I Remember You

I Remember You
Sedang Berpura-Pura


__ADS_3

" Peluklah Son, dia Omamu." pinta Rich yang langsung di angguki oleh pria kecil itu, belum sempat berjalan mendekati sang Oma, Wilona sudah lebih dulu mendekat dan langsung berhampur memeluk tubuh kecil itu.


" Oma."


" Oh, cucuku, ya ini Oma sayang, kau benar-benar sudah mempunyai seorang putra Rich, Mama tidak menyangka." ujar Wilona masih memeluk erat cucunya rasanya tidak ingin melepaskannya.


" Kakak Ipar." teriak Val dari lantai atas saat melihat ke arah bawah, gadis itu langsung menuruni anak tangga dengan cepat." Akhirnya kau kembali." gadis itu langsung memeluk erat Zoey setelah menyingkirkan Kakaknya yang sedari tadi bersikap posesif dengan memeluk pinggang istrinya itu, seolah takut kehilangan kembali.


" Sudah jangan lama-lama." keluh Rich sembari berusaha mengurai pelukan adiknya dengan sang istri.


" Dasar Bucin.!" umpat Val pelan, namun ternyata ucapannya itu di dengar oleh Zoey dan Rich membuat dua orang itu saling pandang.


" Apa itu Bucin?" tanya Zoey tidak mengerti, berasal dari bahasa mana itu? pikirnya.


" Love slave, Kakak ipar. " sahut Val sambil terkikik saat melihat tatapan tajam dari sang Kakak.


" Sudah-sudah ayo semuanya sebaiknya kita makan, ayo cucuku yang sangat tampan ini." ajak Wilona semua orang, dengan mencoba menggandeng Mike, tetapi pria kecil itu menolak halus." Oh baiklah kau persis Daddymu Son."


Seketika suasana di dalam Mansion keluarga Taro jadi sangat ramai sekali, di meja makan mereka menyantap makanan sambil sesekali saling mengobrol.


" Ma, Rich ajak Zoey istirahat dulu. Ayo Son." pamit Rich mengajak istri serta putranya itu untuk naik ke kamar mereka yang berada di lantai atas.


" Baiklah, Mama juga sebentar lagi ajan pergi. Mike sayang, kau tidak ingin menemani Oma?" tanyanya pada sang cucu, yang di jawab gelengan. Oke sepertinya cucunya ini masih perlu beradaptasi dengan keluarga baru juga dengan lingkungannya, begitu pikir Wilona.


Setelah Rich dan keluarga kecilnya sudah naik ke lantai atas, Val dan Mamanya masih betah duduk di meja makan, entah apa yang akan di lakukan wanita paruh baya itu. Sedangkan Val memang tengah menunggu kedatangan seseorang.


Hingga tak lama sebuah mobil mewah masuk ke dalam pekarangan yang luas itu melewai gerbang tinggi nan kokoh menjulang di depan sana. Setelah mobil berhenti, ia segera turun dari mobil dan berjalan memasuki Mansion tersebut.


Derap langkahnya semakin masuk ke dalam hingga menimbulkan suara gesekan dari sepatu pantofel yang ia kenakan dengan lantai marmer, belum lagi aroma semerbak yang menguar dari dalam tubuhnya, membuat semua orang yang di lewatinya akan mencium bau khas parfume dengan bermerk terkenal.


" Siang Aunty?" sapanya pada Wilona yang sudah berpindah duduk di sofa ruang tengah.


" Oh ya siang, dia sedang makan di dalam." sahut Wilona menujuk ke arah dalam dimana putrinya berada, ia pun lanjut berjalan semakin mendekat dengan gaya maskulinnya seperti biasa.

__ADS_1


" Maaf baru datang." lanjutnya sembari menarik salah satu kursi dan duduk di sebelah wanita cantiknya." hay Baby."


" Kau darimana saja Joss, kenapa baru datang?" gerutu Val mengkerucutkan bibirnya ke depan membuat pria yang baru saja duduk di sampingnya itu pun gemas ingin sekali melum*tnya habis, jika saja di dalam Mansion sedang tidak ada orang lain bersama mereka, sudah pasti Val di ciumnya hingga lemas.


" Maafkan aku, kau tahu sendiri aku baru saja mendarat, dan tadi itu juga ada sedikit masalah di rumah. yes you know." sahut Joss sedikit berdusta.


