I Remember You

I Remember You
Dimana Kamu


__ADS_3

Setibanya di rumah Zoey nampak sangat gelisah, turun dari mobil juga tergesa-gesa membuat sang putra menatapnya dengan bingung, " Mom apa yang terjadi? ada apa?" tanyanya semakin bingung saat Ibunya bahkan seolah tidak mendengar pertanyaannya.


" Mom?!"


" Hah! kenapa Mike?"


" Ck, sedari tadi aku memanggilmu Mom! sepertinya kau tidak mendengarnya!" keluhnya sambil berjalan ke arah kamar mandi.


" Ya, sebaiknya kau bersih-bersih sebelum tidur." sahutnya.


Bukannya menjawab pertanyaan sang putra, Zoey justru berbicara hal lain. Bukan tanpa sebab ia bersikap seperti itu, saat ini pikirannya masih terus saja memikirkan pria yang ia lihat tadi.


Pria yang tidak lain adalah Richard suaminya, tentu saja dia masih suaminya, sebab mereka belum bercerai hingga sekarang. Dan semua ini tentu saja atas permintaan dari Rich sendiri, sebab pria itu begitu yakin bahwa sang istri pasti sudah mengandung anaknya, dan yang lebih penting suatu saat nanti ia pasti akan menemukan istrinya kembali.


Zoey duduk di bibir ranjang, tak lama Mike keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian tidurnya dan langsung naik ke atas ranjang untuk bersiap tidur. Zoey pun menyelimuti sang putra, mengusap puncak kepalanya agar Mike segera terlelap.


" Mom kau tidak ingin menceritakan apapun padaku?" tanyanya begitu serius, tetapi sang Ibu justru tersenyum sambil menggeleng.


" Tidurlah Son, kau pasti lelah seharian jalan-jalan, besok kau harus sekolah dan Mom juga harus bekerja okay." bukannya Zoey tidak ingin bercerita, tetapi ini belum saatnya untuk putranya mengetahui semuanya.


Akhirnya Mike pun mengangguk dan langsung terpejam, tak membutuhkan waktu lama pria kecil tampan itu sudah berada di alam mimpi dengan nafas yang teratur.


Zoey mengecupi kening Mike berulang kali, entah mengapa melihat wajah tenang sang putra membuatnya mengingat pria itu kembali, mengingat hal-hal yang sudah lama sekali ia ingin lupakan, tetapi kenangan-kenangan bersama pria narsis itu seolah enggan untuk pergi hingga detik ini. Terlebih ada duplicate nya disini, bersamanya.


Memang ia terpaksa menerima pernikahan itu, dan ingin pergi sejauh-jauhnya. Dan saat harapannya terkabul hari itu melalui seorang pria yang jauh lebih buruk dari sang suami justru saat berada jauh dari pria itu ada rasa kehilangan dari dalam lubuk hatinya yang membuatnya bingung dan ada rasa yang lebih menyesal lagi saat tahu kebusukan Leo si pria b*******n itu.


Sungguh rasanya ia ingin kembali saja pada sang suami hari itu saat ia melarikan diri dari rumah sakit, tetapi mengingat ucapan dari seseorang, membuatnya mengurungkan niatnya dan tekatnya semakin bulat untuk meninggalkan negara itu hari itu juga.


Entah siapa yang memberitahu keberadaannya yang pergi ke kafe hari itu sebelum ia mengetahui rencana Leo. ada seorang wanita tiba-tiba menghampirinya dan mengaku bahwa dia adalah calon istri Richard. antara percaya dan tidak percaya itulah yang Zoey rasakan bagaimana bisa gugutan cerainya di tolak oleh Rich, sementara pria itu akan menikah kembali, apa ia akan di poligami, Zoey sangat marah bukan karena cemburu melainkan mengapa gugutan cerainya tidak di terima saja jika memang ingin menikah lagi.


Zoey tersulut emosi di tambah kenyataan bahwa Leo sudah menipunya selama ini, " Ah, dasar semua pria b******n, tidak ada yang benar-benar tulus, seperti Leo-ku. Leo kau dimana?" ujarnya yang kembali mengingat pria itu, " Atau jangan-jangan pria itu sungguh Leo? tetapi mengapa pria itu tidak mengatakannya sejak awa." desahnya menahan kesal. hingga tiba-tiba suara dering ponsel miliknya mengintrupsinya.

