
Sham bin diam seribu bahasa
"Sham..aku tanya dia dongsaengmu kan?"tanya pak Choi.
"iya..itu dulu!"ucap sham.
Pak Choi menghela nafas melihat tingkah bawahannya itu walau itu mantan bawahannya.
Pak Choi memberi bantal dikepala Yun bin.
"Aku akan mengajak pak Choi..untuk"
pak choi memotong
"Ya aku tau kau akan mengajakku untuk penyelidikan kasus tewas geum min!"ucap pak Choi menyiapkan obat.
"ya..untunglah kau mengerti!"ucap Sham.
Pak Choi membuka setengah dari kemeja Yun bin.
"Apa yg kau lakukan?"tanya Sham
"bukan urusanmu juga!"ucap pak Choi.
"baiklah aku akan pulang!"ucap Sham.
tdk ada jawaban dari seniornya itu
"ahh..!"lirih Yun bin saat pak Choi memberi salep ke luka operasi Yun bin.
"ohh mianhae..!"ucap pak Choi.
Sham terhenti sejenak saat mendengar suara Yun bin terdengar kesakitan.
Mata Yun bin masih tertidur namun dia merasakan perih diperutnya.
Pak Choi tdk kuasa memberinya lagi melihat wajah ceria Yun bin terlihat menyakitkan.
"semoga tdk infeksi!"gumam pak Choi.
Pak Choi mencoba memberi salep itu lagi
"ehmm.."lirihnya lagi Mencengkram kesofa.
Matanya seolah dilem tdk terbuka sama sekali.
"kau capek?"tanya pak Choi.
Tdk dijawab Yun bin dia melanjutkan tidurnya.
Sham bin mendekat dan melepas cengkeraman tangan Yun bin.
Sham tdk bisa berbuat apa apa selain melihat pak Choi yg masih memberi salep ke bekas luka operasi.
Sham pun ingin pergi lagi,tiba tiba pak Choi melontarkan perkataan.
"Kau ingin dongsaeng mu mati namun kau menyelamatkan nya!"
Sham terhenti dan menoleh ke pak Choi,tampak pak Choi sedang sibuk mengobati.
"Aku membaca buku diary rumahnya..dia tulis jika saat itu dia dengar jika Sham bin hyungnya yg dulu ingin dia mati!"
"aku kemarin dirumahnya dia menulis semua apa yg dia rasakan,dia diselamatkan hyungnya namun sekarang dicuekkan..kau seharusnya membiarkan dia mati karna dia ingin hal itu!"ucap pak choi,masih sibuk memberi obat.
Sham hanya mendengar
"dia tulis"hyungku menolongku buat apa?ingin melihatku mati dihadapannya?atau dia sendiri yg akal membunuh ku?baiklah..jika itu yg dia inginkan"itu dikatakan min di diarynya"ucap pak Choi, mengancingkan kemeja Yun bin yg masih tertidur.
"aku berharap bakal mati hari itu..tapi Sham menghentikan geum min..apa mau nya?"lanjut pak Choi.
Yang mampu membuat Sham hampir menangis.
Saat Sham ingin pergi lagi pak Choi melontarkan lagi
"kemarin aku mengobatinya dia bilang jika dia mati karna trombosit nya turun karna infeksi dia hanya bilang baiklah!"pak Choi berdiri tegak menatap Sham bin dari kejauhan.
"aku tdk bisa menahan perkataan ku karna aku tdk menyangka jika min shi akan sesakit ini,aku memanglah salah membaca buku diary orang lain,tapi itu kenyataan !"ucap pak choi.
"sudahlah aku hanya ingin bilang begitu..kau boleh pergi sekarang!"ucap pak Choi.
Sham bin pergi yg membuat pak Choi menjatuhkan air matanya melihat Yun bin yg masih tertidur.
"aku bahkan kau akan mengatakan itu pada buku diarymu!"gumam pak Choi.
Sham bin pergi sambil melamun turun tangga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yun bin terbangun dan duduk disofa
"pak choii..!"panggil Yun bin melihat pak Choi duduk disamping balkon.
