
Rich langsung mengukung tubuh istrinya dan mulai mencumbui leher jenjang juga menciumi tulang selangka milik Zoey membuat sang empu sedikit mendesis.
" Tu-tunggu. Jawab pertanyaanku dulu." seru Zoey mencoba menahan suaminya agar tidak melakukannya.
" Apa lagi yang harus aku jawab? kau masih meragukanku sebagai Leo-mu masa kecil?" tanya Rich tanpa menghentikan aksinya.
Zoey menggeleng sembari menikmati sensasi yang di lakukan suaminya terhadapnya." Bukan itu."
" Lalu?"
" Emm,, bagaimana kau tahu jika waktu itu aku sedang hamil?" serunya dengan menautkan kedua alisnya, menunggu sebuah jawaban.
Rich berhenti sejenak, yang kini mensejajarkan wajah keduanya bersiap untuk memulai kembali, detik selanjutnya ia pun akan melanjutkan aksinya tetapi Zoey justru menahan d**anya hingga terpaksa membuat pria itu menatap kedua manik indah miliknya.
" Haruskah kita membahasnya sekarang?" tanya Rich sembari mengigiti dan mengesap leher mulus itu.
" Tentu sajaa Aahh,," akhirnya satu desah*n pun lolos saat tangan nakal Rich membelai inti tubuhnya yang entah sejak kapan tangan itu sudah berada disana.
" Kau yakin, milikmu sudah sangat basah sayang." bisik Rich semakin parau, ia sudah menahannya saat makan malam bersama tadi.
" Jawab saja apa susahnya, tetapi sebelumnya emm, aku meminum rutin pil penunda kehamilan lalu bagaimana bisa aku hamil? " dengan kekuatannya Zoey bisa mendapatkan kesadarannya kembali, walau sedikit sulit menolak perbuatan suaminya padanya.
Akhirnya Rich mendongak menatap wajah cantik itu, setelah berhasil melepas semua kancing kimono yang di pakai Zoey.
" Karena pil itu sudah aku tukar sebelumnya." jawab Rich begitu santainya.
" Tukar? tukar dengan apa?"
" Tentu saja dengan pil kesuburan. Jangan kau pikir kau bisa membodohi seorang Richard Taro sayang, itu tidak mungkin!" sahutnya tersenyum menyeringai.
Membuat mata Zoey terbelalak, " What? Jadi_
" Sudah tidak perlu marah ataupun kesal, toch semua sudah berlalu. Dan jika aku tidak melakukan hal itu, Mike juga tidak akan hadir di antara kita." sela Rich yang tidak ingin membahas hal itu lagi. Untung sekarang ia hanya ingin bercinta4.
__ADS_1
Zoey mencoba menahan rasa kesalnya, dan ia melihat ke arah ruangan lain dimana sang putra sedang terlelap disana, lalu menatap wajah suaminya untuk meminta jawaban. Seolah mengerti apa yang tengah Zoey pikirkan saat ini, Rich pun menghela nafas panjang sebelum menjawabnya.
" Kau ingat surat gugatan milikmu itu yang di tolak oleh pengadilan?" Zoey langsung mengangguk cepat, ia tidak mungkin melupakan hal itu.
" Sebelum aku ke pengadilan hari itu, malam-malam sebelumnya aku bermimpi menggendong bayi mungil yang begitu sangat tampan, sama sepertiku." Rich menjeda ucapannya sejenak, tetapi masih terus menatap dalam istrinya.
Ternyata kenarsisannya masih sama saja seperti dulu.
" Dan itu berlangsung selama sepekan lamanya, setiap malam aku bermimpi yang sama. Dan aku berpikir kau memang tengah mengandung anakku saat itu, itulah kenapa aku menolak gugatan ceraimu. Bukankah kau lebih jahat dari seorang pembunuh Becca?" lirih Rich begitu selesai menjelaskan apa yang ia alami saat itu.
Membuat Zoey merasa bersalah amat bersalah, bagaimana bisa ia memisahkan Ayah kandung dengan calon bayinya? tetapi itu juga bukan murni kesalahannya bukan? jiwa kebenarannya meronta menegaskan keadilan yang nyata.