__ADS_1


Ben Calling...


" Kenapa pria ini selalu mengangguku?" desahnya begitu melihat siapa nama pemanggil di layar ponsel miliknya yang terus saja berbunyi nyaring.


Tidak ingin menganggu putranya yang sudah terlelap, Zoey berjalan keluar kamar setelah mengusap icon berwarna hijau tersebut di layar ponselnya dan menempelkan benda pipih itu di telinga kirinya.


" Ya, ada apa Ben?" tanyanya begitu telepon sudah tersambung.


" Apa kau sudah sampai di rumah? maafkan aku yang tadi meninggalkan kalian dengan terburu-buru. sungguh aku minta maaf." sahut Ben di seberang sana.


" Tidak perlu meminta maaf, kami sudah sampai di rumah dengan selamat, Mike juga sudah tertidur barusan. lalu bagaimana keadaan Papamu?" tanya Zoey balik.


Sebenarnya Zoey sama sekali tidak memikirkan pria ini, yang tadi pergi sebelum pertunjukan itu selesai, sebab ada yang meneleponnya dan mengabarkan Papanya yang tidak lain adalah pemilik sekolah tempatnya bekerja tiba-tiba masuk ke rumah sakit karena penyakitnya kambuh, membuat Ben akhirnya pergi meninggalkan dirinya dan Mike sendirian.


Sebenarnya Ben tidak tega meninggalkan mereka tadi, tetapi kabar sang Papa yang masuk ke rumah sakit membuatnya harus tega, Papa dan Mamanya membutuhkan saat ini, sebab ia adalah putra mereka satu-satunya.


Terdengar suara helaan berat dari seberang." Kami belum tahu, saat ini Papa masih di tangani oleh Dokter di ruangan UGD." lirihnya memberitahukan.


" Terima kasih Becca, sekali lagi maafkan aku yang tadi_


" Emm, Ben bisa kau tutup dulu teleponnya, aku ingin ke kamar mandi saat ini." selanya gelisah menahan sesuatu di bawah sana dan juga ingin segera mengakhiri panggilan tersebut.


" Oh, ya baiklah, maafkan aku dan terima kasih."


Tut..


Tanpa menjawab perkataan pria itu, Zoey segera memutuskan sepihak dan berlari ke kamar mandi yang ada di dekat dapur. Gara-gara memikirkan Richard, hingga ia lupa belum ke kamar mandi sedari tadi.


" Aahh,,,si4l! ini semua karena Richard Taro!!" pekiknya setelah sampai di dalam, karena saking terburu-burunya tadi ia hampir saja terpeleset di depan pintu, beruntung ia pergegangan kuat di daun pintu, jika tidak ia pasti sudah tersungkur jatuh di lantai.


Tetapi ia sedikit bersyukur Rich tadi tidak melihatnya, jika tidak pasti pria itu sudah mengejarnya hingga ke rumahnya dan mungkin saja ia sudah tidak bisa lari kemana-mana lagi. sebab ia sudah sangat mengenal pria yang masih menjadi suaminya itu, pasti tidak akan menyerah begitu saja, sampai keinginannya terwujud.

__ADS_1


...----------------...


Sementara di tempat lain seorang pria sedang terbatuk-batuk karena tersedak oleh makananan yang ia makan, walaupun sudah meneguk air minum rasa itu masih saja membuat tenggorokannya tidak nyaman.


" Siapa yang sedang mengumpatku! ini pasti ulah para sahabatku yang senang sekali mengolokku." ujarnya di sela rasa batuk yang tka kunjung reda, membuatnya tersiksa hingga kedua netranya membasah.


Ya siapa lagi jika bukan Richard Taro, pria yang jadi umpatan istrinya sendiri, ya walaupun ia masih belum sadar tepatnya ia belum melihat wanita itu. jika tidak! ia pasti tidak akan melepaskannya malam ini.


" Tetapi mengapa aku justru memikirkan Zoey saat ini, Hahh! dimana kau sebenarnya sayang.." lirihnya.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2