"ehmm kau bangun?"tanya pak Choi.
"mataku bengkak..!"gumam Yun bin
"maaf aku menangis tadi dihadapanmu!"ucap tawa Yun bin.
__ADS_1
hanya dibalas senyum pak Choi.
"apa itu tawa sungguhan?"tanya pak Choi sambil tersenyum.
Mampu membuat Yun bin terdiam dan memperlihatkan perasaannya saat ini.
"Yun bin ayo ikut denganku!"ucap Sham tiba tiba muncul dan menggenggam tangan Yun bin.
Awalnya Sham bin menariknya masih halus dan tdk dihiraukan pak Choi.
Namun baru turun lobi tarikannya makin kasar dan menarik dengan keras.
"akhh..!"lirih Yun bin melepas tarikannya.
Sham bin terdiam saat melihat Yun bin memegangi perutnya.
Wajah Yun bin terlihat menyakitkan
"wae?kau kenapa?"tanya dingin Sham.
"ayo cepat ikut denganku!"ucap Sham.
Yun bin pun jalan lagi mengikuti Sham bin.
...****************...
...Dimobil...
"kau harus tinggal denganku selama kau masih penyembuhan lukamu..aku tdk ingin pak choi menjelekkan ku karna kata kata yg kau lontarkan!"ucap sham.
Sampai diapartemennya Sham.
Sampainya disana Yun bin hanya diam
"jangan membunuhku saat aku membuka mata.. bunuh aku saat tidur!"ucap Yun bin.
Sham berhenti didapur nya untuk mengaduk ramyeon.
"apa hanya itu yg dia pikirkan?"batin Sham .
"aku sudah merasakan sakit saat aku hampir dibunuh saat aku membuka mata..aku tdk suka, jadi bunuh aku saat tidur,buang buktinya sangat jauh dan tinggalkan mayatku membawa alat yg akan kau pakai membunuh ku itu akan membuat kasus menjadi kasus bunuh diri!"jelas Yun bin memberi penjelasan cara terbaiknya.
"bersikaplah seperti biasanya jangan terlihat mencurigakan nanti,jangan katakan kapan kau membunuhku supaya aku tdk waspada..hehehe!"tawa Yun bin diusul air matanya.
Sham bin tdk merespon
"kau dengar aku?jangan malam ini..aku ingin menikmati malam ini..aku tdk ingin mati dihari yg sama!"ucap Yun bin.
"TUTUP MULUTMU!!!"bentak Sham.
Selama makan ramyoen terlihat wajah pucat Yun bin yg diawasi Sham dari tadi.
"kau tidur nanti dikamar tamu!"ucap Sham.
"jangan memanggilku Hyung lagi,aku tdk punya dongsaeng!"ucap Sham.
Deg
Yun bin tersenyum walau air matanya sudah jatuh"baiklah Sham shi"
Yun bin seperti tersambar petir mendengar hal itu.
Ditengah malam.
Sham mengkhawatirkan Yun bin yg terlihat wajah pucatnya.
Sham pun ke kamar tamu
Yun bin ternyata demam malam itu dia hanya mematikan lampu namun hanya memejamkan mata,tdk tertidur.
Sham pun mendekat ke ranjang Yun bin dengan keadaan gelap.
"Aku belum tidur..kau cepat sekali..aku hanya ingin menikmati malam ini ..jadi biarkan aku menikmatinya!"lirih Yun bin.
Sham menyalakan lampu tidur dan melihat Yun bin berbaring dengan tatapan sayu.
"kau kenapa?"tanya Sham.
Tdk dijawab Yun bin dia hanya menggeleng
"jangan bersikap seperti anak kecil begini!"ucap Sham bin,duduk diranjang sebelah Yun bin.
Sham bin memegang tangan Yun bin yg terasa panas,dan menyentuh dahi Yun bin yg sangat panas.
"Kau demam!"ucap Sham bin.
"jangan membunuhku hari ini..!"lirih Yun bin
"AKU TDK ADA RENCANA MEMBUNUHMU!!!!!"Bentak Sham yg sudah kesal.
