orang!"ucap Sham bin.


"aku tdk keberatan dia mati hari ini,ayahku membunuh kekasihmu kau bunuh saja dia aku tdk peduli!"ucap sham bin.


Yun bin melihat dan mendengar hal itu dia hanya bisa diam.


geum min tersenyum smirk "kau pikir aku bisa tertipu?"ucap geum min.


Saat geum min akan melempar linggis ke arah Yun bin.


Dorrr...


jayong menembak lengan kanan geum min.


geum min melempar linggis itu ke arah jayong namun dia bisa menghindar.


Geum melarikan diri dan dikejar jayong.


Sham menghampiri Yun bin yg masih bersandar didinding.


Sham menahan darah yg terus keluar namun Yun bin mendorong pelan tubuh hyungnya.


"Pergi...biarkan aku...mati disini..!"lirih Yun bin.


air mata Yun bin jatuh mengatakan hal itu.

__ADS_1


"Bodohhhh!"bentak Sham bin.


"bukankah..hyu..ng me..nginginkan aku..mati..aku akan mati...pergi...lah!"lirih Yun bin.


Sham bin menampar pipi Yun bin


"jangan banyak bicara aku yg akan disalahkan atas kematianmu!!"bentak Sham bin dengan mata berkaca-kaca.


Sham bin memanggil ambulance


dan langsung menggendong Yun bin ke punggungnya.


"Hyung...mianhae...!"lirihnya di dekat telinga Sham bin.


"Berhentilah Bicara!"ucap Sham bin.


Didalam ambulance


tangan Yun bin terus menggenggam tanga Sham bin membuat Sham bin tdk bisa pergi.


Jayong masih mengejar geum min namun geum min lolos dari kejaran.


Sampainya dirumah sakit.


Yun bin dimasukkan ke ruang operasi, sedangkan Sham bin terdiam sejenak dan melihat tangannya yg bersimbah darah Yun bin.


"Sham..dia lolos!"ucap jayong datang.


"Dia..pengacara min...itu.. dongsaeng mu?"tanya gugup jayong.


"Tdk...dia bukan dongsaeng ku!!"tegas Sham bin masih membohongi.


"ohhh begitu!"ucap jayong.


"dia dongsaeng mu ternyata!"batin jayong.


Sham bin kewastafel membersihkan tangan dari darah.


...Hyung mianhae...


...biarkan aku mati disini...


...aku akan mati pergilah...


perkataan Yun bin terngiang ngiang ditelinga Sham bin.


"jayong ayo kita pergi!"ajk Sham bin.


"loh.. pengacara min?"


"itu bukan urusan kita lagi!"ucap Sham pergi.


Saat operasi selesai tengah malam pak Choi sengaja datang untuk melihat keadaan Yun bin, bagaimana pun mereka rekan kerja.


"bagaimana dokter?"tanya pak Choi.


"hampir usus nya ada tergores jadi penyembuhan akan lama!"ucap dokter.


"ahh tapi berapa lama akan supaya sadar?"tanya pak Choi.


"saya juga kurang tau tentang itu saya tdk berani memastikan!"ucap dokter.


"Saya permisi!"ucap dokter.


Pak Choi melihat sisi lemah dibalik ceria dan orang pembuat kesal dihari harinya.


"Sekarang aku yg kesepian padahal aku ingin tenang dalam bekerja!"gumam pak Choi melihat Yun bin terbaring.


Paginya Yun bin membuka matanya dengan sayu melihat pukul 08.30


"aku dirumah sakit,sidang anak kdrt hari ini apa ini sudah pagi?berapa hari sudah?"batin Yun bin.


"Kemarin ada pasien datang dengan bersimbah darah aku pikir kenapa!"ucap orang diluar.


"kejadiannya kemarin!"batin Yun bin.


Yun berusaha bangun dan berdiri walau kondisinya masih sangat lemah.


Melepas infusnya


di pikiran nya siapa yg bakal membayar operasi dan rawat inap jika dia terus diam disana.


Yun bin memakai bajunya kemeja yg kemarin untungnya jas hitamnya tdk terkena darah.


Yun bin ke recepsionis atas nama keluarga pasien supaya bisa membayar tanpa diketahui bahwa dia telah pergi.


Yun bin memakai taksi untuk kekantor pandangan nya kosong dan mata sayu wajahnya pucat tanpa ekspresi.

__ADS_1


Sampainya dikantor diberjalan pelan keruangannya,dia tdk ingin memperlihatkan wajah pucatnya jadi dia pura pura sibuk membaca padahal orang orang sedang melihat nya.


Sampai diruangannya dia duduk melamun membaca sidangnya hari ini.


__ADS_2