Val tidak mau berdebat, ia langsung bangkit dari duduknya, segera meraih tas genggam miliknya dan bersiap untuk pergi. Tanpa ingin menawarkan sesuatu pada Joss terlebih dahulu walau itu hanya sekedar manawarinya untuk makan siang. Val terlihat sedang badmood mungkin dia sedang masa periode dan itu tidak masalah bagi Joss yang tidak ingin memperburuk keadaan. Bukankah pria itu begitu sangat baik? Dan Val harusnya beruntung karena mendapatkannya.


Setelah berpamitan pada sang Mama, Val dan Joss segera pergi meninggalkan Mansion mewah milik keluarga Taro dengan menggunakan mobil mewah milik Joss.


...----------------...


Sementara itu di lantai atas tepatnya di kamar milik Rich, pria dewasa itu tengah asyik bersama putranya, alih-alih bermain lego atau mobil-mobilan seperti anak laki-laki di usianya. Mike justru mengajak sang Daddy untuk bersaing memainkan permainan perang-perangan yang lagi buming di seluruh dunia.


" Kau kalah Dad." cibir Mike dengan percaya dirinya.


Rich hanya tersenyum menanggapi ia terus fokus bermain dari benda pipih miliknya, sedangkan Mike memakai milik sang Mommy.


*


Tak terasa hari sudah malam, Mike juga sudah tertidur di ranjang kecilnya, entah sejak kapan kamar ini ada penyekat dan di sana juga sudah tersedia ranjang kecil untuk putranya itu, di tengahnya terdapat pintu kaca penghubung untuk mempermudah keduanya jika terdengar suara Mike terganggu dalam tidurnya. Membuat Zoey bertanya-tanya tetapi setiap ingin bertanya selalu ia urungkan.


Setelah makan malam tadi, suasananya kembali ramai, di tambah kepulangan Gustav yang baru pulang pukul tujuh malam, pria paruh baya itu tidak terlalu terkejut atas kedatangan sang putra beserta keluarga kecilnya yang baru saja diketemukan, sebab siang tadi sang istri sudah memberitahunya saat ia sedang meeting di luar kota menggantikan sang putra yang belum juga kembali. Tetapi yang jelas ia turut bahagia atas kebahagiaan putranya.


Dan saat ini Rich tengah berada di kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum beristirahat, sementara Zoey sudah berbaring di atas tempat tidur menyelimuti seluruh tubuhnya dan hanya menyisakan kepanya saja, setelah tadi memastikan putranya sudah benar-benar terlelap.


Ceklek!..


Rich keluar hanya dengan memakai boxer pendeknya sembari melirik ke arah ranjang dimana sang istri sudah berbaring disana, entah sudah tidur atau hanya pura-pura tidur. Dan untuk memastikannya Rich harus membuktikannya sendiri. Maka ia pun berjalan mendekati ranjang lalu merangkak ke sisi tempat tidur yang kosong.


Rich mencondongkan tubuhnya sedikit ke arah Zoey yang sedang berbaring memunggunginya, ia tak mendengar nafas teratur dari sang istri dan membuat Rich menyeringai lebar, dugaannya memang tidak pernah meleset, jika istrinya memang sedang berpura-pura tidur. Atau mungkin sengaja menghindarinya agar tidak harus memberi kehangatan malam ini padanya, begitu pikirnya.


Namun Rich yang dulu dan sekarang tidaklah sama, jika dulu terpancing karena aroma lilin gairah yang sengaja Mamanya letakkan di kamarnya. Namun sekarang ia sudah terpancing hanya karena mencium aroma tubuh Zoey, libid*nya langsung naik.

__ADS_1


Rich mengendus di tengkuk belakang Zoey, bahkan menjilatinya hingga ke belakang telinga, dan Rich bisa merasakan jika tubuh sang istri menegang sempurna, membuatnya tersenyum.


" Aku tahu kau sedang berpura-pura tidur Baby, tetapi itu tidak menghalangi keinginanku yang ingin memasukimu. Jadi kau mau aku memulainya sendiri atau_


" Atau apa?" desis Zoey yang langsung membalikkan tubuhnya menghadap Rich.


" Atau kau yang ingin mendominasinya." timpal Rich menyeringai lebar dengan padangan yang sudah berkabut oleh gair4h.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Selamat menunaikan ibadah puasa untuk umat islam sekalian yang menjalaninya, mohon maaf lahir batin yaa..


Boleh mampir ke karyaku yang lainnya Kakak semua...


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.

__ADS_1


__ADS_2