"Aku memang MEMBENCI mu tapi aku masih ada hati nurani..tdk seperti kau!"ucap Sham menekan kata membenci.
Sham mematikan lampu tidur dan pergi
"tidurlah aku akan tidur!"ucap Sham.
Sampai subuh Yun bin badannya makin panas bahkan dia belum tidur.
__ADS_1
Dia sungguh kedinginan
Perutnya juga perih,panas belakangan ini tubuhnya terasa lemas dan sekarang demam.
"Lukaku infeksi!"batinnya.
Yun bin tau infeksinya ini sudah berat dan mungkin akan operasi lanjutan,dia tau jika infeksi ini dibiarkan akan berujung kematian.
Sham bangun lagi karna dia sadar jika Yun bin demam tadi.
"Apa dia belum tidur juga?"batin Sham.
Sham pun masuk kamar itu dan menyalakan lampu,terlihat Yun bin masih membuka matanya namun menahan sakit.
"Kau belum tidur?"tanya Sham
"aku ingin menikmati malam ini..!"lirihnya
Sham bin pun memeriksa dahinya,panas sekali.
Sham bin memeriksa lukanya
"ini lukamu infeksi..ayo kita kerumah sakit!"ucap Sham menarik tangan Yun.
"ahhh jangan..aku tdk bisaaa!"ucap Yun.
"Tdk bisa apanya?"
"Aku tdk bisa kerumah sakit lagi..."lirihnya.
"jangan banyak bicara..ayo ke rumah sakit..!"paksa Sham.
Sham membantu Yun bin bangun namun Yun bin tetap menolak.
"jangan bawa ke rumah sakit..aku tdk mampu lagi..membayar operasi ini.. hiks..hiks..aku tdk mampu lagi membayar sebanyak itu.."ucap Yun bin kelewat pasrah,air matanya jatuh tanpa perintah.
"aku tdk punya uang untuk operasi lagi..jangan bawa aku kesana..biarkan saja.. seperti ini..mati ya mati saja...!"ucap Yun
"Dasar bodoh!!"ucap Sham.
Sham kesal dan pergi kedapur dia kenapa kedapur?ya dia tdk bisa menahan tangisnya melihat dongsaeng nya seperti itu,terlalu menderita.
Sham duduk dilantai dan menangis dia rindu dongsaengnya namun dilain hal yg dia pikirkan saat ayahnya mati.
"Biarkan saja dia mati!"tegas Sham.
"Aku tdk peduli jika dia mati!"ucap Sham.
Namun hatinya berkata lain,hatinya tdk menolak membiarkan.
Paginya
Yun bin menelpon pak Choi
"pak Choi ..aku hari ini tdk kerja..!"ucap Yun.
"ya.. baiklah..kau tdk papakan?"tanya pak Choi.
"hmm aku baik baik saja..yasudah aku tutup telponnya!"ucap Yun bin.
Yun bin bangun dari tidurnya dan keluar dari kamar tamu.
Baru 3 langkah dia berjalan keluar dia langsung ambruk dilantai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sham bin membeli makanan untuk sarapan karna dia malas masak hari ini.
Dia berjalan malas dikota yg begitu besar.
Sedangkan Yun bin tdk mampu lagi untuk bangun,dia seperti orang yg sudah tua walau umurnya tdk setua itu.
tii.**.tit..tit.."suara pin pintu
Clekk"
"Yun bin...!"triak Sham.
Sham mengangkat tubuh Yun bin dan membaringkan diranjang.
"kau mau kemana..!"khawatir Sham.
Yun bin hanya menggeleng
"diamlah disini!"ucap Sham.
Sham pun keluar mengambil makanan,dan kembali ke kamar Yun bin.
Menyodorkan makanan kemulut Yun bin.
"akkk..!"
Yun bin hanya menatap heran ke hyungnya.
"ayo makan..kau jangan mati kelaparan itu tdk lucu!"ucap Sham.
Sham menyuapi Yun bin membuat Yun bin hampir menetes kan air matanya.
__ADS_1