
Nando hanya menghendikkan bahunya saja sambil menarik kursi kosong di samping Kakaknya itu.
" Selamat malam semuanya, maaf datang terlambat." seru seorang pria yang mempunyai tubuh begitu sempurna. sebab ia memanglah seorang model.
Dan semuanya pun menoleh ke arah sumber suara dimana pria yang cukup tampan itu sedang berdiri tak jauh dari mereka semua sambil menggandeng mesra tangan Vallerie.
" Hai Joss, ayo duduklah." seru Rich sambil menatap pria yang memang adalah kekasih dari adiknya tersebut.
Val memang sudah mengenalkan Joss kepada anggota keluarganya, hanya keluarga inti saja. namun belum mengenalkannya pada keluarganya yang berada di luar negeri itu. termasuk kedua pria sepupunya.
" Terima kasih Rick, ayo sayang." ajak Joss sambil menarik kursi di samping Nando untuk Val duduki, lalu kemudian ia pun menarik kursi kembali untuk dirinya di samping kekasihnya.
" Cukup sayang, terima kasih." ujar Joss saat Val mengisi piring kosong di hadapannya, yang membuatnya tersenyum lebar.
Val terlihat begitu canggung saat ini, apalagi posisi duduknya di antara dua pria yang memang ia sayangi itu, ia tersenyum menoleh pada Joss di samping kanannya namun ia juga melirik sedikit ke samping kiri untuk melihat wajah sepupunya itu yang terlihat datar dan tetap saja dingin.
Mereka semua pun menikmati makan malam barbeque yang sudah di hidangkan di atas meja sambil bersenda gurau. namun tidak dengan kedua pemuda kakak beradik itu yang makan sambil terdiam seribu bahasa, seperti biasanya.
" Kenapa tidak hati-hati makannya, sausnya jadi belepotan kemana-mana begitu." celetuk Joss sembari mengusap ujung bibir Val dan bukannya di bersihkan menggunakan tisu, Joss justru menggunakan ibu jarinya lalu memasukkan langsung ke dalam mulutnya sendiri, dan menghisapnya. membuat para orangtua menggelengkan kepalanya geli melihat kelakuan para anak muda yang tidak merasa malu sana sekali.
Rich melirik ke arah istrinya yang ternyata melirik ke arah dua sejoli yang tengah mengumbar kemesraan mereka di hadapan semuanya. membuatnya sedikit iri, mereka bahkan bisa terlihat mesra dengan status mereka yang masih berpacaran itu.
Sedangkan dia yang sudah menikah, bahkan untuk bergandengan tangan saja, rasanya sangat sulit, sebab istrinya itu selalu saja menolak perlakuan manisnya. namun jika ia sedikit menggertakkannya sedikit saja. istrinya itu menjadi sedikit penurut.
*A*ku tidak akan menunggu terlalu lama lagi, sepertinya malam ini, aku harus bisa mendapatkannya.! gumam Rich dalam hati dengan begitu yakin dan percaya diri.
" Maaf aku ada panggilan masuk , aku permisi dulu." seru Nandez yang tiba-tiba saja berdiri dan pergi meninggalkan meja makan yang terlihat begitu romantis itu.
Bruukk!! " Aku juga sudah selesai, permisi." seru Nando kemudian yang ikut menyusul Kakaknya pergi, namun ia berjalan cepat masuk ke dalam kamar yang ia tempati.
__ADS_1
Ada apa dengannya? dia tidak mungkin marah denganku bukan? bahkan makanan di piringnya saja masih sangat banyak. gumam Val di dalam hati.
...----------------...
Sepeninggal dua pria bersaudara itu, kini suasananya jauh lebih ceria, apalagi hanya Rich yang mengetahui perihal masalah antara mereka berdua dan adiknya itu. membuat kepalanya sedikit pening.
Bagaimana Rich bisa mengetahuinya? dulu saat semua keluarganya sedang berkunjung ke negara tempat asal saudara sepupunya itu berada tepatnya di negara Indo, dia tidak sengaja mendengarkan pembicaraan antara Val dan juga Nando, yang pada waktu itu tengah duduk berduan di sawung gasebo dekat kolam renang.