" Tapi bukan salahku juga untuk menutupinya, jika saat itu kau_
" Ya aku akui aku salah saat itu, aku minta maaf padamu sayang, sungguh aku terlalu kesal waktu itu, sudah mengatakan yang sejujurnya tetapi kau masih tidak percaya juga! aku mencoba mengerti dan memilih mendinginkan otakku yang terbakar emosi, tetapi begitu aku keluar kau sudah tidak ada. kau menghilang, kau memilih kabur bersama pria lain, seharusnya kau menungguku, kita bahas masalah itu sampai clear." jelas Rich panjang lebar.
Zoey hanya bisa menundukkan kepala, ia mengaku bersalah pergi tanpa pamit, emosi menguasainya saat itu. Namun sekarang setelah mengetahui fakta yang sebenarnya, ia ingin memperbaiki hubungannya dengan sang suami.
" Aku juga minta maaf, karena sudah pergi meninggalkanmu dan membuatmu terpisah dari Mike, saat itu aku ingin kembali tetapi aku mendengar kau akan menikah dengan wanita lain, disitu aku sangat marah bukan karena cemburu, melainkan kenapa kau tidak melepaskanku saja jika memang ingin menikah lagi. " gerutu Zoey mengerucutkan bibirnya kedepan, membuat Rich gemas dan langsung mengecupnya sekilas.
Cup.
" Bukankah sudah aku katakan itu semua adalah permintaan Mama, dan wanita itu terus saja mendekatiku walau aku terus menolak kehadirannya di sekitarku. Dari dulu aku tidak menyukai wanita itu, wanita yang sangat bar-bar, jadi bolehkah aku melanjutkan lagi." tanpa ingin mendengar jawaban dari mulit istrinya Rich sudah lebih dulu membungkamnya dengan ciuman panas, membuat nafas Zoey tersenggal karena tidak siap.
" Kau selalu saja manis sayang. *S*o, you Remember me?" bisik Rich dengan suara seraknya.
Zoey mengangguk begitu mendapatkan pasokan udaranya kembali. '" Yes, I Remember You.." balasnya sembari tersenyum.
" Sebanyak mungkin?" Zoey kembali mengangguk sambil tersenyum.
" Jadi boleh aku melakukannya sekarang,,?" tanyanya kembali yang akan memulainya dari awal, sebab si djordy tadi sudah kembali tidur. Dan ia perlu membangunkannya kembali dengan mencumbu, menyesap seluruh inci tubuh istrinya yang sudah membuatnya candu.
Rich segera memang*t bibir itu lagi, mengul*mnya, Zoey pun membalas ciuman itu, mereka berciuman dengan begitu dalam, hingga melupakan puntanya sejenak di ruangan sebelah.
__ADS_1
" Boleh?" ulangnya begitu ia melepas ciumannya.
Zoey pun mengangguk setuju, sekarang ia sudah pasrah, dan menyerahkan dirinya sepenuhnya pada suaminya ini. Rich tak akan menunda lama-lama ia kembali meraup benda kenyal itu dengan lembut, saling berbalas, saling menghisap, membelitkan lid*h. ciuman mereka semakin menuntut. Keduanya hanyut dalam suasana yang semakin panas.
Rich segera melucuti pakaian Ziey dengan satu tarian saja, sebab tadi ia sudah membukanya terlebih dahulu dan tinggal boxer yang ia pakai pun ia lempar ke sembarang arah dan kembali menindih istrinya dan melakukan apa yang sempat tertunda tadi.
Sungguh semua yang dimiliki Zoey membuatnya candu tidak ingin melewatinya barang sendiri pun, tubuh keduanya meliuk-liuk di atas ranjang. Mencari titik kenikmatan masing-masing dengan berpindah posisi. Hingga tak lama mereka pun mencapai puncak yang mereka cari dan keduanya tumbang dengan nafas tersenggal.
" Semoga cepat tumbuh lagi disini, aku tidak sabar ingin melayanimu saat kau hamil kembali sayang." bisiknya dengan memeluk tubuh Zoey semakin erat.
Zoey sungguh terharu dengan perlakukan manis Rich saat ini, sungguh dirinya yang dulu amat sangat bod*h sudah menyia-nyiakan pria sebaik ini. Dan sekarang dan untuk selamanya ia akan mendampingi pria ini, ingin membuat suaminya ini bahagia selamanya.
" Ya dan mari kita buat sebanyak mungkin." lirih Zoey, tetapi tidak mendapatkan jawaban, sebab sang suami sudah terlelap karena kelelahan bergulat tadi.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.
__ADS_1