Waktu itu sudah hampir tengah malam, dan semua penghuni rumah sudah banyak yang tidur, namun karena Rich tidak bisa tidur akhirnya ia pun keluar mencari udara segar. dan terdengarlah sayup-sayup suara mereka berdua di luar sana.
Awalnya ia tidak menaruh curiga apapun pada keduanya, sebab sudah sering ia melihat kebersamaan mereka berdua. bahkan tak hanya berdua saja kadang, ia, Nando, Nandez dan juga Val bahkan tidur di satu ranjang yang sama hingga usia Rich dan usia Nando menginjak delapan belas tahun dan mereka semua di marahi tidak boleh lagi tidur bersama oleh kedua orangtua mereka.
Namun kadang Rich masih mempergoki Val dan juga Nando tidur siang bersama di kamar Nando. di tambah pembicaraan mereka berdua malam itu membuatnya yakin bahwa mereka ada hubungan special.
Apalagi Val yang terang-terangan menyatakan perasaannya pada Nando, walau pria itu langsung menolaknya. membuat Rich tidak tega melihat adik satu-satunya itu merasakan sakit hati yang amat dalam.
jikalau memang Nando tidak mempunyai perasaan, ya jangan memberi harapan pada adiknya itu, itu yang membuat Rich sedikit menjaga jarak pada sepupunya tersebut. ia juga tidak ingin mencampuri urusan mereka berdua. sebab mereka sudah sama-sama dewasanya, biarlah mereka sendiri yang menyelesaikannya.
Apa namanya jika bukan memberi harapan palsu, setiap Val datang ke negaranya Nando selalu menyuruh Val untuk istirahat di kamarnya tanpa sepengetahuan semua orang di rumah. ia juga selalu berkata lembut pada adiknya itu, perhatian layaknya kekasih walau pada akhirnya sekarang ia juga yang mencoba menjauhi Val, dan itu yang membuat Rich tidak mengerti dengan jalan pikiran Nando selama ini.
Atau karena status mereka yang masih saudara? tetapi walau pun saudara mereka hanya saudara angkat jadi apa salahnya? dan sekarang secara terang-terangan Nando justru menunjukkan rasa cemburunya itu terhadap Val. walau semuanya tidak menyadarinya termasuk Val. namun Rich sangatlah peka, sebab ia sudah tahu segalanya.
Sedangkan Nandez Kakaknya, dia mendengarnya langsung dari mulut pria itu sendiri, sebab ia sedikit dekat dengannya. walau usia mereka terpaut tiga tahun namun mereka sangatlah nyambung jika sedang mengobrol.
Seusai makan malam perpisahan itu, Rich mengajak istrinya untuk masuk ke dalam kamar pribadinya. " Kenapa kau tidak mengatakan jika akan menginap disini." keluh Zoey saat mereka berdua sudah masuk ke dalam kamar, tak lupa Rich juga sudah mengunci pintunya dan mencabut kunci itu dan menyimpannya di kantong celana yang ia pakai.
" Sudah aku bilang aku sangat lelah ingin segera istirahat, apa kau saja yang menyetir mobilnya? ayo!" ajaknya yang akan berjalan kembali ke arah pintu.
Namun Zoey jutru terdiam di tempatnya berdiri, " T-tapi 'kan aku tidak bisa menyetir mobil." cicitnya menahan malu.
__ADS_1
Rich mendesah pelan lalu berjalan mendekati istrinya tersebut. reflek Zoey pun melangkah mundur untuk memberi jarak keduanya. dan Rich semakin maju ke depan untuk mengikis jarak, senang sekali rasanya ia menggoda istrinya itu.
" Maka dari itu, biarkan aku istirahat malam ini. atau kau mau memberikan hakku kembali." bisiknya begitu dekat dengan telinga istrinya itu.
" Mundur! atau aku akan berteriak sangat kencang." ancam Zoey mencoba menatap tajam ke arah suaminya.
Rich justru menyeringai, " Coba saja kalau kau berani! dan aku akan membuatmu berteriak di bawahku." ancam Rich balik dengan tatapan tak kalah tajam, yang membuat Zoey bergedik ngeri.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.
__ADS_1